Pengertian Geopolitik

Diposting pada

Pengertian GeoPolitik

Geopolitik adalah Ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dihubungkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal sebuah bangsa.

√ Geopolitik : Pengertian, Fungsi dan Tujuannya

Istilah Geopolitik berasal dari kata geo dan politik. Geo berarti bumi dan politik berasal dari bahasa Yunani yakni “politeia” Poli artinya sebagai kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri dan teia berarti urusan.

Sehingga bisa disimpulkan bahwa geopolitik adalah sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan serta strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik. Geopolitik biasa disebut juga dengan istilah wawasan nusantara.


Fungsi GeoPolitik

  • Geopolitik sebagai konsepsi ketahanan nasional sebagai konsep dalam pembangunan, pertahanan keamanan serta kewilayahan.
  • Geopolitik sebagai pembangunan nasional yang mencakup kesatuan politik, sosial dan ekonomi, sosial politik, kesatuan pertahanan serta keamanan.
  • Geopolitik  sebagai pertahanan dan keamanan dalam pandangan geopolitik Indonesia sebagai satu kesatuan pada seluruh wilayah serta segenap kekuatan negara.
  • Geo Politik sebagai wawasan kewilayahan dalam mengatur pembatasan negara untuk menghindari adanya sengketa antarnegara tetangga.

Tujuan GeoPolitik

  1. Perbatasan Indonesia

Indonesia memainkan peran geopolitik besar sebagai daratan sub-benua, berada di Samudera Hindia, terletak di antara Selat Karimata dan Selat Malaka, 2 poin ekonomi dan militer penting dalam pemisahan geopolitik antara kekuatan besar saat ini dan masa depan sesuai batas-batas keterbukaan ideologi pancasila.

  1. Ekonomi Maritim

Dari sudut pandang maritim, kepentingan geopolitik tidak dapat disangkal, karena dapat memperluas pengaruhnya . Pada saat yang sama, karena perluasan batas tanahnya yang luas bahkan bisa mempengaruhi urusan politik Negara dalam hubungan bilateral.

  1. Peran Geostrategis

Peran geostrategis penting Indonesia tampaknya dipahami dengan baik oleh Washington, Moskow dan Beijing, 3 pemain utama yang bersaing di Asia Tengah dan wilayah Asia-Pasifik untuk kekuasaan, pengaruh dan sumber daya alam contohnya kasus geostrategi di Indonesia.

  1. Tindakan Militer

Selama 2 dekade terakhir China sering menganggap tindakan militer dan ekonomi Indonesia, dan kenaikannya, sebagai ancaman pada kepentingannya, terutama karena kedekatan Indonesia dengan Laut Cina Selatan. Karena retorika yang dipakai oleh negara-negara regional dan perjanjian militer yang diperdebatkan antara India, Vietnam dan Jepang, wilayah ini dapat menjadi sangat diperebutkan dan titik nyala konflik negara.

  1. Hubungan Militer

Demikian juga, hubungan militer dan ekonomi yang berkembang antara Indonesia, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Singapura dirasakan di China sebagai sarana yang mengandung negara “Matahari Terbit”. Tetapi, kemunculan bersamaan China sebagai negara adidaya dengan kepentingan dalam Samudera Hindia dan cepatnya menjadi pemain dominan di Asia Selatan dan di luar Asia-Pasifik dinilai negatif oleh Negara tersebut.

  1. Adanya Perjanjian Komersial

Perjanjian komersial dan militer yang sudah disepakati oleh Beijing dengan Bangladesh, Sri Lanka, Nepal, Myanmar dan Bhutan, dan terutama aliansi militer dan nuklir dengan Pakistan, sudah digambarkan di kalangan Indonesia sebagai upaya oleh China untuk mengepung Indonesia.

  1. Tenaga Independen

Tujuan Indonesia adalah untuk kemudian menjadi pembangkit tenaga independen yang dapat menjamin stabilitas benua Asia, sambil mempertahankan posisi yang sedekat mungkin antara berbagai pemain regional serta global.

