Pertumbuhan Ekonomi

Diposting pada

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu kondisi dimana meningkatnya pendapatan karena terjadi peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan pendapatan itu tidak dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk, dan bisa kita lihat dari output yang meningkat, perkembangan teknologi, dan berbagai inovasi di bidang sosial.

Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi juga bisa diartikan sebagai sebuah proses perubahan perekonomian negara dalam jangka waktu tertentu untuk menuju kondisi ekonomi yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan lewat kenaikan pendapatan nasional.

Sebuah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi diindikasikan dengan kehidupan masyarakatnya yang lebih baik. Kemudian apakah sebuah negara yang mengalami gejala perkembangan ekonomi berpengaruh terhadap perkembangan suatu bisnis? Tentu saja iya, karena perubahan dari perekonomian masyarakat akan mempengaruhi permintaan persediaan barang dan jasa sebuah bisnis.


Teori Pertumbuhan Ekonomi

Teori pertumbuhan ekonomi dapat dibagi menjadi 2 :


  • Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

Frederich list (1789 – 1846)

Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich listber adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).

1)     Masa berburu dan mengembara

Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri

2)     Masa berternak dan bertanam

Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam

3)     Masa Bertani dan kerajinan

Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.

4)     Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan.

Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.


Karu Bucher (1847 – 1930)

Tahap Perekonomian dapat dibagi menjadi 4

  • 1)     Rumah tangga tertutup
  • 2)     Rumah tangga kota
  • 3)     Rumah tangga bangsa
  • 4)     Rumah tangga dunia

Werner sombart (1863 – 1947)

  • 1)     Prakapitalisme (Varkapitalisme)
  • 2)     Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
  • 3)     Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus)
  • 4)     Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus)

Walt Whitmen Rosfow (1916 – 1979)

  • 1)     Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
  • 2)     Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
  • 3)     Lepas landas cake off)
  • 4)     Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
  • 5)     Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)

Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik dan Neoklasik


  • Teori pertumbuhan ekonomi klasik

Teori pertumbuhan menurut Adam Smith

An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)

Pertumbuhan ekonomi ditandai oleh dua fakto yang saling berkaitan :

  • 1)     Pertumbuhan penduduk
  • 2)     Pertumbuhan output total

Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini.

  • 1)     sumber-sumber alam
  • 2)     tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
  • 3)     jumlah persediaan

David Ricardo dan T.R Malthus

Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah

Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan.


Teori pertumbuhan ekonomi Neoklasik

  • Robert Sollow

Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan out put yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utama. Yaitu modal dan tenaga kerja.

  • Harrod dan Domar

Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja.

  • Joseph Schumpeter

Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan-penemuan baru di bidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi.


Ciri-ciri Pertumbuhan Ekonomi

  • Terjadi laju pertumbuhan penduduk serta produk per kapita yang cepat.
  • Adanya peningkatan produktivitas di masyarakat.
  • Terjadi perubahan struktural yang sangat tinggi.
  • Adanya urbanisasi dalam sebuah Negara.
  • Melaksanakan ekspansi ke negara maju.
  • Terjadinya arus barang, modal, serta manusia antar bangsa-bangsa di dunia.

Ukuran Pertumbuhan Ekonomi

Apakah alat yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya pertumbuhan ekonomi suatu negara? Menurut M. Suparko dan Maria R. Suparko ada beberapa macam alat yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu :


  1. Produk Domestik Bruto

PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam harga pasar. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.


  1. PDB per Kapita atau Pendapatan Perkapita

PDB per kapita merupakan ukuran yang elbih tepat karean telah memperhitungkan jumlah penduduk. Jadi ukuran pendapatn perkapita dapat diketahui dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.


  1. Pendapatan Per jam Kerja

Suatu negara dapat dikatakan lebih maju dibandingkan negara lain bila mempunyai tingkat pendapatan atau upah per jam kerja yang lebih tinggi daripada upah per jam kerja di negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.


