Tenaga Endogen

Diposting pada
Tenaga Endogen

Pengertian Tenaga Endogen

Tenaga Endogen adalah tenaga dari dalam bumi yang menyebabkan perubahan pada permukaan bumi. Tenaga endogen tersebut biasanya menyebabkan terbentuknya komponen baru pada permukaan bumi, misalnya pemadatan magma yang akan membentuk batuan. Permukaan bumi yang dibentuk oleh tenaga endogen dapat berubah lagi akibat aktivitas tenaga eksogen (tenaga dari luar bumi). Aktivitas dari tenaga endogen bersamaan dengan tenaga eksogen itulah yang membuat terbentuknya relief permukaan bumi, ada yang permukaannya tinggi (contohnya gunung), ada juga yang permukaannya rendah (laut).


Jenis-Jenis Tenaga Endogen


  • Vulkanisme

Vulkanisme merupakan peristiwa keluarnya magma (lelehan panas bebatuan) dari litosfer (lapisan dibawah permukaan bumi) ke permukaan bumi. Magma yang bisa mencapai permukaan bumi disebut lava. Magma mampu bisa permukaan bumi karena suhu yang tinggi serta adanya sejumlah gas yang bisa mendorong magma untuk bergerak naik.

Berikut adalah Zona-zona Vulkanisme:

1,Vulkanisme pada Zona Divergen

Zona divergen adalah gunung api yang muncul di jalur rengkahan antar lempeng kerak bumi. Magma berasal dari lapisan astenosfer (lapisan yang ada di bawah litosfer dan di atas mantel atas bumi) yang cair serta keluar ke permukaan bumi lewat rengkahan tersebut. Magma sangat cair, bersuhu tinggi serta keluar secara meleleh tanpa letusan dahsyat.

2,Vulkanisme pada Zona Konvergen

Zona konvergen ialah gunung-gunung api yang muncul di jalur pertemuan 2 lempeng kerak bumi. Magma terbentuk dari hasil pencairan endapan laut yang berasal dari darat saat subduksi (menyusup) ke bawah lempeng daratan atau benua. Endapan yang mencair bertambah volumenya sehingga mendesak mencari jalan keluar lewat retakan-retakan yang ada di atasnya. Di zona konvergen tersebut, terjadilah letusan dahsyat yang menyemburkan campuran magma cair kental (efusiva), magma padat (eflata), serta gas (ekshalasi).

3,Vulkanisme pada Zona Tengah

Zona tengah ialah gunung api yang muncul di tengah lempeng kerak bumi tanpa ada retakan. Magma berasal dari mencairnya astenosfer serta kerak bumi di bagian bawah karena penumpukan mineral radioaktif. Pencairan itu menyebabkan kerak bumi tipis serta mudah ditembusi oleh magma yang terbentuk. Magma yang terbentuk meleleh karena adanya letusan yang dahsyat.


  • Tektonisme

Tektonisme ialah aktivitas dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan letak (dislokasi) dan perubahan bentuk (deformasi) pada permukaan bumi karena dipengaruhi oleh aktivitas magma. Tektonisme bisa berupa pergerakan, pengangkatan, lipatan, serta patahan pada struktur tanah di sebuah wilayah.

Berikut adalah Gerakan-gerakan dari Tektonisme:

  • Gerak Epirogenetik (Epirogenesa)

Epirogenetik adalah pergerakan atau pergeseran dari kulit atau lapisan bumi yang berlangsung lambat yang diakarenakan tenaga dalam bumi. Gerak epirogenetik terjadi mengarah vertikal (ke atas atau ke bawah) berlangsung dalam waktu yang lama serta meliputi area yang sangat luas. Gerakan tersebut bisa disebut dengan gerakan pembentuk benua.

Gerak epirogenetik dibagi menjadi 2 jenis :

1,Gerak Epirogenetik (Epirogenesa) Positif

Gerak vertikal ke bawah yang menyebabkan turunnya lapisan kulit bumi. Gerakan tersebut membuat permukaan air laut terlihat lebih tinggi serta daratan menjadi lebih rendah.

