√ Asal Usul Selat Bali dan Sejarahnya

Diposting pada

A

Menurut sejarah pada zaman dahulu ada sebuah kerajaan bernama kerajaan Daha hidup seorang Brahmana dengan nama Sidi Mantra yang banyak diketahui dan sangat terkenal kesaktiannya. Dan Sanghyang Widya menghadiahkannya harta benda dan juga seorang istri yang cantik jelita. Setelah bertahun-tahun lamanya menikah, mereka akhirnya memiliki seorang anak yang mereka beri nama Manik Angkeran.

Walaupun Manik Angkeran adalah seorang pemuda yang gagah dan juga pandai tetapi dia memiliki sifat yang tidak baik, yakni suka melakukan judi. Akibat sering kalah akhirnya dia pun terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan milik kedua orang tuanya, bahkan sampai berhutang dengan orang lain. Di karenakan tak bisa melunasi hutang-hutangnya, Manik Angkeran kemudian minta pertolongan kepada ayahnya agar dapat berbuat sesuatu. Sidi Mantra kemudian melakukan puasa dan berdo’a serta memohon bantuan para dewa. Dan tiba-tiba ia mendengar suara, yang berbunyi “Hai, Sidi Mantra, pada kawah Gunung Agung iyu terdapat sebuah harta karun yang dijaga oelh seekor naga dengan nama Naga Besukih. Pergilah kau menuju ke sana dan mintalah agar dia mau memberikan sedikit hartanya itu untukmu.”

Sidi Mantra kemudian langsung pergi menuju ke Gunung Agung dan mengatasi segala macam rintangan. Sesampainya ia pada tepi kawah Gunung Agung itu, ia kemudian duduk bersila. Sambil membunyikan genta ia pun membaca sebuah mantra seta memanggil nama Naga Besukih. Tak berlangsung lama akhirnya sang Naga tersebut keluar. Sesudah mendengar maksud dan tujuan kedatangan Sidi Mantra, Naga Besukih kemudian menggeliat dan pada sisiknya itu keluarlah intan dan emas. Dan sesudah mengucapkan rasa terima kasih, Sidi Mantra juga mohon diri. Agar sgala harta benda yang telah didapatkannya itu supaya diberikan pada anaknya Manik Angkeran yang harapannya agar dia tak lagi melakukan judi. Dan tentu saja tak lama dari situ, harta benda itu pun habis dipakai untuk taruhan. Dan Manik Angkeran untu kedua kaliinya meminta bantuan lagi kepada ayahnya. Mendengar hal itu tentu Sidi Mantra pun menolak untuk menolong anakya.

Baca Juga :  √ Announcement Text : Pengertian, Ciri, Jenis dan Struktur

Tapi kemudian Manik Angkeran mendengar dari seorang kawannya kalau harta itu diperoleh dari Gunung Agung. Manik Angkeran pun mengetahui agar bisa sampai ke sana ia juga harus membaca mantra namun ia tak pernah belajar terkait doa dan juga mantranya. sehingga, ia cuma membawa genta yang ia curi dari ayahnya sewaktu ayahnya sedang tertidur.

Dan akhirnya ia pun sampai pada kawah Gunung Agung, Manik Angkeran kemudian membunyikan gentanya itu. Dan bukan main takutnya ia sewaktu melihat Naga Besukih keluar. Sesudah Naga mendengar maksud dan tujuan kedatangan Manik Angkeran tersebut, lalu ia berkata, “Akan kuberikan harta benda yang engkau minta, namun engkau harus berjanji dulu agar merubah perilakumu. Jangan engkau berjudi lagi. Karena ingatlah semua itu akan ada hukum karma.”

Manik Angkeran sangat terpesona melihat intan, kepingan emas, dan permata di depannya. Tiba-tiba timbul niat jahat yang ada dalam hatinya. Karena ingin menperoleh harta benda dengan lebih banyak, dan secepat kilat kemudian dipotongnya ekor Naga Besukih itu pada saat beputar kembali menuju sarangnya. Langsung saja Manik Angkeran pergi melarikan diri dan tak terkejar lagi oleh Naga Besukih. Namun dengan kesaktian dari Naga itu, Manik Angkeran kemudian terbakar jadi abu pada saat jejak kakinya dijilat oleh Naga tersebut.

Dengan mendengar kematian dari anaknya itu, kesedihan hati seorang Sidi Mantra pun tak dapat terkatakan. langsung ia mendatangi Naga Besukih serta meminta agar anaknya dihidupkan lagi. Naga pun akhirnya menyanggupi asal ekornya bisa kembali sediakala. Dan dengan kesaktiannya itu, Sidi Mantra bisa memulihkan kembali ekor Naga itu. Sesudah Manik Angkeran dihidupkan kembali, ia meminta maaf dan juga berjanji untuk menjadi orang yang baik. Sidi Mantra tahu kalau anaknya telah bertobat namun ia juga mengerti kaau mereka tak lagi bisa hidup bersama.

Baca Juga :  √ Persamaan Kedudukan Warga Negara Beserta Penjelasannya

“engkau harus bisa mulai hidup baru namun tak lagi di sini,” ucapnya. Dan dalam sekejap ia pun lenyap. pada tempat ia berdiri kemudian timbul sumber airyang semakinlama semakinbesar airnya sampai berubah menjadilaut. Dan dengantongkatnya, Sidi Mantra kemudian membuat sebuah garis yang sudah mernisahkan dia dan anaknya. Kawasan tersebut kemudian berubah menjadi selat Bali yang saat ini memang memisahkansebuah yakni pulauBali dan pulauJawa.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Selat Bali dan Sejarahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :