√ Cerita Sulawesi Selatan : Asal Usul Kota Makasar

Diposting pada

1. Asal Usul Kota Makassar

Banyak orang salah sangka menilai arti nama Makassar berasaldari kata kasar. Padahal sejarah penamaan Ibu kota Provinsi Sulawesi Selatanini sangat berbau islami, yaitu ditandai dengan mimpi Raja Tallo ke 6 di abadke 16.

√ Cerita Sulawesi Selatan : Asal Usul Kota Makasar

Nama Makassar telah disebutkan dalam pupuh 14/3 kitab Nagarakretagama karya Mpu Prapanca pada abad ke-14, sebagai salah satu daerah dari taklukkan Majapahit. Meskipun demikian, Raja Gowa ke-9 Tumaparisi Kallonna (1510-1546) diperkirakan merupakan tokoh pertama yang benar-benar mengembangkan kota Makassar. Dia memindahkan pusat kerajaan dari pedalaman ke tepi pantai, mendirikan benteng di muara Sungai Jeneberang, dan mengangkat seorang syahbandar untuk mengatur ekonomi perdagangan.

Pada abad ke-16, Makassar menjadi pusat perdagangan yang besar di Indonesia Timur, dan menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara. Raja-raja Makassar menerapkan kebijakan perdagangan bebas yang ketat, di mana seluruh pengunjung ke Makassar berhak melaksanakaan perniagaan disana dan menolak upaya VOC (Belanda) untuk memperoleh hak monopoli di kota itu.

Dalam catatan sejarah kerajaan Gowa-Tallo yang diceritakan Raja Tallo ke-VI Mangkubumi Kerajaan Gowa I Mallingkaang Daeng Mannyonri Karaeng Katangka, bermimpi melihat cahaya bersinar dari Tallo ke semua penjuru kerajaan dan negeri sekitarnya. Mimpi itu dia bawa selama tiga hari berturut-turut.

Dalam buku Peristiwa Tahun Bersejarah Sulawesi Selatan dari Abad ke XIV sampaai XIX karya Darwa rasyid MS. Tepat di malam Jum’at 9 Jumadil Awal 1014 H atau 22 September 1605 M, di malam ke-3 mimpi raja, suatu perahu kecil berlabuh di pantai Tallo. Warga keheranan melihat sesosok pria jubah putih di atas perahu itu. Pria itu kemudian menambatkan perahunya lalu melakukan gerakan-gerakan yang asing dipandang warga. (Belakangan raja mengetahui itu adalah gerakan sholat).

Read More  √Energi Nuklir : Pengertian , Sumber Daya Dan Manfaatnya

Di malam yang gelap gulita, tubuh pria tersebut memancarkan cahaya menyilau ke semua penjuru arah. Hal tersebut membuat warga gempar dan menyampaikan ke raja Tallo mengenai sosok pria misterius itu, saat besok paginya.

Mendengar hal tersebut, Raja pun bergegas ke bibir panti Tallo. Belum sempat keluar istana sosok pria tersebut tiba-tiba muncul di hadapan raja, tepat di depan gerbang. Raja pun sontak kaget dan melihat wajah pria tersebut sangat teduh, tubuhnya memancarkan kilau cahaya.

Menurut peneliti Balai Litbang Agama Makassar, Syamsurijal Adhan, pria yang masih misterius tersebut menjabat tangan raja yang masih kaku melihat sosoknya. Setelah berjabat tangan, tangan raja Tallo tiba-tiba bertuliskan bahasa Arab yang dia tak tahu artinya.

Orang tua itu kemudian meminta supaya tulisan itu diperlihatkan pada lelaki yang sebentar lagi akan merapat di pantai.

Belum sempat berkata-kata, pria itu menghilang tiba tiba. Raja pun bergegas ke pantai Tallo, mengikuti arahannya tadi. Dan benar saja, seorang pria baru saja berlabuh di pantai. Raja pun langsung mendatangi tamu barunya pria tersebut bernama Datuk Ri Bandang, ulama penyebar Islam asal Koto Tengah, Minangkabau.

Raja Tallo kemudian memperlihatkan tulisan Arab yang tertulis di telapak tangannya. Datuk pun menjawab tulisan itu adalah 2 kalimat syahadat.

Kedatangan Datuk memang untuk mengajak raja Tallo supaya menerima ajaran Islam. Pertemuan ke-2 tokoh ini juga menjadi cikal bakal penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan. Raja Tallo menerima ajaran Islam serta berganti nama menjadi Sultan Abdullah Awaluddin Awawul Islam Karaeng Tallo Tumenanga ri Agamana. Agama Islam juga menjadi agama resmi di kerajaan.

Kisah ini yang menjadi awal usul nama kota Makassar. Diambil dari bahasa Makassar Akkasaraki atau Menampakkan Diri. Hal tersebut berdasarkan pengalaman munculnya sosok bercahaya dari pantai.

Read More  √Jaringan Hewan : Embrional, Epitel , Otot , Saraf , Penyongkong

Pengalaman penampakan cahaya putih itulah yang dinamakan Akkasaraki. Kisah tersebut membekas kendati menjadi awal penerimaan Islam di masyarakat kerajaan saat itu. Dari berbagai sumber catatan-catatan kedatangan pedagang Portugis di abad ke 17, Makassar dikenal sebagai pusat kota kerajaan Gowa-Tallo. Meski sempat berganti nama menjadi Ujung Pandang, tapi Pemerintah bersepakat mengembalikan nama Makassar, karena punya sejarah yang kuat.

Apa yang dimimpikan raja Tallo juga jadi kenyataan. Setelah masuk islam, Kerajaan Gowa Tallo, menjadi salah satu sebab utama penyebaran Islam ke seua kota dan kerajaan di Sulawesi. Cahaya Islam menyebar cepat sampai saat ini bisa dirasakan, Islam adalah agama mayoritas di Sulsel.

Sementara Datuk Ri Bandang, bersama dia saudaranya Datuk RiTiro dan Datuk Sulaiman tercatat dalam sejarah sebagai ulama yang berpengaruhbesar penyebaran Islam di Sulawesi Selatan. Sampai akhir hayatnya, Datuk RiBandang tak pulang lagi ke Minangkabau tapi Datuk Ri Bandang wafat di kotaMakassar, makamnya ada di jalan Sinassara, Kaluku Bodoa, Kecamatan Tallo, KotaMakassar.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Cerita Sulawesi Selatan : Asal Usul Kota Makasar, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :