Pengertian Cuaca

Diposting pada
Pengertian cuaca

Pengertian Cuaca

Cuaca merupakan keadaan udara di sebuah wilayah tertentu dalam jangka waktu yang relatif sempit. Cuaca juga bisa diartikan sebagai keadaan udara harian pada tempat tertentu, serta dapat berubah setiap harinya. Cuaca dipengaruhi oleh semua fenomena dan unsur-unsur yang terjadi di atmosfer bumi. Banyak yang menyamakan cuaca dengan iklim, namun sebenarnya mereka berbeda, iklim ialah kondisi rata-rata cuaca (waktunya lebih lama dan wilayahnya lebih luas).


Unsur-unsur Cuaca


  • Suhu atau Temperatur Lingkungan

Suhu didefinisikan sebagai tingkat kecepatan gerakan dari molekul sebuah objek. Suhu udara tertinggi biasanya bisa ditemukan pada daerah tropis, serta semakin ke arah kutub maka suhu akan semakin dingin. Semua pertambahan ketinggian sebesar 100 m biasanya suhu akan turun sebesar 0,6 derajat Celcius. Suhu udara pun akan berkaitan dengan beberapa unsur lain misalnya sinar matahari dan penguapan.


  • Angin

Angin merupakan gerakan udara yang terjadi di atas permukaan bumi. Angin bergerak dari daerah bertekanan tinggi menuju daerah bertekanan rendah. Biasanya angin bergerak secara horizontal, tetapi dalam beberapa kondisi ada pun angin yang bergerak secara vertikal. Semakin besar perbedaan tekanan udara pasti akan semakin kencang aliran angin. Angin bisa menyebabkan tekanan pada permukaan yang arahnya menentang arah angin pun bisa mempercepat pendingin dari benda yang panas. Kecepatan angin sangat beragam dari tempat ke tempat serta dari waktu ke waktu. Angin adalah salah satu unsur dari cuaca karena bisa mempengaruhi banyak komponen atau fenomena geografi misalnya udara, awan, dan penguapan.


  • Tekanan Udara

Tekanan Udara merupakan tenaga yang berkerja untuk menggerakan udara dalam semua luas tertentu. Tekanan udara biasanya diukur dengan memakai barometer dengan satuan milibar (mb). Tekanan udara berbanding terbalik dengan ketinggian sebuah tempat. Semakin tinggi tempat dari permukaan laut, maka semakin rendah tekanan udaranya, beguty juga sebaliknya. Tekanan tersebut berasal dari partikel-partikel udara yang menyusun atmosfer hngga ketinggian ratusan kilometer dari permukaan bumi. Udara bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi sampai daerah yang bertekanan rendah. Tekanan udara yang bertekanan terlalu rendah bisa menghasilkan badai dan topan. Sementara daerah yang bertekanan udara tinggi menghasilkan cuaca yang kering.


  • Kelembapan Udara

Kelembapan udara merupakan tinggat konsentrasi uap air di udara. Semakin tinggi kandungan uap airnya maka udara akan semakin lembap.

Kelembapan udara dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu :

  • Kelembapan Udara Relatif

Perbandingan jumlah uap air dengan udara terhadap suhu yang sama. Kelembapan udara relatif biasanya ditulis dalam bentuk persen.

  • Kelembapan Udara Absolut

Pengukuran jumlah uap air dalam udara tertentu serta biasanya ditulis dalam meter kubik.

  • Kelembapan Udara Spesifik

Metode pengukuran jumlah uap air di udara dengan rasio pada uap air diudara kering. Kelembapan spesifik dituliskan dalam rasio kilogram uap air (mw) per gram udara (ma).

Baca Juga :  Karbonasi

  • Hujan dan Curah Hujan

Hujan merupakan peristiwa turunnya air dari atmosfer ke permukaan bumi. Hujan terjadi disebabkan titik-titik air yang terkandung di dalam awan bertambah semakin banyak hingga keadaan dimana awan tidak lagi bisa untuk menampungnya, akibatnya akan dijatuhkan ke permukaan bumi.

Sementara curah hujan ialah jumlah air yang jatuh di permukaan datar tanah selama periode tertentu. Bisa dikatakan curah hujan adalah ketinggian air hujan pada daerah datar tertentu yang tak menguap, tak meresap serta tak mengalir.

Hujan terjadi disebabkan adanya siklus air (siklus hidrologi) karena penguapan akibat pengaruh dari sinar matahari. Karena berkaitan dengan udara dan sinar matahari, hujan bisa mempengaruhi cuaca sebuah daerah.