2,Gerak Epirogenetik (Epirogenesa) Negatif

Gerak vertikal ke atas yang menyebabkan naiknya lapisan kulit bumi. Gerakan tersebut akan membuat permukaan air laut terlihat lebih rendah serta daratan terlihat lebih tinggi.

  • Gerak Orogenetik (Orogenesa)

Gerak orogenetik adalah pergerakan lempeng yang berlangsung sangat cepat serta meliputi area yang lebih sempit dibandingkan gerakan epirogenetik. Gerakan tersebut biasanya terjadi karena adanya tekanan dari tenaga tektonik pada batuan yang elastis (lentur). Gerak Orogenetik bisa saja berlangsung hingga kelenturan batuan itu mencapai batas maksimalnya sehingga batuan tadi pecah.

Gerakan Orogenetik ini bisa menghasilkan 2 jenis struktur permukaan baru, yakni :

1,Lipatan (Folded)

Lipatan terbentuk disebabkan elastisitas (kelenturan) dari batuan yang terlibat lebih besar dibanding tenaga endogen yang menekannya (baik itu secara horizontal atau vertikal) sehingga tak maembuat batuan itu patah. Bagian lipatan yang menurun disebut dengan sinklinal, sementara bagian lipatan yang meninggi (terangkat) disebut dengan antiklinal. Hasil dari lipatan tersebut akan membentuk relief permukaan bumi yaitu pegunungan.

2,Patahan (Fault)

Patahan terbentuk disebabkan tenaga tektonik menekan (baik secara horizontal atau vertikal) batuan elastis yang terlibat hingga mencapai batas maksimal keelastisannya sampai menyebabkan batuan tersebut pecah, retak serta patah.


  • Seisme (Gempa)

Gempa bumi ialah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi.  Besarnya kekuatan gempa bumi diukur dengan alat pencatat gempa yang biasanya disebut dengan seismograf. Seismograf mengukur kekuatan gempa yang terjadi dengan mencatat semua getaran gempa serta cepat rambat gempa.

  • Penyebab Gempa Bumi

Biasanya gempa bumi berasal pelepasan energi yang dihasilkan tekanan oleh lempeng bumi yang bergerak. Semakin lama tekanan itu membesar serta mencapai keadaan dimana keadaan tersebut tidak bisa tertahan lagi  oleh pinggiran lempengan.


Proses Terjadinya Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi disebabkan batuan di kerak bumi mengalami tekanan dahsyat oleh pergerakan lempeng yang menjadi landasan benua. Biasanya terjadi karena 2 lempengan di kerak bumi bergesekan. Pada saat 2 lempeng bergesekan menghasilkan gelombang kejut yang kita bisa rasakan sebagai gempa bumi.

Terjadinya Gempa bumi ini bisa membuat adanya pembentukan komponen baru serta perubahan terhadap bagian permuakan bumi.


Pelapukan

Pelapukan adalah penghancuran batuan dari bentuk gumpalan menjadi butiran yang lebih kecil bahkan menjadi hancur atau larut dalam air. Proses pelapukan dapat dikatakan sebagai proses penghancuran massa batuan melalui media penghancuran, berupa:

  1. Sinar matahari
  2. Air
  3. Gletser
  4. reaksi kimiawi
  5. kegiatan makhluk hidup (organisme)

Menurut proses terjadinya pelapukan dapat digolongkan menjadi 3 jenis yaitu:


  • Pelapukan Fisis Atau Mekanik

Pelapukan mekanik (fisik) adalah proses pengkikisan dan penghancuran bongkahan batu jadi bongkahan yang lebih kecil,tetapi tidak mengubah unsur kimianya. Proses ini disebabkan oleh sinar matahari, perubahan suhu tiba-tiba, dan pembekuan air pada celah batu.

Penyebab terjadinya pelapukan mekanik yaitu:

  1. Adanya perbedaan temperatur yang tinggi.

Peristiwa ini terutama terjadi di daerah yang beriklim kontinental atau beriklim Gurun, di daerah gurun temperatur pada siang hari dapat mencapai 50 Celcius. Pada siang hari bersuhu tinggi atau panas. Batuan menjadi mengembang, pada malam hari saat udara menjadi dingin, batuan mengerut. Apabila hal itu terjadi secara terus menerus dapat mengakibatkan batuan pecah atau retak-retak.

  1. Adapun pembekuan air di dalam batuan
Baca Juga :  Pengertian Lava

Jika air membeku maka volumenya akan mengembang. Pengembangan ini menimbulkan tekanan, karena tekanan ini batu-batuan menjadi rusak atau pecah pecah. Pelapukan ini terjadi di daerah yang beriklim sedang dengan pembekuan hebat.

  1. Berubahnya air garam menjadi kristal.

Jika air tanah mengandung garam, maka pada siang hari airnya menguap dan garam akan mengkristal. Kristal garam garam ini tajam sekali dan dapat merusak batuan pegunungan di sekitarnya, terutama batuan karang di daerah pantai.


Pelapukan organik

Penyebabnya adalah proses organisme yaitu binatang tumbuhan danmanusia, binatang yang dapat melakukan pelapukan antara lain cacing tanah, serangga. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang.

Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan ini dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya. Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akarakar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga garam-garaman mudah diserap oleh akar. Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan. Dibatu-batu karang daerah pantai sering terdapat lubang-lubang yang dibuat oleh binatang.

Pengaruh yang disebabkan oleh tumbuh tumbuhan dapat bersifat mekanik atau kimiawi. Pengaruh sifat mekanik yaitu berkembangnya akar tumbuh-tumbuhan di dalam tanah yang dapat merusak tanah disekitarnya.

Pengaruh zat kimiawi yaitu berupa zat asam yang dikeluarkan oleh akar- akar serat makanan menghisap garam makanan. Zat asam ini merusak batuan sehingga  kandungan garam mudah diserap oleh akar.

Manusia juga berperan dalam pelapukan melalui aktifitas penebangan pohon, pembangunan maupun penambangan. 


  • Pelapukan kimiawi

Pada pelapukan ini batu batuan mengalami perubahan kimiawi yang umumnya berupa pengelupasan. Pelapukan kimiawi tampak jelas terjadi pada pegunungan kapur (Karst). Pelapukan ini berlangsung dengan batuan air dan suhu yang tinggi. Air yang banyak mengandung CO2 (Zat asam arang) dapat dengan mudah melarutkan batu kapur (CACO3). Peristiwa ini merupakan pelarutan dan dapat menimbulkan gejala karst. Di Indonesia pelapukan yang banyak terjadi adalah pelapukan kimiawi. Hal ini karena di Indonasia banyak turun hujan. Air hujan inilah yang memudahkan terjadinya pelapukan kimiawi.

Gejala atau bentuk – bentuk alam yang terjadi di daerah karst diantaranya:

  • Dolina

Dolina adalah lubang lubang yang berbanuk corong. Dolina dapat terjadi karena erosi (pelarutan) atau karena runtuhan. Dolina terdapat hampir di semua bagian pegunungan kapur di Jawa bagian selatan, yaitu di pegunungan seribu.

  • Gua dan sungai di dalam Tanah

Di dalam tanah kapur mula-mula terdapat celah atau retakan. Retakan akan semakin besar dan membentuk gua-gua atau lubang-lubang, karena pengaruh larutan. Jika lubang-lubang itu berhubungan, akan terbentuklah sungai-sungai di dalam tanah.

  • Stalaktit

adalah kerucut kerucut kapur yang bergantungan pada atap gua. Terbentuk dari kapur yang tebal akibat udara masuk dalam gua. Stalakmit adalah kerucut-kerucut kapur yang berdiri pada dasar gua. Contohnnya stalaktit dan stalakmit di Gua tabuhan dan gua Gong di Pacitan, jawa Timur serta Gua Jatijajar di Kebumen, Jawa Tengah.


Erosi

Erosi seperti pelapukan adalah tenaga perombak (pengkikisan). Tapi yang membedakan erosi dengan pelapukan adalah erosi adalah pengkikisan oleh media yang bergerak, seperti air sungai, angin, gelombang laut, atau gletser. Erosi dibedakan oleh jenis tenaga perombaknya yaitu : Erosi air, Erosi gelombang laut (abarasi / erosi marin ), Erosi angin (deflasi), Erosi gletser (glasial)’,Erosi Akibat gaya berat.


  • Erosi Air

Erosi oleh air adalah  erosi yang di sebabkan oleh air atau air hujan.Jika tingkat curah hujan berlebihan sedemikian rupa sehingga tanah tidak dapat menyerap air hujan maka terjadilah genangan air yang mengalir kencang.Aliran air ini sering menyebabkan terjadinya erosi yang parah karena dapat mengikis lapisan permukaan tanah yang dilewatinya, terutama pada tanah yang gundul.


Tahapan Erosi Air

Proses pengkikisan oleh air yang mengalir terjadi dalam empat tingkatan yang berbeda sesuai dengan kerusakan tanah atau batuan yang terkena erosi, sebagai berikut.

  1. Erosi percik, yaitu proses pengkikisan oleh percikan air hujan yang jatuh ke bumi.
  2. Erosi lembar, yaitu proses pengkikisan lapisan tanah paling atas sehingga kesuburannya berkurang. Pengkikisan lembar ditandai oleh :
  • warna air yang mengalir berwarna coklat
  • warna air yang terkikis menjadi lebih pucat
  • kesuburan tanah berkurang
    1. Erosi alur, adalah lanjutan dari erosi lembar. Ciri khas erosi alur adalah adanya alur-alur pada tanah sebsgai tempat mengalirnya air.
    2. Erosi parit, adalah terbentuknya parit-parit atau lembah akibat pengkikisan aliran air. Bila erosi parit terus berlanjut, maka luas lahan kritis dapat meluas, dan pada tingkat ini tanah sudah rusak.

Bentuk Permukaan Bumi Akibat Erosi

Pengkikisan oleh air dapat mengakibatkan :

  1. Tebing sungai semakin dalam
  2. Lembah semakin curam
  3. Pembentukan gua

 Pengikisan oleh air laut (abrasi)

Erosi oleh air laut merupakan pengikisan di pantai oleh pukulan gelombang laut yang terjadi secara terus – menerus terhadap dinding pantai. Bentang alam yang diakibatkan oleh erosi air laut, antara lain cliff (tebing terjal), notch (takik), gua di pantai, wave cut platform (punggung yang terpotong gelombang), tanjung, dan teluk. Cliff terbentuk karena gelombang melemahkan batuan di pantai. Pada awalnya gelombang meretakan batuan di pantai. Akhirnya, retakan semakin membesar dan membentuk notch yang semakin dalam akan membentuk gua. Akibat diterjang gelobang secara terus menerus mengakibatkan atap gua runtuh dan membentuk cliff dan wave cut playform.

Tanjung adalah daratan yang menjorok ke laut, sedang teluk adalah laut yang menjorok ke arah daratan. Pantai memiliki jenis batuan yang berselang seling antara batuan resisten dan tidak resisten. Pada batuan yang tidak resisten akan dengan mudah tererosi, sedangkan batuan yang resisten sulit untuk tererosi. Akibatnya, pada batuan yang tidak resisten akan terbentuk teluk yang menjorok ke daratan pada batuan yang resisten terbentuk tanjung yang menjorok ke laut.

  • Akibat Abrasi biasanya terjadi di pantai, membentuk :
  1. Dinding pantai yang curam
  2. Relung ( lekukan pada dinding tebing)
  3. Gua pantai
  4. Batu layar
  5. Cliff
  6. Notch
  7. Gua di pantai
Baca Juga :  Cerita Nenek Pakande

  • Erosi Oleh Angin (Korasi)

Erosi oleh angin adalah pengikisan yang disebabkan oleh angin.         Hembusan angin kencang yang terus menerus di daerah yang tandus dapat memindahkan partikel-partikel halus batuan di daerah tersebut sehingga membentuk suatu formasi, misalnya bukit-bukit pasir di gurun atau pantai.

