√ Pengertian Fermentasi : Jenis, Ciri, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Faktor

Diposting pada

Pengertian

Fermentasi merupakan proses terjadinya penguraian senyawa-senyawa organik untuk menghasilkan energi dan terjadi pengubahan substrat menjadi produk baru oleh mikroba.

Pengertian Fermentasi : Jenis, Ciri, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Faktor

Produk fermentasi adalah berupa biomassa sel, enzim, metabolit primer ataipun sekunder atau produk transformasi (biokonversi).

Proses fermentasi mendayagunakan aktivitas sebuah mikroba tertentu atau campuran beberapa spesies mikroba. Mikroba yang banyak dipakai dalam proses fermentasi antara lain khamir, kapang dan bakteri. Teknologi fermentasi adalah salah satu upaya manusia dalam memanfaatkan bahan-bahan yang berharga relatif murah bahkan kurang berharga menjadi produk yang bernilai ekonomi tinggi dan berguna untuk kesejahteraan hidup manusia.

Jenis-Jenis

  1. Fermentasi alkohol

Fermentasi alcohol adalah sebuah reaksi pengubahan glukosa menjadi etanol (etil alkohol) dan karbondioksida. organisme yang berperan ialah Saccharomyces cerevisiae (fermen) untuk produksi tape, roti atau minuman keras. reaksi kimianya =  C6H12O6 → 2C2H5OH + 2CO2 + 2 ATP

  1. Fermentasi asam laktat

Fermentasi asam laktat adalah respirasi yang berlangsung pada sel hewan atau orang, ketika keperluan oksigen tidak tercukupi karena bekerja terlalu berat Di dalam sel otot asam laktat bisa menyebabkan indikasi kejang otot dan keletihan. Laktat yang terhimpun sebagai produk kotoran bisa menyebabkan otot lelah dan sakit, aka namun secara perlahan-lahan dibawa oleh darah ke hati untuk diganti kembali menjadi piruvat.

  1. Fermentasi asam cuka

Fermentasi asam cuka adalah sebuah contoh fermentasi yang terjadi dalam kondisi aerob. Fermentasi tersebut dilakukan oleh bakteri asam cuka (acetobacter aceti) dengan substrat etanol. Daya yang dihasilkan 5 kali lebih besar dibanding daya yang dihasilkan oleh fermentasi alkohol secara anaerob.

Ciri-Ciri Fermentasi

– Fermentasi berlangsung ke dalam proses glikolisis

– Energi (ATP) yang terbentuk lebih sedikit kalau dibandingkan dengan Respirasi Aerob.

– Terjadi pada organisme yang tak membutuhkan oksigen bebas, ex: bakteri dan protista yang hidup di rawa, lumpur atau tempat-tempat lain yang tak ada oksigen.

– Tidak terjadi penyaluran elektron ke dalam siklus krebs serta transpor electron.

Tujuan Fermentasi

– Mengendalikan pertumbuhan mikroba pada makanan.

– Mempertahankan gizi yang ada di dalam makanan.

– Menciptakan kondisi kurang memungkinkan untuk mikrobia kontaminan.

Fungsi Fermentasi

– Bisa menyelamatkan makanan dari sejumlah masalah makanan salah satu masalah roti tak mengembang. Namun dengan adanya ragi sehingga manfaat yang dihasilkan dimana roti bisa mengembang.

– Penganekaragaman pangan yang dengan adanya fungsi itu maka kebutuhan akan pangan menjadi sangat tercukupi.

– Bisa memperpanjang masa pemyimpanan contohnya dengan adanya bakteri Rhizopus oligoporus pada bahan makanan kacang kedelai maka akan menghasilkan tempe yang tahan busuk lebih lama dibanding yang tidak diberi bakteri itu.

– Meminimalkan kerugian dengan masa penyimpanan yang bertambah panjang dengan memakai teknik fermentasi, maka kerugian justru akan berkurang.

– Menambah gizi makanan yang jika dimanfaatkan maka gizi bahan makanan akan terkendali atau bahkan menambah gizi makanan itu.

Manfaat Fermentasi

– Manfaat hasil fermentasi bisa menjadi jenis-jenis contoh memiliki kandungan zat gizi yang lebih tinggi, sehingga menguntungkan kalau dikonsumsi.

– Selain itu, Produk hasil fermentasi juga mempunyai kelebihan disebabkan mengandung zat prebiotik yang bermanfaat untuk kesehatan tubuh manusia.

– Proses fermentasi bermanfaat dalam menghilangkan maupun mengurangi zat antinutrisi.

– Adanya proses fermentasi menjadikan sebuah produk makanan atau minuman memiliki nilai ekonomis yang terbilang tinggi sampai dalam strategi pemasarannya, banyak dijumpai hasil olahan fermentasi dijual di mana-mana.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Fermentasi

  1. Keasaman (pH)

Makanan yang mengandung asam bisanya tahan lama, namun kalau oksigen cukup jumlahnya dan kapang bisa tumbuh serta fermentasi berlangsung terus, maka daya awet dari asam itu akan hilang. Jadi Tingkat keasaman didalam makanan atau minuman sangat berpengaruh dalam perkembangan bakteri. Kondisi keasaman yang baik untuk bakteri ialah 4,5-5,5.

2 . Mikroba

Fermentasi umumnya dilakukan dengan kultur murni yang dihasilkan di laboratorium. Kultur ini bisa disimpan dalam keadaan kering atau dibekukan.

  1. Suhu

Suhu fermentasi sangat menentukan macam mikroba yang dominan ketika fermentasi. Tiap-tiap mikroorganisme mempunyai suhu pertumbuhan yang maksimal, suhu pertumbuhan minimal, dan suhu optimal yakni suhu yang memberikan terbaik dan perbanyakan diri tercepat.

  1. Oksigen

Udara atau oksigen ketika fermentasi mesti diatur sebaik mungkin untuk memperbanyak atau menghambat pertumbuhan mikroba tertentu. Setiap mikroba membutuhkan oksigen yang berbeda jumlahnya dalam pertumbuhan atau membentuk sel-sel baru dan untuk fermentasi. Contohnya ragi roti (Saccharomycess cereviseae) akan tumbuh lebih baik dalam keadaan aerobik, namun keduanya akan melakukan fermentasi pada gula jauh lebih cepat dengan keadaan anaerobik.

  1. Waktu

Laju perkembangan bakteri bervariasi menurut spesies dan kondisi pertumbuhannya. Pada kondisi bagus, bakteri akan membelah sekali setiap 20 menit. Untuk beberapa bakteri memilih waktu generasi yakni selang waktu antara pembelahan, bisa dicapai selama 20 menit. Kalau waktu generasinya 20 menit pada kondisi yang cocok sebuah sel bisa menghasilkan beberapa juta sel selama 7 jam.

demikianlah artikel pembahasan mengenai √ Pengertian Fermentasi: Pengertian, Jenis, Ciri, Tujuan, Fungsi, Manfaat, Faktor, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Pemerintahan Darurat Republik Indoensia: Latar Belakang dan Peranan
Read More  √ Lapisan Matahari: Pengertian, Lapisan dan Manfaatnya
Read More  √ Kebijakan Tanam Paksa : Pengertian, Latar Belakang, Beserta Dampaknya
Read More  √ Cerita Pemikiran Tan Malaka : Beserta Sejarahnya