  • Sinar Matahari

Matahari adalah pengatur iklim yang sangat penting, selain itu juga menjadi sumber energi utama di bumi. Energi matahari dipancarkan ke semua arah dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Bumi menerima energi matahari dalam bentuk pantulan radiasi sinar matahari. Sebagian sinar matahari diserap di lapisan atmosfer bumi sehingga tak semuanya turun ke permukaan. Pemanasan bumi oleh matahari bisa terjadi melalui 2 cara, yaitu pemanasan secara langsung (absorbsi,refleksi, difusi) serta pemanasan secara tidak langsung (konduksi, konveksi, adveksi). Pemanasan oleh matahari yang bisa mempengaruhi keadaan cuaca dipengaruhi oleh lamanya penyinaran, kemiringan sinar, serta keadaan permukaan bumi.


  • Awan dan Penguapan

Awan terbentuk dari penguapan air oleh energi panas yang berasal dari sinar matahari. Awan bisa menyerap sebagian kecil dari sinar matahari. Keberadaan awan bisa mengurangi sinar matahari yang mencapai permukaan bumi, sehingga mengurangi panas pada siang hari, selain itu awan juga bisa menjadi hujan. Karena itu awan mempunyai peranan besar dalam menentukan cuaca di sebuah daerah.


Macam-macam Cuaca


  • Cuaca Cerah

Cuaca dikatakan cerah saat langit dalam kondisi terang, sinar matahari jernih serta terang namun tidak begitu panas, biasanya tampak awan berlapis tipis mirip bulu domba dan Angin bertiup tidak kencang. Pada saat siang hari awan terlihat putih bersih tapi saat menjelang malam awan akan terlihat kemerahan atau kuning. Saat malam hari bisa terlihat banyak bintang di langit.


  • Cuaca Panas

Udara terasa kering karena tidak ada banyak uap air di dalamnya. Sinar matahari terasa sangat panas dan menusuk saat tengah hari.


  • Cuaca Berawan

Cuaca berawan identik dengan jumlah awan akan terlihat lebih banyak di langit. Beberapa awan bisa mengggerombol menjadi satu, membentuk awan yang besar serta tebal. Cahaya matahari tak terasa terlalu panas karena terjadi penyerapan yang lebih banyak pada awan.

Baca Juga :  Musim

  • Cuaca Hujan

Sesuai dengan namanya, cuaca hujan ditandai dengan adanya hujan (jatuhnya air dari atmosfer menuju permukaan bumi. Pada cuaca hujan tentu saja udara akan menjadi lebih lembab sebab udara akan mengandung lebih banyak uap air. Hujan yang lebat biasanya diiringi dengan angin kencang serta kilat.


  • Cuaca Sejuk (Dingin)

Cuaca sejuk biasanya ditandai dengan temperatur yang terasa lebih dingin, angin bertiup lumayan kencang serta humiditas udara tinggi.


  • Cuaca Berangin

Cuaca berangin biasanya ditandai dengan pergerakan udara dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekanan rendah secara cepat. Pada keadaan tersebut biasanya langit tampak agak berawan, suhu lumayan rendah serta angin bertiup kencang sehingga menerbangkan benda-benda ringan yang dilaluinya. Bila angin yang bertiup sangat kencang maka dapat terjadi badai.


Proses Terjadinya Cuaca

Cuaca dan iklim merupakan dua kondisi yang hampir sama tetapi berbeda pengertian khususnya terhadap kurun waktu. Cuaca merupakan bentuk awal yang dihubungkan dengan penafsiran dan pengertian akan kondisi fisik udara sesaat pada suatu lokasi dan suatu waktu, sedangkan iklim merupakan kondisi lanjutan dan merupakan kumpulan dari kondisi cuaca yang kemudian disusun dan dihitung dalam bentuk rata-rata kondisi cuaca dalam kurun waktu tertentu (Winarso, 2003). Menurut Rafi’i (1995) Ilmu cuaca atau meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mengkaji peristiwa-peristiwa cuaca dalam jangka waktu dan ruang terbatas, sedangkan ilmu iklim atau klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang juga mengkaji tentang gejala-gejala cuaca tetapi sifat-sifat dan gejala-gejala tersebut mempunyai sifat umum dalam jangka waktu dan daerah yang luas di atmosfer permukaan bumi.

Trewartha and Horn (1995) mengatakan bahwa iklim merupakan suatu konsep yang abstrak, dimana iklim merupakan komposit dari keadaan cuaca hari ke hari dan elemen-elemen atmosfer di dalam suatu kawasan tertentu dalam jangka waktu yang panjang. Iklim bukan hanya sekedar cuaca rata-rata, karena tidak ada konsep iklim yang cukup memadai tanpa ada apresiasi atas perubahan cuaca harian dan perubahan cuaca musiman serta suksesi episode cuaca yang ditimbulkan oleh gangguan atmosfer yang bersifat selalu berubah, meski dalam studi tentang iklim penekanan diberikan pada nilai rata-rata, namun penyimpangan, variasi dan keadaan atau nilai-nilai yang ekstrim juga mempunyai arti penting.


Pola Gerakan Udara Dan Kaitannya Dengan Kehidupan

Sifat udara mudah bergerak, ada bermacam-macam penyebab dan bentuk gerakan udara, bentuk gerakan udara ada yang konveksi, adveksi dan turbulensi.


  1. Konveksi

Matahari memancarkan sinarnya ke seluruh arah, salah satu pemancaran sinar tersebut ke arah bumi sehingga bumi menjadi panas, daratan memanaskan udara sehingga volume udara menjadi bertambah besar, udara yang dipanaskan naik dan tempatnya diganti oleh udara yang masih dingin, gerakan udara secara vertikal ini disebut gerakan antara konveksi dan gerakan udara ini terjadi di daerah khatulistiwa.

Baca Juga :  Cara Kerja Enzim

  1. Adveksi dan Turbulensi

Perbedaan tekanan udara antara tempat yang satu dengan tempat yang lain menyebabkan terjadinya gerakan udara, gerakan udara terjadi secara horizontal atau mendatar. Contohnya : gerakan udara dari daerah kutub ke daerah khatulistiwa yang berjalan sepanjang tahun, gerakan udara dari laut ke darat (siang hari), gerakan udara dari darat ke laut (malam hari), gerakan semacam ini disebut gerakan udara adveksi.

Gerakan udara adveksi memberi dampak bagi kehidupan, dampak ini dapat bersifat positif dan juga bersifat negatif. Gerakan udara berdampak positif yaitu (1) membawa zat-zat seperti O2 dan N ke tempat yang mengalami kekurangan zat-zat. (2) udara yang membawa uap air dapat menimbulkan hujan, gerakan udara berdampak negatif yaitu menimbulkan angin ribut dan membawa zat-zat pencemar, contoh: asap pabrik.

Adapun gerakan udara turbulnsi adalah gerakan udara yang berputar-putar, contoh : gerakan udara yang ditimbulkan oleh pesawat udara.


Pengaruh Cuaca Dan Iklim Terhadap Kehidupan

Klimatologi adalah bagian kecil dari Meteorologi. Dalam mempelajari klimatologi terlebih  dahulu perlu diketahui definisi dari cuaca dan iklim. Cuaca adalah keadaan atmosfer di suatu tempat dan waktu tertentu.

Jadi pada tempat dan waktu yang berbeda cuaca akan berbeda pula. Adapun iklim adalah jalannya keadaan cuaca atau keseluruhan dari gejala-gejala cuaca di daerah tertentu dalam periode yang lama. Iklim di suatu tempat ditentukan oleh sejumlah unsur iklim seperti suhu, lengas udara, curah hujan, kecepatan angin, lama penyinaran matahari, dan sebagainya.

Sebenarnya beberapa unsur iklim tersebut merupakan interaksi antara sejumlah faktor iklim yaitu penyebab-penyebab yang menentukan corak iklim, seperti letak lintang, arah angin, relief, tipetanah, dan vegetasi.

Pengaruh iklim terhadap kehidupan sangat besar, namun demikian ini tidak berarti antara iklim dan kehidupan selalu ada kaitan “sebab-akibat”. Manusia tidak bisa merubah iklim, yang bisa dilakukan manusia hanyalah mempengaruhi pengaruh iklim itu.Misalnya dengan menciptakan rumah kaca, membuat hujan buatan, dan lain-lain. Ada tiga wujud pengaruh iklim terhadap kehidupan :

  1. Pengaruh apabila suhu tetap, tetapi jumlah hujan berubah
  2. Pengaruh apabila suhu berubah dan jumlah hujan memadai
  3. Pengaruh iklim dalam waktu atau musim

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang Pengertian Cuaca : Unsur, Macam, Proses Terjadinya, Pola Gerakan Udara, Pengaruh, Iklim,  semoga bermanfaat