Pengikisan oleh angin ( erosi angin biasanya terjadi di gurun ) dapat mengakibatkan :


Batu jamur

  • Erosi oleh gletser

Merupakan pengikisan yang dilakukan oleh gletser (lapisan es) di daerah pegunungan. Pengikisan ini terjadi di daerah yang memiliki empat musim. Pada saat musim semi, terjadi erosi oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Akkibatnya lereng menjadi lebih terjal. Contoh bentang alam yang terjadi akibat erosi gletser adalah pantai fyord, yaitu pantai dengan dinding yang berkelok kelok.

  • Erosi Akibat Gaya Berat

Batuan atau sedimen yang bergerak terhadap kemiringannya merupakan proses erosi yang disebabkan oleh gaya berat .Erosi  ini akan berlangsung sangat cepat sehingga dapat menimbulkan  bencana longsor.


Sedimentasi ( Pengendapan )

Sedimentasi adalah peristiwa pengendapan material batuan yang telah diangkut oleh tenaga air atau angin .

Proses sedimentasi atau pengendapan berdasarkan tenaga pengangkutnya :


  • Pengendapan Air ( Akuatik)

a). Meander

Meander merupakan sungai yang berkelok – kelok yang terbentuk karena adanya pengendapan. Proses berkelok-keloknya sungai dimulai dari sungai bagian hulu.Pada bagian hulu, volume air kecil dan tenaga yang terbentuk juga kecil.  Akibatnya sungai mulai menghindari penghalang dan mencari rute yang paling mudah dilewati. Sementara, pada bagian hulu belum terjadi pengendapan.

Pada bagian tengah, yang wilayahnya mulai datar aliran air mulai lambat dan membentuk meander. Proses meander terjadi pada tepi sungi, baik bagian dalam maupun tepi luar. Di bagian sungai yang aliranya cepat akan terjadi pengikisan sedangkan bagian tepi sungai yang lamban alirannya akan terjadi pengendapan. Apabila hal itu berlangsung secara terus-menerus akan membentuk meander.

Meander biasanya terbentuk pada sungai bagian hilir, dimana pengikisan dan Pengendapan terjadi secara berturut turut. Proses pengendapan yang terjadi secara terus menerus akan menyebabkan kelokan sungai terpotong dan terpisah dari aliran sungai, Sehingga terbentuk oxbow lake.

b). Delta

Pada saat aliran air mendekati muara, seperti danau atau laut maka kecepatan aliranya menjadi lambat. Akibatnya, terkadi pengendapan sedimen oleh air sungai. Pasir akan diendapkan sedangkan tanah liat dan Lumpur akan tetap terangkut oleh aliran air. Setelah sekian lama , akan terbentuk lapisan – lapisan sedimen. Akhirnya lapian lapisan sedimen membentuk dataran yang luas pada bagian sungai yang mendekati muaranya dan membentuk delta.

Pembetukan delta memenuhi beberapa syarat:

  1. sedimen yang dibawa oleh sungai harus banyak ketika akan masuk laut atau danau.
  2. arus panjang disepanjang pantai tidak terlalu kuat.
  3. pantai harus dangkal. Contoh bentang alam ini adalah delta Sungai Musi, Kapuas, dan Kali Brantas.

c). Dataran banjir dan tanggul alam

Apabila terjadi hujan lebat, volume air meningkat secara cepat. Akibatnya terjadi banjir dan meluapnya air hingga ke tepi sungai. Pada saat air surut,bahan bahan yang terbawa oleh air sungai akan terendapkan di tepi  sungai. Akibatnya, terbentuk suatu Dataran di tepi sungai. Timbulnya material yang tidak halus (kasar) terdapat pada tepi sungai. Akibatnya tepi sungai lebih tinggi dibandingkan dataran banjir yang terbentuk. Bentang alam itu disebut tanggul alam.


