Pengertian Produk

Diposting pada

Pengertian Produk

Produk adalah hasil proses produksi yang dibuay oleh produsen atau perusahaan yang nanti akan dijual pada konsumen yang membutuhkan. Sebagian besar pendapatan sebuah perusahaan berasal dari produk yang dijualnya pada para konsumen, konsumen akan membeli produk itu untuk keperluannya sehari-hari, ataupun untuk memenuhi kepuasannya. Saat ini banyak sekali perusahaan yang berpendapat bahwa konsumen lebih menyukai produk yang harganya relatif murah tapi mempunyai kualitas yang baik.

Pengertian Produk

Jenis-jenis Produk

  1. Produk Konsumsi

Produk Konsumsi adalah produk yang dipakai oleh konsumen tingkat akhir, jadi konsumen membeli kemudian dipakai langsung sehingga tidak dijual kembali. Secara umum produk yang sering di konsumsi masyarakat digolongkan menjadi 3 bagian diantaranya:

  • Produk kebutuhan sehari-hari.
  • Produk belanjaan.
  • Produk khusus.

  1. Produk Industri

Produk Industri adalah produk yang dibeli oleh produsen atau perusahaan, yang nantinya akan dijual kembali atau dipakai sebagai bahan baku untuk proses produksi hingga menghasilkan barang lain. Jadi intinya barang atau produk industri dipakai untuk proses produksi, diantaranya yaitu:

  • Materials and parts artinya bahan baku dan suku cadang.
  • Capital items artinya barang modal.
  • Supplies and services artinya perlengkapan dan layanan bisnis.

Klasifikasi Produk

  • Berdasarkan Wujud

  • Barang adalah produk yang berwujud fisik, sehingga bisa dilihat, diraba, disetuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan serta perlakukan fisik lainnya.
  • Jasa adalah aktivitas, manfaat serta kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contoh produk berupa jasa diantaranya contohnya salon, hotel dan lain sebagainya.

  • Berdasarkan Daya Tahan

  • Barang tidak tahan lama
  • Barang tidak tahan lama (nondurable goods) merupakan barang berwujud yang biasanya habis dikonsumsi dalam 1 atau beberapa kali pemakaian. Misalnya: sabun, pasta gigi dan lain-lain.
  • Barang tahan lama

Barang tahan lama (durable goods) merupakan barang berwujud yang biasanya bisa bertahan lama dengan banyaknya pemakaian. Misalnya: lemari es dan lain-lain.


  • Barang Konsumen

Barang Konsumen merupakan barang yang dikonsumsi untuk kepentingan konsumen akhir serta bukan untuk kepentingan bisnis, ada 4 jenis barangkonsumen yakni:

  • Convenience Goods merupakan barang yang umumnya mempunyai frekuensi pembelian yang tinggi (sering dibeli), diperlukan dalam waktu segera serta membutuhkan usaha yang minimum dalam perbandingan dan pembeliannya.
  • Shooping Goods merupakan barang yang proses pemilihan dan pembelianya konsumen membandingkan harga, kualitas, serta model diantara berbagai alternatif yang ada. Misalnya: alat rumah tangga, pakaian dan lain sebagainya.
  • Speciality goods merupakan barang yang mempunyai karakteristik atau identifikasi merek yang unik dimana sekelompok konsumen bersedia melaksankan usaha khusus untuk membelinya. Biasanya jenis barang tersebut terdiri atas barang-barang mewah, dengan merek dan model yang spesifik, contohnya mobil jaguar dan pakaian desain terkenal.
  • Unsought goods merupakan barang yang tak diketahui ataupun sudah diketahui konsumen, konsumen belum tentu tertarik untuk membelinya. Misalnya: batu nisan, ensiklopedi, tanah pekuburan dan lain sebagainya.
Baca Juga :  Apa Itu Fashion

  • Barang Industri

Barang industri merupakan barang yang di konsumsi oleh konsumen antara atau konsumen bisnis. Barang industri ini selain dipakau untuk di konsumsi langsung, yakni untuk diolah menjadi barang lain atau untuk dijual kembali. Ada 3 kelompok barang industri, yakni:

  • Material and part merupakan barang yang sepenuhnya masuk dalam produk jadi. Kelompok tersebut dibagi menjadi bahan baku, bahan jadi dan suku cadang.
  • Capital Items merupakan barang tahan lama yang memberikan kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola produk jadi.
  • Supplies and service merupakan  barang yang tak tahan lama dan jasa yang memberi kemudahan dalam mengembangkan atau mengelola keseluruhan produk jadi.

