Sikap Positif Terhadap Pancasila

Diposting pada

Pengertian Sikap Positif

Sikap artinya respon yang di berikan seseorang terhadap sesuatu atau objek yang di hadapi.Sikap positif memiliki makna prilaku yang baik.Perilaku baik terhadap ideology pancasila berarti sikap baik terhadap pancasila. Sikap seseorang bisa berupa 2 macam yaitu:


  • Sikap Positif

Respon seseorang terhadap diri sendiri,orang lain, dan segala isu social yang melahirkan perasaan suka,mendukung dan berpihak.


  • Sikap Negatif

Respon seseorang terhadap diri sendiri,orang lain,dan segala isu social yang melahirkan perasaan tidak suka,tidak mendukung dan tidak berpihak.

Sikap baik terhadap pancasila dapat di tunjukan dengan perilaku:

  1. Menerima pancasila sebagai dasar Negara dan ideologi Negara.
  2. Mempelajari,memahami makna pancasila serta nilai-nilai pancasila sebagai dasar Negara.
  3. Menghayati dan mengamalkan pancasila.
  4. Mempertahankan pancasila agar tetap lestari.
  5. Menolak segala bentuk ideology,paham,ajaran yang bertentangan dengan pancasila.
  6. Menerapkan pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sikap Positif Terhadap Pengamalan Pancasila


  • Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa ini nilai-nilainya meliputi dan menjiwai keempat sila lainnya. Dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa terkandung nilai bahwa Negara yang didirikan adalah sebagai pengejawantahan tujuan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu segala hal yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyelenggaraan Negara, bahkan moral Negara, moral penyelenggara Negara, politik Negara, pemerintahan Negara, hukum dan peraturan perundang-undangan Negara, kebebasan dan hak-hak asasi warga Negara harus dijiwai nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.


  • Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Sila kemanusiaan yang adil dan beradab secara sisitematis didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, serta mendasari dan menjiwai ketiga sila berikutnya. Sila kemanusiaan sebagai dasar fundamental dalam kehidupan kenegaraan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Dalam sila kemanusiaan terkandung nilai-nilai  bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia sebagai makhluk yang beradab. Oleh karena itu dalam kehidupan kenegaraan terutama dalam peraturan perundang-undangan Negara harus mewujudkan  tercapainya tujuan ketinggian harkat dan martabat manusia, terutama hak-hak kodrati (hak asasi) harus dijamin dalam peraturan perundang-undangan Negara.

Kemanusiaan yang adil dan beradab adalah mengandung nilai suatu kesadaran sikap moral dan tingkah laku manusia yang didasarkan pada potensi budi nurani manusia dalam  hubungan dengan norma-norma dan kebudayaan pada umumnya, baik terhadap diri sendiri, sesama manusia, maupun lingkungan. Nilai kemanusiaan yang beradab adalah pewujudan nilai kemanusiaan sebagai makhluk yang berbudaya, bermoral, dan beragama.


  • Persatuan Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila Persatuan Indonesia tidak dapat dipisahkan dengan keempat sila lainnya karena seluruh sila merupakan suatu kesatuan yang bersifat sistematis. Sila persatuan Indonesia didasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa dan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta mendasari dan menjiwai sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam. Permusyawaratan / Perwakilan dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Baca Juga :  Akulturasi Kebudayaan Hindu Budha

Dalam sila persatuan Indonesia, terkandung nilai bahwa Negara ialah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Negara adalah merupakan suatu persekutuan hidup bersama diantara elemen-elemen yang membentuk Negara yang berupa suku, ras, kelompok, golongan, maupun kelompok agama. Oleh karena itu, perbedaan adalah bawaan kodrat manusia dan juga ciri khas elemen-elemen yang membentuk Negara. Konsekuensinya Negara adalah beraneka ragam, tetapi satu, mengikatkan diri dalam suatu persatuan yang dilukiskan dalam suatu seloka, Bhinneka Tunggal Ika.


  • Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

Nilai yang terkandung dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan di dasari oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, dan mendasari serta menjiwai sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Nilai filosofis yang terkandung yang terkandung didalamnya adalah bahwa hakikat Negara adalah sebagai penjelmaan sifat kodrat manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Hakikat rakyat adalah merupakan sekelompok manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa yang bersatu yang bertujuan mewujudkan harkat dan martabat manusia dalam suatu wilayah Negara. Rakyat adalah merupakan subyek pokok pendukung Negara. Negara adalah dari, oleh, dan untuk rakyat. Oleh karena itu rakyat adalah asal mula kekuasaan Negara. Sehingga dalam sila kerakyatan terkandung nilai demokrasi yang secara mutlak harus dilaksanakan dalam hidup Negara.

Nilai-nilai permusyawaratan /perwakilan mengandung makna bahwa hendaknya dalam bersikap dan bertingkah laku mrnghormati dan mengedepankan kedaulatan Negara sebagai perwujudan kehendak seluruh rakyat. Rakyatlah yang sesungguhnya memiliki kedaulatan atau kedudukan terhormat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sesuai dengan sifat ideologi pancasila yang terbuka, maka dalam memaknai nilai-nilai permusyawaratan /perwakilan, aspirasi rakyat ,menjadi pangkal tolak penyusunan kesepakatn bersama dengan cara musyawarah/perwakilan.


  • Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Nilai yang terkandung dalam sila keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia di dasari dan dijiwai oleh sila Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, serta Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan.

Dalam sila kelima tersebut terkandung nilai-nilai yang merupakan tujuan Negara sebagai tujuan dalam hidup bersama. Maka di dalam sila kelima tersebut terkandung nilai keadilan yang harus terwujud dalam kehidupan bersama ( kehidupan sosial ). Keadilan tersebut didasari dan dijiwai oleh hakikat keadilan kemanusiaan yaitu keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri, manusia dengan manusia lain, manusia dengan masyarakat, bangsa dan negaranya, serta hubungan manusia dengan Tuhannya.

Konsekuensinya nilai-nilai keadilan yang harus terwujud dalam hidup bersama adalah meliputi (1) keadilan distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya , dalam arti pihak negaralah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk keadilan membagi, dalam bentuk kesejahteraan, bantuan, subsidi serta kesempatan dalam hidup bersama yang didasarkan atas hak dan kewajiban.

(2) keadilan legal (keadilan bertaat) yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara dan dalam masalah ini pihak wargalah yang wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam Negara. (3) keadilan komutatif yaitu suatu hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya secara timbal balik.

dalam bidang ekonomi dan sosial.

  1. Perbuatan-Perbuatan Yang Bertentangan Dengan Pancasila

Tidak dapat kita pungkiri bahwa di depan mata kita masih banyak perbuatan negatif yang di lakukan masyarakat kita.misalnya,adanya paham komunis yang sangat bertentangan dengan pancasila.Komunisme di bangun atas dasar materialism yang mengutamakan kebendaan yang mempunyai wujud fisik secara nyata.Karena hanya mengejar kebendaan semata,maka melahirkan sikap atheis,karena merasa mampu mendapatkan segala sesuatu sendiri,sehingga tidak percaya akan keberadaan tuhan.Hal ini akhirnya akan melahirkan sikap individualisme yang mengutamakan diri sendiri dan mengabaikan sesame manusia.

Baca Juga :  Fungsi Wto

Contoh Perbuatan Yang Bertentangan Dengan Pancasila


  1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa,yaitu:

Maksudnya adalah tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain, yaitu tidak boleh memaksakan orang lain memeluk agama kita atau memaksa seseorang untuk berpindah dari agama satu ke agama yang lain. Negara memberikan jaminan kebebasan kepada warga negara untuk memeluk salah satu agama atau kepercayaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Kasus yang bertentangan dengan adanya sila pertama adalah : Bom Bali, Bom Bunuh Diri di Solo


  1. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Pada sila kedua ini memiliki makna manusia diakui dan diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahluk Tuhan Yang Maha Esa, yang sama derajatnya, yang sama haknya dan kewajiban-kewajiban azasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, dan keparcayaan, jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya. Karena itu dikembangkanlah sikap saling ,mencintai sesama manusia, sikap tenggang rasa serta sikap tidak terhadap orang lain.