  • Pengendapan Air Laut ( Sedimen Marine)

  1. a)    Slip dan Tombolo

Batuan hasil pengendapan oleh air laut disebut sedimen marine.Pengendapan oleh air laut dikarenakan adanya gelombang. Bentang alam hasil pengendapan oleh air laut, antara lain pesisir, spit, tombolo, dan penghalang pantai.Pesisir merupakan wilayah pengendapan di sepanjang pantai. Biasanya terdiri dari material pasir. Ukuran dan komposisi material di pantai sangat berfariasi tergantung pada perubahan kondisi cuaca, arah angin, dan arus laut. Arus pantai mengangkut material yang ada di sepanjang pantai.

Jika terjadi perubahan arah, maka arus pantai akan tetap mengangkut material material ke laut yang dalam. ketika material masuk ke laut yang dalam, terjadi pengendapan material. Setelah sekian lama, terdapat akumulasi material yang ada di atas permukaan laut. Akumulasi material itu disebut spit. Jika arus pantai terus berlanjut, spit akan semakin panjang. Kadang kadang spit terbentuk melewati teluk dan membentuk penghalang pantai (barrier beach).

Apabila di sekitar spit terdapat pulam, biasanya spit akhirnya tersambung dengan daratan, sehingga membentuk tombolo.


  • Pengendapan Angin (Sedimen Aeolis)

Sedimen hasil pengendapan oleh angin disebut sedimen aeolis. Bentang alam hasil pengendapan oleh angin dapat berupa gumuk pasir (sand dune). Gumuk pantai dapat terjadi di daerah pantai maupun gurun. Gumuk pasir terjadi bila terjadi akumulasi pasir yang cukup banyak dan tiupan angin yang kuat. Angin mengangkut dan mengedapkan Pasir di suatu tempat secara bertahap sehingga terbentuk timbunan pasir yang disebut gumuk pasir/sand dune.

Sand Dune (Bukit Pasir)


  • Pengendapan oleh Gletser

Sedimen hasil pengendapan oleh gletser disebut sedimen glacial. Bentang alam hasil Pengendapan oleh gletser adalah bentuk lembah yang semula berbentuk V menjadi U. Pada saat musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang meluncur menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan juga menuruni lereng dan mengendap di lemah. Akibatnya, lembah yang semula berbentuk V menjadi berbentuk U.

Dampak positif tenaga eksogen antara lain:

  1. Memunculkan habitat.
  2. Memperluas daratan di bumi.
  3. Memperdekat barang tambang ke permukaan bumi.
  4. Meskipun begitu tenaga eksogen juga mempunyai dampak negatif yang bisa merugikan manusia.

Dampak negatif tenaga eksogen tersebut antara lain:

  1. Kesuburan tanah bisa berkurang (dampak dari erosi).
  2. Hasil-hasil erosi yang diendapkan (sedimentasi) di muara sungai mengakibatkan  pendangkalan dasar sungai.
  3.  
  4. Abrasi dapat menghilangkan garis pantai hilang dihantam

Usaha penanggulangan dampak negatif tenaga eksogen:

  1. Merehabilitasi hutan yang telah rusak dan melakukan reboisasi pada lahan yang telah gundul, karena hutannya telah habis terbakar.
  2. Membuat teras-teras pada lereng yang miring
  3. Pengerukan di muara-muara
  4. Penanaman pohon bakau

Dampak Dari Tenaga Endogen

Perubahan muka bumi akibat tenaga endogen menyebabkan dampak positif maupun negatif bagi kehidupan. Di bawah ini merupakan dampak dari tenaga endogen secara umum:


  1. Dampak Positif Tenaga Endogen 

Tenaga tektonisme yang bersifat membangun telah memberi bentuk pada muka bumi berupa dataran-dataran tinggi dan pengunungan. Seandainya tidak ada tektonisme, tidak akan kita temukan dataran tinggi dan pegunungan. Dataran tinggi sebenarnya adalah bagian dari pegunungan, akan tetapi bentuknya relatif datar dibandingkan dengan bentuk pegunungan yang bergelombang.