Model-Model Pertumbuhan Ekonomi


  • Harrord Domar

Keadaan “ Steady – State Growth

Model pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar adalah model pertumbuhan yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi negara-negara maju, model itu merupakan perkembangan langsung teori ekonomi makro Keynes yang merupakan teori jangka pendek yang menjadi teori jangka panjang.

Pada model Harrod-Domar investasi diberikan peranan yang sangat penting. Dalam jangka panjang investasi mempunyai pengaruh kembar. Di satu sisi investasi mempengaruhi permintaan agregat di sisi lain investasi mempengaruhi kapasitas produksi nasional dengan menambah stok modal yang tersedia.


Faktor-faktor Pertumbuhan Ekonomi


  • Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Faktor SDM bisa mempercepat atau justru memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, ketika sebuah negara mempunyai peningkatan jumlah pengangguran terhadap penduduknya maka negara iu bisa dikatakan sedang mengalami kemunduran.

Penurunan kualitas sumber daya manusia menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran yang parah dengan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan. Meningkatnya pengangguran dapat memicu semakin tingginya kemiskinan masyarakat.

Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa dari sebuah bisnis atau perusahaan. Masyarakat akan cenderung menghemat pendapatannya serta hanya membelanjakannya untuk hal-hal yang primer saja.


  • Sumber Daya Alam

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alamnya Tapi, kekayaan SDA itu tidak disertai dengan kualitas SDM yang baik untuk mengelolanya.

Alhasil, Indonesia seringkali melakukan ekspor barang mentah dan mengimpornya kembali saat barang yang telah jadi dengan harga yang lebih mahal. Dengan keterbatasan pengelolaan sumber daya alam ini mengharuskan sebuah bisnis atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan mentah seringkali harus mengimpor bahan dasar dari luar negeri sampai mengakibatkan produk perushaan jauh lebih mahal daripada saat harus mendapatkannya dari dalam negeri.

Inilah yang seringkali menjadi dilema di lingkungan masyarakat. Karena masih banyak produk-produk dalam negeri yang dinilai mahal yang membuat permintaannya menurun tajam.


  • Kemajuan IPTEK

Sebuah negara dikatakan maju dalam ekonomi saat mengalami peningkatan dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Tak terkecuali pada sebuah perusahaan yang mengedepankan teknologi untuk menghasilkan sebuah barang dan jasa yang lebih efisien.

Penggunaan teknologi yang telah maju mengindikasikan bahwa perusahaan itu bisa menghasilkan produk lebih cepat dan efisien. Teknologi dalam hal peralatan produksi yang dipakai bisa membantu meminimalisir serapan tenaga kerja sampai anggaran untuk pegawai bisa dipangkas dan dipakai untuk keperluan lain.

Tapi, untuk bisnis yang sedang berkembang biasanya masih sulit untuk menerapakan teknologi dalam usahanya. Karena pembelian peralatan modern dinilai masih mahal serta harus mengimpor dari luar negeri.


  • Tingkat Inflasi

Inflasi pun merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflasi ialah kejadian dimana laju peredaran rupiah tidak terkendali.

Meningkatnya harga-harga berpengaruh pada produktifitas bahan baku karena menyebabkan peningkatan biaya operasi perusahaan untuk pemasokan bahan baku. Tak hanya itu, adanya inflasi akan mempengaruhi gaji pegawai sebuah perusahaan.

Ada dua tipe inflasi yang bisa berpengaruh langsung pada bisnis perusahaan yakni cos-push inflation dan deman-pull inflation. Cos-push inflation ialah harga produk naik karena perminataan masyarakat naik sedangkan deman-pull inflation ialaj kenaikan permintaan masyarakat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.


  • Tingkat Suku Bunga

Perkembangan ekonomi mempengaruhi tingkat suku bunga sebuah negara. Pertumbuhan ini cenderung membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan dikarenakan peningkatan pendapatan masyarakat.

Suku bunga yang tinggi berpengaruh buruk pada bisnis atau perusahaan yang biasanya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

Selain itu, adanya suku bunga yang tinggi mempengaruhi permintaan investasi yang rendah tentu ini berdampak buruk pada saham perusahaan. Alasannya karena investor lebih menyukai tabungan konvensional dibanding harus menginvestasikan uangnya ke perusahaan.