Kemanusiaan yang adil dan beradab berarti menjunjung tinggi nilai kemanusiaan, melakukan kegiatan-kegiatan kemanusiaan dan berani membela kebenaran dan keadilan. Manusia adalah sederajat, maka bangsa Indonesia merasakan dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia, karena itu dikembangkan sikap hormat menghormati dan bekerja sama dengan bangsa lain.

Kasus yang bertentangan dengan sila kedua ini adalah : Hutang Ciptakan Ketidakadilan bagi Rakyat Miskin, Rakyat Miskin Bulan-bulanan Ketidakadilan.


  1. Sila Persatuan Indonesia

Sila Persatuan Indonesia, menempatkan manusia Indonesia pada persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan keselamatan Bangsa dan Negara di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Menempatkan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan pribadi, berarti manusia Indonesia sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan Negara dan Bangsa, bila diperlukan. Sikap rela berkorban untuk kepentingan negara dan Bangsa, maka dikembangkanlah rasa kebangsaan dan bertanah air Indonesia, dalam rangka memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Persatuan dikembangkan tas dasar Bhineka Tunggal Ika, dengan memajukan pergaulan demi kesatuan dan persatuan Bangsa Indonesia.


  1. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan dan Perwakilan.

Artinya manusia Indonesia sebagai warga negara dan warga masyarakat Indonesia mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Dalam menggunakan hak-haknya ia menyadari perlunya selalu memperhatikan dan mengutamakan kepentingan negara dan kepentingan masyarakat. Karena mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama, maka pada dasarnya tidak boleh ada suatu kehendak yang dipaksakan kepada pihak lain. Sebalum diambil keputusan yang menyangkut kepentingan bersama terlebih dahulu diadakan musyawarah. Keputusan iusakan secara mufakat. Musyarwarah untuk mencapai mufakat ini, diliputi oleh semangat kekluargaan, yang merupakan ciri khas Bangsa Indonesia.

Manusia Indonesia menghormati dan menjunjung tinggi setiap hasil keputusan musywarah, karena semua pihak yang bersangkutan harus menerimanya dan melaksankannya dengan baik dan tanggung jawab. Kasus yang menyimpang dari sila ini adalah : Hukuman antara koruptor dengan pencuri kakao, dan semangka.


  1. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Maksudnya yaitu manusia Indonesia menyadari hak dan kewajiban yang sama untuk menciptakan keadilan soial dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Dalam rangka ini dikembangkan perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Untuk itu dikembangkan sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta menghormati hak-hak orang lain.

Toleransi Kepada Pemeluk Agama Lainnya

Karena kita tinggal di Negara Indonesia, maka kita juga mesti memperhatikan nilai-nilai dasar Pancasila di hidup bermasyarakat. Pada sila pertama kita mengetahui Nilai Ketuhanan dimana sebagai wujud jika suatu negara harus mempercayai keberadaan Tuhan YME. Negara Indonesia ialah negara yang mengizinkan masyarakatnya untuk menganut berbagai agama dan kepercayaan. Tak hanya ada 1 agama saja di negara kita ini. Oleh karena itu kita sebagai warga yang taat pancasila harus mempunyai sikap toleransi kepada pemeluk agama lainnya yang dapat diwujudkan dalam beberapa tindakan :

Baca Juga :  √Bentuk Identitas Nasional : Pengertian, Hak dan Unsurnya

Sikap Positif Terhadap Pancasila

  • Menghormati agama lain yang sedang beribadah .
  • Mengucapkan selamat kepada masyarakat pemeluk agama lain yang sedang merayakan hari raya agama mererka.
  • Menghormati kepercayaan atau agama orang lain.
  • Tidak membanding-bandingkan agama lain terhadap agama sendiri.

