Apa Itu Gotong Royong

Diposting pada
Gotong Royong

Pengertian Gotong Royong

Gotong Royong adalah sebuah kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan bersifat suka rela supaya kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan dengan lancar, mudah dan ringan. Gotong royong pun sangat sesuai dengan ajaran islam, Islam menginginkan umatnya saling mencintai satu sama laim, menyayangi serta saling berbagi, Hal tersebut sangat sejalan dengan cara kerja gotong royong.


Karakteristik Gotong Royong

Perilaku gotong royong pada hakikatnya identik dengan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak. Dalam hal ini jelas dinyatakan bahwa gotong royong  tidak mengedepankan aspek individualitas, justru kekompakan dalam melakukan suatu tindakan atau pekerjaan tertentu yang  dilakukan atas inspirasi positif dari berbagai pihak.

Perilaku gotong royong bukan sesuatu yang terjadi tanpa dapat diidentifikasi. Dengan adanya perilaku ini, maka secara tidak langsung masyarakat secara umum diberikan beberapa wacana terkait dengan karakteristik yang melekat pada perilaku gotong royong tersebut. Berikut penjelasan yang dimaksudkan.

Gotong-royong sudah tidak dapat dipungkiri lagi sebagai ciri khas bangsa Indonesia yang turun temurun, sehingga keberadaannya harus dipertahankan. Pola seperti ini merupakan bentuk nyata dari solidaritas mekanik yang terdapat dalam kehidupan masyarakat, sehingga setiap warga yang terlibat di dalamnya memiliki hak untuk dibantu dan berkewajiban untuk membantu, dengan kata lain di dalamnya terdapat azas timbal balik.

Beberapa karakteristik yang dimungkinkan cukup merepresentasikan perilaku gotong-royong dapat dinyatakan sebagai berikut.

  1. Sebagai sifat dasar bangsa Indonesia yang menjadi unggulan bangsa dan tidak dimiliki bangsa lain.
  2. Terdapat rasa kebersamaan dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Sebagai bahan pertimbangan bahwa nilai-nilai kebersamaan yang selama ini ada perlu senantiasa dijunjung tinggi dan dilestarikan agar semakin lama tidak semakin memudar. 
  3. Memiliki nilai yang luhur dalam kehidupan.
  4. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, karena di dalam kegiatan gotong-royong, setiap pekerjaan dilakukan secara bersama-sama tanpa memandang kedudukan seseorang tetapi memandang keterlibatan dalam suatu proses pekerjaan sampai sesuai dengan yang diharapkan.
  5. Mengandung arti saling membantu yang dilakukan demi kebahagiaan dan kerukunan hidup bermasyarakat.
  6. Suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama dan sifatnya sukarela tanpa mengharap imbalan apapun dengan tujuan suatu pekerjaan atau kegiatan akan berjalan dengan mudah, lancar dan ringan.

Tujuan Gotong Royong


  • Membuat Setiap Pekerjaan Menjadi Lebih Ringan

Melaksanakan setiap pekerjaan dengan cara bergotong royong dapat meringankan beban dalam menyelesaikannya. Bisa dibayangkan bila satu orang menyelesaikan satu pekerjaan yang sangat besar maka akan banyak memakan tenaga serta pikiran. Dengan adanya tambahan orang, maka beban pekerjaan bisa dibagi serta berkurang lebih kecil sehingga mudah diselesaikan.


  • Mempercepat Penyelesaian Pekerjaan

Mengerjakan satu pekerjaan dengan menggunakan tenaga lebih dari satu orang akan serta dan cepat diselesaikan. Misalnya ada satu pekerjaan dimana bila dikerjakan oleh satu orang akan memerlukan waktu 1 minggu, Tapi, dengan tambahan orang dan tenaga maka pekerjaan akan selesai kurang dari 1 minggu.

Baca Juga :  Fungsi Sosiologi

  • Mempererat Rasa Persatuan dan Kesatuan

Melaksanakan Gotong Royong dalam setiap kegiatan masyarakat dapat mempererat tali persaudaraan dan rasa persatuan serta kesatuan antar masyarakat. Adanya kerja sama antar manusia menjadi asall terbentuknya rasa persatuan dan kesatuan. Nantinya bila semua pekerjaan yang berat dilakukan dengan cara gotong royong maka kerukunan hidup antar anggota masyarakat akan semakin terjaga.


  • Menghemat Pengeluaran

Satu dari 5 manfaat Gotong Royong lainnya adalah dapat menghemat pengeluaran dalam setiap kegiatan. Sebagai contoh ada kegiatan membangun jalan di desa, maka dengan dilakukan atau dikerjakan oleh orang banyak maka secara otomatis menghemat biaya guna membayar tukang. Cara ini bisa dilakukan untuk meminimalisir pengeluaran dana pembangunan desa.


  • Menambah Rasa Sosial di Masyarakat

Kegiatan Gotong Royong dalam masyarakat menimbulkan rasa sosial yang tinggi misalnya ketika terjadi bencana alam dimana semua orang berusaha guna mengumpulkan dana,memperbaiki infrastuktur yang rusak dan membantu mencari korban bencana. Para warga akan secara otomatis siap untuk membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan.


Manfaat Gotong Royong

Sudah sejak jaman dulu bangsa kita menjalankan sistem kerja masal “GOTONG ROYONG” dalam kegiatan – kegiatan pembangunan. Baik pembangunan untuk sarana umum ataupun pembangunan untuk pribadi. Banyak sekali contoh – contoh yang masih bisa kita lihat dan kita saksikan sampai sekarang. Terutama di daerah – daerah pedesaan mereka bekerja secara bergotong royong dalam pembangunan Balai Desa, Masjid, Saluran irigasi, Rumah, Menanam padi, Perbaikan jalan, dan banyak lagi kegiatan lainnya yang dikerjakan secara bersama – sama tanpa ada imbalan yang mereka terima karena mereka melakukannya secara ikhlas.

Penduduk desa yang masih sangat kental dengan rasa kekeluargaan dan rasa persaudaraan. Mereka guyub rukun, masih dan terus melaksanakan dan menjalankan budaya dan cara kerja yang sudah sekian ratus tahun terbukti mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidup mereka. Mereka bahu – membahu saling membantu antar sesama warga desa. Mereka bekerja dengan semangat dan tanpa pamrih , para lelaki bekerja bersama – sama menyelesaikan pembangunan yang direncanakan, sedangkan para ibu membantu di dapur menyiapkan makanan dan minuman untuk para lelaki yang sedang bekerja Gotong Royong.

Selain mempercepat dalam melakukan suatu pekerjaan/ tujuan gotong royong memiliki banyak manfaat. Manfaat yang dapat diambil dari budaya masyarakat Indonesia diantaranya adalah :


  • Menumbuhkan Rasa Solidaritas.

Jika kebudayaan gotong royong tetap terjaga dalam kehidupan bermasyarakat tentunya solidaritas antar warga akan terjalin dengan baik.


  • Menumbuhkan Sikap Kebersamaan.

Dalam suatu lingkungan tentunya harus terjalin kerukunan antar penghuninya. Dengan adanya gotong royong kita sering kali berinteraksi dengan tetangga dan masyarakat sekitar sehingga akan menumbuhkan sikap kebersamaan dalam sebuah lingkungan, baik lingkup RT, RW, maupun lingkup yang lebih besar.


  • Meringankan Beban Pekerjaan

Sewaktu saya kecil dulu gotong royong menjadi hal yang sering dilakukan oleh penduduk desa baik dalam pembuatan rumah, jembatan, pengerasan jalan, dll. Dengan pengerjaan yang dilakukan orang banyak tentu pekerjaan akan lebih cepat terselesaikan & lebih ringan dalam mengerjakannya.

