√ Sejarah Bekasi : Latar Belakang, Makanan Khas, Senjata Tradisional dan Pakaian Adat

√ Sejarah Bekasi : Latar Belakang, Makanan Khas, Senjata Tradisional dan Pakaian Adat
5 (100%) 1 vote

  1. Latar Belakang

Kota Bekasi adalah salah satu kota yang ada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Nama Bekasi berasal dari kata bagasasi yang berarti sama dengan candrabaga yang tertulis di dalam Prasasti Tugu era Kerajaan Tarumanegara, yakni nama sungai yang melewati kota ini. Kota ini adalah bagian dari megapolitan Jabodetabek serta menjadi kota satelit dengan jumlah penduduk terbanyak se-Indonesia. Saat ini Kota Bekasi berkembang menjadi tempat tinggal kaum urban serta sentra industri.Kota bekasi pun dijuluki sebagai Kota Patriot dan Kota Pejuang.

√ Sejarah Bekasi : Latar Belakang, Makanan Khas, Senjata Tradisional dan Pakaian Adat

  1. Makanan Khas Bekasi

Wisatawan yang datang ke  Bekasi rasanya tidak puas kalau tidak menikmati kuliner khas di Bekasi. Seperti daerah-daerah lain di Indonesia, pada masyarakat Bekasi dikenal beberapa jenis makanan khas yang sering disajikan pada acara-acara tertentu ataupun hari raya. Contonya dodol, setiap keluarga akan selalu berupaya supaya pada saat hari raya (lebaran) tersedia sebagian penganan untuk dikirim kepada tetangga, keluarga atau untuk disajikan kalau ada tamu. Dodol ini juga dapat dibuat kalau akan mengadakan kenduri. Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang dicampur dengan gula merah serta kelapa.

Kuliner Bekasi yang masih dalam kategori kue basah, cukup banyak serta bervariasi, di antaranya ialah: Dodol, Kue Jalabia, Kue Cucur, Kue Bugis, Kue Bika Ambon, Kue Pepe, Kue Putu Mayang, Kue Talam, Kue Pisang, Kue Lopis, Kue Cincin, Kue Geplak, Kue Onde-Onde, Kue Gemplong, Kue Lopis, Kue Dadar Gulung serta kerak telor.

  1. Kujang Senjata Tradisional Bekasi

Kujang adalah sebuah senjata tradasional bekasi. Kujang mulai dibuat sekitar abad ke-8 atau ke-9, terbuat dari besi, baja serta bahan pamor, panjangnya sekitar 20 hingga 25 cm dan beratnya sekitar 300 gram.

Kujang adalah perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan pula melambangkan kekuatan serta keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran. Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, maupun cindera mata.

Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, kujang merupakan senjata kaum petani dan mempunyai akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda.

 Kujang dikenal sebagai benda tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) yang mempunyai nilai sakral serta memiliki kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah “kujang” berasal dari kata kudihyang yang artinya manusia. Manusia yang sakti seperti Prabu Siliwangi.

Pakaian Adat

  1. Gaun Kebaya Pengantin

Dalam acara-acara resmi contohnya pernikahan, hajatan, ataupun hari-hari besar, masyarakat suku betawi memiliki pakaian resmi yng terbilang Amat antik. Para pria memakai Kebaya yang dengannya hiasan rantai emas di sakunya, celana dasar kain putih yang dilengkapi dengan gubatan kain sarung pendek, dan peci putih menjadi penutup kepala. Untuk para wanita, orang-orang memakai pakaian yang sebetulnya masih mirip yang dengannya pakaian keseharian orang-orang yaitu kurung, kain batik bermotif geometri, dan kerudung berwarna cerah.

  1. Baju Pengantin Adat Betawi

Dalam upacara pernikahan, orang Betawi yang masih memegang adat budayanya sampai sekarang masih memkai pakaian khusus pengantin adat Betawi. Pakaian ini adalah akulturasi nyata dari beberapa kebudayaan, yakni budaya Arab, budaya Tionghoa, dan Budaya Melayu.

Baju adat Betawi ini terdiri atasan blus berwarna cerah dari bahan kain satin, rok gelap atau rok kun, serta hiasan kepala berupa kembang goyang dengan motif burung hong. Selain itu, hiasan rambut berupa sanggul palsu lengkap dengan cadar di bagian wajah, hiasan bunga melati yang diikat pada sisir dan ronje juga dipakai bersama pernik hiasan lain yang meliputi kalung lebar, manik-manik penghias dada, gelang listring, dan selop model perahu sebagai alas kaki

Untuk para pengantin pria, pakaian adat Betawi yang dipakai bernama Dandanan Care Haji. Pakaian ini berupa jubah besar berwarna cerah (biasanya merah) disertai pernik benang keemasan, celana panjang putih, selendang yang dikenakan di dalam jas (bagian dada), dan topi khusus yang terbuat dari sorban sebagai penutup kepala. Dari model pakaian itu, dadanan care haji pasti sangat kental akan nilai-nilai budaya Arab.

Berbeda dengan dandanan care haji yang kental budaya arab, baju pengantin wanita betawi yang bernama dandanan care none pengantin cine malah mengandung dengan nilai-nilai budaya Tionghoa.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Sejarah Bekasi : Latar Belakang, Makanan Khas, Senjata Tradisional dan Pakaian Adat, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semunaya.

baca juga :

Read More  √ Sejarah Asal Usul Kota Cianjur Beserta Penjelasannya

Read More  √ Raja Pertama Kerajaan Kutai : Latar Belakang, Masa Kejayaan
Read More  √ Perjanjian Kalijati : Pengertian, Latar Belakang, Isi perjanjian, Objek Wisata
Read More  √ Perjanjian Giyanti : Pengertian, Latar Belakang, Isi, Dampak

Send this to a friend