Ciri-ciri Produk Yang Disukai Konsumen


  • Awet Atau Tahan Lama

Tentunya konsumen menyukai dengan produk yang tahan lama jika dipakai atau awet sehingga tidak mudah rusak, contohnya seperti telepon genggam umumnya rata-rata orang di Indonesia menyukai telepon genggam yang harganya murah tapi mempuyai daya tahan yang baik.


  • Perawatan Yang Mudah

Produk yang disukai oleh konsumen selain awet yakni mudah dirawat atau di pelihara, contohnya seperti pada pakaian, selain pakaian itu harus nyaman saat dipakai maka pakaian tersebut juga harus mudah di rawat dibersihkan atau seperti pada sepatu, banyak sekali masyarakat yang menyukai sepatu yang simpel karena selain mudah dipakai sepatu itu biasanya mudah untuk dibersihkan.


  • Murah

Sekarang ini sebagian besar konsumen menyukai produk dengan harga yang relatif murah, selain harganya yang harus terjangkau tentunya produk tersebut harus memiliki kualitas yang cukup baik.


Contoh Produk yang Dihasilkan Oleh Perusahaan atau Produsen

Contoh pada makanan yakni mie instan, sosis, pizza, kue, cemilan dan lain-lain.

Pada bumbu dan bahan untuk memasak contohnya ,contohnya minyak goreng, tepung terigu, kaldu ayam, mentega, margarin dan lain-lain.

Contoh pada minuman yaitu air mineral atau air minum kemasan, minuman kaleng atau botol, susu kemasan dan lain-lain.

Baca Juga :  √Pengertian Ideologi Sosialisme: Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Contoh pada ekektronik yakni handphone atau telepon genggam, kosol game, televisi, komputer, laptop dan lain-lain.


Atribut Produk

Menurut Kotler dan Armstrong (2008) beberapa atribut yang menyertai dan melengkapi produk (karakteristik atribut produk) adalah:


  1. Merek (branding)

Merek (brand) adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semua ini yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi produk atau jasa dari satu atau kelompok penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Pemberian merek merupakan masalah pokok dalam strategi produk. Pemberian merek itu mahal dan memakan waktu, serta dapat membuat produk itu berhasil atau gagal. Nama merek yang baik dapat menambah keberhasilan yang besar pada produk (Kotler dan Armstrong, 2008).


  1. Pengemasan (Packing)

Pengemasan (packing) adalah kegiatan merancang dan membuat wadah atau pembungkus suatu produk. Pengemasan melibatkan merancang dan membuat wadah atau pembungkus suatu produk.


  1. Kualitas Produk (Product Quality)

Kualitas Produk (Product Quality) adalah kemampuan suatu produk untuk melaksanakan fungsinya meliputi, daya tahan keandalan, ketepatan kemudahan operasi dan perbaikan, serta atribut bernilai lainnya. Untuk meningkatkan kualitas produk perusahaan dapat menerapkan program ”Total Quality Manajemen (TQM)”. Selain mengurangi kerusakan produk, tujuan pokok kualitas total adalah untuk meningkatkan nilai konsumen.


Tingkatan Produk

Pada dasarnya tingkatan produk adalah sebagai berikut:


  1. Produk Inti (Core Product)

Produk inti terdiri dari manfaat inti untuk pemecahan masalah yang dicari konsumen ketika mereka membeli produk atau jasa.


