Interaksi Sosial

Diposting pada

Pengertian Interaksi Sosial

Setiap orang bergaul dengan orang lain hari demi hari.kita berbicara dengan orang lain , bersalaman, atau bahkan bermusuhan.Semua tindakan itu berciri resiprokal(timbal balik). Tindakan seperti ini dinamakan interaksi sosial.

Interaksi sosial merupakan intsari kehidupan sosial. Artinya, kehiddupan sosial tampak secara konkret dalam berbagai bentuk pergaulan seseorang dengan orang lain. Kegiatan belajar dalam kelas, hingar bingar pabrik mobil, mahasiswa brerdemonstrasi, sampai suasana ramai kampanye pemilu,tiada lain merupakan contoh interaksi sosial.

Selanjutnya ,interaksi sosial merupakan bentuk pelaksanaan kedudukan manusia sebagai mahluk sosial. Artinya, berbagai bentuk pergaulan sosial menjadi bukti betapa manusia membutuhkan kebersamaan dengan orang lain. Kita baru menyadari bahwa kita adalah makhluk sosial saat berdiskusi dengan teman, ditegur orang tua, bertengkar dengan tetangga, dan bentuk interaksi sosial lainnya.

interaksi sosial


Ciri-ciri Interaksi Sosial

Apabila kita perhatikan bahasan di depan dapat kita simpulkan bahwa interaksi sosial mempunyai cirri-ciri sebagai berikut :

  1. Pelakunya lebih dari satu orang
  2. Ada komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial
  3. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas terlepas dari sama atau tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh
  4. Ada dimensi waktu (masa lampau, masa kini, dan masa mendatang) yang akan menentukan sikap aksi yang sedang

Wujud dari perubahan itu dinamakan perubahan sosial (social change) atau proses sosial. Proses sosial adalah interaksi antar pelbagai segi kehidupan manusia, apabila orang perorangan dan kelompok manusia saling bertemu dan menentukan system serta bentuk hubungan tersebut. Pembahasan tentang proses sosial itu dibatasi pada bentuk interkasi sosial yang tampak, apabila orang perorangan atau kelompok manusia itu saling mengadakan hubungan. Pengertian ini juga menunjukan adanya hubungan sosial yang dinamis. Berlangsungnya proses interkasi di dasarkan pada pelbagai factor. antara lain factor imitasi, sugesti, identifikasi dan simpati.


Faktor Interaksi sosial

Interaksi sosial sebagai aksi dan reaksi yang timbal balik,digerakan ole faktor-faktor dari luar individu. Menurut Soerjono Soekanto, terdapat empat faktor yang menjadi dasar proses interaksi sosial.


  • Imitasi

Imitasi adalah tindakan sosial meniru sikap,tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan. Sebagai suatu proses, imitasi berdampak positif jika yang ditiru individu yang baik dimata masyarakat. Sebaliknya, imitasi menjadi negatif bila yang ditiru adalah hal negatif pula. Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi kaidah dan nilai yang berlaku. Akan tetapi, imitasi yang berlebihan dapat  pula melemahkan daya nalar dan daya kreasi seseorang.

Baca Juga :  Bendungan Terbesar Di Dunia

Contoh:

  • Seorang siswa meniru penampilan penyanyi terkenal yang berambut gondrong, memakai perhiasan berlebihan, dan suka minum-minuman keras. Lingkungan sosial akan bereaksi menilai penampilan itu tidak sopan dan
  • Seorang pemuda dengan tekun mengamati pola interaksi antarpenduduk disuatu desa terpencil karena ingin meniru upaya keras dan tekun seorang ilmuan terkenal. Tindakan ini akandipuji oleh lingkunag

  • Sugesti

Sugesti adalah pemberian pengaruh atau pandangan dari satu pihak kepada pihak lain. Akibatnya, pihak yang dpengaruhi akan tergerak mengikuti pengaruh/pandangan itu dan menerimanya secara sadar atau tidak sadar tanpa pikir panjang. Sugesri biasanya dilakukan oleh orang-orang yang berwibawa, dan bberpengaruh besar dilingkungan sosialny, dari kelompok besar (mayoritas) terhadap kelompok kecil (minoritas), ataupun orang dewasa terhadap anak-anak. Cepat atau lambatnya proses sugesti tergantung pada usia, kepribadian, kemampuan intelektual, dan keadaan fisik seseorang.

Contoh:

  • Seorang kakak akan lebih mudah menganjurkan adiknya untuk menabung atau sebaliknya.
  • Pimpinan partai politik berkampanye. Tindakan itu dilakukan untuk meyakinkan dan mempengaruhi orang banyak agar mengikuti

  • Identifikasi

Identifikasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Orang lain yang menjadi sasaran identifikasi dinamakan dola (kata idol berarti soosok yang dipuja). Identifikasi merupakan bentuk lebih lanjut dari proses imitasi dan sugesti yang pengaruhnya telah amat kuat. Misalnya, seorang remaja mengidentifikasi dirinya dengan seorang penyanyi terkenal yang ia kagumi. Lalu, ia akan berusaha mengubah penampiolan dirinya agar sama dengan penampilan penyanyi idolanya, mulai dari model rambut, pakaian, gaya bicara, bahkan sampai makanan kesukaan.


  • Simpati

Simpati adalah suatu proses seseorang merasa tertarik dengan orang lain. Rasa tertarik ini didasari oleh keinginan untuk mengerti pihak lain demi memahami perasaannya atau bekerja sama dengannya. Dibandingkan ketiga faktor interaksi sosial sebelumnya, proses simpati relatif lebih lambat, tapi pengaruhnya lebih mendalam dan tahan lama.

Agar simpati dapat berlangsung, kedua pihak perlu saling mengerti. Pihak yang satu terbuka mengungkapkan pikiran ataupun isi hatinya, pihak yang lain mau menerimanya. Itulah sebabnya simpati menjadi bahan dasar hubungan persahabatan.


Syarat-syarat Interaksi Sosial


  • Kontak

Dalam sosiologi, kata kontak tidak hanya berarti saling menyentuh secara fisik atau berhadapan langsung. Kontak dapat terjadi lewat perantara. Perantara ini bisa berupa peralata seperti telepo, telegram, radio, surat dan internet. Yng penting kontak hanya mungkin hanya bisa berlangsung bila kedua belah pihak sadar akan kedudukan atau keadaan masing-masing.

Baca Juga :  Implementasi Nilai Pancasila

  • Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling memengaruhi diantara keduanya. Komunikasi dapat dilakukan dengan bahasa atau kata-kata yang dapat dimengerti kedua pihak(komunikasi verbal). Komunikasi juga dapat dilakukan dengan gerak-gerik badan atau kode-kode tertentu(komunikasi non verbal).Misalnya tersenyum, menggeleng-gelengkan kepala, mengangkat bahu, atau menyembunyikan kentongan.


Bentuk Interaksi Sosial


  • Proses Asosiatif (Associatif Processes)

Interaksi sosial dengan proses asosiatif bersifat positif. Maksudnya, mendukung seseorang atau kelompok untuk mencapai tujuan tertentu.

  • Kerja sama (Cooperation)

Kerja sama adalah suatu usaha bersama antara orang perorang atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya. Kebiasaan dan sikap mau bekerja sama dimulai sejak kanak-kanak, mulai dalam kehidupan keluarga, lalu meningkat dalam kelompok sosial yang lebih luas. Kerja sama berawal dari kesamaan orientasi.

Misalnya warga rela bekerja bakti membersihkan lingkungan karena sama-sama menyadari manfaat lingkungan yang bersih. Kerja sama akan bertambah erat apabila ada bahaya dari luar yang mengancam, misalnya, warga semakin giat bekerja bakti membersihkan lingkungan untuk mencegah wabah demam berdarah.

  • Akomodasi (Accomodation)

Akomodasi adalah suatu proses penyesuaian diri individu atau kelompok manusia yang semula saling bertentangan sebagai upaya untuk mengatasi ketegangan. Akomodasi berarti adanya keseimbangan interaksi sosial dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat. Seringkali akomodasi terjadi dalam situasi konflik sosial (pertentangan). Akomodasi merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan pertentangan, entah dengan cara menghargai kepribadian yang berkonflik atau dengan cara paksaan atau tekanan.

  • Asimilasi

Asimilasi terjadi setelah melalui tahap kerja sama dan akomodasi. Asimilasi pada dasarnya merupakan perubahan yang dilakukan secara sukarela, yang umum dimulai dari penggunaan bahasa. Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, aasimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama


Jenis Interaksi Sosial


  • Interaksi Asosiatif

Merupakan bentuk interaksi sosial yang menguatkan ikatan sosial, jadi bersifat mendekatkan atau positif. Mempunyai sifat sebagai berikut :

  1. Didasarkan kepada kebutuhan yang nyata.
  2. Memperhitungkan efektivitas.
  3. Memperhatikan efisiensi.
  4. Mendasarkan pada kaidah-kaidah atau nilai norma dan norma sosial yang berlaku, dan
  5. Tidak memaksa secara fisik dan mental.

Adapun proses asosiatif adalah sebagai berikut :

Kerjasama (Cooperation)

Baca Juga :  Pengertian Project Based Learning

Adalah suatu usaha bersama orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Soerjono Soekanto, ada tiga bentuk kerja sama, yaitu :

  1. Bargaining
  2. Co-optation
  3. Coalition

Akomodasi (Acomodation)

Berarti adanya keseimbangan interaksi sosial dalam kaitannya dengan norma dan nilai yang ada di dalam masyarakat seringkali akomodasi terjadi dalam situasi konflik pertentangan, entah dengan cara yang menghargai kepribadian yang berkonflik atau bisa juga dengan cara paksaan atau tekanan.
Tujuan akomodasi dapat berbeda sesuai dengan situasi yang dihadapinya :

  1. Untuk mengurangi pertentangan antara orang perorangan atau kelompok sebagai akibat perbedaan paham atau bertujuan untuk menghasilkan sintesa.
  2. Untuk mencegah meledaknya suatu pertentangan, untuk sementara waktu atau secara temporer.

Bentuk Bentuk Akomodasi, antara lain :

  1. a) Koersi  e)  Konsilitasi
  2. b) Kompromi  f)  Toleransi
  3. c) Arbitrasi  g)  Statemate
  4. d) Mediasi  h)  Ajudikasi

Asimilasi

Merupakan suatu proses sosial pada tahap lanjut. Artinya terjadi setelah melalui tahap kerjasama dan akomodasi suatu asimilasi ditandai dengan usaha-usaha mengurangi perbedaan anatara orang atau kelompok.

Adapun syarat-syarat agar terbentuknya asimilasi, yaitu :

Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda.

  1. Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang lama.
  2. Kebudayaan masing-masing kelompok tsb saling berubah dan menyesuaikan diri.

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya asimilasi, yakni :

  1. Toleransi diantara sesama kelompok yang berbeda kebudayaan.
  2. Kesempatan yang sama dalam bidang ekonomi.
  3. Kesediaan menghormati dan menghargai orang asing dan kebudayaan yang dibawanya.
  4. Sikap terbuka dari golongan yang berkuasa dalam masyarakat.
  5. Persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
  6. Perkawinan antara kelompok yang berbeda budaya.
  7. Mempunyai musuh yang sama dan meyakini kekuatan masing-masing

  • Interaksi Disosiatif

Merupakan bentuk interkasi yang merusak ikatan sosial, bersifatkan menjauhkan atau negatif. Proses disosiatif dapat dibedakan menjadi 3 bagaian yaitu :

  1. Persaingan (Competition)

Merupakan suatu proses sosial ketika ada dua pihak atau lebih saling berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu.

Fungsi persaingan yaitu :

  1. Menyalurkan kengininan individu atau kelompok yang sama-sama menuntut dipenuhi, padahal sulit dipenuhi semuanya secara serentak.
  2. Menyalurkan kepentingan serta nilai-nilai dalam masyarakat, terutama kepentingan dan nilai yang menimbulkan konflik.
  3. Menyeleksi individu yang pantas memperoleh kedudukan serta peranana yang sesuai dengan kemampuannya.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Interaksi Sosial : Contoh, Bentuk, Ciri, Syarat, Faktor, Jenis, Macam, Tujuan, Pengertian, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.