Harga

Diposting pada

Pengertian Harga

Harga merupakan jumlah uang yang perlu di keluarkan oleh konsumen untuk mendapatkan suatau produk atau jasa yang di butuhkannya. Harga dapat di definisikan sebagai nilai produk atau jasa yang dinyatakan dengan uang. Dengan harga maka konsumen bisa membandingkan nilai produk yang satu dengan yang lainnya.


Fungsi Harga

  • Untuk menunjang aktivitas transaksi dimana saja dan kapanpun saja, jadi dengan terbentuknya harga maka aktivitas jual-beli dapat berjalan dengan baik dan tanpa batasan.
  • Harga bisa membuat segala transaksi semakin gampang, harga bisa menjadi alat tukar antara penjual dan pembeli dengan uang sebagai penentu besar kecilnya transaksi .
  • Harga bisa menjadi acuan untuk memperhitungkan besar-kecilnya nilai suatu produk yang akan di jual.
  • Dengan harga,konsumen dapat menilai faktor apa saja yang terdapat pada suatu produk atau jasa yang diinginkannya.
  • Harga bisa membantu konsumen untuk mengambil keputusan tentang manfaat terbaik yang dapat diperoleh dari produk atau jasa yang akan di beli, berdasarkan daya belinya.

Metode Penetapan Harga


  1. Penetapan Harga Biaya Plus

Penetapan Harga Biaya Plus adalah metode pada saat harga jual satuan unit produk ditentukan dengan cara menghitung jumlah keseluruhan biaya satuan unit, ditambah lagi dengan jumlah tertentu untuk menutupi laba yang di inginkan pada unit tersebut yang bernama margin. Margin adalah presentase dari harga jual akhir yaitu laba, contohnya kamu membeli produk dengan harga Rp. 1000.000 kemudian kamu menjualnya dengan harga Rp. 1.250.000, maka margin harganya sama dengan laba/keuntungan, yakni Rp. 25.000.


  1. Penetapan Harga Mark – up

Penetapan Harga Mark – up adalah penetapan harga jual, dengan cara harga jual per unit produk dapat ditentukan dengan menghitung harga pokok dari pembelian per unit di tambah dengan jumlah tertentu (mark–up).


  1. Penetapan Harga Break Even Point / BEP

Penetapan Harga Break Even Point / BEP adalah penetapan harga jual berdasarkan kesimbangan antar jumlah total biaya keseluruhan dengan penerimaan keseluruhannya. Break Even Point (BEP) artinya uga sebagai pada suatu keadaan dimana produsen di dalam operasinya tidak mendapatkan keuntungan dan tidak mendapatkan kerugian.


  1. Penetapan Harga berdasarkan Harga Kompetitor Atau Pesaing

Penetapan harga produk atau jasa dilakukan menggunakan harga pesaing bertujuan sebagai acuan. Penetapan harga jual berdasarkan dari pesaing contohnya menetapkan harga produk atau jasa di bawah harga pasar bertujuan untuk meraih pangsa pasar.


  1. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan

Penetapan harga pada metode ini berasal dari pernyataan konsumen,pada dasarnya konsumen merasa harga suatu produk atau jasa terasa murah atau mahal dan dibandingkan dengan kualitas atau kepuasan yang di dapatkannya. Permintaan konsumen sendiri berasal dari berbagai macam pertimbangan contohnya seperti: daya beli, status produk terhadap gaya hidup (apakah produk tersebut termasuk produk kebutuhan sehari-hari atau hanya berguna untuk status sosial), manfaat yang bisa di berikan dari suatu produk atau jasa tersebut dan lain-lain.


Tujuan Penetapan Harga


  • Untuk Memaksimalkan Keuntungan Atau Laba

Dengan menetapkan atau mematok harga produsen bisa memperkirakan keuntungan yang dapat.


  • Untuk Meraih Pangsa Pasar

Adanya penetepan harga pada suatu produk atau jasa mempengaruhi adanya harga pesain dari produsen lain.

