Alat Reproduksi Wanita

Diposting pada

Pengertian Alat Reproduksi Wanita

Alat reproduksi manusia adalah seperangkat organ yang menjalankan fungsi reproduksi suatu makhluk hidup. Sehingga baik tidaknya sistem reproduksi akan bertanggung jawab terhadap kelestarian jenisnya. Demikian juga pada manusia, sistem genitalia atau sistem reproduksi menjadi bagian penting yang harus diperhatikan kesehatan juga  normal tidaknya fungsi.

Alat Reproduksi Wanita

Bagian Luar Alat Reproduksi Wanita

Organ reproduksi bagian luar artinya organ reproduksi yang terlihat dari luar / masih bisa dijangkau oleh indra penglihatan tanpa menggunakan alat-alat khusus, bagian-bagian tersebut diantaranya adalah;


  • Mons Pubis

Mons Pubis atau Mons Veneris merupakan bagian terluar organ genitalia yang terletak di bagian depan dan juga melingkupi tulang kemaluan (Simfisis pubis). Bentuk mons pubis sedikit menonjol ke depan, tampak seperti segitiga terbaik, juga akan ditumbuhi rambut kemaluan ketika pubertas. Sedangkan jaringan penyusun bagian ini adalah lebih banyak diisi oleh jaringan lemak dengan sedikit jaringan ikat.


  • Labia Mayor

Labia Mayor dikenal juga dengan bibir besar kemaluan. Yakni struktur berupa lipatan seperti sepasang bibir yang adalah kelanjutan dari mons pubis. Berdasarkan letaknya, permukaan labia mayor dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, permukaan sebelah dalam yang menghadap ke arah labia minor.


  • Labia Minor

Labia minor / bibir kecil kemaluan terletak di sebelah dalam, berada tepat setelah lipatan labia mayor dan juga mengelilingi muara lubang vagina. Struktur labia minor hampir sama dengan labia mayor, hanya saja pada labia minor tidak lagi ditumbuhi rambut juga banyak terdapat pembuluh darah. Pada labia minor juga terdapat kelenjar sebacea. apabila dibandingkan dengan organ genitalia pria, maka labia minor ini dapat dianalogikan dengan skrotum, yaitu lapisan pembungkus testis.


  • Klitoris

Klitoris merupakan struktur yang homolog dengan organ penis pada reproduksi jantan, akan tetapi karena adanya pengaruh genetik maka pertumbuhannya menjadi tidak sempurna serta mengalami rudimeter (mengecil).  Organ ini berada di dalam labia minor dan di sebelah atas dari lubang vagina


  • Selaput Dara

Hymen / selaput dara merupakan membran tipis yang menutup lubang vagina. Organ hymen mempunyai lubang kecil sebagai jalan keluar darah atau cairan lain ketika menstruasi. Utuh tidaknya selaput dara seringkali dipakai sebagai indikasi virginitas seseorang. Hal ini dikarenakan strukturnya yang tipis juga mudah robek. Pada seorang wanita yang baru pertama kali melakukan hubungan seksual biasanya lapisan hymen akan robek dan juga berdarah. Sedangkan pada perempuan yang telah berkali-kali hamil dan telah melahirkan, maka hanya akan dijumpai caruncula hymenalis, yakni sisa-sisa hymen.

Baca Juga :  Musim

  • Vestibulum

Struktur reproduksi wanita bagian luar yang terakhir yaitu vestibulum atau rongga kemaluan. Rongga ini terletak di dalam labia minor dan merupakan muara dari saluran kencing / uretra serta lubang vagina atau intruitus vagina.


Bagian Dalam Reproduksi Wanita


  • Vagina

Vagina adalah organ reproduksi yang berbentuk tabung dengan panjang mencapai 8-10 cm. Dalam sistem reproduksi, vagina berperan sebagai jalan masuk juga jalan keluar zat dari rahim. Diantaranya fungsinya yaitu sebagai saluran masuk sperma ketika berhubungan seksual, jalan keluar bagi bayi ketika dilahirkan, juga sebagai saluran keluar cairan atau darah saat menstruasi.


  • Uterus

Uterus atau rahim merupakan  tempat menempelnya embrio hasil pembuahan hingga tumbuh dan juga berkembang menjadi janin yang siap dilahirkan. Pada kondisi dewasa normal atau tidak sedang terjadi kehamilan, uterus mempunyai bentuk menyerupai buah pir dengan massa kurang lebih 30 gram. Sedangkan ukurannya pada anak-anak antara 2-3 cm, nullipara (belum pernah hamil dan melahirkan)6-8 cm, juga  multipara 8-9 cm. Uterus mempunyai rongga dengan bagian atas lebih lebar.


  • Oviduk

Organ reproduksi bagian dalam selanjutnya  adalah  oviduk (Tuba fallopi). Oviduk adalah sepasang saluran yang menghubungkan antara ovarium dengan uterus. Organ ini mempunyai panjang mulai dari 8 cm hingga 20 cm dengan diameter yang berbeda-beda disepanjang bagiannya. Oviduk memiliki beberapa fungsi. Pertama diantaranya yaitu untuk menangkap telur hasil ovulasi, selanjutnya sebagai saluran sperma dan ovum hingga terjadi fertilisasi dan juga terakhir sebagai tempat pertumbuhan embrio sementara sebelum akhirnya melekat pada endometrium.


  • Ovarium

Ovarium merupakan organ penghasil sel kelamin pada wanita. Organ ini berjumlah dua buah dan yang terletak di sisi kanan dan kiri. Ovarium bentuknya bulat lonjong.

apabila dilihat menggunakan mikroskop, maka ovarium bisa dibedakan menjadi dua bagian;

Cortex ovarium – Bagian cortex ini tersusun dari jaringan ikat padat, sabut-sabut retikuler, tunika albiginea, juga ditutup oleh epitel permukaan. Pada bagian inilah akan dihasilkan folikel ovarium (calon ovum beserta sel yang mengelilinginya), corpus luteum, dan juga corpus albican.

Medula ovarium – Medula terletak lebih dalam daripada bagian cortex. Bagian medula terdiri dari jaringan ikat kendor yang mengandung banyak pembuluh darah. Selain itu juga , pada medulla terdapat pembuluh limfe, saraf, serta otot polos.


Fisiologi Sistem Reproduksi Wanita

  •  Hormon Reproduksi pada wanita
  • Hormon FSH yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel sekitar sel ovum.
  • Hormon Estrogen yang berfungsi merangsang sekresi hormone LH.
  • Hormon LH yang berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pematangan sel ovum).
  • Hormon progesteron yang berfungsi untuk menghambat sekresi FSH dan LH

Baca Juga :  Pengertian Ovum

Siklus Menstruasi

Siklus mnstruasi terbagi menjad 4. wanita yang sehat dan tidak hamil, setiap bulan akan mengeluarkan darah dari alat kandungannya.

  1. Stadium menstruasi (Desquamasi), dimana endometrium terlepas dari rahim dan adanya pendarahanselama 4hari.
  2. Staduim prosmenstruum (regenerasi), dimana terjadi proses terbentuknya endometrium secara bertahap selama 4hr
  3. Stadium intermenstruum (proliferasi), penebalan endometrium dan kelenjar tumbuhnya lebih cepat.
  4. Stadium praemenstruum (sekresi), perubahan kelenjar dan adanya penimbunan glikogen guna mempersiapkan endometrium.

Hormon-Hormon Reproduksi


  • Estrogen

Estrogen dihasilkan oleh ovarium. Ada banyak jenis dari estrogen tapi yang paling penting untuk reproduksi adalah estradiol. Estrogen berguna untuk pembentukan ciri-ciri perkembangan seksual pada wanita yaitu pembentukan payudara, lekuk tubuh, rambut kemaluan,dll. Estrogen juga berguna pada siklus menstruasi dengan membentuk ketebalan endometrium, menjaga kualitas dan kuantitas cairan cerviks dan vagina sehingga sesuai untuk penetrasi sperma.


  • Progesterone

Hormon ini diproduksi oleh korpus luteum. Progesterone mempertahankan ketebalan endometrium sehingga dapat menerima implantasi zygot. Kadar progesterone terus dipertahankan selama trimester awal kehamilan sampai plasenta dapat membentuk hormon HCG.


  • Gonadotropin Releasing Hormone

GNRH merupakan hormon yang diproduksi oleh hipotalamus diotak. GNRH akan merangsang pelepasan FSH (folikl stimulating hormone) di hipofisis. Bila kadar estrogen tinggi, maka estrogen akan memberikan umpanbalik ke hipotalamus sehingga kadar GNRH akan menjadi rendah, begitupun sebaliknya.


  • FSH (folikel stimulating hormone) dan LH (luteinizing Hormone)

Kedua hormon ini dinamakan gonadotropoin hormon yang diproduksi oleh hipofisis akibat rangsangan dari GNRH. FSH akan menyebabkan pematangan dari folikel. Dari folikel yang matang akan dikeluarkan ovum. Kemudian folikel ini akan menjadi korpus luteum dan dipertahankan untuk waktu tertentu oleh LH.


  • LH (Luteinizing Hormone) / ICSH (Interstitial Cell Stimulating Hormone)

Diproduksi di sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu perkembangan folikel (sel-sel teka dan sel-sel granulosa) dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi di pertengahan siklus (LH-surge). Selama fase luteal siklus, LH meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum pascaovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga periodik / pulsatif, kadarnya dalam darah bervariasi setiap fase siklus, waktu paruh eliminasinya pendek (sekitar 1 jam). Kerja sangat cepat dan singkat.


