Barter Adalah

Diposting pada

Pengertian Barter

Barter merupakan kegiatan tukar menukar tidak disertai perantara uang atau alat bayar lainnya. Karena pada dasarnya manusia tidak dapat menghasilkan semua barang yang dibutuhkan. Maka dari itu manusia melakukan sistem barter, guna memperoleh barang yang mereka butuhkan.

Pengertian barter

Barter juga dapat diartikan sebagai tukar menukar barang satu dengan barang yang lain. Pada masa itu juga sudah ditetapkan barang yang selalu dipakai untuk barter. Kelemahan barter ialah sulitnya dalam mencari orang yang sama-sama membutuhkan barang dalam satu waktu.

Karena dirasa menyulitkan dan mempunyai banyak kelemahan. Yang akhirnya mendorong manusia untuk berfikir serta membuat sistem yang lebih baik dari barter untuk memudahkan perdagangan. Dengan cara menetapkan standar barang yang dipakai untuk barter.

Sesudah manusia berhasil menemukan uang sebagai alat pembayaran utama. Sistem barter tidak lagi dipakai di masyarakat umum. Namun ada sebagian orang teguh pendirian yang tetap menggunakan sistem ini, meskipun jumlahnya sangat kecil.


Penerapan Sistem Barter Dalam Perkonomian

Barter adalah kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang. Tahap selanjutnya menghadapkan manusia pada kenyataan bahwa apa yang diproduksi sendiri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Untuk memperoleh barang-barang yang tidak dapat dihasilkan sendiri mereka mencari dari orang yang mau menukarkan barang yang dimilikinya dengan barang lain yang dibutuhkannya. Akibatnya barter, yaitu barang ditukar dengan barang.

Pada masa ini timbul benda-benda yang selalu dipakai dalam pertukaran. Kesulitan yang dialami oleh manusia dalam barter adalah kesulitan mempertemukan orang-orang yang saling membutuhkan dalam waktu bersamaan. Kesulitan itu telah mendorong manusia untuk menciptakan kemudahan dalam hal pertukaran, dengan menetapkan benda-benda tertentu sebagai alat tukar. Sampai sekarang barter masih dipergunakaan pada saat terjadi krisis ekonomi di mana nilai mata uang mengalami devaluasi akibat hiperinflasi.

Meliahat sejarahnya perdagangan telah dijalankan oleh berbagai masyarakat sejak masa lalu hingga masa kini. Kembali lagi bahwa perekonomian barter adalah suatu sistem kegiatan ekonomi masyarakat yang kegiatan produksi dan perdagangannya masih sangat sederhana. Dalam sistm barter, kegiatan tukar menukar masih terbatas, dan jual-beli dilakukan dengan saling mempertukarkan barang (barter), yaitu barang ditukarkan dengan barang lainnya secara langsung.

Baca Juga :  √Pasang Surut Air Laut: Pengertian, Jenis, Manfaat, Teori

Oleh karena sistem barter terbukti tidak efisien, maka digunakan sistem perekonomian uang. Perekonomian uang adalah perekonomian yang sudah menggunakan uang sebagai alat tukar dalam kegiatan perdagangan. Saat ini, semua Negara di dunia menggunakan perekonomian uang. Semakin modern suatu negara, semakin penting peranan uang dalam mendorong kegiatan perdagangan.

Sejak berabad-abad yang lalu masyarakat telah menyadari manfaat atau fungsi uang. Peranan uang sangat penting dalam melancarkan kegiatan perdagangan.  Tanpa uang kegiatana perdagangan menjadi sangat terbatas dan spesialisasi tidak dapat berkembang. Dengan mempelajari sistem barter, akan semakkin tampak pentingnya uang.


Sejarah Barter

Sistem barter ialah salah satu bentuk awal perdagangan manusia di muka bumi. Sistem tersebut memfasilitasi pertukaran barang satu dengan barang yang lain. Sistem barter dipraktekkan karena ketika itu manusia belum menemukan uang.