Menjadi Masyarakat Yang Adil dan Tidak Membeda-Bedakan

Indonesia sendiri ialah negara yang bhinneka tunggal jika, beragam suku dan budaya ada di Indonesia. Oleh karena itu sebagai masyarakat yang baik tentu saja kita semua harus mengerti tentang makna persamaan kedudukan warga negara. Untuk mewujudkan nilai positif pancasila, maka yang harus kita lakukan sebagai masyarakat adalah menjadi masyarakat yang adil serta tidak membeda-bedakan, hal ini dapat diwujudkan dalam beberapa tindakan :

  • Tidak membeda-bedakan warga lainnya lewat suku, ras, dan agama mereka.
  • Tidak boleh main hakim sendiri.
  • Menghormati tetangga kita yang mungkin berbeda agama maupun berbeda suku dengan kita.
  • Mengambil keputusan dengan melakukan musyawarah mufakat.

Menjaga Keutuhan Bangsa dan Tanah Air

Pancasila adalah salah satu patokan untuk Warga Negara Indonesia di dalam bersikap. Sebagai warga yang baik tentu kita semua harus mengetahui juga contoh Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dalam kehidupan sehari-hari supaya kita dapat menjadi warga sesuai dengan Pancasila. Kita mempunyai kewajiban untuk menjaga keutuhan Bangsa dan Tanah Air Indonesia, dan wajib melakukan contoh sikap positif terhadap Pancasila dalam lingkungan masyarakat berikut adalah contohnya :

  • Tidak menjadi provokator dengan menyebutkan isu-isu yang berhubungan dengan agama, politik, atau lainnya sampai memicu perpecahan bangsa.
  • Mempunyai semangat hidup rukun meski berbeda-beda agama dan suku.
  • Tidak memojokkan sebuah agama atau suku yang minoritas demi mendapatkan keuntungan.
  • Menerima keputusan orang lain.
  • Hidup saling gotong royong serta saling membantu orang lain yang lagi membutuhkan.

Sikap Positif Terhadap Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bisa ditunjukkan lewat perilaku sebagai berikut:

  • Menerapkan Pancasila di kehidupan berbangsa dan bernegara.
  • Menolak peraturan perundang-undangan yang menyimpang dengan Pancasila.
  • Menerima Pancasila sebagai dasar negara serta Ideologi negara.
  • Mempelajari serta memahami makna Pancasila, nilai-nilai Pancasila dan kedudukan Pancasila sebagai dasar negara serta Ideologi negara.
  • Berusaha memahami dan mengamalkan Pancasila.
  • Mempertahankan Pancasila .
  • Menolak semua bentuk ideologi, faham, ajaran yang bertentangan dengan Pancasila.
  • Mengawasi penyelenggaraan negara supaya pelaksanaannya tidak bertentangan dari Pancasila.

Contoh Sikap Positif Terhadap Pancasila Dalam Lingkungan Keluarga

  • Mengamalkan nilai-nilai Pancasila dilingkungan keluarga.
  • Mematuhi peraturan dilingkungan keluarga.
  • Menghormati semua anggota keluarga.
  • Menjaga nama baik keluarga kita.
  • Menciptakan kerukunan dalam dilingkungan keluarga.

Contoh Sikap Positif Terhadap Pancasila Dalam Lingkungan Sekolah

  • Menjaga keamanan serta ketertiban sekolah kita.
  • Tidak membeda-bedakan teman dalam bergaul baik agama,ras,atau lainnya.
  • Melaporkan kepada guru jika ada siswa yang melakukan kegiatan yang bertentangan dengan Pancasila.
  • Menghormati teman yang sedang ibadah.
  • Menaati tata tertib sekolah kita.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Sikap Positif Terhadap Pancasila : Pengertian, Contoh Perbuatan, Toleransi, Beserta Contohnya , semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.