Daur Air Adalah

Diposting pada

Daur Air Adalah : Tahapan, Komponen, Penyebab, Gambar – Air merupakan salah satu kebutuhan pokok seluruh makhluk hidup. Tanpa air makhluk hidup akan mati. Selain untuk kebutuhan hidup, air juga memiliki manfaat yang sangat banyak bagi manusia.


Salah satu manfaat air adalah untuk sarana transportasi. Kapal merupakan alat transportasi air yang digunakan oleh manusia untuk bepergian. Kegiatan manusia, seperti membuang sampah di sungai dapat mempengaruhi daur air sehingga dapat menimbulkan banjir.


Baca Juga :  Makna Semboyan Dari Tut Wuri Handayani dan Sejarahnya Lengkap


Apa yang akan terjadi apabila dalam kehidupan manusia tidak ada air? Pernahkah kalian merasa haus setelah berolah raga atau melakukan perjalanan jauh? Apa yang kalian perlukan agar kalian tidak merasa haus lagi?


Dalam kehidupan sehari- sehari air kita manfaatkan sebagai air minum. Banyak sekali manfaat air dalam kehidupan, tahukah kalian manfaat air lainnya selain digunakan sebagai air minum? Agar lebih mengetahui manfaat air bagi kehidupan, perhatikan uraian berikut ini!

daur-air

Pengertian Daur Air

Air merupakan senyawa yang sangat penting untuk mendukung adanya kehidupan di alam semesta. Tanpa air, manusia hewan, dan tumbuhan tak akan bisa hidup di dunia ini.


ketersediaan air di bumi kita dapat terus dijaga karena proses kerja alam melalui daur air. Daur air atau disebut juga dengan istilah daur hidrologi berproses secara sistematis melalui beberapa tahapan interaksi antara komponen abiotik pada ekosistem.


Daur air adalah salah satu daur biogeokimia yang terjadi di bumi kita. Daur air merupakan daur pergerakan air melalui tiga fase (gas, cair dan padat) di dalam empat lapisan bumi yaitu atmosfer, litosfer, hidrosfer dan biosfer.


Daur air memiliki berbagai macam manfaat yaitu mengatur suhu lingkungan, mengatur perubahan cuaca, menciptakan hujan, dan menciptakan keseimbangan dalam biosfer bumi.


Tahapan Daur Air

daur air

Ada juga dalam daur air ini, air melalui 7 proses yang berproses secara sistematis dan beraturan. Ketujuh proses itu meliputi evaporasi, transpirasi, sublimasi, kondensasi, pengendapan, limpasan (runoff), dan infiltrasi.


Baca Juga :  √Flamenco : Pengertian, Sejarah dan Ikhtisar Lengkap


Langkah ke-1 Evaporasi

Daur air dilakukan mulai dari proses evaporasi. Evaporasi ialah proses penguapan air yang ada di permukaan bumi dikarenanya adanya energi panas dari matahari.


Air dalam bentuk cair dari berbagai macam sumber air (seperti laut, danau, sungai, tanah, dan lain sebagainya) berubah menjadi uap air dan menguap ke atas lapisan atmosfer. Semakin besar panasnya matahari yang sampai  di permukaan bumi, maka laju eveporasi juga akan semakin besar.


Langkah  ke-2 Transpirasi

Selain berasal dari sumber air secara langsung, penguapan pada daur air di permukaan bumi juga dapat terjadi pada jaringan tumbuh-tumbuhan. Penguapan seperti ini disebut juga  transpirasi.


Akar  tanaman yang menyerap air dan mendorongnya ke daun untuk dipakai pada proses fotosintesis. Air hasil fotosintesis inilah selanjutnya dikeluarkan oleh tanaman melalui stomata sebagai uap air yang naik.


Langkah ke-3 Sublimasi

Sesudah dari penguapan, sublimasi juga berkontribusi dalam pembentukan uap air. Sublimasi ialah proses pada saat es berubah menjadi uap air tanpa fase cair. Sumber utama air dari proses sublimasi ialah lapisan es dari kutub utara, kutub selatan, dan es di pegunungan. Dalam daur air, sublimasi merupakan proses yang lebih lambat dari penguapan.


Langkah ke -4 Kondensasi

Pada saat air menguap menjadi uap air, maka akan naik ke lapisan atas atmosfer. Di ketinggian yang terbatas, uap air berubah menjadi partikel es yang berukuran sangat kecil dikarenakan pengaruh suhu udara yang sangat rendah. Proses ini ialah kondensasi.


Partikel-partikel Es tadi akan sama-sama mendekati satu sama lain, bersatu selanjutnya membentuk awan dan kabut di atas langit.