Perkembangan sebuah bisnis sangat dipengaruhi secara langsung dari hasil pertumbuhan ekonomi di negara. Kesimpulan yang bisa didapatkan ialah saat pertumbuhan kearah yang lebih baik maka permintaan masyarakat pada barang dan jasa juga akan naik begitu juga sebaliknya.


Sumber Kenaikan Pertumbuhan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi umumnya didefinisikan sebagai kenaikan GDP riil per kapita. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product, GDP) adalah nilai pasar keluaran total sebuah negara, yang merupakan nilai pasar semua barang jadi dan jasa akhir yang diproduksi selama periode waktu tertentu oleh faktor-faktor produksi yang berlokasi di dalam sebuah negara.

Kenaikan GDP dapat muncul melalui:


  • Kenaikan penawaran tenaga kerja

Penawaran tenaga kerja yang meningkat dapat menghasilkan keluaran yang lebih banyak. Jika stok modal tetap sementara tenaga kerja naik, tenaga kerja baru cenderung akan kurang produktif dibandingkan tenaga kerja lama.


  • Kenaikan modal fisik atau sumber daya manusia

Kenaikan stok modal dapat juga menaikkan keluaran, bahkan jika tidak disertai oleh kenaikan angkatan kerja. Modal fisik menaikkan baik produktivitas tenaga kerja maupun menyediakan secara langsung jasa yang bernilai. Investasi dalam modal sumber daya manusia merupakan sumber lain dari pertumbuhan ekonomi.


  • Kenaikan produktivitas

Kenaikan produktivitas masukan menunjukkan setiap unit masukan tertentu memproduksi lebih banyak keluaran. Produktivitas masukan dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor termasuk perubahan teknologi, kemajuan pengetahuan lain, dan ekonomisnya skala produksi.


Manfaat Pertumbuhan Ekonomi

Manfaat Pertumbuhan Ekonomi antara lain sebagai berikut:

Laju pertumbuhannya untuk mengukur kemajuan ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional Pendapatan perkapitanya dipergunakan untuk mengukur tingkat kemakmuran penduduk, sebab semakin meningkat pendapatan perkapita dengan kerja konstan semakin tinggi tingkat kemakmuran penduduk dan juga produktivitasnya.

Sebagai dasar pembuatan proyeksi atau perkiraan penerimaan negara untuk perencanaan pembangunan nasional atau sektoral dan regional. Sebagai dasar penentuan prioritas pemberian bantuan luar negari oleh Bank Dunia atau lembaga internasional lainnya. Sebagai dasar pembuatan prakiraan bisnis, khususnya persamaan penjualan bagi perusahaan untuk dasar penyusunan perencanaan produk dan perkembangan sumbur daya (tenaga kerja dan modal). (Dornbuch, R dan Fischer, S, 1994:649-651)


Hal-Hal Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi


  • Akumulasi Modal

Akumulasi modal (capital accumulation) terjadi apabila sebagian dari pendapatan ditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan baku meningkatkan stock modal (capital stock) fisik suatu negara (yakni, total nilai riil “neto” atas seluruh barangmodal produktif secara fisik) dan hal itu jelas memungkinkan terjadinya peningkatan output di masa-masa mendatang. Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi “infrastuktur” ekonomi dan social.


  • Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja

Pertumbuhan penduduk da pertumbuhan angkatan kerja (yang terjadi beberapa tahun kemudian setelah pertumbuhan pendududuk) secara tradisional dianggap sebagai salah satu factor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerja yang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domesticnya.


  • Kemajuan Teknologi

Kemajuan teknologi (technological progress) bagi kebanyakan ekonom merupakan sumber pertumbuhan ekonomi yang paling penting. Dalam pengertiannya yang paling sederhana, kemajuan teknologi terjadi karena ditemukannya cara baru atau perbaikan atas cara-cara lamadalam menangani pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti kegiatan menanam jagung, membuat pakaian, atau membangun rumah.