  • HCG (Human Chorionic Gonadotrophin)

Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas (plasenta). Kadarnya makin meningkat sampai dengan kehamilan 10-12 minggu (sampai sekitar 100.000 mU/ml), kemudian turun pada trimester kedua (sekitar 1000 mU/ml), kemudian naik kembali sampai akhir trimester ketiga (sekitar 10.000 mU/ml). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Mungkin juga memiliki fungsi imunologik. Deteksi HCG pada darah atau urine dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan (tes Galli Mainini, tes Pack, dsb).


  • LTH (Lactotrophic Hormone) / Prolactin

Diproduksi di hipofisis anterior, memiliki aktifitas memicu / meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium, prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan mempengaruhi fungsi korpus luteum. Pada kehamilan, prolaktin juga

Baca Juga :  Apa Yang Dimaksud Liberalisme

Fungsi Organ Reproduksi Wanita


  • Ovarium

Untuk memproduksi sel telur
Untuk memproduksi hormon estrogen dan progesteron


  • Tuba Fallopii

Untuk menerima dan mentransfer ovum ke uterus setelah ovulasi (sebagai jalan/saluran ovum)


  • Uterus

Berfungsi dalam pengeluaran darah haid dengan adanya perubahan dan pelepasan dari endometrium
Tempat dimana ovum yang telah dibuahi tertanam dan berkembang menjadi janin
Tempat melekatnya plasenta
Pada kehamilan, persalinan dan nifas mengadakan kontraksi untuk lencarnya persalinan dan kembalinya uterus pada saat involusi


  • Vagina

Sebagai saluran keluar untuk mengalirkan darah haid dan sekret lain dari rahim (uterus)
Alat untuk bersenggama
Jalan keluarnya janin.


Sistem Hormon Reproduksi Wanita

Sistem hormon wanita terdiri dari tiga hierarki hormon, yaitu:

  1. Hormon yang dikeluarkan hipotalamus, yaitu hormon pelepas/Gonadotropin (GnRH).
  2. Hormon seks hipofisis anterior, yaitu hormon perangsang Folikel (FSH) dan hormon Lutein (LH). Keduanya disekresi sebagai respons terhadap pelepasan GnRH dari hipotalamus.
  3. Hormon-hormon ovarium, yaitu Estrogen dan Progesteron, yang disekresi oleh ovarium sebagai respons terhadap kedua hormon seks wanita dari kelenjar hipofisis anterior.

Hormon-hormon ini tidak disekresikan dalan jumlah konstan sepanjang siklus menstruasi wanita. Hormon tersebut disekresi dengan kecepatan yang sangat berbeda selama berbagai bagian yang berbeda dari siklus tersebut.


Kelainan dan Penyakit pada Sistem Reproduksi Wanita


  • Amenorrhea

Merupakan keadaan dimana terjadinya kegagalan menstruasi. Terdapat 2 jenis amenorrhea;

  • Amenorrhea primer: perdarahan menstruasi tidak pernah terjadi.
  • Amenorrhea sekunder: terhentinya siklus menstruasi yang sebelumnya mengalami daur yang normal.

  • Erosi serviks

Ini adalah kondisi di mana terbentuknya borok di daerah leher rahim. Hal ini ditandai dengan bintik-bintik merah dan pink cerah disekitar pembukaan serviks.


  • Cervicitis

Pada dasarnya ini merupakan peradangan serviks uteri. Infeksi pada organ kewanitaan dapat ditularkan ke servik uterus menyebabkan peradangan serviks


  • Oligomenore

Ini adalah kondisi yang ditandai oleh kesenjangan yang berkepanjangan antara dua menstruasi. Biasanya seorang wanita haid setiap 25-30 hari, namun dalam oligomenore, seorang wanita hanya mengalami menstruasi selama 4 sampai 9 kali dalam setahun. Kondisi ini disebabkan karena kekurangan hormon estrogen dan kondisi ini juga dapat menyebabkan infertilitas.


  • Demam Nifas

Terjadi dalam waktu 10 hari setelah melahirkan atau keguguran. Hal ini ditandai dengan demam yang sangat tinggi.


  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)

Hal ini ditandai dengan periode haid yang tidak normal dan pertumbuhan rambut yang berlebihan. Jika tidak terdiagnosis pada tahap awal dapat mengakibatkan komplikasi jangka panjang dan berisiko.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Alat Reproduksi Wanita : Pengertian, Bagian Dalam, Luar, Fisiologi, Siklus Menstruasi, Hormon, Fungsi Organ, Sistem, Kelainan Penyakit, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.