√ Asal Usul Kalimantan Timur : Pembentukan Provinsi dan Kota

Diposting pada

Asal Usul Kalimantan Timur

Wilayah Provinsi Kalimantan Timur dahulumerupakan hutan hujan tropis. Mempunyai beberapa kerajaan berada di Kalimantan Timur, diantaranya ialah Kerajaan Kutai (beragama Hindu), Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura dan Kesultanan Pasir.

√ Asal Usul Kalimantan Timur : Pembentukan Provinsi dan Kota

Wilayah Kalimantan Timur meliputi Kutai, Berau, Paser dan Karasikan diklaim sebagai wilayah taklukan dari Maharaja Suryanata, gubernur Majapahit di Negara Dipa sampai tahun 1620 pada saat masa Kesultanan Banjar. Dengan bala prajurit bantuan dari Kerajaan Demak, Kesultanan Banjar terus melebarkan pengaruhnya ke Kutai, Berau, dan Paser.

Traktat 1 Januari 1817, Sultan Sulaiman dari daerah Banjar menyerahkan Kalimatan Tengah, Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Selatan serta sebagian daerah Kalimantan Barat kepada Hindia Belanda. CONTRACT MET DEN SULTAN VAN BANDJERMASIN pada 4 Mei 1826. / B 29 September 1826 No. 10, Sultan Adam al-Watsiq Billah dari Banjar menegaskan lagi penyerahan wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan dan sebagian Kalimantan Barat pada pemerintahan kolonial Hindia Belanda.

Provinsi Borneo dibentuk pada 18 Agustus 1945 dipimpin gubernur pertama bernama Pangeran Muhammad Noor. Kemudian status gubernur ini Borneo jadi tak relevan sesudah Perjanjian Linggarjati. Pada saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945, Indonesia mempunyai 8 wilayah provinsi, diantaranya: Borneo (Kalimantan), Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Sulawesi, serta Sunda Kecil. Pada masa pergerakan kemerdekaan (1945-1949), Indonesia mengalami perubahan wilayah akibat dari Kolonial Belanda yang ingin menguasai Indonesia kembali, dan sejumlah “negara-negara boneka” dibentuk oleh Belanda dibeberapa wilayah Indonesia. Daerah Kalimantan Timur bergabung secara resmi dengan Indonesia pada tanggal 10 April 1950.

Pembentukan Provinsi Kalimantan Timur

Provinsi Kalimantan Timur selain sebagai kesatuan ekologis, juga sebagai kesatuan administrasi dan historis. Kalimantan Timur sebagai daerah administrasi dibentuk berdasarkan pada UU Nomor 25 Tahun 1956 dengan gubernur pertama ialah APT Pranoto.

Sebelumnya Kalimantan Timur adalah salah satu karesidenan dari daerah Provinsi Kalimantan. Sesuai aspirasi rakyat, sejak 1956 daerahnya mengaami pemekaran menjadi tiga provinsi, meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Kemduian pada 2012, kembali terjadi pemekaran daerah ditandai dengan pembentukan Provinsi yaitu Provinsi Kalimantan Utara.

Daerah Tingkat II pada wilayah Kalimantan Timur, dibentuk berdasarkan pada UU No. 27 Tahun 1959, yaitu Tentang Pembentukan Wilayah Tingkat II di Kalimantan

Lembaran Negara No.72 Tahun 1959 terdiri atas:

  • Pembentukan 2 kotamadya, yaitu:
  1. Kotamadya Samarinda, Kota Samarinda sebagai daerah ibukotanya dan juga sebagai ibukota dari Provinsi Kalimantan Timur.
  2. Kotamadya Balikpapan, kota Balikpapan sebagai daerah ibukotanya dan juga sebagai pintu gerbang wilayah Kalimantan Timur.
  • Pembentukan 4 kabupaten, yaitu:
  1. Kabupaten Kutai, dengan ibukotanya Tenggarong
  2. Kabupaten Pasir, dengan ibukotanya Tanah Grogot.
  3. Kabupaten Berau, dengan ibukotanya Tanjung Redeb.
  4. Kabupaten Bulungan, dengan ibukotanya Tanjung Selor.

 

Pembentukan Kota dan Kabupaten Baru

Peraturan Pemerintah Nomor 47 tahun 1981, dibentuk Kota Administratif Bontang di daerah Kabupaten Kutai dan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 20 tahun 1989, maka dibentuk juga Kota Madya Tarakan daerah Kabupaten Bulungan. Pada Perkembangannya sesuai ketentuan dalam UU No. 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah, maka dibentuklah 2 Kota serta 4 kabupaten, seperti:

  1. Kabupaten Kutai Barat, beribukota di Sendawar
  2. Kabupaten Kutai Timur, beribukota di Sangatta
  3. Kabupaten Malinau, beribukota di Malinau
  4. Kabupaten Nunukan, beribukota di Nunukan
  5. Kabupaten Mahakam Ulu beribukota di Ujoh Bilang
  6. Kota Tarakan (peningkatan dari awalnya kota administratif Tarakan menjadi daerah kotamadya)
  7. Kota Bontang (peningkatan dari kota administratif Bontang menjadi daerah kotamadya)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 2002, Kabupaten Pasir mengalami pemekaran dengan nama Kabupaten Penajam Paser Utara.

Pada 17 Juli 2007, DPR RI menyetujui berdiri Tana Tidung untuk kabupaten baru Kalimantan Timur, dengan ini jumlah kota/kabupaten Kalimantan Timur adalah 14 wilayah. Dan pada tahun yang sama, nama dari Kabupaten Pasir berubah namanya menjadi Kabupaten Paser berdasarkan pada Peraturan Perundang-undangan Nomor 49 Tahun 2007.

Kemudian tanggal 25 bulan Oktober tahun 2012, DPR RI mengesahkan pembentukan Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan pemekaran Kalimantan Timur. Kabupaten Malinau, Kabupaten Tana Tidung, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Bulungan, serta Kota Tarakan menjadi provinsi baru tersebut, sehingga jumlah kabupaten/kota di wilayah Kalimantan Timur berkurang menjadi 9 wilayah. Pada Mei 2013 Kabupaten Mahakam Ulu mengalami pemekaran dari wilayah Kutai Barat sehingga kabupaten/kota Kalimantan Timur menjadi sebanyak 10 wilayah.

demianlah artikel daru duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Kalimantan Timur : Pembentukan Provinsi dan Kota, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Cerita Batu Batangkup Dari Riau
Baca Juga :  √ Asal Usul Salatiga
Baca Juga :  √ 3 Solusi Otonomi Daerah Beserta Masalahnya
Baca Juga :  √ Asal Usul Bengkulu Secara Lengkap