√ Asal Usul Bunga Kemuning : Sejarah, Kisah dan Peristiwa nya

Diposting pada

Asal-Usul Bunga kemuning

  1. Kisah Awal

Dulu kala, ada seorang raja yang mempunyai sepuluh puteri yang cantik. Sang raja terkenal kebijaksaaannya, namun ia terlalu sibuk dikepemimpinannya. Menyebabkan ia tidak bisa mendidikputri-putrinya. Istri sang raja meninggal setelah melahirkan anak bungsunya. Sehingga anak-anaknya diurus inang pengasuh. Hal ini membuat mereka menjadi manja, nakal dan hanya tau bermain di danau. Tidak mau belajar serta tidak mau membantu ayahnya bahkan mereka sering bertengakar.

Putri-putri tersebut bernama Puteri Jambon si sulung, Puteri Jingga, Puteri Nila, Puteri Hijau, Puteri Kelabu, Puteri Oranye, Puteri Merah Merona dan si bungsu Puteri Kuning. sang raja dapat mengenali sesuai warna bajunya. Kecantikan mereka hampir sama , namun Puteri Kuning memiliki perbedaan yaitu tidak manja dan nakal. Ia selalu riang dan ramah pada siapapun serta lebih suka berpergian dengan pengasuhnya dibanding dengan kakaknya.

√ Asal Usul Bunga Kemuning : Sejarah, Kisah dan Peristiwa nya

  1. Kepergian Sang Raja

Pada suatu hari, raja akan pergi jauh lalu mengumpulkan puteri-puterinya. “Aku akan pergi jauh dan lama. Oleh-oleh apa yang kalian inginkan?” Tanya sang raja.

“Aku mau perhiasan mahal,” kata Puteri Jambon.

“Aku ingin kain sutra yang berkilau,” kata Puteri Jingga. Kesembilan anaknya meminta hadiah yang mahal. namun tidak dengan Puteri Kuning. Ia berpikir sebentar, lalu memegang lengan ayahnya.

 “Ayah, aku hanya mau ayah kembali dengan selamat,” katanya. Membuat Kakak-kakaknya tertawa dan mengejek.

“Anakku, perkataanmu sungguh baik. Tentu aku akan kembali dengan selamat akan kubawakan hadiah indah untukmu,” kata sang raja lalu pergi.

Selama kepergian sang raja, para puteri semakin nakal, malas dan sering membentak serta menyuruh pelayan menuruti mereka. Karena sibuk menuruti permintaan para puteri, para pelayan tidak sempat membersihkan taman istana. Puteri Kuning sedih melihat hal itu karena taman itu tempat kesayangan ayahnya. Tanpa ragu, Puteri Kuning mengambil sapu lalu mulai membersihkan taman  dari daun kering, rumput liar, serta memangkas dahan pohon. awalnya inang pengasuh melarangnya, tetapi Puteri Kuning tetap mengerjakannya. Ketika para putri melihat adiknya menyapu, mereka tertawa “Lihat sepertinya kita memiliki pelayan baru,” kata salah satu putri.

“Hai pelayan! Masih terdapat kotoran nih!” ujar putri lainya sambil melemparkan sampah. Taman istana yang sudah rapi, kembali kotor. Puteri Kuning tetap diam dan menyapu kembali. Kejadian itu terus berulang-ulang hingga Puteri Kuning kelelahan. Ia merasakan penderitaan pelayan yang dipaksa mematuhi perintah kakak-kakaknya.

“Kalian ini sangat keterlaluan. Harusnya ayah tak usah membawakan apa-apa untuk kalian. taunya hanya mengganggu saja!” Kata Puteri Kuning marah.

“Sudahlah, aku bosan. Kita mandi didanau saja!” ajak Puteri Nila. Meninggalkan Puteri Kuning sendirian. Kejadian itu terjadi setiap hari, Ketika raja tiba di istana, kesembilan puterinya masih bermain di danau, sedangkan Puteri Kuning sedang merangkai bunga diteras. Hal itu membuat raja sedih.

“Anakku yang rajin serta baik budi! Ayah tak bisa memberimu apa-apa selain kalung batu hijau ini, bukan warna kuning kesukaanmu!” ujar sang raja. Raja sudah mencari kalung batu kuning tetapi tidak menemukannya juga.

“Tidak apa-apa ayah. Batu hijau ini juga cantik, serasi dengan bajuku yang berwarna kuning,” kata Puteri Kuning lemah lembut.

“Yang penting, ayah kembali. Akan kubuatkan teh hangat ayah,” lanjutnya. Kakaknya berdatangan ketika putri kuning sedang membuat teh. Mereka ribut mencari hadiah lalu saling memamerkan.

  1. Peristiwa Kalung Baju Hijau

Pada esok harinya, Puteri Hijau melihat kalung putri kuning. “hai adikku, bagus sekali kalungmu! mestinya kalung itu menjadi milikku, karena aku Puteri Hijau!” katanya dengan iri.

“Ayah memberikannya padaku, bukan padamu,” jawab Puteri Kuning. Mendengar itu, Puteri Hijau marah dan mencari saudara-saudaranya untuk dihasut.

“Kalung itu punyaku, tapi ia mengambilnya dari saku ayah. Kita mesti mengajarkannya berbuat baik!” ucap Puteri Hijau. Mereka sepakat merampas kalung itu. Ketika Puteri Kuning muncul, ia ditangkap dandipukul kepalanya oleh kakak-kakanya karena pukulan itu Puteri Kuning meninggal.

“Astaga! Kita mesti menguburnya!” ujar Puteri Jingga. Lalu mereka mengusung Puteri Kuning untuk dikubur ditaman istana bersama kalung batu hijaunya. Tidak ada yang tahu kemana putri kuning ketika raja mencarinya.  Raja sangat marah karena putrinya hanya diam saja “para pengawal! Cari dan temukan Puteri Kuning!” teriak raja.

Setelah berbulan-bulan, tak ada satupun yang berhasil menemukannya. Raja bersedih. “Aku ayah yang buruk,” katanya.” Akan kukirim anak-anakku ke tempat jauh untuk belajar budi pekerti!”

Setelah kepergian anak-anaknya, Raja sering termenung di taman istana, sedih memikirkan hilangnya Puteri Kuning.

  1. Bunga Yang Indah

Pada Suatu hari, diatas kubur Puteri Kuning tumbulah sebuah tanaman. Sang raja heran “Tanaman apa ini? Batangnya seperti jubah puteri, daun bulatnya berkilau seperti kalung batu hijau, bunganya putih kekuningan dan wangi! Tanaman ini mengingatkanku  pada Puteri Kuning. Akan kuberi nama Kemuning.!” kata raja senang. Sejak saat itu bunga kemuning memperoleh namanya. Bahkan, bunga kemuning dapat digunakan untuk mengharumkan rambut. Batangnya bisa dibuat kotak indah, sementara kulit kayunya dijadikan bedak. Walau sudah mati, Puteri Kuning masih bisa memberikan kebaikan.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Bunga Kemuning : Sejarah, Kisah dan Peristiwa nya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Bekasi Kota Patriot : Asal-Usul, Sejarah, Dan Perubahan Struktur
Read More  √ Asal Usul Telaga Warna Beserta Sejarah
Read More  √ Asal Usul Danau Toba : Cerit Zaman Dahulu Kala
Read More  √ Kerajaan Kutai : Nama, Kehidupan Politik, Kejayaan dan Keruntuhannya