√ Perubahan Amandemen : Penegrtian, Sejarah, Tujuan Dan Hasil

Diposting pada
  1. Pengertian Amandemen

√ Perubahan Amandemen : Penegrtian, Sejarah, Tujuan Dan Hasil
Amandemen ialah suatu proses penyempurnaan terhadap suatu Undang- undang tanpa melakukan perubahan pada UUD atau dapat dikatakan hanya melengkapi serta memperbaiki beberapa rincian dari UUD yang asli.Berdasarkan Hukum Tata Negara definisi amandemen ini sebagai hak yang dimiliki oleh legislatif untuk melakukan dan juga memberikan suatu usulan pada perubahan dalam rancangan Undang- Undang yang telah diajukan oleh pemerintah, dalam hal ini yang dikatakan pemerintah yaitu pihak eksekutif.Amandemen diambil dari Bahasa Inggris yang terdiri atas to amend atau sering juga dikenal dengan to make better  memiliki arti sebagai suatu hal yang dilakukan untuk melakukan perubahan ataupun penambahan pada suatu peraturan, yang dalam hal ini yaitu Undang-Undang Dasar.Amandemen dilaksanakan dengan beberapa tahapan dan prosedur. Hal-hal yang ingin ditambahkan, dikurangi ataupun direvisi dibuatkan terlebih dahulu dalam bentuk naskah perubahan yang biasanya akan dilampirkan di naskah UUD yang sudah ada sebelumnya.
  • Sejarah Amandemen

UUD 1945 sudah mengalami 4 kali perubahan yang dimana dalam perubahan tersebut ada beberapa pasal dan ketentuan yang dirubah serta ada sebagian tetap tidak berubah. Berikut ini beberapa amandemen yang pernah dilakukan pada UUD 1945.
  1. Amandemen I
Sejarah Amandemen yang pertama terjadi pada tanggal 19 oktober tahun 1999 dimana dasar atas amandemen ini ialah SU MPR 14-21 Oktober 1999. Pada amandemen pertama ini dimana terdapat sekitar 9 pasal yang dilakukan amandemen yakni Pasal 5, pasal 9, Pasal 13, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 17, Pasal 20 dan juga Pasal 21.Pada amandemen pertama ini  yang menjadi intinya yaitu tentang pergeseran kekuasaan eksekutif. Hal ini presiden yang dipandang ataupun dianggap terlalu kuat hingga perlu dilaksanakannya amandemen.
Baca Juga :  √ Peninggalan Kerajaan Salakanagara : Asal Usul, Sejarah dan Peninggalannya
  • Amandemen II
Amandemen yang kedua dilakukan pada tanggal 18 tahun 2000 yang disahkan melalui sidang umum MPR pada tanggal 7-8 Agustus 2000. Dalam amandemen ke dua ini dilaksanakan amandemen pada 5 Bab dan 25 Pasal. Dimana pasal-pasal yang di amandemen yakni Pasal 18, Pasal 18A, Pasal 18B, pada Pasal 19, Pasal 20, Pasal 20A, dan juga amandemen pada Pasal 22A, Pasal 22B, Pasal 25E, Pasal 26, Pasal 27, Pasal 28A dan 28B,28C, 28D, 28E, 28F,28G, 28H,28I, sampai Pasal 28J.Selain itu dilaksanakan juga amandemen pada Pasal 30, Pasal 36A, 36B, dan 36C. dan juga adanya amandemen terhadap beberapa Bab yaitu pada Bab IXA, Bab X, Bab XA, serta Bab XII, Bab XV.Pada amandemen yang kedua ini lebih dititik beratkan perubahannnya pada pemerintahan daerah, DPR dan juga mengenai kewenangan dari DPR, dan dilihat dari segi Hak Asasi Manusia, Lagu kebangsaan serta juga mengenai lambang negara Indonesia.
  • Amandemen III
Pada Sejarah amandemen ketiga yaitu disahkan melalui ST MPR pada tanggal 1 hingga 9 November 2001 ataupun tepatnya amandemen tersebut terjadi tanggal 10 November 2001. Terdapat sebanyak 3 Bab dan 22 pasal yang diamandemen di tahap ketiga ini. Bab-bab yang diamandemen yakni Bab VIIA, Bab VIIB, serta Bab VIIIA.Sedangkan pasal pasal yang diamandemen pada tahap ketiga ini yakni dari Pasal 1, Pasal 3, Pasal 6, Pasal 6A, Pasal 7A hingga Pasal 7C, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 17,Pasal 22C hingga 22E, Pasal 23, Pasal 23A, Psal 23E,23E, 23F, 23G, Pasal 24, Pasal 24 A sampai 24C.Amandemen ketiga ini memetingkan perubahan pada Kewenangan dari MPR, Kepresidenan, kekuasaan Kehakiman, Keuangan negara, impeachment dan juga mempunyai inti perubahan terhadap bentuk serta kedaulatan negara Indonesia.
Baca Juga :  √Apa Itu Fashion : Pengertian , Fungsi , Macam , Manfaat Dan contohnya
  • Amandemen IV
Sejarah amandemen yang terakhir yakni amandemen ke IV yang disahkan serta dilaksanakan  tanggal 10 Agustus 2002 yang disahkan dengan melalui ST MPR pada tanggal 1-11 Agustus 2002. Pada amandemen yang terakhir ini dilaksanakan perubahan yang lebih sedikit apabila dibandingkan pada perubahan sebelumnya yang dimana hanya dilakukan amandemen pada 2 Bab dan 13 Pasal saja.Adapun Bab yang diamandemen ialah Bab XIII dan Bab XIV. Sedangkan pasal-pasal yang dilakukan amandemen dari Pasal 2,Pasal 3, Pasal 6A, Pasal 8, Pasal 11, Pasal 16, Pasal 23B, Pasal 23D, Pasal 24, Pasal 31 sampai Pasal 34. Yang menjadi titik berat pada amandemen yang terakhir ialah tentang mata uang, bank sentral, pendidikan, kebudayaan, perekonomian nasional Indonesia serta kesejahteraan sosial. 
  • Tujuan dan Alasan Amandemen