Lokasi geografis khusus Indonesia, yang terletak di persimpangan berbagai pengaruh budaya dan agama, terhubung dengan aspirasi ini. Tetapi kekuatan pendorong lain di Indonesia yang merindukan kebijakan luar negeri yang benar-benar independen adalah peningkatan dalam beberapa tahun belakangan nasionalisme popular Di Indonesia

  1. Kekuatan ekonomi dan militer

Otoritas politik ditekan pada gilirannya dalam mencari kekuatan ekonomi dan militer di Asia. Sentimen yang sangat populer tersebut mencerminan kepemimpinan India dalam Gerakan Non-Blok selama Perang Dingin, yang artinya bahwa ibukota negara tidak terikat dengan kutub euro-Atlantik atau ke kamp Soviet, meskipun telah dekat dengan Kremlin dalam hubungan luar negeri dan ekonomi.


Contoh Geopolitik yang terjadi di Asia Selatan dan di Indonesia

Terkait dengan geopolitik di kawasan Asia Selatan sangat dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan besar di luar kawasan, seperti Inggris, Rusia, Amerika Serikat, bahkan Cina. Inggris sendiri dulunya memegang peranan penting dalam pembentukan konsep geopolitik India ketika India menjadi jajahannya. Dalam perkembangannya Inggris mengalami dilema karena di satu sisi mengatur sebagian besar hubungan regional antara kerajaan – kerajaan di India, namun di sisi lain Inggris juga mengkhawatirkan hubungan India dengan dunia luar, terutama Rusia dan Cina yang memiliki land power.

Sebagaimana teori Mackinder, Inggris yang hanya memiliki kekuatan sea power tentu merasa mendapatkan ancaman dari Cina dan Rusia yang telah memiliki land power terkait kekuasaanya di India. Namun konsep geopolitik Mackinder di Asia Selatan kemudian diperbaiki oleh Cohen pada tahun 1963 yakni dengan mencoba mengkombinasikan konsep geostrategi wilayah yang lebih tinggi dan konsep geostrategic yang lebih rendah.

Baca Juga :  √Kulit: Pengertian, Fungsi, Struktur Lapisan

Dalam hal ini, Cohen kemudian mengungkapkan bahwa Asia Selatan merupakan suatu kawasan yang unik sebagaimana ia merupakan wilayah geopolitik independen yang termasuk dalam klasifikasi konsep geostrategis wilayah milik Cohen.
Merujuk kembali pada pengaruh Inggris, paska berakhirnya Perang Dunia II Inggris tidak lagi berkuasa di India. Sehingga, negara – Negara seperti India dan Pakistan pun memulai usahanya untuk dapat mengembangkan regionalisme di kawasan asia selatan dalam bidang pertahananan dan keamanan.

Namun kerjasama tersebut hanya bertahan sebentar hingag kemudian muncul konflik Kasmir antar kedua negara tersebut. Konflik keduanya kemudian membuat kawasan tersebut rentan akan kekuatan luar, terutama Amerika Serikat, Uni Soviet, dan Cina. Maka selanjutnya, penulis akan memaparkan terutama secara lebih jauh lagi bagaimana Asia Selatan membentuk pola hubungannya dengan dunia luar.

Chapman (2009) kemudian menyebutkan bahwa dalam konteks internasional, geopolitik Asia Selatan dapat dilihat melalui dua perspektif, yakni perspektif induktif sebagaimana yang diajukan oleh Mackinder dan Cohen di atas, yakni Asia Selatan merupaka wilayah geopolitik yang independen dan ditempatkan secara strategis sebagai salah satu rim-land yang berada di tengah Eurasian heartland dan dari perspektif deduktif sebagaimana pola geopolitik Asia Selatan dapat dianalisa melalui interconnected web, terutama the Political Triangle sehingga bisa saja terdapat perubahan dalam konteks internasional dari Asia Selatan sendiri (Chapman 2009, 314).

Selanjutnya, kepentingan geopolitik India yang utama adalah mencegah hilangnya keuntungan geopolitik India terhadap wilayah Kashmir yang saat ini sedang menjadi sengketa dengan Pakistan. Dalam beberapa peperangan dengan Pakistan, India mampu mempertahankan India over Kashmir. Sedangkan Kashmir sendiri sanat dirugikan pereknomiannya atas konflik yang tejadi untuk merebutkan wilayah mereka. Beberapa representasi dari Kashmir menyatakan bahwa masyarakat Kashmir ingin memiliki negara yang merdeka, sedangkan representasi lain menyatakan bahwa Kashmir ingin berintegrasi dengan Pakistan.