Baca Juga :  √Enzim : Pengertian, Cara Kerja, Fungsi, Sifat dan faktor


Langkah ke-4 Pengendapan

Awan (uap air yang terkondensasi) pasti akan turun ke permukaan bumi sebagai hujan karena pengaruh  perubahan suhu. Apabila suhu sangat rendah di bawah 0 derajat, setetes air jatuh sebagai salju atau hujan es. Melewati salah satu proses di dalam daur air ini, air selanjutnya masuk kembali ke lapisan litosfer.


Langkah 6: Limpasan

Limpasan ialah pada proses air yang sedang mengalir di atas permukaan bumi. Air tersebut berpindah dan bergerak ke tempat yang lebih rendah melalui saluran-saluran air seperti sungai dan siring hingga  masuk ke dalam danau, laut, dan samudra. Pada langkah daur air ini air masuk lagi ke lapisan hidrosfer.


Langkah 7: Infiltrasi

Sesudah hujan, gak semua air terbawa melalui tahap limpasan. Beberapa di antaranya bergerak jauh ke dasar tanah. Air ini disebut juga air infiltrasi. Air yang merembes ke dasar tanah dan menjadi air tanah.

Baca Juga :  √Pancasila : Pengertian, Sejarah dan Fugnsinya

Kesimpulannya Tanpa adanya daur air, dapat merusak keseimbangan ekosistem sehingga air tidak dapat mengalir secara alami.


Macam-Macam Siklus Air :

  1. Daur Nitrogen

Gas nitrogen ikatannya stabil dan sulit bereaksi, sehingga tidak bisa dimanfaatkan secara langsung oleh makhluk hidup. Nitrogen dalam tubuh makhluk hidup merupakan komponen penyusun asam amino yang akan membentuk protein.


Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat atau petir membentuk nitrat (NO). Tumbuhan menyerap nitrogen dalam bentuk nitrit ataupun nitrat dari dalam tanah untuk menyusun protein dalam tubuhnya.


Ketika tumbuhan dimakan oleh herbivora, nitrogen yang ada akan berpindah ke tubuh hewan tersebut bersama makanan. Ketika tumbuhan dan hewan mati ataupun sisa hasil ekskresi hewan (urine) akan diuraikan oleh dekomposer menjadi amonium dan amonia.


Oleh bakteri nitrit (contohnya Nitrosomonas), amonia akan diubah menjadi nitrit, proses ini disebut sebagai nitritasi. Kemudian, nitrit dengan bantuan bakteri nitrat (contohnya Nitrobacter) akan diubah menjadi nitrat, proses ini disebut sebagai proses nitratasi. Peristiwa proses perubahan amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan bantuan bakteri disebut sebagai proses nitrifikasi.


Adapula bakteri yang mampu mengubah nitrit atau nitrat menjadi nitrogen bebas di udara, proses ini disebut sebagai denitrifikasi. Di negara-negara maju, nitrogen bebas dikumpulkan untuk keperluan industri.


Selain karena proses secara alami melalui proses nitrifikasi, penambahan unsur nitrogen di alam dapat juga melalui proses buatan melalui pemupukan. Reaksi kimia pada proses nitrifikasi adalah sebagai berikut.


  1. Daur Fosfor

Daur Air

Unsur fosfor merupakan unsur yang penting bagi kehidupan, tetapi persediaannya sangat terbatas. Dengan kemampuannya untuk membentuk ikatan kimia berenergi tinggi, fosfor sangat penting dalam transformasi energi pada semua organisme.


Sumber fosfor terbesar dari batuan dan endapan-endapan yang berasal dari sisa makhluk hidup. Sumber ini lambat laun akan mengalami pelapukan dan erosis, bersamaan dengan itu fosfor akan dilepaskan ke dalam ekosistem. Tetapi sebagian besar senyawa fosfor akan hilang ke perairan dan diendapkan.


Fosfor dalam tubuh merupakan unsur penyusun tulang, gigi, DNA atau RNA, dan protein. Daur fosfor dimulai dari adanya fosfat anorganik yang berada di tanah yang diserap oleh tumbuhan. Hewan yang memakan tumbuhan akan memperoleh fosfor dari tumbuhan yang dimakannya.


Tumbuhan atau hewan yang mati ataupun sisa ekskresi hewan (urine dan feses) yang berada di tanah, oleh bakteri pengurai akan menguraikan fosfat organik menjadi fosfat anorganik yang akan dilepaskan ke ekosistem.


3. Daur Belerang (Sulfur)

Daur Air

Belerang dalam tubuh organisme merupakan unsur penyusun protein. Di alam, sulfur (belerang) terkandung dalam tanah dalam bentuk mineral tanah dan di udara dalam bentuk SO atau gas sulfur dioksida.


