Demokrasi Langsung

Diposting pada

Sejarah Demokrasi

Sebelum istilah demokrasi ditemukan oleh penduduk Yunani, bentuk sederhana dari demokrasi telah ditemukan sejak 4000 SM di Mesopotamia. Ketika itu, bangsa Sumeria memiliki beberapa negara kota yang independen. Di setiap negara kota tersebut para rakyat seringkali berkumpul untuk mendiskusikan suatu permasalahan dan keputusan pun diambil berdasarkan consensus atau mufakat.

Barulah pada 508 SM, penduduk Athena di Yunani membentuk sistem pemerintahan yang merupakan cikal bakal dari demokrasi modern. Yunani kala itu terdiri dari 1,500 negara kota (poleis) yang kecil dan independen. Negara kota tersebut memiliki sistem pemerintahan yang berbeda-beda, ada yang oligarki, monarki, tirani dan juga demokrasi.

Diantaranya terdapat Athena, negara kota yang mencoba sebuah model pemerintahan yang baru masa itu yaitu demokrasi langsung. Penggagas dari demokrasi tersebut pertama kali adalah Solon, seorang penyair dan negarawan. Paket pembaruan konstitusi yang ditulisnya pada 594 SM menjadi dasar bagi demokrasi di Athena namun Solon tidak berhasil membuat perubahan.

Demokrasi baru dapat tercapai seratus tahun kemudian oleh Kleisthenes, seorang bangsawan Athena. Dalam demokrasi tersebut, tidak ada perwakilan dalam pemerintahan sebaliknya setiap orang mewakili dirinya sendiri dengan mengeluarkan pendapat dan memilih kebijakan. Namun dari sekitar 150,000 penduduk Athena, hanya seperlimanya yang dapat menjadi rakyat dan menyuarakan pendapat mereka.


Prinsip-prinsip Demokrasi

Rakyat dapat secara bebas menyampaikan aspirasinya dalam kebijakan politik dan sosial.

Prinsip demokrasi dan prasyarat dari berdirinya negara demokrasi telah terakomodasi dalam konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Prinsip-prinsip demokrasi, dapat ditinjau dari pendapat Almadudi yang kemudian dikenal dengan “soko guru demokrasi”. Menurutnya, prinsip-prinsip demokrasi adalah:

  • Kedaulatan rakyat;
  • Pemerintahan berdasarkan persetujuan dari yang diperintah;
  • Kekuasaan mayoritas;
  • Hak-hak minoritas;
  • Jaminan hak asasi manusia;
  • Pemilihan yang bebas, adil dan jujur;
  • Persamaan di depan hukum;
  • Proses hukum yang wajar;
  • Pembatasan pemerintah secara konstitusional;
  • Pluralisme sosial, ekonomi, dan politik;
  • Nilai-nilai toleransi, pragmatisme, kerja sama, dan mufakat.
Baca Juga :  Demokrasi Terpimpin

Asas Pokok Demokrasi

Gagasan pokok atau gagasan dasar suatu pemerintahan demokrasi adalah pengakuan hakikat manusia, yaitu pada dasarnya manusia mempunyai kemampuan yang sama dalam hubungan sosial. Berdasarkan gagasan dasar tersebut terdapat dua asas pokok demokrasi, yaitu:

  • Pengakuan partisipasi rakyat dalam pemerintahan, misalnya pemilihan wakil-wakil rakyat untuk lembaga perwakilan rakyat secara langsung, umum, bebas, dan rahasia serta jujur dan adil; dan
  • Pengakuan hakikat dan martabat manusia, misalnya adanya tindakan pemerintah untuk melindungi hak-hak asasi manusia demi kepentingan bersama.

