Negara Totalitarian

Diposting pada

Pengertian Totaliterisme / Totalitarial

Totaliterisme ialah pemikiran politik yang melihat bahwa eksistensi manusia secara orang perorang tidaklah penting, sebaliknya setiap manusia menjalankan perannya untuk mendukung tercapainya kepentingan bersama.  Maka dari itu tuntunan utama ialah ideologi negara atau gagasan lain. Jerman di bawah pimpinan partai Nazi dan juga Hitler meruapakan contoh yang sering diungkapkan untuk bentuk pemerintahan yang sebagai perwujudan pemikiran politik ini.

Negara Totalitarian:

Sebagai lawan sistem demokrasi, sistem totalitarian ialah bentuk pemerintahan dari suatu negara yang tidak hanya selalu berusaha menguasai segala aspek ekonomi serta politik masyarakat, namun juga selalu berusaha menentukan nilai-nilai ‘baik’ dan juga ‘buruk’ dari prilaku, kepercayaan serta paham dari masyarakat. Hal ini mengak ibatkan ketiadaan batas di antara hak dan kewajiban dari negara ataupun masyarakat.

Di dalam ideologi ini, bukan negara yang melayani masyarakat, tetapi justru masyarakatlah yang menjadi pelayan negara. Kebebasan begitu dikekang didalam ideologi ini, sangat berbeda dengan ideologi demokrasi. Mereka yang bekerja di lembaga pemerintahan diwajibkan untuk melaksanakan berbagai tugas untuk membantu penguasa negara dalam membangun negara ke arah yang lebih baik


Ciri – Ciri Negara Yang Berideologi Totalitarianisme

Totalitarianisme mempunyai beberapa ciri diantaranya adalah:

  1. Penggunaan sains dan juga tekhnologi bukan hanya terbatas sebagai sarana kuasa, akan tetapi juga merupakan karakter kuasa totaliter.
  2. Penggunaan gerakan massa sebagai strategi pada mobilisasi.
  3. Pemusatan kekuasaan dalam satu partai yang di umumkan secara sentral, menurut prinsip pemimpin.
  4. Penggunaan metode teror, serta kekerasan. Untuk menakuti masyarakat, supaya setia terhadap Negara.
  5. Monopoli sarana informasi dan juga sejuta Negara.
  6. Ekonomi yang di umumkansecara sentral.

Negara Yang Menganut Totalitarian


  1. Republik Rakyat Tiongkok

Contoh negara totalitarianisme di dunia yang pertama adalah Republik Rakyat Tiongkok. Karakteristik ideologi totalitarianisme  di negara ini terlihat dari adanya pimpinan partai tunggal yang mengontrol system dalam negara. Sistem yang dimaksud adalah lembaga-lembaga peradilan, lembaga pendidikan, parlemen, dan mengendalikan komunikasi (bahkan termasuk didalamnya internet).


  1. Korea Utara

Selanjutnya Negara penganut totalitarianisme yakni Korea Utara. Negara ini mempunyai karakteristik ideologi egalitarianisme yakni rakyat diwajibkan atas banyak hal, pengendalian komunikasi serta alat komunikasi (termasuk internet), adanya kekuasaan mutlak pada pemimpin negara, dan juga berbagai karakteristik lainnya.

Baca Juga :  √Sistem Peredaran Darah Pada hewan : Terbuka dan Tertutup

  1. Uni Soviet Pada Masa Stalin

Berikutnya negara totalitarianisme di dunia yang ketiga ialah negara Uni Soviet pada masa pemerintahan Stalin. Rezim Stalin ini mencoba untuk mencapai nilai-nilai kemanusiaan yang universal dengan melalui pembagian kelas didalam masyarakat. Hal tersebut tentu sangat berlawanan dengan kodrat manusia, yaitu setiap orang ialah setara.


  1. Jerman Pada Masa Nazi

Sama dengan Uni Soviet di masa Stalin, Jerman di masa penguasaan Nazi juga menerapkan paham Totalitarianisme. Jerman pada saat itu berusaha untuk mewujudkan keunggulan serta kelebihan dari bangsa Arya. Menyebabkan orang-orang selain bangsa Arya diburu kemudian untuk dibunuh.