Ketika gas sulfur dioksida yang berada di udara bersenyawa dengan oksigen dan air, akan membentuk asam sulfat yang ketika jatuh ke tanah akan menjadi bentuk ion-ion sulfat (SO4 2- ). Kemudian ion-ion sulfat tadi akan diserap oleh tumbuhan untuk menyusun protein dalam tubuhnya. Ketika manusia atau hewan memakan tumbuhan, maka akan terjadi perpindahan unsur belerang dari tumbuhan ke tubuh hewan atau manusia.


Ketika hewan atau tumbuhan mati, jasadnya akan diuraikan oleh bakteri dan jamur pengurai dan menghasilkan bau busuk, yaitu gas hidrogen sulfida (H2S) yang akan dilepas ke udara dan sebagian tetap ada di dalam tanah.


Gas hidrogen sulfida yang ada di udara akan bersenyawa dengan oksigen membentuk sulfur oksida, dan yang di tanah oleh bakteri tanah akan diubah menjadi ion sulfat dan senyawa sulfur oksida yang nanti akan diserap kembali oleh tumbuhan.


  1. Daur Karbon

Sumber-sumber CO2 di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batu bara, dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen.


Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batu bara di dalam tanah. Batu bara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar CO2 di udara. Di ekosistem air, pertukaran CO2 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung.


Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, CO2 yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat.


Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah CO2 di air. Lintasan arus utama siklus karbon adalah dari atmosfer atau hidrosfer ke dalam jasad hidup, kemudian kembali lagi ke atmosfer atau hidrosfer


  1. Daur Hidrologi (Air)

Pemanasan air samudra oleh sinar matahari merupakan kunci proses siklus hidrologi tersebut dapat berjalan secara kontinu. Air berevaporasi kemudian jatuh sebagai presipitasi dalam bentuk hujan, salju, hujan es, hujan gerimis, atau kabut.


Pada perjalanan menuju bumi, beberapa presipitasi dapat berevaporasi kembali ke atas, atau langsung jatuh yang kemudian diintersepsi oleh tanaman sebelum mencapai tanah. Setelah mencapai tanah siklus hidrologi terus bergerak secara kontinu dalam tiga cara yang berbeda:


a. Evaporasi (transpirasi)

Air yang ada di laut, di daratan, di sungai, di tanaman, dan sebagainya, kemudian akan menguap ke angkasa (atmosfer) dan akan menjadi awan. Pada keadaan jenuh, uap air (awan) itu akan menjadi bintik-bintik air yang selanjutnya akan turun (precipitation) dalam bentuk hujan, salju, es, dan kabut.


  1. Infiltrasi (perkolasi)

Ke dalam tanah air bergerak ke dalam tanah melalui celah-celah dan pori-pori tanah dan batuan menuju permukaan air tanah. Air dapat bergerak akibat aksi kapiler, atau air dapat bergerak secara vertikal atau horizontal di bawah permukaan tanah hingga air tersebut memasuki kembali sistem air permukaan.


c. Air permukaan

Air bergerak di atas permukaan tanah, dekat dengan aliran utama dan danau, makin landai lahan maka makin sedikit pori-pori tanah, maka aliran permukaan semakin besar.


Aliran permukaan tanah dapat dilihat biasanya pada daerah urban. Sungai-sungai bergabung satu sama lain dan membentuk sungai utama yang membawa seluruh air permukaan di sekitar daerah aliran sungai menuju laut.


  1. Daur Oksigen

7

oksigen (O2) dalam keadaan bebas terdapat di atmosfer dan di dalam air. Oksigen tersebut diambil atau digunakan oleh makhluk hidup seperti tumbuhan, hewa, dan manusia untuk pernapasan (respirasi). Oksigen yang diambil itu kemudian diganti oleh tumbuhan hijau yang melepas oksigen ke atmosfer pada saat berlangsungnya proses fotosintesis.


Fungsi Daur Biogeokimia

Perubahan atau daur ulang unsur-unsur yang sudah dikenal dengan sebutan Daur Biogeokimia ini mempunyai peranan dan fungsi yang penting dalam menjaga kelangsungan hidup dibumi, hal ini karenakan semua materi hasil daur beogeokimia tersebut dapat digunakan oleh semua yang ada di muka bumi ini, termasuk komponen biotik ataupun komponen abiotik.


Faktor Yang Mempengaruhi Daur Air

1)   Hutan yang gundul akibat penebangan hutan secara liar.

2)   Pembakaran hutan untuk membuka lahan perindustrian.

3)   Pembangunan jalan dengan pengaspalan baik di kota maupun di desa.


Kegiatan – kegiatan tersebut mempengaruhi proses penyerapan air ke dalam tanah, sehingga saat hujan tidak merasap ke dalam tanah melainkan akan menjadi bencana seperti banjir dan kegiatan distribusi tak lancar maka terjadi kekeringan seperti di Indonesia.

demikian materi dari duniapendidikan.co.id mengenai daur air, seomoga bermanfaat bagi anda yang membacanya.