Baca Juga :  Pengertian Merantau

  • Untuk Stabilisasi Harga

Adanya penetapan harga pada suatu produk atau jasa bisa menstabilkan harga barang sesuai dengan kualitas yang diberikan.


  • Untuk Pengembalian Modal Usaha

Adanya penetepan harga dapat memperkirakan keuntungan yang didapat sebagai pengembalian modal usaha yang dikeluarkan.


  • Mempertahankan Pangsa Pasar

Adanya penetapan harga bertujuan untuk mempertahankan pangsa pasar agar harga pada suatu produk atau jasa bisa bersaing dengan produsen atau perusahaan lain.


  • Untuk Menjaga Kelangsungan Hidup Perusahaan

Adanya penetapan harga untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan supaya bisa mengambil untung dari produk atau jasa yang diberikan,jika suatu perusahaan mengalami kerugian akan mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan tersebut.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Harga


  1. Keadaan Perekonomian

Jika perekonomian melambung tinggi akan mempengaruhi tingka harga pada suatu produk atau jasa.maka jika ingin harga seimbang,harus di imbangin dengan perekonomian yang stabil.


  1. Penawaran dan Permintaan

Semakin banyak permintaan suatu produk atau jasa yang ditawarkan maka semakin tinggi harga pada suatu produk atau jasa,hal tersebut bersifat berkebalikan


  1. Elastisitas Permintaan

Semakin tinggi nya permintaan barang maka meningkatkan tingkat harga pada suatu produk atau jasa yang diberikan.


  1. Persaingan

Semakin banyak pesaing maka perusahaan bersaing dalam meningkatkan kualitas barang dan mempermurah harga.


  1. Biaya

Semakin tingginya biaya produk atau jasa mempengaruhi tingkat harga barang di pasaran.


  1. Tujuan Perusahaan

Perusahaan bisa menghitung keuntungan dalam menetapkan harga pada produk atau jasa.


  1. Pengawasan Pemerintah

Pemerintah memberikan tingkat harga yang sesuai dengan kesanggupan masyarakat dalam membeli suatu produk atau jasa.


Strategi Penetapan Harga

Hargaadalah satu-satunya variabel strategi pemasaran yang berkaitan dengan pemasukan perusahaan. Condous (1983) menyarankan, apabila pengenaan biaya (charging) merupakan suatu keharusan, maka besarnya harus disesuaikan dengan kemampuan pengguna. Menentukan kebijakan harga memang penting dilakukan, karena selain akan berpengaruh secara langsung terhadap pendapatan perusahaan, juga akan berpengaruh terhadap daya saing atas kompetitor


Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Dalam menetapkan harga produk baru, usahakan menentukan harga yang dapat menarik minat pasar. Ada dua cara yang dapat digunakan dalam menetapkan harga produk baru, yaitu sebagai berikut :

  • Skimming price

Yaitu menetapkan harga yang tinggi pada produk baru, dengan disertai promosi yang besar – besaran. Kemudian semakin lama, harganya akan semakin turun. Misalnya pada produk elektronik seperti handphone, laptop, ataupun computer.

  • Penetration price

Penetration price adalah kebalikan dari skimming price, dengan menetapkan harga awal serendah mungkin untuk meraih pangsa pasar yang luas menjangkau semua kalangan guna membangun image pada konsumen.  Misalnya pada tarif layanan operator baru ( Axis )


Strategi Penerapan Harga Produk Lama

Untuk penetapan harga produk lama yang sudah beredar dipasaran, biasanya dapat berubah harga jika dipengaruhi adanya perubahan lingkungan pasar ataupun adanya pergeseran permintaan konsumen. Untuk mengatasi faktor tersebut, para produsen menggunakan tiga strategi penetapan harga sebagai berikut :

  1. Untuk mempertahankan posisi dalam pasar serta image yang telah tertanam di masyarakat, produsen menggunakan strategi untuk tetap mempertahankan harga yang ada di pasaran.
  2. Produsen menurunkan harga, namun jika menggunakan strategi tersebut produsen harus memiliki cadangan biaya yang besar karena harus menerima keuntungan yang kecil.
  3. Menaikan harga produk, strategi ini dilakukan suatu usaha untuk mempertahankan keuntungan yang diperoleh di tengah naiknya biaya produksi.
Baca Juga :  Cara Membuat CV Surat Lamaran Kerja