Ciri Demokrasi

Ciri-ciri pemerintahan demokratis Dalam perkembangannya, demokrasi menjadi suatu tatanan yang diterima dan dipakai oleh hampir seluruh negara di dunia. Ciri-ciri suatu pemerintahan demokrasi adalah sebagai berikut:

  • Adanya keterlibatan warga negara (rakyat) dalam pengambilan keputusan politik, baik langsung maupun tidak langsung (perwakilan).
  • Adanya pengakuan, penghargaan, dan perlindungan terhadap hak-hak asasi rakyat (warga negara).
  • Adanya persamaan hak bagi seluruh warga negara dalam segala bidang.
  • Adanya lembaga peradilan dan kekuasaan kehakiman yang independen sebagai alat penegakan hukum
  • Adanya kebebasan dan kemerdekaan bagi seluruh warga negara.
  • Adanya pers (media massa) yang bebas untuk menyampaikan informasi dan mengontrol perilaku dan kebijakan pemerintah.
  • Adanya pemilihan umum untuk memilih wakil rakyat yang duduk di lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pemilihan umum yang bebas, jujur, adil untuk menentukan (memilih) pemimpin negara dan pemerintahan serta anggota lembaga perwakilan rakyat.
  • Adanya pengakuan terhadap perbedaan keragamaan (suku, agama, golongan, dan sebagainya).

Pengertian Demokrasi Langsung

Jenis demokrasi yang akan kita bahas adalah demokrasi langsung atau bisa juga kita sebut sebagai demokrasi bersih. Mengapa disebut begitu? Di dalam jenis demokrasi ini, takyat sebagai tokoh utama dari demokrasi memiliki kebebasan secara bsolut unuk meberikan pendapatnya dalam setiap hal. Secara lebih lanjut, semua pendapat atau aspirasi rakyat dimuat dengan cepat dalam suatu pertemauan tertentu.

Pada umumnya demokrasi langsung bisa diterapkan anya di daerah degnan lingkup yang kecil, seperti kota kecil atau komunitas yang belum berkembang secara lebih jauh. Hal ini dikarenakan setiap rakyat yang ikut serta dalam musyawarah mempunyai kemungkinan yang elbih besar unuk bertemu di dalam satu tempat.

Baca Juga :  Tujuan Literasi Informasi

Demokrasi Langsung


Contoh Demokrasi Langsung


  1. Pemilihan Umum

Pemilihan umum atau dapat kita singkat menjadi pemilu ialah salah satu pesta demokrasi terbesar bagai setiap negara yang ada di negara ini. Terdapat jenis-jenis pemilu yang berbeda, bergantung pada siapa yang dipilih di dalam pemilu tersebut. Entah presiden dan wakil nya atau angota legislatif. Pemilu ialah bentuk domokkrasi langsung karena semua rakyat mempunyai hak yang sama untuk memilih calon yang dikehendaki.


  1. Demonstasi Atau Unjuk Rasa

Salah satu cara mengemukakan pendapat di muka umum ialah dengan melakukan demonstrasi atau unjuk rasa. Unjuk rasa sendiri merupakan pernyataan pendapat secara massal yang di lakukan oleh sekelompok orang dalam jumlah besar. Salah satu contoh demonstrasi yang paling besar pengaruhnya di indonesia ialah saat rakyat dan para mahasiswa menduduki gedung MPR dan DPR menuntut turunnya presiden soeharto pada tahun 1998.


  1. Pemilihan Kepala Desa

Seperti halnya pemiliha umum presiden dan anggota legislatif, pemilihan kepada desa juga adalah salah satu contoh pelaksanaan demokrasi langsung dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan pada tingkatan organisasi pemerintah yang kecil seperti desa pun rakyat bisa menyalurkan suara dalam pemilihan kepala desa untuk memilih calon yang dikehendakinya.


Keuntungan Demokrasi Langsung

  • Semua warga negara harus berkumpul di tempat tertentu untuk pertemuan massa.
  • Masalah langsung dibahas dan diperdebatkan.
  • Setiap orang kemudian langsung memutuskan suatu perkara.
  • Isu yang didukung mayoritas dianggap keluar sebagai pemenang.
  • Pertemuan warga juga bertugas menunjuk pejabat pemerintah yang memegang pos administrasi.
  • Memungkinkan warga mengajukan rancangan perundangan untuk divoting asal mendapat cukup dukungan dari masyarakat.
  • Warga juga diperbolehkan mengusulkan amandemen konstitusi asal mendapatkan cukup dukungan dari masyarakat.

Kelemahan Sistem Demokrasi Langsung

  1. Waktu dan biaya anggaran yang membengkak hal ini terjadi karena dalam pemilihan langsung memerukan biaya untuk percetakan , gaji pengawas pemilu , gaji KPU dan lain-lain ini lah yang menjadi alasan untuk di ambil kembali oleh DPRD.
  2. Politik uang merupakan hal yang akan selalu ada ketika seseorang yang haus kekuasaan sehingga menimbulkan korupsi alias ingin balik modal.
  3. Sering terjadinya konflik sosial horizontal yang terjadi di masyarakat dikarenakan elit politik yang tak memperdulikan pendukungnya sehingga memicu aksi saling serang.
  4. Sulit diterapkan pada penduduk yang jumlah polulasinya banyak karena akan banyak menguras waktu dan tenaga.
Baca Juga :  Ancaman Non Militer

Kelebihan Sistem Domokrasi Langsung

  1. Rakyat ikut merasakan memajukan daerahnya dengan cara memilih ketua daerahnya masing  masing.
  2. Rakyat mempunyai kontribusi langsung terhadap kekuasaannya
  3. Meningkatkan kesadaran politik sehingga rakya berpikir rasional dan kritis dengan masalah yang  dihadapi di daerahnya

Pengertian Demokrasi Tidak langsung

Mempunyai sifat yang berlebihan dengan dmokrasi langsung, contoh demokrasilangsung dan tidak langsung mempunyai sistem penyampaian pendapat rakyat yang berbeda. Untuk menyampaikan pendapatnya, rakyatt diharuskann menyampaikan pendapat tersebut kepada perwakilan rakyat. Lalu, perwakilan rakyat itulah yang meneruskan pendapat rakyat pada musyawarah pengambilan keputusan terkait suatu masalah tertentu. Jenis demokrasi satu ini cocok untuk di terapkan pada negara yang mempunyai tingkat permasalahan yang lebih kompleks dan juga jumlah rakyat yang besar.


Contoh Demokrasi Tidak Langsung

Didalam satu negara, contoh demokrasi langsug dan tidak langsung pasti di gunakan dalam kehdupan berpolitik negara tersebut, terlebih demokrasi tidak langsung, demokrasi ini paling banyak dipakai untuk menhsilakn berbagai keputusan penting suatu negara. Jadi, seperti apa tepatnya pelaksanaan demokrasi tidak langsung di dalam kehidupan suatu negara? Berikut ialah beberapa contoh pelaksanaan demokrasi tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari.


  1. Pembuatan Undang-undang

Di dalam suatu negara tentunya terdapat banyak rakyat yang tidak bisa disatukan di dalam satu ruang saja. Maka dari itu pembuatan undang-undang sendiri di gunakan prinsip perwakilan rakyat. Pembuatan undang-undang adalah salah satu tugas dan wewenang DPR. Pembuatan undang-undang sangatlah penting karena undang-undang ialah salah satu kebijakan publik yang berpengaruh besar tehadap kehidupan berbangsa dan bernegara.


  1. Pemilihan Ketua Umum Dewan Perwakilan Rakyat

Dewan perwakilan rakyat memang merpakan lembaga yang mewakili rakyat suatu negara. Di dalamnya terdapat ketua yang harus memimpin lembaga tersebut agar berjalan sebagai mestinya. Pemilihan ketua umum DPR ini melalui mekanisme musyawarah dari para perwakilan rakyat yang ada di DPR.


Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Demokrasi Langsung : Sejarah, Prinsip, Asas Pokok, Ciri, Pengertian, Contoh, Kelemahan, Kelebihan, Keuntungan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.