Hal ini lagi-lagi kemudian menimbulkan konfrontasi di Kashmir. Terkait hal tersebut, Amerika pun kemudian turut campur dalam usaha mempersatukan atau membuat India dan Pakistan lebih bersahabat. Alasan utamanya sebagaimana diungkapkan oleh Chapman (2009, 301) bahwa pertemanan keduanya dapat mengurangi anggaran yang akan dikeluarkan jika mereka berteman, Amerika Serikat berusaha mendekatkan mereka berdua. Misalnya dengan realisasi kepentingan bersama dalam SAARC (South Association for Regional Cooperation).

Maka kemudian bagaimanakah dengan geopolitik negara negara kecil di Asia Selatan, seperti Banglasdesh, Nepal, Sri Lanka, dan Bhutan? Bangladesh menghadapi tantangan terkait border nya yang berbatasan dengan Myanmar, banyaknya pengungsi dari Myanmar di wilayah perbatasan tersebut, dan terkait perekonomian mereka. Sedangkan Sri Lanka memiliki fokus pada upayanya terkait konflik dengan India atas kebocoran masuknya pengungsi di wilayah Tamil Selatan, terutama antara 1987 dan 1990. Selanjutnya Nepal, memusatkan perhatian dalam usaha keras untuk dapat menyaingi kekuatan ekonomi India dengan bantuan Cina terutama.

Kendatipun demikian, tidak dapat dipungkiri kemudian bahwa kenyataan posisi geopolitiknya India masih jauh lebih besar daripada Nepal. Sehubungan dengan Bhutan, berpusat pada keinginan untuk membesarkan nama isolasionis, ia merupakan negara Buddha dengan sistem monarki Buddha dan memiliki signifikansi pekerja imigran, khususnya dari Nepal (Chapman 2009, 301-302).

Namun hal yang menarik kemudian adalah justru negara-negara kecil seperti Sri Lanka dan Bhutan lah yang memelopori regionalisme di kawasan Asia Selatan dan mengajak para kekuatan besar yang sedang berkonflik, seperti India dan Pakistan untuk bergabung di dalamnya. Salah satunya adalah pembentukan organisasi regional SAARC (South Asian Association for Regional Cooperation) yang beranggotakan delapan negara yaitu Afghanistan, Bangladesh, Bhutan, India, Maldives, Nepal, Pakistan, dan Srilanka.

SAARC menerapkan mekanisme diplomasi dalam menyelesaikan permasalahan internal maupun eksternal sebagai upaya pencapaian kepentingan nasional dari negara-negara anggota (Chapman, 2009: 304). Selain itu, negara-negara kawasan Asia Selatan juga membentuk SAPTA (SAARC Preferential Trading Arrangement) pada 11 April 1993 dengan mengadopsi instrumen-instrumen perdagangan bebas atas dasar preferensial (sec.org, t.t.).

Tujuan dari SAPTA ini adalah berkomitmen untuk memperkuat kerjasama ekonomi intra-SAARC dengan memaksimalkan potensi domestik untuk perdagangan dan pembangunan berdasarkan kepentingan rakyat dengan berakomodasi dan menghormati prinsip-prinsip kesetaraan, kedaulatan, kemerdekaan, dan integritas territorial masing-masing negara (sec.org, t.t.). Perdagangan bebas yang terus dikembangkan tidak hanya intra-regional namun juga secara eksternal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.


Konsep Geopolitik Indonesia Bernama Wawasan Nusantara

Sebagai negara kepulauan dengan seluruh potensi baik dan buruknya, serta perkembangan dunia dengan situasi keadaan negara-negara tetangganya, sudah seharusnya membicarakan keindonesiaan dengan konsep geopolitik. Karena studi-studi saat ini yang berkembang di Indonesia dan dipergunakan sebagai alat analisis dalam mencermati bahkan mengambil keputusan-keputusan negara, tidak lagi mencukupi kebutuhan akan itu.

Dengan bentuk kepulauan dan penyebaran demografi bahkan bencana alam Indonesia, secara jelas menunjukkan kelengkapan variabel-variabel dalam geopolitik, di mana distribusi kekuasaan dan penyelenggaraan pemerintahan tidak terlepas dari manajemen kewilayahan dalam negeri, hubungan luar negara, dan garis-garis batas negara sebagai bentuk pertahanan dan keamanan negara.

Pada tahun 1973, Yves lacoste dalam La géographie, ça sert d’abord à faire la guerre, mengingatkan bahwa geopolitik dalam hubungannya dengan kekuasaan adalah sebuah pelaksanaan.

Baca Juga :  √Ciri Hukum Adat : Pengertian, Ciri, Unsur dan Contohnya

Konsep Geopolitik Indonesia Bernama Wawasan Nusantara

Pengertian Wawasan Nusantara :

Pengertian Wawasan Nusantara berdasarkan Tap MPR Tahun 1993 dan 1998, Wawasan Nusantara merupakan wawasan nasional yang bersumber pada Pancasila dan berdasarkan UUD 1945 yaitu : cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam meyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Pengertian Wawasan Nusantara Menurut Kelompok Kerja WawasanNusantara Untuk Diusulkan Menjadi Tap MPR Yang Dibuat Lemhanas


Hakikat Wawasan Nusantara

Hakikat Wawasan Nusantara adalah: Keutuhan Nusantara atau Nasional, dalam pengertian : Cara pandang yang utuh menyeluruh dalam lingkup nusantara dan demi kepentingan nasional. Ini berarti, setiap warga bangsa dan aparat negara, harus berfikir, bersikap dan bertindak secara utuh menyeluruh dalam lingkup dan demi kepentingan bangsa dan negara Indonesia.


Asas Wawasan Nusantara

Asas Wawasan Nusantara adalah ketentuan ketentuan atau kaidah-kaidah dasar yang harus dipatuhi, ditaati, dipelihara dan diciptakan agar terwujud demi tetap taat dan setianya komponen atau unsur pembentuk bangsa (suku, bangsa, golongan dll) terhadap kesepakatan atau komitmen bersama. Jika asas Wawasan Nusantara diabaikan maka berarti cerai berainya bangsa dan negara Indonesia.Asas Wawasan Nusantara terdiri dari :
• Kepentingan yang sama.
• Keadilan.
• Kejujuran.
• Solidaritas.
• Kerjasama.


Konsepsi Geopolitik

Geopolitik secara etimologi berasal dari kata geo (bahasa Yunani) yang berarti bumi yang menjadi wilayah hidup. Sedangkan politik dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara ; dan teia yang berarti urusan (politik) bermakna kepentingan umum warga negara suatu bangsa (Sunarso, 2006: 195). Sebagai acuan bersama, geopolitik dimaknai sebagai ilmu penyelenggaraan negara yang setiap kebijakannya dikaitkan dengan masalah-masalah geografi wilayah atau tempat tinggal suatu bangsa. Frederich Ratzel mengenalkan istilah ilmu bumi politik (political geography), Rudolf Kjellen menyebut geographical politic dan disingkat geopolitik.

Unsur utama Geopolitik

  • Konsepsi ruang diperkenalkan Karl Haushofer menyimpulkan bahwa ruang merupakan wadah dinamika politik dan militer, teori ini disebut pula teori kombinasi ruang dan kekuatan
  • Konsepsi frontier (batas imajiner dari dua negara)
  • Konsepsi politik kekuatan yag terkait dengan kepentingan nasional
  •  Konsepsi keamanan negars dan bangsa sama dengan konsep ketahanan nasional
    Geopolitik Indonesia
    Geopolitik Indonesia tiada lain adalah Wawasan Nusantara
  • Wawasan Nusantara tidak mengandung unsur-unsur ekspansionisme maupun kekerasan
  •  Cara pandang bangsa Indonesia tentang diri dan lingkungannya berdasarkan ide nasionalnya yang dilandasi Pancasila dan UUD 1945, yang merupakan aspirasi bangsa Indonesia yang merdeka, berdaulat dan bermartabat serta menjiwai tata hidup dan tindak kebijaksanaannya dalam mencapai tujuan nasional.
  • Wawasan nusantara juga sering dimaknai sebagai cara pandang, cara memahami, cara menghayati, cara bertindak, berfikir dan bertingkah laku bagi bangsa Indonesia sebagai hasil interaksi proses psikologis, sosiokultural dengan aspek-aspek ASTAGATRA
    Konsepsi Geostrategi
  • Suatu strategi memanfaatkan kondisi geografi Negara dalam menentukan kebijakan, tujuan, sarana utk mencapai tuj-nas (pemanfaatan kondisi lingkungan dalam mewujudkan tujuan politik).
  • Geostrategi Indonesia diartikan pula sebagai metode untuk mewujudkan cita-cita proklamasi sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan dan UUD 1945.
  • Ini diperlukan utk mewujudkan dan mempertahankan integrasi bangsa dalam masyarakst majemuk dan heterogen berdasarkan Pemb dan UUD 1945.
  • Geostrategi Indonesia dirumuskan dalam wujud Ketahanan Nasional.
  • Geostrategi Indonesia tiada lain adalah ketahan nasional

Ketahanan Nasional mrpk kondisi dinamik suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, di dalam menghadapi dan mengatasi segala ATHG baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsungg maupun tidak langsug membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan Negara serta perjuangan mengejar tujuan nasional.

Tannas diperlukan bukan hanya konsepsi politik saja melainkan sebagai kebutuhan dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah, seperti Law and order, Welfare and prosperity, Defence and security, Juridical justice and social justice, freedom of the people.


Unsur-Unsur Geopolitik Indonesia

Geopolitik memiliki unsur-unsur dasar konsepsi Geopolitik atau biasa disebut sebagai Wawasan Nusantara ada tiga,yaitu :


  • Wadah

Wawasan Nusantara sebagai wadah meliputi tiga komponen yaitu:

  • Wujud wilayah

Batas ruang lingkup wilayah nusantara ditentukan oleh lautan yang didalamnya terdapat gugusan ribuan pulau yang saling dihubungkan oleh dalamnya perairan. Baik laut maupun selat serta di atasnya merupakan satu kesatuan ruang wilayah. Oleh karena itu nusantara dibatasi oleh lautan dan daratan serta dihubungkan oleh perairan dalamnya. Sedangkan secara vertikal ia merupakan suatu bentuk kerucut terbuka ke atas dengan titik puncak kerucut dipusat bumi.

Letak geografis negara berada di posisi dunia antar dua samudera dan dua benua. Letak geografis ini berpengaruh besar terhadap aspek-aspek kehidupan nasional di Indonesia. Perwujudan wilayah nusantara ini menyatu dalam kesatuan politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.

  • Tata Inti Organisasi

Bagi Indonesia, tata inti organiasi negara didasarkan pada UUD 1945 yang menyangkut bentuk dan kedaulatan negara, kekuasaan pemerintahan, sistem pemerintahan dan sistem perwakilan. Negara Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk Republik. Kedaulatan berada di tangan rakyat yang dilaksanakan menurut Undang-Undang. Sistem pemerintahannya menganut sistem presidensial. Presiden memegang kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD 1945.

  • Tata Kelengkapan Organisasi
Baca Juga :  √Epididimis: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Bagiannya

Tata kelengkapan organisai adalah kesadaran politik dan kesadaran bernegara yang harus dimiliki oleh seluruh rakyat yang mencakup partai politik, golongan dan organnisasi masyarakat, kalangan pers serta seluruh paratur negara.

Semua lapisan masyarakat itu diharapkann dapat mewujudkan demokrasi yang secara konstitusional berdasarkan UUD 1945 dan secara ideal berdasarkan dasar falsafah Pancasila, dalam berbagai kegiatan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.


  • Isi

Isi Wawasan Nusantara tercermin dalam perspektif kehidupan rakyat Indonesia dalam eksistensinya yang meliputi cita-cita bangsa dan asas manunggal yang terpadu.

  • Cita-cita bangsa Indonesia tertuang di dalam pembukaan UUD 1945 yang meliputi:

1) Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

2) Rakyat Indonesia yang berkehidupan kebangsaan yang bebas.

3) Pemerintaahan Negara Indonesia melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial.

  • Asas keterpaduan semua aspek kehidupan nasional berciri manunggal, utuh menyeluruh yang meliputi:

1) Satu kesatuan wilayah Nusantara yang mencakup daratan, perairan dan digantara secara terpadu.

2) Satu kesatuan politik, dalam arti UUD dan politik pelaksanaannya serta satu ideologi dan identitas nasional.

3) Satu kesatuan sosial budaya, dalam arti satu perwujudan masyarakat Indonesia atas dasar “BhinekaTunggal Ika”, satu tertib sosial dan satu tertib hukum. Satu kesatuan ekonomi dengan berdasarkan atas asas usaha bersama dan asas kekelurgaan dalam satu sistem ekonomi kerakyatan.

4) Satu kesatuan pertahanan dan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata)

 5) Satu kesatuan kebijakan nasional dalam arti pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya yang mencakup aspek kehidupan nasional.

  • Tata Laku

Tata laku Wawasan Nusantara mencakup dua segi, batinniah dan lahiriah

  1. Tata laku batiniah berdasarkan falsafah bangsa yang membentuk sikap mental bangsa yang memilki kekuatan batin.
  2. Tata laku lahiriah merupakan kekuatan yang utuh, dalam arti kemanunggalan kata dan karya, keterpaduan pembicaraan, pelaksanaan, pengawasan dan pengadilan.

Perkembangan Geopolitik di Indonesia

Pembangunan geopolitik Indonesia sudah dimulai oleh para pendiri bangsa melalui ikrar sumpah pemuda, satu nusa yang berarti keutuhan wilayah nusantara, satu bangsa yang merupakan landasan kebangsaan Indonesia, satu bahasa yang merupakan faktor pemersatu seluruh wilayah nusantara beserta isinya. Rasa kebangsaan merupakan perekat persatuan dan kesatuan, baik dalam makna spirit maupun moral, sehingga membantu meniadakan adanya perbedaan fisik yang disebabkan adanya perbedaan letak geografi.

Perkembangan Geopolitik di Indonesia juga dipengaruhi adanya Globalisasi dan kemajuan teknologi yang menyebabkan wilayah kedaulatan suatu Negara terutama Negara Indonesia menjadi semakin abstrak dan kurang pasti sehingga dapat dengan mudah ditembus oleh para pelaku atau actor internasional. Kemudian adanya proses politik dan demokratisasi. Akhir tahun 2004 juga ditandai dengan keberhasilan bangsa Indonesia menyelenggarakan Pemilu dengan sistem pemilihan langsung. Proses Pemilu yang sangat transparan merupakan kunci keberhasilan KPU menyelenggarakan pesta demokrasi ini.Selanjutnya munculah tiga kasus besar, diantaranya:

1. Gerakan separatis politik dan bersenjata yang kini mengarah pada upaya pemisahan diri dari NKRI yakni, gerakan separatis bersenjata di Aceh, Gerakan Aceh Merdeka/GAM (yang telah sepakat untuk mengakui dan bergabung kembali dalam NKRI), kelompok separatis politik (KSP) dan kelompok separatis bersenjata (KSB/TPN) yang berinduk di bawah OPM di Papua, serta upaya pembentukan kembali Republik Maluku Selatan (RMS) melalui pembentukan organisasi RMS gaya baru yakni Forum Kedaulatan Maluku (FKM).Hal tersebut tentu saja akan mengancam keutuhan wilayah geografis dan persatuan NKRI sendiri.

2. Aksi kekerasan dan konflik komunal. Meski langkah-langkah penegakkan hukum telah diambil, namun diperkirakan kasus-kasus kekerasan dan konflik-konflik komunal masih akan terjadi secara insidentil. Penanganannya diawali dengan pendekatan pembangunan kebangsaan, tanpa mengabaikan keberagaman budaya, dan pada saat yang sama dilaksanakan pembangunan kesejahteraan. Meskipun upaya peningkatan kualitas proses politik dalam rangka normalisasi dan stabilisasi kehidupan masyarakat disejumlah daerah konflik dan rawan konflik relatif berjalan Iambat, tetapi perbaikan struktur dan proses politik menuju penyelesaian konflik secara bertahap dapat berjalan dengan baik.

3. Isu keamanan teritorial, perbatasan dan pulau terluar. Dalam isu keamanan perbatasan baik perbatasan darat maupun laut, terdapat sejumlah permasalahan tapal batas wilayah yang harus segera diatasi. Isu keamanan perbatasan tersebut, juga meliputi adanya kondisi pulau-pulau terluar yang berada dan berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga yang sesungguhnya berpotensi dapat lepas dari NKRI bila tidak dapat dipelihara dan dijaga dengan baik.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Pengertian Geopolitik : Fungsi, Tujuan, Contoh, Konsep, Unsur, Perembangan , semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.