  1. Produk Aktual (Actual Product)

Seorang perencana produk harus menciptakan produk aktual (actual product) disekitar produk inti. Karakteristik dari produk aktual diantaranya, tingkat kualitas, nama merek, kemasan yang dikombinasikan dengan cermat untuk menyampaikan manfaat inti (Kotler dan Armstrong, 2008).


  1. Produk Tambahan

Produk tambahan harus diwujudkan dengan menawarkan jasa pelayanan tambahan untuk memuaskan konsumen, misalnya dengan menanggapi dengan baik claim dari konsumen dan melayani konsumen lewat telepon jika konsumen mempunyai masalah atau pertanyaan (Kotler dan Keller, 2009).


Dimensi Kualitas Produk

Menurut Tjiptono (2008), kualitas mencerminkan semua dimensi penawaran produk yang menghasilkan manfaat (benefits) bagi pelanggan. Kualitas suatu produk baik berupa barang atau jasa ditentukan melalui dimensi-dimensinya. Dimensi kualitas produk menurut Tjiptono (2008) adalah:


  1. Performance (kinerja), berhubungan dengan karakteristik operasi dasar dari sebuah produk.
  2. Durability (daya tahan), yang berarti berapa lama atau umur produk yang bersangkutan bertahan sebelum produk tersebut harus diganti. Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap produk maka semakin besar pula daya produk.
  3. Conformance to specifications (kesesuaian dengan spesifikasi), yaitu sejauh mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk.
  4. Features (fitur), adalah karakteristik produk yang dirancang untuk menyempurnakan fungsi produk atau menambah ketertarikan konsumen terhadap produk.
  5. Reliability (reliabilitas), adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.
  6. Aesthetics (estetika), berhubungan dengan bagaimana penampilan produk.
  7. Perceived quality (kesan kualitas), sering dibilang merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan.
  8. Serviceability, meliputi kecepatan dan kemudahan untuk direparasi, serta kompetensi dan keramahtamahan staf layanan.
Baca Juga :  √Sistem Pendidikan dan Problematika Pendidikan di Indonesia (LENGKAP)

Strategi Positioning Produk

Strategi positioning merupakan strategi yang berusaha untuk menciptakan differensiasi yang unik dalam benak pelanggan sasaran,  sehingga terbentuk citra (image) merek atau produk yang lebih unggul  dibandingkan merek atau produk pesaing. Strategi positioning terdiri dari:

1) Positioning berdasarkan atribut produk
2) Positioning berdasarkan harga dan kualitas
3) Positioning yang dilandasi aspek penggunaan atau aplikasi
4) Positioning berdasarkan pemakai produk
5) Positioning berdasarkan kelas produk tertentu
6) Positioning berkenaan dengan pesaing
7) Positioning berdasarkan manfaat

Kunci utama keberhasilan positioning terletak pada persepsi yang  diciptakan. Selain ditentukan oleh persepsi pelanggannya sendiri, posisi  atau citra sebuah perusahaan dipengaruhi pula oleh para pesaing dan pelanggan mereka.


Strategi Desain Produk

Strategi desain produk berkaitan dengan tingkat standarisasi produk. Perusahaan memiliki tiga pilihan strategi, yaitu produk standar, costomized   product (produk yang disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan  pelanggan tertentu), dan produk standar dengan modifikasi. Tujuan dari strategi desain produk adalah sebagai berikut:

  • Produk standar, yaitu untuk meningkatkan skala ekonomis
    perusahaan melalui produksi massa.
  • Costumized product, untuk bersaing dengan produsen produksi
    massa (produk standar) melalui fleksibilitas desain produk.
  • Produk standar dengan modifikasi, untuk mengkombinasikan
    manfaat dari dua strategi di atas.

Keragaman Produk

Keragaman produk (features) Dapat berbentuk produk tambahan dari suatu produk inti yang
dapat menambah nilai suatu produk


demikian lah pembahasan kali ini mengenai Pengertian Produk : Jenis, Klasifikasi, Ciri, Contoh, Atribut, Tingkatan, Dimensi Kualitas, Strategi Postingan, Desain, Keragaman, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.