Tujuan diilakukannya amandemen ini ialah untuk menyempurnakan beberapa ketentuan, aturan yang menjadi dasar didalam tatatan negara Indonesia sehingga ketika dilakukan amandemen tersebut diharapkan nantinya dapat mencapai tujuan nasional dan kesejahteraan masyarakat Indonesia serta dapat melindungi hak- hak asasi manusia yang sesuai dengan peradapan.Sedangkan yang menjadi alasan dilakukannya amandemen ialah karena adanya kekuasaan yang terlalu dominan yang berada ditangan eksekutif dan juga legislatif, terlalu sedikitnya pengaturan tentang HAM serta dinilai mulai lemahnya sistem ketatanegaraan Indonesia dengan melalui checks and balances nya. 
  • Hasil Amandemen UUD 1945

Hasil dari amandemen UUD 1945 akhir yakni dilakukannya amandemen sebanyak 4 kali dimana yang diubah sekitar 46 butir, serta yang tidak dirubah sekitar 25 butir. Dimana sekarang ini bisa dilihat bahwa ada sebanyak 199 butir ketentuan serta dilakukannya penambahan terdapat 174 ketentuan yang baru.Meskipun seluruhperubahan ataupun amandemen tersebut dilakukan tetapi pada bagian pembukaannyatidak dilakukan perubahan, hal ini sesuai dengan persetujuan bersama dan untukmenjaga susunan NRKI serta untuk menegaskan sistem pemerintahan Indonesia yangberbentuk presidensil.
Baca Juga :  √ 9 Sifat Kewirausahaan Menurut Ahli
demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Perubahan Amandemen : Penegrtian, Sejarah, Tujuan Dan Hasil, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.baca juga