Baca Juga :  Instrusi Magma

Azas Kegotong Royongan

Sekarang mari kita lihat pengamalan azas gotong  royong dalam berbagai kehidupan! Perwujudan partisipasi rakyat dalam reformasi merupakan pengabdian dan kesetiaan masyarakat terhadap program reformasi yang mana senantiasa berbicara, bergotong royong dalam kebersamaan melakukan suatu pekerjaan. Sikap gotong royong memang sudah menjadi kepribadian bangsa Indonesia yang harus benar-benar dijaga dan dipelihara, akan tetapi arus kemajuan ilmu dan teknologi ternyata membawa pengaruh yang cukup besar terhadap sikap dan kepribadian suatu bangsa, serta selalu diikuti oleh perubahan tatanan nilai dan norma yang berlaku dalam suatu masyarakat.

Adapun nilai-nilai gotong royong yang telah menjadi bagian dari kebudayaan bangsa Indonesia, tentu tidak akan lepas dari pengaruh tersebut. Namun syukurlah bahwa sistem budaya kita dilandasi oleh nilai-nilai keagamaan yang merupakan benteng kokoh dalam menghadapi arus perubahan jaman.

Untuk dapat meningkatkan pengamalan azas kegotongroyongan dalam berbagai kehidupan perlu membahas latar belakang dan alasan pentingnya bergotong rotong yaitu:

  1. Bahwa manusia membutuhkan sesamanya dalam mencapai kesejahteraan baik jasmani maupun rohani.
  2. Manusia baru berarti dalam kehidupannya apabila ia berada dalam kehidupan sesamanya.
  3. Manusia sebagai mahluk berbudi luhur memiliki rasa saling mencintai, mengasihidan tenggang rasa terhadap sesamanya.
  4. Dasar keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa mengharuskan setiap manusia untuk bekerjasama, bergotong royong dalam mencapai kesehjahteraan hidupnya baik di dunia maupun di akhirat.
  5. Usaha yang dilakukan secara gotong royong akan menjadikan suatu kegiatan terasa lebih ringan, mudah dan lancar.

Kendala Gotong Royong di Era Digital

Membuat sesuatu yang baik dan melestarikan hal tersebut bukan sesuatu yang mudah untuk dilaksanakan, salah satunya semangat untuk melestarikan perilaku atau semangat kegotongroyongan di tengah masyarakat. Berikut ini akan disajikan sejumlah kendala yang dihadapi terkait dengan perilaku gotong royong yang ada di tengah masyarakat.

Terdapat anggapan bahwa gotong-royong yang dimiliki bangsa ini hanya bersifat aman dan menguntungkan bersama. Sementara gotong-royong yang susah bersama adalah sesuatu yang sulit diperoleh. Gotong-royong yang dimiliki bangsa ini adalah gotong-royong yang harus mempunyai feed back.

Adanya trend mengenai peningkatan intensitas jumlah kasus konflik/ kekerasan yang bernuansa agama dari tahun 2009 hingga 2012 menjadi catatan sendiri. Perlu dipahami bahwa adanya konflik berbasis keagamaan ini akan menjadi ancaman serius dimasa mendatang bagi keutuhan bangsa Indonesia.

  1. Nilai-nilai karakter gotong royong yang dikembangkan di sekolah belum terjabarkan secara menyeluruh, sehingga berdampak pada pemahaman setengah yang dimiliki siswa mengenai perilaku gotong royong tersebut.   
  2. Kurangnya pemahaman pihak masyarakat bahwa saat ini tidak relevan ketika harus menggunakan prinsip gotong royong, sehingga pemahaman seperti ini akan dianggap sama dan tidak ada kesalahan di dalamnya. 
  3. Mulai memudarnya rasa sosial yang tertanam di masyarakat, baik wilayah di pedesaan maupun di perkotaan. Kalau diperkotaan sudah bisa kita maklumi, karena tantangan hidup sangat berat, tanpa uang bisa mati kelaparan. Sedangkan di desa masih punya kemudahan untuk bertahan hidup.
  4. Kurangnya keteladanan dari pihak pemerintah sendiri, umumnya tidak pernah turun tangan ke dalam masyarakat untuk membangkitkan rasa sosial yang sudah lama hilang di dalam masyarakat.

Demikian sejumlah yang mungkin akan dapat dikaji ulang terkait dengan semakin memudarnya semangat gotong royong di masyarakat.

Baca Juga :  Alat Musik Melodis

Upaya Melestarikan Gotong Royong

Sudah menjadi harapan semua pihak agar semangat gotong royong yang semakin lama semakin memudar seiring dengan kemajuan dalam dunia digital, maka setidaknya perlu diperhatikan beberapa hal berikut agar kelestarian perilaku gotong royong dapat bertahan.

Adapun beberapa upaya yang dimaksudkan tersebut sebagai berikut.


Pihak Masyarakat

  1. Meminimalisir atau bahkan menghilangkan anggapan yang menyatakan bahwa perilaku gotong royong tidak penting . Dengan cara seperti ini maka dapat dimungkinkan akan terbangun motivasi internal pada masyarakat lapisan bawah untuk menanamkan semangat melestarikan perilaku kegotongroyongan.
  2. Tidak memanfaatkan berbagai macam kasus tertentu (RAS) sebagai upaya untuk menunggangi dengan perilaku gotongroyong. Aapabila hal ini dilakukan akan menciderai nilai dari gotong royong tersebut.
  3. Meminimalisir jarak yang jauh antar lapisan masyarakat. Dengan cara ini maka dimungkinkan apabila ada gotong royong yang dilakukan tidak semakin canggung dilakukan.

Pihak Pemerintah

  1. Mampu memberi contoh atau ketedanan bagi masyarakat agar senantiasa mengaktifkan kebiasaan gotong royong dengan terjun langsung ke lapangan.
  2. Memberikan reward bagi pihak tertentu yang senantiasa melestarikan tradisi gotong royong. Hal ini apabila dilakukan akan memberikan motivasi positif dan atau rangsangan agar senantiasa memasyarakat.

Nilai-nilai Gotong Royong


  • Kebersamaan

Gotong royong adalah kebersamaan yang tumbuh dari dalam lingkungan masyarakat. Dengan gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama-sama guna menolong orang lain dan membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.


  • Persatuan

Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong akan  melahirkan persatuan antar masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyakarat menjadi lebih kuat dan dapat menghadapi permasalahan yang muncul serta menyelesaikannya bersama-sama.


  • Rela berkorban

Gotong royong mengajari semua orang untuk rela berkorban. Pengorbanan itu bisa berupa apapun, mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, sampai uang. Semua pengorbanan itu dilakukan demi kepentingan bersama. Masyarakat rela mendahului kebutuhan kebutuhan bersama dibanding kepentingan pribadi.


Contoh Gotong Royong


Contoh Gotong Royong Di Sekolah

  • Membersihkan Lingkungan Sekolah Menjelang Libur Semester

Tak terasa ulangan semester sudah selesai, tak lama lagi bagi raport dan liburan. Sebelum liburan, di sekolah mesti diadakan kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan sekolah. Semua warga sekolah ikut serta dalam kegiatan itu, ada yang mencangkul, memotong rumput,menyapu dan membuang sampah. Semua siswa terlihat bersemangat bekerja sebab sebentar lagi liburan, Sebagian ada yang bekerja sambil bercanda bersama teman temannya .


Contoh Gotong Royong Di Masyarakat

  • Membersihkan Lingkungan Desa

Masyarakat di Kelurahan masih belum sadar betul bahwa kebersihan itu keindahan, kedamaian dan kebersihan itu adalah sebagian dari pada iman, oleh karena itu pada saat diadakan gotong royong kebersihan antusias warga masyarakat sangat tinggi. Antusias warga tersebut nampak dari banyaknya warga masyarakat yang turun langsung ke lapangan guna membersihkan sampah, rumput liar, membenahi selokan dan masih banyak kegiatan lainnya.


Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang Apa Itu Gotong Royong : Pengertian, Karakteristik, Tujuan, Manfaat, Azas, Kendala Di Era Digital, Upaya Melestarikan, Nilai, dan Contohnya, semoga bermanfaat