Sejarah sistem barter bisa ditelusuri kembali hingga tahun 6000 SM. Sistem barter pertama kali diperkenalkan pada dunia oleh suku Mesopatania. Lalu sistem barter diadopsi oleh orang Fenesia yang menukarkan barang mereka dengan masyarakat kota lain.

Sebuah sistem yang lebih baik dari barter dikenalkan pada dunia oleh orang Babilonia. Berbagai barang sudah dipakai untuk standar atau patokan sistem barter. contohnya terngkorak manusia, namun barang yang paling popular dan sering dipakai adalah garam.


Budaya barter di Indonesia

Sampai saat ini, masih ada suku di Indonesia yang masih mempraktekkan sistem barter, diantaranya:

  • Suku Baduy
  • Suku Baliaga
  • Suku Kubu
  • Suku Dani

Jenis-Jenis Barter


  1. Barter Langsung

Barter Langsung merupakan pertukuran barang dengan barang secara langsung.


  1. Barter Alih

Barter Alih merupakan Salah satu negara yang sedang melakukan barter tidak bisa memanfaatkan barang hasil barternya sampai mengalihkan barang itu ke negara lain


  1. Barter Imbal Beli

Barter Imbal Beli merupakan Barter karena adanya kerjasama untuk saling membeli barang atau jasa yang dibutuhkan satu sama lain.


Syarat-syarat Barter

  • Orang yang akan melakukan pertukaran harus mempunyai barang untuk ditukarkan.
  • Orang yang akan melakukan pertukaran harus saling membutuhkan barang yang akan ditukarkan serta harus dilakukan pada waktu yang sama.
  • Barang yang ditukarkan harus mempunyau nilai yang sama, minimal mendekati kesamaan.

Kekurangan Barter


  • Barang Yang Akan Ditukar Mesti Di Bawa

Kelemahan sistem barter yang pertama ialah barang yang akan ditukarkan harus dibawa kemana-mana. Sampai dia menemukan orang yang memiliki barang yang dia butuhkan. Itupun kalau si pemilik barang mau menukar barangnya dengan barang lain.

Baca Juga :  Cerita Putri Gading Cempaka

Jika jumlah barang yang mauu ditukarkan masih sedikit tidak akan menjadi masalah besar. Namun bayangkan kalau seseorang hanya memiliki seekor sapi dan dia menghendaki untuk menukarkan sapinya dengan orang lain.

Betapa repotnya orang itu, harus membawa sapinya kesana kemari untuk ditukarkan. Akan lebih susah lagi jika sudah membawa sapinya ke tempat yang jauh. Namun tidak ada orang yang mau menukarkan barangnya dengan sapi tersebut.


  • Susah Dalam Transaksi

Untuk melakukan sebuah transaksi, mesti ada kerelaan dari kedua belah pihak. Salah satu kelemahan sistem barter ialah susahnya melakukan suatu transaksi. Karena belum tentu ada orang A menginginkan barang dari orang B.

Sebagai contoh budi memiliki dua ekor ayam, namun budi tidak memiliki beras. Budi berniat untuk menukarkan satu ekor ayamnya dengan satu kantong beras. Disaat budi menemukan orang yang memiliki beras budi melakukan transaksi dengannya, tapi orang itu menolak tawaran tersebut.


  • Alat Tukar Susah Untuh Dipecah-pecah

Kelemahan barter selanjutnya ialah barang yang akan tukar susah untuk pecah-pecah. Sebagai contoh, jika seorang memiliki sebuah sapi dan dia menginginkan sebuah topi. Maka orang yang mempunyai sapi harus memotong sapinya untuk ditukarkan dengan topi tersebut.


  • Sulit Menentukan Standart Nilai Tukar

Kelemahan barter selanjutnya ialah sulit menetukan nilai tukar. Contoh, seekor sapi nilainya setara dengan berapa topi? berapa beras? serta berapa kopi? Tak ada patokan khusus untuk menentukan nilai sebuah barang.