Meningkatkat Pertumbuhan Ekonomi

Posisi Negara-negara berkembang dewasa ini dalam banyak hal berbeda dengan yang dimiliki oleh Negara-negara maju pada saat lepas landas ke arah era pertumbuhan ekonomi modern. Dalam kondisi awal tersebut, paling tidak terdapat delapan perbedaan penting yang mempengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi dan syarat-syarat terlaksanya pembangunan ekonomi modern. Kedelapan butir perbedaan yang utama dan yang perlu dianalisis lebih lanjut itu adalah sebagai berikut :

  1. Perbedaan kekayaan sumber daya alam dan kualitas modal manusia.
  2. Perbedaan pendapatan per kapita dan tingkat GNP dibandingkan negara –negara lainnya di dunia.
  3. Perbedaan iklim.
  4. Perbedaan jumlah penduduk, distribusi, serta laju pertumbuhannya.
  5. Peranan sejarah migrasi internasional.
  6. Perbedaan dalam memperoleh keuntungan dari perdagangan internasional.
  7. Kemampuan melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang ilmiah dan teknologi dasar.
  8. Stabilitas dan fleksibilitas lembaga-lembaga politik dan sosial

Peranan Penting Pemerintah Dalam Pertumbuhan Ekonomi


  1. Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.

  2. Ketidakmampuan atau kelemahan sektor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.

  3. Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasar masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.

  4. Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sektor swasta) merupakan pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju oleh kelompok kaya yang sesungguhnya biasa menabung.

  5. Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis, dan ekonomi.

  6. Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi; tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.

Strategi Pertumbuhan Ekonomi        


  • Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian

Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital; meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan, saluran dan fasilitas pengairan, dan pengembangan teknologinya. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. Di samping itu pembangunan atau kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut.


  • Strategi Impor Versus Promosi Ekspor

Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.


  • Perlunya Disertivikasi

Usaha mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya.


Aspek Hubungan Ekonmi Internasional Dalam Pertumbuhan Ekonmi


  • Perluasan Perdagangan

Negara-negara maju telah berkembang merupakan sumber atau pensupplai barang-barang kapital. Di samping itu mereka juga merupakan pasar yang luas dan cukup besar yang membeli ekspor hasil-hasil pertanian, pertambangan, bahan mentah, ataupun barang-barang manufaktur oleh negara-negara sedang berkembang. Penurunan harga di pasar dunia akan bahan-bahan mentah produk pertanian ataupun hasil pertambangan akan sama seperti halnya turunnya harga minyak bumi ataupun harga tembaga di pasaran internasional.


  • Aliran Penanaman Modal (Investasi) Asing

Aliran kapital atau investasi asing dari luar negeri baik oleh sector pemerintah maupun swasta asing dapat merupakan suplemen atau pelengkap bagi usaha pemecahan lingkaran setan kemiskinan. Penanaman modal asing banyak bergerak di sektor eksplorasi sumber alam berupa pertambangan, kehutanan, perikanan, dan juga di sektor manufacturing. Swasta asing yang melakukan investasi umumnya merupakan perusahaan besar multinasional.


  • Bantuan Luar Negeri Berupa Hadiah dan Pinjaman

Bantuan asing bisa diberikan secara langsung atau melalui lembaga keuangan internasional. Contoh bantuan langsung berupa hadiah atau pinjaman yang diberikan oleh US-AID (United State Agency for International Development), suatu lembaga bantuan luar negeri pemerintah Amerika Serikat, atau dari badan-badan luar negeri yang serupa dari negara-negara maju telah berkembang lainnya.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri Beserta Faktornya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  Konservasi Adalah

Baca Juga :  √ Ikatan Logam : Pengertian, Sifat, Contoh

Baca Juga :  √ Gagasan Pokok Adalah : Pengertian, Ciri, Cara Menemukan dan Letaknya

Baca Juga :  √ Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Etika, Ciri, Struktur