Pada era modern seperti saat ini, mungkin keberadaan dari paham totalitarianisme menjadi lebih tersamar dan juga sedikit berbeda dengan pada saat masa lalu. Konsep totalitarianisme dilaksanakan dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Misalnya seperti pengumpulan data masyarakat melalui sosial media dan juga mempengaruhinya untuk menyukai setiap kebijakan pemerintah.

  • Negara Yang Menganut Ideologi Totalitarianisme lainnya adalah : Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brazil, Chili, Cuba, Kolombia, Ekuador, Honduras, Nikaragua, Argentina, Bolivia, Panama, Paraguay, Peru, Uruguay dan juga Venezuela.aliter.

Definisi Sistem Totalitarian Ningrat

Totalitarianisme merupakan isitilah spesifik untuk sebuah pemerintahan dimana kekuasaan terpusat dan absolut dalam sebuah aspek kehidupan. Individu adalah subordinat negara dan kultural maupun oposisi ditekan keras. Dilihat dari awal kemunculanya Totalitarianisme merupakan gejala yang muncul pada akhir abad XIX dan awal abad XX. Paham ini muncul akibat semangat nasionalis yang berlebihan terhadap negara dan suku bangsa.

Sistem pemerintahan Totalitarian adalah bentuk pemerintahan dimana pemerintah berusaha untuk menguasai segala aspek kehidupan masyarakat. Penguasa mengatur aspek kehidupan masyarakat mulai dari ekonomi, politik, norma-norma yang berlaku, hingga paham dan kepercayaan masyarakat. Sistem ini hadir sebagai lawan dari sistem demokrasi, yang mana dalam sistem ini, bukan pemerintah yang melayani masyarakat namun justru masyarakat yang melayani pemerintahnya. Masyarakat wajib mendukung segala kebijakan, lembaga pemerintahan, dan proses pembangunan negara ke dalam bentuk yang sesuai dengan keiinginan penguasa.

Sistem politik totalitarian ningrat ini muncul manakala kelas ningrat (penguasa tanah dan produksi yang menduduki pemerintahan) memegang kekuasaan dan kelas lain tidak disertakan dalam pemerintahan. Dengan menggunakan metode totaliter untuk memerintah. Hal ini terjadi jika kelas lain seperti buruh, petani kelas menengah lama tidak memiliki cukup kekuatan dan tidak sanggup mendirikan pemerintahan sendiri, sementara kelas kapitalis pribumi terlalu lemah untuk membentuk pemerintahan.

Baca Juga :  Cara Mengajarkan Anak Menulis

Jika kelas ningrat berkuasa, maka proses industrialisasi dan gerakan nasional merupakan ancaman. Kekuatan kelas ningrat dapat semakin berkurang, kemungkinan akan didukung oleh kaum kapitalis untuk membentuk rezim fasis.


Ciri – ciri Sistem Totalitarian Ningrat

Dua ciri utama dari sistem totalitarian adalah adanya ideologi yang dimasukkan ke dalam aspek kehidupan masyarakatnya dan keberadaan partai politik tunggal yang memobilisir seluruh komponen masyarakat. Sistem ini juga mengontrol tata negara, termasuk lembaga-lembaga pengadilan dan parlemen (jika ada), lembaga-lembaga pendidikan, mengontrol komunikasi melalui radio, televisi, dan berbagai alat komunikasi (pada masa modern termasuk internet, seperti yang masih dilakukan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok hingga sekarang ini).

Nasionalisme dan totalitarianisme bertujuan mengintegrasikan secara keseluruhan lembaga-lembaga masyarakat ke dalam suatu pola tertentu. Kekuasaan yang mutlak ini tidak hanya menentang segala bentuk oposisi, tetapi juga mencegah otonomi lembaga-lembaga masyarakat lainnya berjalan.


Kekuatan Sistem Totalitarian Ningrat

Kelebihan yang dalam hal ini menjadi kekuatan dari sistem totalitarian ningrat sehingga dapat menjalankan roda pemerintahan selama beberapa masa adalah terorganisirnya ekonomi dan politik dalam satu titik tuju, sehingga kehidupan rakyat terjamin oleh pemerintahnya. Namun dengan berbagai kebijakan yang telah kami sebutkan di atas tadi, bahwa masyarakat (kaum tani dan menengah lama) tidak memiliki andil dalam penentuan kebijakan.