Baca Juga :  Fauna

Patut kita syukuri bahwa tenaga endogen berupa tektonisme yang telah membentuk dataran tinggi dan pegunungan memberikan manfaat besa bagi kehidupan manusia. Bentangan alam berupa dataran tinggi dan pegunungan merupakan tempat yang baik untuk : 

  1. Pertanian, terutama tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan, teh, kopi, kina, dan lain-lain. 
  2. Kawasan tangkapan air hujan yang menjadi sumber air bagi sungai-sungai. 
  3. Pusat pembangkit tenaga air (PLTA). 
  4. Tempat habitat hewan-hewan, khususnya hewan liat karena daerah pegunungan pada umumnya tertutup oleh hutan. 
  5. Menyediakan hasil-hasil hutan karena pegunungan sangat cocok untuk tempat hidupnya pohon-pohon yang membentuk hutan. 
  6. Menyediakan hasil tambang, terutama jenis logam seperti bijih besi, emas, nikel, tembaga, dan lain-lain. 
  7. Tanah di daerah pegunungan umumnya subur karena pada daerah pegunungan ini juga merupakan daerah terdapatnya gunung-gunung api.
  8. Tempat Pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan karena udaranya sejuk.
  1. Dampak Negatif Tenaga Endogen 

Dampak negatif tenaga endogen antara lain:

  1. Lereng-lereng pegunungan yang terbentuk oleh tenaga endogen ada yang curam dan ada pula yang lebih pandai. Lereng-lereng yang curam mengalami erosi tinggi sehingga tidak baik dijadikan lahan pertanian. 
  2. Daerah-Daerah pegunungan sering terjadi longsor yang banyak menimbulkan kerugian baik materi maupun korban jiwa, terutama pada musim hujan. 
  3. Membuat jalan di daerah pegunungan memerlukan biaya besar karena jalan menjadi bertambah bila dibandingkan dengan jalan yang dibuat lurus seperti didaerah dataran.
  4. Gempa bumi dan peletusan gunung api sering menimbulkan banyak korban jiwa maupun materil.
  5. Terjadinya tekanan, regangan, dan deformasi pada kerak Bumi (pengangkatan, amblesan, retakan, patahan, serta lipatan) didukung dengan adanya gaya gravitasi Bumi akan menimbulkan terjadinya erosi, longsoran, dan sedimentasi.

Macam-Macam Tenaga Endogen

Ada tiga macam tenaga endogen yaitu sebagai berikut:


  • Tektonisme


  • Pengertian tektonisme

Tektonisme merupakan aktivitas dari dalam bumi yang mengakibatkan terjadinya perubahan letak (dislokasi) atau perubahan bentuk (deformasi) pada permukaan bumi tanpa dipengaruhi oleh aktivitas magma. Tektonisme dapat berupa pergerakan, pengangkatan, lipatan, dan patahan pada struktur tanah di suatu wilayah.

Tektonisme tidak dipengaruhi oleh aktivitas magma, tenaga dari dalam bumi yang dipengaruhi oleh aktivitas magma disebut vulkanisme. Tektonisme dapat terjadi secara horizontal (mendatar) atau vertikal (tegak). Karena berasal dari dalam bumi dan dapat membuat perubahan pada relief permukaan bumi, maka tektonisme termasuk salah satu jenis Tenaga Endogen.


  • Teori Tektonik Lempeng

Teori Tektonik Lempeng berasal dari Hipotesis Pergeseran Benua (continental drift) yang dikemukakan Alfred Wegener tahun 1912 dan dikembangkan lagi dalam bukunya The Origin of Continents and Oceans terbitan tahun 1915. Ia mengemukakan bahwa benua-benua yang sekarang ada dulu adalah satu bentang muka yang bergerak menjauh sehingga melepaskan benua-benua tersebut dari inti bumi seperti ‘bongkahan es’ dari granit yang bermassa jenis rendah yang mengambang di atas lautan basal yang lebih padat.

Namun, tanpa adanya bukti terperinci dan perhitungan gaya-gaya yang dilibatkan, teori ini dipinggirkan. Mungkin saja bumi memiliki kerak yang padat dan inti yang cair, tetapi tampaknya tetap saja tidak mungkin bahwa bagian-bagian kerak tersebut dapat bergerak gerak.

Di kemudian hari, dibuktikanlah teori yang dikemukakan geolog Inggris Arthur Holmes tahun 1920 bahwa tautan bagian-bagian kerak ini kemungkinan ada di bawah laut. Terbukti juga teorinya bahwa arus konveksi di dalam mantel bumi adalah kekuatan penggeraknya.

Menurut teori Lempeng Tektonik, lapisan terluar bumi kita terbuat dari suatu lempengan tipis dan keras yang masing-masing saling bergerak relatif terhadap yang lain. Gerakan ini terjadi secara terus-menerus sejak bumi ini tercipta hingga sekarang. Teori Lempeng Tektonik muncul sejak tahun 1960-an, dan hingga kini teori ini telah berhasil menjelaskan berbagai peristiwa geologis, seperti gempa bumi, tsunami, dan meletusnya gunung berapi, juga tentang bagaimana terbentuknya gunung, benua, dan samudra.

Lempeng tektonik terbentuk oleh kerak benua (continental crust) ataupun kerak samudra (oceanic crust), dan lapisan batuan teratas dari mantel bumi (earth’s mantle). Kerak benua dan kerak samudra, beserta lapisan teratas mantel ini dinamakan litosfer. Kepadatan material pada kerak samudra lebih tinggi dibanding kepadatan pada kerak benua. Demikian pula, elemen-elemen zat pada kerak samudra (mafik) lebih berat dibanding elemen-elemen pada kerak benua (felsik).

Di bawah litosfer terdapat lapisan batuan cair yang dinamakan astenosfer. Karena suhu dan tekanan di lapisan astenosfer ini sangat tinggi, batu-batuan di lapisan ini bergerak mengalir seperti cairan (fluid). Litosfer terpecah ke dalam beberapa lempeng tektonik yang saling bersinggungan satu dengan lainnya. Berikut adalah nama-nama lempeng tektonik yang ada di bumi, dan lokasinya bisa dilihat pada Peta Tektonik.


 Conoh Tenaga Endogen

contoh tenaga endogen, mari simak:


Gempa bumi

Gempa bumi adalah hentakan dari bumi yang menyebabkan tanah berguncang. Gempa terjadi akibat proses endogenik yang dihasilkan ketika lapisan batu-batuan di bawah tanah bergerak. Kerusakan terjadi ketika guncangan mencapai permukaan. Getaran gempa dimulai dari bawah tanah di suatu titik yang disebut fokus. Selanjutnya, getaran merambat dari fokus dalam bentuk lingkaran konsentrik, seperti riak gelombang yang merambat di permukaan air. Akibat dari peristiwa gempa bumi biasanya terjadi kerusakan, dan kerusakan yang paling besar terjadi pada episentrum, yaitu titik pada permukaan tepat di fokus.


Proses Diatropisme / Tektonisme

Proses Diatropisme / Tektonisme adalah proses yang termasuk ke dalam pembentukan permukaan bumi yang berasal dari tenaga endogen tanpa dipengaruhi magma. Proses diatropisme merupakan proses struktural yang menyebabkan adanya proses lipatan dan patahan


Vulkanisme

Vulkanisme adalah aktivitas magma yang bergerak dari lapisan litosfer dan menyusup ke lapisan lebih atas atau sampai ke permukaan bumi. Peristiwa keluarnya magma ke permukaan bumi disebut juga erupsi gunung api. Magma adalah bahan silikat cair pijar yang terdiri atas benda padat, cair, dan gas yang terdapat di dalam lapisan litosfer bumi. Dalam keadaan normal, temperatur magma berkisar antara 900 sampai 1.200 derajat celcius. Gerakan magma yang berhenti ketika menuju ke permukaan bumi disebut intrusi, sedangkan gerakan magma yang berhasil sampai ke permukaan bumi disebut ekstrusi magma.


Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang Tenaga Endogen : Pengertian, Jenis, Proses, Dampak, Macam, Contoh, Pelapukan, Erosi, Sendimen,  semoga bermanfaat