Cara Kerja Mata Kita

Diposting pada

Pengertian Mata

Mata merupakan  penglihatan untuk mendeteksi. Sederhananya adalah hanya untuk mengetahui lingkungan sekitarnya terlihat gelap atau terang. Mata lebih kompleks dipakai guna memberikan sebuah pengertian.

Cara Kerja Mata Kita

Cahaya yang dipantulkan dari benda yang di lihat akan masuk pada mata melalui kornea. selanjutnya cahaya akan diteruskan pada retina. Pada mata memiliki 2 macam otot yang melingkari retina, yakni otot silinder dan juga otot radikal. Otot silinder berfungsi menekan retina yang membuatnya lebih tebal. Otot radikal berfungsi menarik retina supaya menjadi tipis.

Ketika melihat objek berdekatan, otot silinder menekan tapi otot radikal mengembang. Hal ini membuat retina menjadi lebih tebal dan menjadi lebih dekat pada penerima. Namun apabila melihat objek berjauhan, otot radikal mengembang, membuat retina menjadi lebih tipis danakan menjauhi dari penerima. Menebal dan menipisnya retina tersebut menjadikan objek yang dilihat dapat difokuskan dan akan jatuh tepat pada bintik kuning.

Jika untuk mata normal, bayang-bayang dari benda jatuh tepat di bintik kuning. tapi jika untuk mata minus, bayang-bayang malah jatuh pada sebelum bintik kuning, serta untuk mata plus bayang-bayangnya malah jatuh pada setelah bintik kuning.


Organ Mata Manusia


  1. Organ Dalam

Bagian-bagian organ mata akan bekerjasama untuk mengantarkan cahaya dari sumbernya untuk menuju pada otak agar dapat dicerna dari sistem saraf manusia. Bagian-bagian itu adalah bagian terluar dari  yang berfungsi menerima cahaya daripada sumber cahaya tersebut.

  • Sklera merupakan bagian mata dikenal sebagai selaput putih. Tugasnya melindungi bagian internal mata.
  • Kornea merupakan bagian transparan mata, menutupi bagian depan mata. Fungsi membiaskan cahaya dan bertanggung jawab memfokuskan cahaya yang masuk pada mata.
  • Iris merupakan membran datar yang memiliki bentuk cincin pada belakang kornea. Fungsi mengontrol jumlah cahaya yang mencapai pada retina.
  • Pupil merupakan sebuah lubang, terletak pada tengah iris dari mata. Berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk pada mata.
  • Lensa mata merupakan bagian mata yang terletak pada belakang pupil mata yang berfungsi memfokuskan cahaya pada retina.
  • Vitreous gel, terdiri dari sebagian besar dari bola mata. Bagian mata yakni zat seperti gel yang jelas yang menempati ruang pada bagian belakang lensa dan pada bagian depan retina di belakang mata
  • Saraf optik terletak di belakang mata disebut juga saraf kranial. Bertugas mentransfer informasi visual yang berasal dari retina menuju pusat-pusat visi otak dengan melalui impuls listrik.
  • Glaukoma merupakan salah satu penyakit yang paling umum yang mempengaruhi saraf optik.
  • Makula merupakan daerah berpigmen memiliki bentuk oval dekat pusat retina. Di pusat makula ini terdapat daerah lekukan disebut dengan fovea.
  • Konjungtiva merupakan membran tipis menutupi permukaan bagian dalam kelopak mata dan bagian putih bola mata (sclera).
  • Koroid merupakan lapisan pembuluh darah mata, terletak antara retina dan sklera.
  • Retina merupakan lapisan tipis jaringan yang melapisi bagian belakang mata di dalam. Berfungsi menerima cahaya lensa yang difokuskan, kemudian mengkonversi cahaya jadi sinyal saraf, dan selanjutnya mengirim sinyal-sinyal menuju otak.

Kelainan kelopak mata:

  • Kelopak mata menurun (kencing manis, kelainan saraf dan usia tua).
  • Kelopak mata tidak dapat menutup dengan rapat (kelainan kelenjar gondok, tumor, kelainan saraf).
  • Kelopak mata bengkak (jantung, alergi, ginjal, dan sinusitis).
  • Kelopak mata tak bisa berkedip (lepra).
  • Kelopak mata berkedip tapi secara berlebihan (kelainan saraf/ otak).
  • Mata juling (gangguan saraf/otak,)
Baca Juga :  Ciri Hujan Tropis

Bagian-Bagian Bola Mata

Umumnya mata dilukiskan sebagai bola, tetapi sebetulnya lonjong dan bukan bulat seperti bola. Bola mata mempunyai garis tengah kira-kira 2,5 cm.

 bagian depannya bening, serta terdiri dari 3 lapisan.

  • Lapisan luar, fibrus yang merupakan lapisan penyangga.
  • Lapisan tengah, vaskuler
  • Lapisan dalam, lapisan saraf

  • Sclera

Adalah pembungkus yang kuat dan fibrus. Sclera membentuk putih mata dan bersambung pada bagian depan dengan sebuah jendela membran yang bening, yaitu kornea. Sclera melindungi struktur mata yang sangat halus, serta membantu mempertahankan bentuk biji mata.


  • Koroid

Adalah lapisan tengah berisi pembuluh darah, yang merupakan ranting-ranting arteria oftalmika, cabang dari arteria karotis interna. Membentuk iris yang berlubang ditengahnya atau disebut pupil (manik) mata. Selaput berpigmen belakang iris memancarkan warna yang dapat menentukan apakah sebuah mata itu berwarna biru, cokelat, kelabu, dst. Koroid bersambung pada bagian depannya dengan iris, dan tepat dibelakang iris selaput ini menebal membentuk korpus siliare, sehingga korpus terletak antara koroid dan iris. Korpus siliare berisi serabut otot sirkular dan serabut-serabut yang letaknya seperti jari-jari sebuah lingkaran. Kontraksi otot sirkular menyebabkan pupil mata juga berkontraksi.


  • Retina

Adalah lapisan saraf pada mata yang terdiri atas sejumlah lapisan serabut, yaitu sel-sel saraf, batang-batang, dan kerucut. Semuanya termasuk dalam konstruksi retina yang merupakan jaringan saraf halus yang menghantarkan impuls saraf dari luar menuju diskus optic, yang merupakan titik tempat saraf optic meninggalkan biji mata yang disebut bintik buta karena tidak mempunyai retina. Bagian yang paling peka pada retina adalah makula, yang terletak tepat eksternal terhadap diskus optic, persis berhadapan dengan pusat pupil.


  • Kornea

Bagian depan yang transparan dan bersambung dengan sclera yang putih dan tidak tembus cahaya. Terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan tepi adalah epithelium berlapis yang bersambung dengan konjungtiva


  • Bilik Anterior (kamera okuli anterior)

Terletak antara kornea dan iris


  • Iris

Tirai berwarna didepan lensa yang bersambung dengan selaput koroid. Berisi dua kelompok serabut otot tak sadar atau otot polos (kelompok yang satu mengecilkan ukuran pupil, sementara kelompok yang lain melebarkan ukuran pupil itu).


  • Pupil

Bintik tengah yang berwarna hitam, yang merupakan celah dalam iris, tempat cahaya masuk guna mencapai retina.


  • Bilik Posterior (kamera okuli posterior)

Terletak diantara iris dan lensa. Bilik anterior maupun bilik posterior diisi dengan akueus humor.


  • Akueus Humor

Cairan ini berasal dari korpus siliare dan diserap kembali kedalam aliran darah pada sudut antara iris dan kornea melalui vena halus yang dikenal sebagai saluran schlem.


  • Lensa

Sebuah benda transparan bikonveks (cembung depan belakang) yang terdiri atas beberapa lapisan. Terletak persis dibelakang iris. Membrane yang dikenal sebagai ligamentum suspensorium mengendur, lensa mengerut dan menebal. Sebaliknya jika ligamen menegang, lensa menjadi gepeng. Mengendurnya lensa dikendalikan kontraksi otot siliare.


  • Vitreus Humor

Darah sebelah belakang biji mata mulai dari lensa hingga retina diisi cairan penuh albumen berwarna keputih-putihan seperti agar-agar, yaitu vitreus humor yang berfungsi memberi bentuk dan kekokohan pada mata, serta mempertahankan hubungan antara retina dan selaput koroid dan sklerotid.


Fungsi Mata

Mata dibentuk untuk menerima rangsangan bekas-bekas cahaya pada retina, dengan perantaraan serabut-serabut nervus optikus mengalihkan rangsangan ke pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan.

  • Kornea : bekerja sebagai jendela bening yang melindungi struktur halus yang berada di belakangnya serta membantu memfokuskan bayangan pada retina. Kornea tidak mengandung pembuluh darah.
  • Iris : memiliki celah ditengahnya yaitu pupil, sebuah cakram yang yang dapat bergerak berfungsi sebagai tirai yang melindungi retina serta mengendalikan jumlah cahaya yang masuk ke mata
  • Lensa : organ focus utama yang membiaskan berkas-berkas cahaya yang terpantul dari benda-benda yang dilihat menjadi bayangan yang jelas pada retina. Lensa berada dalam sebuah kapsul elastis yang dikaitkan pada korpus siliare koroid oleh ligamentum suspensorium. Dengan mempergunakan otot siliare, permukaan anterior lensa dapat lebih atau agak kurang dicembungkan, guna memfokuskan benda-benda dekat atau jauh. Hal ini disebut akomodasi visual
  • Lapisan koroid yang berpigmen : menggelapkan bilik tengah mata, kira-kira dapat dibandingkan dengan bagian dalam kamera yang diberi warna gelap.
  • Retina : mekanisme penyarafan untuk penglihatan. Retina memuat ujung-ujung nervus optikus, serta dapat disamakan dengan lempeng film dalam fotografi.
Baca Juga :  Cara Mengajar yang Menyenangkan