Supaya sistem ini dapat berjalan dengan baik kita harus menetukan nilai tukar setiap barang yang ada. Betapa repotnya dan sulitnya jika hal ini terjadi pada kehidupan kita.


  • Susah Untuk Menyimpan Kekayaan

Jika jaman sekarang masih memakai sistem barter maka semua orang kaya akan kesulitan untuk menyimpan hartanya DIkarenakan semakin kaya seseorang maka barangnya akan bertambah banyak. Itupun kalau barang yang disimpan termasuk barang-barang yang bertahan lama.

Coba bayangkan jika kita seorang petani jeruk yang sukses dan mempunyai ladang yang luas. Namun kalau tidak ada orang yang mau menukar barangnya dengan jeruk kita. Bukankah jeruk akan cepat membusuk, secara otomatis kita akan kehilangan harta kita.


  • Akan Ada Pihak Yang Dirugikan

Alasan sistem barter tidak dipakai pada jaman sekarang karena adanya salah satu pihak yang dirugikan. Karena adanya perbedaan nilai serta kualitas barang yang ditukar dengan barang yang lain.

Sebagai contoh apabila kita memiliki seekor kambing, akan tetapi kita tidak memiliki beras. Pasti kita akan menukarkan kambing kita dengan beras. Namun jumlah beras yang kita peroleh pasti tak senilai dengan kambing milik kita.

Baca Juga :  √Asas Kewarganegaraan: Pengertian, Tujuan dan Contohnya

Kelebihan Barter


  1. Manusia akan mengenal satu sama lain

Karena sering bertukar barang akan membuat seseorang lebih mengenal antara satu sama lain. Karena dengan sistem ini orang lebih banyak bernegosiasi atau berkomunikasi atas perdagangannya itu. Tak seperti memakai uang, jika sudah membayar maka telah selesai transaksinya.

Orang yang hidup pada jaman dahulu rata-rata mereka memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sekitar. Salah satunya sebabnya ialah adanya sistem barter ini. Semakin sering orang melakukan barter maka semakin banyak juga orang yang akan dikenalnya.


  1. Akan ada pihak yang diuntungkan

Pada praktek sistem barter pasti ada salah satu pihak yang diuntungkan. Karena tak adanya nilai patokan standar antara barang satu dengan barang yang lain. Namun pasti akan ada pihak yang akan merasakan suatu kerugian.


  1. Terjadinya tolong menolong

Karena telah sering melakukan pertukaran antara pihak satu dengan pihak yang lain. Maka akan Tubuh rasa saling tolong menolong antara satu sama lain. Dan juga akan menimbulkan sikap toleransi yang besar pada sesama manusia.


Contoh Barter Beberapa

contoh orang-orang yang pernah menggunakan sistem ini adalah sebagai berikut. Orang eropa di abad pertengahan saat menjelajah samudra menggunakan sistem barter ini dengan menukarkan barang bawaan mereka yang berupa bulu hewan dan kerajinan dengan sutra dan parfum. Pada awal-awal tahun 1930 an di Universitas Oxford dan Harvard menggunakan sistem barter ini sebab terjadinya kelangkaan uang.

Mahasiswa yang akan masuk ke universitas itu membayar biaya kuliah mereka dengan kayu bakar, satwa ternak, atau bahan makanan Adolf Hitler pernah menggunakan sistem barter ini dengan Yunani, swedia, dan Rusia dalam rangka mendapatkan dana untuk perang. Pasca Perang Dunia II, mata uang jerman mengalami inflasi, jadi mereka terpaksa melaksanakan sistem barter Di Indonesia sistem barter ini bisa dijumpai saat berwisata ke pulau komodo tepatnya di pasar Warloka, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Ketika anda ingin membeli barang di pasar itu anda wajib menyiapkan barang yang sepadan sebagai tebusan barang yang anda inginkan.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Barter Adalah : Pengertian, Sejarah, Jenis, Kekurangan, Kelebihan, Penerapan Sistem dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.