Prosedur Penentuan Harga

Prosedur atau proses penetapan harga yang dilakukan oleh manajer mencakup beberapa tahap seperti yang terlihat dalam gambar 7.3. Tahap-tahap penetapan harga tersebut adalah :


  • Menentukan Tujuan Penetapan Harga

Dalam strategi penentuan harga, manajer harus menetapkan dulu tujuan penetapannya. Tujua ini berasa dari perusahaan itu sendiri yang selalu berusaha menetapkan harga barang dan jasa setetpat mungkin. Oleh karena itu, tinjauan kita disini berawal dari segi manajemen perusahaan yang mempunyai kepentingan dengan masalah penetapan harga.

Keputusan untuk menetapkan harga sering pula melibatkan kepentingan pimpinan puncak terutama untuk produk baru. Penentuan ingkat harga tersebut biasanya dilakukan dengan mengadakan beberapa perubahan untuk menguji pasarnya. Jika pasarnya menerima penawaran tersebut, berarti harga itu sudah sesuai. Tetapi jika mereka menolak maka harga tersebut perlu diubahsecepatnya. Disini kita perlu meninjau tentang apa yang menjadi tujuan bagi penjual dlam menetapkan harga produknya.


  • Memperkirakan Permintaan Untuk Barang Tersebut dan Elastisitas Harganya

Dalam tahap ini, penjual membuat estimasi permintaan barangnya secara total. Pengestimasian permintaan tersebut dapat dilakukan dengan :

  1. Menentukan harga yang diharapkan(expected price), yaitu harga yang diharapkan dapat diterim oleh konsumen; dan ini dapat ditentukan dengan menggunakan ancar-ancar, misalnyaRp 1500,00 dan Rp 1.800,00 atau tidak lebih dari Rp 1.800,00.
  2. Mengestimastikan volume penjualan pada berbagai tingkat harga. Hal ini menyangkut pula pertimbangan tentang masalah elastisitas permintaan suatu barang. Barang yang memppunyai permintaan pasar elastis, biasanya akan diberi harga lebi rendah dari barang yang mempunyai permintaan inelastis. Mengestimimasilkan volume penjualan pada berbagai tingkat harga yang berbeda adalah penting juga dalam hubungannya dengan penentuan titik impas(break-even point).

Cara-cara tersebut sebenarnya tidak terlepas dari prtimbangan masalah biaya untuk mengetahui seberapa besar margin yang diterima dapat menutup investasi.


  • Mengantisipasi Reaksi dalam Persaingan

Kondisi persaingan sangat mempengaruhi kebijakan penentuan harga bagi peruahaan atau pemasar. Oleh karena itu, pemasar perlu mengetahui reaksi persaingan yang terjadi di pasar serta sumber-sumber penyebabnya. Adapun sumber-sumber persaingan yang ada dapat berasal dari :

  1. Barang sejenis yang dihasilkan oleh perusahaan lain
  2. Barang pengganti atau subsitusi
  3. Barang-barang lain yang dibuat oleh perusahaan lain yang sama-sama menginginkan uang konsumen.

Aspek-aspek utama para pesaing yang perlu diperhatikan adalah biaya dan harga agar posisi ompetetif strategis yang diinginkan untuk suatu baranng atau jasa dipasar sasaran dapat dicapai. Jadi, pemasar perlu mempelajari dan menelusur harga, biaya, dan kualitas relatif yang ditawarkan oleh para pesaing.


Menentukan Pangsa Pasar yang Dapat Diharapkan

Perusahaan yang agresif selalu menginginkan pangsa pasar yang lebih besar. Kadang-kadang, perluasan pangsa pasar harus dilakukan dengan mengadakan periklanan dn bentuk lain dari persaingan bukn harga, di samping dengan harga tertentu. Pangsa pasar yang diharapkan tersebut kan dipengaruhi oleh kapasitas produksi yang ada, biaya ekspansi, dan mudahnya memasuki persaingan.