Pemerintah menguasai militer secara penuh, sehingga tidak ada kelompok yang cukup kuat untuk dapat melawan pemerintah. Dengan menguasai militer secara penuh, maka kekuatan terbesar berada di bawah kendali penguasa. Militer digunakan untuk melindungi, mendukung, dan dapat memaksa masyarakat untuk tunduk dan patuh kepada pemerintah. Mereka dapat dengan leluasa menggunakan terror dan kekerasan untuk membuat masyarakat tunduk kepada penguasa.

Pemerintahan juga cukup kuat untuk berdiri melawan kelompok masyarakat yang memberontak karena kekuasaan dipegang oleh kaum Ningrat, dibantu oleh kaum kapitalis kelas atas yang pro dengan pemerintah yang memfokuskan pada sistem ekonomi dan juga politik, namun juga berusaha menentukan nilai baik dan buruk dari kepercayaan serta kepahaman masyarakat.

Dalam sistem ini kekuasaan bersifat totaliter dengan kekuasaan mutlak bagi pemerintah untuk mengatur hampir semua bidang kehidupan masyarakatnya. Sehingga, masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk hidup secara mandiri. Segala aspek kehidupannya telah diatur oleh pemerintah agar selaras dengan tujuan para penguasa. Dengan keteraturan ini, kelangsungan hidup masyarakat menjadi terjamin.


Kelemahan Sistem Totalitarian Ningrat

Kelemahan dari sistem totalitarian ningrat adalah dengan tidak mengikut sertakan rakyat dalam penentuan kebijakan pemerintah ini membuat individu merasa berada sepenuhnya di bawah kaum yang berkuasa. Mereka tidak memiliki hak dan dengan terpaksa harus mengorbankan segalanya untuk pemerintah. Sistem seperti ini memicu timbulnya pemberontakan.

Baca Juga :  Catatan Sejarah Kanibalisme

Semakin lama sistem ini berjalan, semakin banyak rakyat yang kesal dan semakin banyak pula kelompok-kelompok pemberontak bermunculan. Inilah kemudian yang menyebabkan pemerintahan lengser dan runtuh oleh kekuatan kelompok pemberontak yang berusaha melengserkan pemerintahan yang tidak menguntungkan rakyatnya ini. Bagaimana pun kekuasaan akan runtuh dengan sendirinya.


Contoh Nyata Praktek Sistem Totalitarian Ningrat

Sifat-sifat totaliter ini dapat diamati khususnya dalam rezim-rezim bonapartis abad ke – 19, misalnya, rezim Louis Bonaparte di Prancis. Contoh – contoh khas totalitarian ningrat yang pernah tercatat dalam sejarah antara lain Jepang, Inggris Raya, dan kekhalifahan islam seperti Umayyah, Abbasiyah, dan Turki Ustmani.

Setelah Perang Dunia I, nasionalisme dan totalitarianisme semakin berkembang di negara-negara benua Eropa, seperti Jerman, Rusia, dan Italia. Contoh sistem pemerintahan yang paling sering disebut sebagai pemerintah totalitarian adalah bekas pemerintah Uni Soviet di bawah Stalin, dan Jerman pada masa Nazi.


Konsep Sistem Totalitarian Pada Zaman Modern

Dengan kemajuan teknologi (misalnya internet), perwujudan suatu pemerintah totalitarian modern mungkin berbeda dan lebih tersamar. Misalnya totalitarian pada masa sekarang tidak lagi bergantung kepada keberadaan fisik apparat. Sekarang lebih banyak menggunakan teknologi dalam mengatur kehidupan masyarakat. Apparat tidak lagi terjun langsung ke lapangan, namun masyarakat telah difasilitasi dengan berbagai alat dan teknologi canggih yang mampu menggantikan peran aparat.

Konsep sistem totalitarian pada zaman modern ini juga masih digunakan di beberapa negara di dunia, Arab Saudi misalnya. Arab Saudi menggunakan sistem kerajaan dalam menjalankan pemerintahannya. Sifat-sifatnya cukup mirip dengan totalitarian dimana terdapat satu orang yang paling berkuasa di negara tersebut, perekonomian diatur oleh pemerintah, dan ketetapan raja tidak dapat diganggu gugat. Namun meskipun menganut sistem kerajaan, masyarakat di Arab Saudi dapat sejahtera karena negaranya yang kaya dan tetap mendengarkan suara rakyatnya.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Negara Totalitarian : Pengertian, Ciri, Yang Menganut, Definisi, Sistem, Kekuatan, Kelemahan, Contoh Nyata, Konsep, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.