Bagian-Bagian Luar Mata


  • Alis

Adalah dua potong kulit tebal melengkung yang ditumbuhi bulu. A is dikaitkan pada otot-otot sebelah bawahnya, serta berfungsi melindungi mata dari sinar matahari yang terlalu terik.


  • Kelopak Mata

Kelopak mata merupakan dua lempengan, yaitu lempengan tarsal yang terdiri atas fibrus yang sangat padat, serta dilapisi kulit dan dibatasi konjungtiva. Jaringan dibawah kulit ini tidak mengandung lemak. Kelopak mata atas lebih besar daripada kelopak mata bawah, serta digerakkan ke atas oleh otot levator palpabrae. Kelopak-kelopak itu ditutup otot-otot melingkar yaitu muskulus orbukularis okuli. Bulu mata dikaitkan pada pinggiran kelopak mata, serta melindungi mata dari debu dan cahaya.


  • Fungsi Refraksi Mata

Berkas-berkas cahaya yang jatuh diatas mata akan menimbulakan bayangan yang telah difokuskan pada retina. Bayangan itu menembus dan diubah oleh kornea, lensa, badan-badan akueus, dan vitreus. Lensa merupakan alat utama yang membiaskan cahaya, dan memfokuskan bayangan pada retina. Pada mata normal berkas-berkas ini bersatu menangkap sebuah titik pada retina, dan pada titik itulah bayangan difokuskan.


Kelainan Pada Mata


  • Miopia

adalah mata dengan daya lensa positif yang lebih kuat sehingga sinar yang sejajar atau datang dari tak terhingga difokuskan didepan retina. Kelainan ini diperbaiki dengan lensa negatif sehingga bayangan tergeser kebelakang dan diatur tepat jatuhdi retina.


  • Hipermetropia 

adalah mata dengan kekuatan lensa positif yang kurang sehingga sinar sejajar tanpa akomodasi di fokuskan dibelakang retina.Diperbaiki dengan lensa positif sehingga bayangan benda tergeser ke depan dan diatur tepat jatuh di retina.


  • Astigmatisma

adalah mata dengan kekuatan pembiasan yang berbeda – beda dalam dua bidang utama,biasanya tegak lurus satu sama lainnya.Kelainan ini di perbaiki dengan lensa silinder.Kelainan lain pada pembiasan mata normal adalah gangguan perubahan kecembungan lensa akibat berkurangnya elastisitas lensa sehingga terjadi akomodasi.Gangguan akomodasi ini terutama terlihat pada usia lanjut,sehingga terlihat keadaan yang disebut resbiopia.


  • Resbiopia

adalah gangguan yang terjadi pada usia lanjut akibat kurang lenturnya lensa dan melemahnya kontraksi badan siliar.Titik terdekat yang masih dapat dilihat terletak maikn jauh didepan mata.Gejala umumnya adalah sukar pada jarak dekat yang biasanya terdapat pada usia 40 tahun,dimana pada usia ini amplituda akomodasi pada pasien hanya menghasilkan  titik dekat sebesar 25 cm pada jarak ini seorang emitiopria yang berusia 40 tahun dengan cara baca 25 cm akan menggunakan akomodasi maksimal sehingga menjadi cepat lelah, membaca dengan menjauhkan kertas yang dibaca,dan memerlukan sianar  yang lebih terang. Biasanya diberikan kaca mata untuk membaca dekat denga lensa sferis + yang dihitung berdasarkan amplitudo akomodasi pada masing – masing kelompok umur.

  • + 1.0 D untuk usia 40 tahun
  • + 1.5 D untuk usia 45 tahun
  • + 2.0 D untuk usia 50 tahun
  • + 2.5 D untuk usia 55 tahun
  • + 3.0 D untuk usia 60 tahun

Macam-macam Penyakit System Mata


Blefaritis

Blefaritis adalah radang pada kelopak dan tepi kelopak

  • Etiologi

Infeksi atau alergi yang biasanya berjalan kronik atau akibat disfungsi kelenjar meibom. Alergi dapat disebabkan oleh debu, asap, bahan kimia iritatif, atau bahan kosmetik. Infeksi oleh bakteri disebabkan stafilokok, streptococcus alpha atau beta hemolyticus, pneumokok yang menyebabkan blefaritis seboroik.

Baca Juga :  Asal Usul Simalungun

Skleritis

Skleritis adalah radang kronis granulomatosa pada sclera yang ditandai dengan destruksi kolagen, infiltrasi sel dan vaskulitis. Biasanya bilateral dan lebih sering terjadi pada wanita.

  • Etiologi

Sebagian besar disebabkan reaksi hipersensitifitas tipe III dan IV yang berkaitan dengan penyakit sistemik.


Entropion

Entropion adalah suatu keadaan melipatnya margo palpebra kearah dalam sehingga silia akan tumbuh mengarah kedalam (trikiasis) dan menyebabkan komplikasi kekonjungtifa dan kornea.

  • Etiologi

Senilitas, kongonital, spasme, sikatriks, dan sbg


Ektropion

Ektropion adalah kelainan posisi kelopak mata di mana tepi kelopak mata mengarah keluar sehingga bagian dalam kelopak atau konjungtiva tarsal berhubungan langsung dengan dunia luar.

  • Etiologi

Kelainan kongenital, paralisis nervus fasialais, senil, spastic, dan sikatrik.


Konjungtivitis Bakteri

Konjungtivitis adalah radang konjungtifa yang bisebabkan oleh bakteri dan mudah menular.

  • Etiologi

Stafilokok, streplokok, corinebacterium diphtheriae, pseudomonas aeugenosa, neisseria gonorrhea, dan haemophilus influenza.


Konjungtivitis Viral

Konjungtifitas viral adalah radang konjungtiva yang disebabkan virus.

  • Etiologi

Biasanya disebabkan Adenovirus, Herpes simpleks, Herpes zoster, Klamidia, New castie, Pikorna, Enterovirus, dan sebainya.


Konjungtivitis Alergi

Konjungtivitis alergi adalah radang konjungtifa akibat reaksi alergi terhadap noninfeksi.

  • Etiologi

Reaksi hipersensitivitas tipe cepat atau lambat, atau reaksi antibody humoral tehadap allergen . pada keadaan yang berat merupaklan bagian dari sindrom steven jhonson, suatu penyakit eritema multiformal buerat akibat creaksi alergi pada orang dengan predisposisi alergi obat obatan. Pada pemakaian mata  palsu atau lensa kontak juga  dapat terjadi reaksi alergi.


Konjungtivitis Sika

Konjungtivitis sika atau konjungtivitis dry eyes adalah suatu keadaan keringnnya permukaan konjungtiva akibat berkurangnya sekresi kelenjar lakrimal.

  • Etiologi

Terjadi pada penyakit-penyakiy yang menyebabkan devisiensi komponen lemak air mata,kelenjar air mata musim, akibat penguapan berlebihan, atau karena parut kornea atau hilangnya mikrovili kornea. Bila terjadi bersama arthritis rheumatoid dan penyakit autoimun lain, disebut sebagai sindrom Sjogren


Keratitis

Adalah peradangan pada kornea

  • Etiologi

Bakteri, jamur, virus, dan proses peradangan.


Urkus Kornia

Adalah hilangnya sabagian permukaan kornia akibat kematian jaringan kornia

  • Etiologi

Bakteri, jamur, acanthamoeba (biasanya berasal dari cairan pencuci lensa kontak) dan herpes simleks.


Endoftalmetis

Adalah peradangan supuratif dalam bola mata.

  • Etiologi

Infeksi kuman atau kuman jamur setelah terauma atau bedah, atau secara endogen akibat sepsis. Bakteri yang seringa menjadi penyebab adalah stafilokok, streptok, peneumokok, pseudomas, sedangkan jamur yang sering menjadi penyebab aktinomises, asferginus dan sebagainya.


Uveitis Anterior

Adalah peradangan jaringan uvea anterior, terdiri dari iritis atau iridosiklitis. Terjadi mendadak, biasanya berjalan 6-8 minggu.

  • Etiologi

Penyebab eksogen seperti terauma uvea atau infasi mikro organism atau agen lain dari luar. Secara endogen dapat disebabkan idiopatik, autuimun keganasan, mikro organism atau agen lain dari dalam tubuh pasien, misalnya tuber kolosis, heper simpleks dan sebagainya.


Glaukoma Akut

Adalah penyakit mata yang disebabkan oleh tekanan intraokuler yang meningkat mendadak sangat tinggi.

  • Etiologi

Dapat terjadi primer, yaitu timbul pada mata yang memiliki bakat bawaan berupa sudut bilik mata depan yang sempit pada kedua mata, atau secara sekunder sebagai akibat penyakit mata lain. Yang paling banyak dijumpai adalah bentuk primer, menyerang pasien 40 th atau lebih.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Cara Kerja Mata Kita : Pengertian, Organ, Bagian, Fungsi, Luar, Kelainan, dan Macam Penyakitnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.