Baca Juga :  Enzim adalah

  • Memilih Strategi Harga Untuk Mencapai Pasar Sasaran

Dalam hal ini penjual dapat memilih di antara dua macam strategi harga yang dianggap ekstrem, yaitu:


  • Skim-The-Cream-Pricing

Strtegi ini menetapkan harga yang tinggi dengan maksud perusahaan dapat memperoleh laba yang maksimal. Tentu saja, strategi seperti ini hanya dapat diterapkan apabila kondisi persaingan sangat longgar atau bhkan nyaris tanpa persaingan sehingga dengan harga berapa pun produk itu tetap akan diminati oleh konsumen.


  • Penetration Pricing

Berlawanan dengan strategi di atas, trategi ini menetapkan harga produk yang serendah-rendahnya. Hal ini dimakudkan untuk mencapai volume penjualan yang setinggi-tingginya di segmen pasar tertentu. Strategi seperti ini dapat diterapkan apabila kondisi persaingan sangat ketat, ata kondisi pasar sudah menunjukkan kejenuhan.


  1. Mempertimbangkan Kebijakan Pemasaran Perusahaan

Tahap selanjutnya dlam prosedur penentuan harga adlah mempertimbangkan kebijakan pemasaran persahaan dengan melihat pada produk, sistem distribusi, dan program promosinya. Perusahaan tidak dapat menentukan harga suatu produk tanpa mempertimbangkan produk lain yang ditawarkannya. Demikian pula dalam saluran distribusinya, harus diperhatikan ada atau tidaknya penyalur yang juga menerima sebagian dari harga jual.


  • Memilih Metode Perhitungan Harga

Pemasar dapat menghadapi dua kendala dalam penetapan harga, yaitu : (a) kompleksitas persoalan yang ada dan (b) informasi yang tidak lengkap, khususnya tentang permintaan dan biaya. Adanya dua kendala tersebut pemasar berusaha menyederhanakan perhitungannya. Metode-metode penetapan harga yang dimaksud adalah :

  1. Penetapan harga yang berorientasi pada biaya
  2. Penetapan harga yang berorientasi pada persaingan
  3. Penetapan harga yang berorientasi pada permintaan atau pelanggan.

  • Menetapkan Tingkat Harga

Tingkat harga yang ditetapkan oleh pemasar dapat didasarkan pada salah satu metode penghitungn harga. Metode perhitungan harga yang sudah dipilih ditindak lanjuti dengan memasukan data atau informasi yang diperlukan sehingga menghasilkan satu tingkat harga tertentu. Tingkat harga inilah yang ditawarkan kepada konsumen. Jadi, harga yang ditawarkan tersebut semata-mata hanya ditentukan atas dasar metode penghitungan harga beserta data yang diperlukan.


  • Struktur Harga Terhadap Variasi dalam Permintaan dan Biaya Dimasing-masing Segmen

Tahap terakhir dalam penetapan harga ini adalahberkaitan dengan penentuan suatu struktur harga yang menyesuaikan dengan variasi-variasi dalam biaya dan permintaan di segmen pasarnya maupun jenis-jenis produk di dalam lini produk, misalnya :

  1. Penyesuaian secara geografis, baik nasional maupun global: menyangut ongkos angkut yang tercakup dalam harga produk, seperti FOB origin pricing, freight absorption pricing, uniform delivered pricing, dan zone pricing.
  2. Penyesuaian dengan memberikan potongan: meliputi potongan dagang, potongan kuantitas, potongan tunai.
  3. Penyesuaian secara diskriminatif: produk yang sama dikenakan harga yang berbeda untuk segmen yang berbeda, bukan karena proporsi biayanya. Penyesuaian ini meliputi customer segment pricing, time pricing, location pricing, dan image pricing.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Harga : Pengertian, Fungsi, Metode Penetapan, Tujuan, Faktor Yang Mempengaruhi, Strategi, Prosedur, Pasar Yang Di Harapkan, semoga artikel ini dapat menambah wawasan anda semua.