Pengertian Jamur

Diposting pada

Pengertian Jamur

pengertian jamur

Jamur adalah organisme bersel tunggal atau banyak Yang tidak memiliki zat klorofil. Jamur memiliki dinding yang tersusun bernama kitin. Jamur mempunyai kingdom nya tersendiri dan bukan termasuk ke dalam kingdom protista, monera ataupun plantae. Karena tidak mengandung klorofil, jamur temasuk dalam jenis makhluk hidup heterotof  artinya memperoleh makanan dari organisme lain.


Cara Hidup Jamur

Jamur hidup karena dapat menghasilkan makanan nya sendiri dengan cara arbsorbsi pada lingkungannya dan dapat berkembang biak dengan spora. Jamur sering ditemukan pada lingkungan yang lembab. Tapi jamur juga bisa ditemukan disemua tempat yang ada materi organik.


Macam Jenis Jamur

Jamur terbagi menjadi 2 yaitu Jamur Uni Seluler Dan Jamur Multi Seluler


  • Jmur Uni Seluler

Jamur Uni Seluler berkembang biak dengan cara aseksual jamur membentuk tunas dari spora askus.


  • Jamur MultiSeluler

Jamur multiseluler jamur selnya membentuk benang seperti kapas, yang dinamai benang hifa. Dalam cara berkembang biaknya secara aseksual jamur memutuskan benang hifa (fragmentasi) dan terbentuknya spora aseksual yaitu zoospora, endospora dan konidia.


Ciri-ciri Jamur

Jamur dimasukkan dalam kelompok organisme eukariota karena sel-selnya sudaj memiliki membran inti. Dinding sel jamur terbuat dari bahan kitin, yaitu polimer karbohidrat yang juga terdapat pada eksoskeleton serangga, laba-laba dan arthropoda.  Kitin berfungsi memberi bentuk dan menyokong sel-sel jamur.

Sebagian besar jamur merupakan organisme multiseluler contohnya jamur merang (Volvariella volvaceae) tetapi ada juga organisme uniseluler, contohnya ragi. Jamur uniseluler berukuran mikroskopis, sedangkan jamur multiseluler berkuran mikroskopis dan makroskopis.

Bentuk jamur mirip dengan tumbuhan, tetapi jamur tidak memiliki akar, batang dan daun sejati. Selain itu, jamur tidak memiliki klorofil sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis seperti tumbuhan. Dengan demikian jamur disebut sebagai organism heterotrof dan memperoleh nutrisi dengan cara menyerap senyawa organik dari lingkungan atau substratnya.

Jamur ada yang hidup sebagai parasit, saprofit dan ada yang hidup bersimbiosis mutualisme dengan organisme lain. Sebagai parasit jamur memperoleh makana dari inangnya. Sebagai saprofit, jamur memperoleh makanan dari sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati, sedangkan jamur yang bersimbiosis dengan organism ain memperoleh makanan dari inangnya, sedangkan inagnya memperolah mineral dari tanah melalui bantuan jamur.


Manfaat Jamur

Manfaat jamur dalam kehidupan manusia sangat banyak Salah satunya :

  • Jamur merang bermanfaat sebagai bahan pangan berprotein tinggi.
  • Rhizopus dan Mucor bermanfaat dalam industri bahan makanan, yaitu dalam pembuatan tempe dan oncom.
  • Khamir Saccharomyces bermanfaat sebagai fermentor dalam industri keju, roti dan bir.
  • Penicillium notatum bermanfaat sebagai penghasil antibiotik.
  • Higroporus dan Lycoperdon perlatum bermanfaat sebagai dekomposer.

Jenis Jamur Yang Dapat Di Konsumsi Manusia


  • Jamur Tiram

Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) mempunyai bentuk yang mirip dengan cangkang kerang atau tiram. Jamur tiram ini hanya dapat ditemukan pada tempat di budidayakannya jamur timar tersebut dan tidak sembarang di temukan di manapun. Jamur tiram mengandung protein tinggi, lemak, fospor, besi, thiamin dan juga riboflin yang berguna untuk mengatasi berbagai macam penyakit pada tubuh.


  • Jamur Kancing

Jamur kancing memiliki bentuk yang mirip dengan kancing pakaian maka dari itu disebut jamur kancing. Jamur ini berbentuk bulat dengan warna putih bersih, krem dan coklat. Jamur kancing mempunyai nama latin yaitu Agaricus bisporus,yang memiliki banyak manfaat pada tubuh. Setiap butir jamur kancing dengan ukuran besar mengandung sodium, bebas lemak dan kaya akan vitamin B dan pottasium.


  • Jamur Merang

Jamur merang  mempunyai nama latin yaitu Volvariella volvacea, Jamur Merang merupakan salah satu spesies jamur pangan yang banyak sekali dibudidayakan di Asia Timur dan Asia Tenggara yang mempunyai klim tropis. Jamur ini banyak dibudidayakan karena termasuk golongan jamur yang paling enak rasanya dan mempunyai tekstur yang lembut.


  • Jamur Shitake

Jamur Shitake memiliki tekstur yang cukup tebal. Jamur shitake adalah jamur yang berasal dari china yang sering disebut Chinese Black Mushroom.

Jamur ini biasanya menjadi campuran pada sop miso. Harga jamur ini memiliki harga yang mahal di bandingankan dengan jamur jenis lain,karena sangat baik untuk kesehatan tubuh meningkatkan metabolisme di dalam tubuh.


  • Jamur Kuping

Jamur Kuping merupakan jamur yang pertama kali dibudidayakan  sebelum jamur Shiitake dibudidayakan di Cina. Di Indonesia sendiri jamur Kuping sangat terkenal dikenal di kalangan masyarakat menengah ke bawah sesudah jamur merang. Masyarakat di daerah perkampungan sering mengambil jamur ini dari alam biasanya ditemukkan pada batang-batang yang sudah lapuk.

Baca Juga :  Kerjasama Regiona Adalah

Jamur kuping sangat bermanfaat untuk mengobati penyakit jantung, menurunkan kadar kolesterol dan menghentikan pendarahan.


Morfologi Jamur

Secara morfologi jamur dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu:


  1. Khamir

Pada umumnya, sel khamir lebih besar dibandingkan kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar. Biasanya berbentuk telur, tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya.


  1. Kapang

      Talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian: miselium dan spora. Mielium merupakan kumpulan beberapa filament yang disebut hifa. Ada 3 macam morfologi hifa yaitu:

  1. Aseptat atau senotosit. Hifa seperti ini tidak mempunyai dinding sekat atau septum.
  2. Septat dengan sel-sel uninukleat. Sekat membagi hifa menjadi ruang-ruang yang berisi nucleus tunggal
  3. Septat dengan sel-sel multinukleat. Septum membagi hifa menjadi sel-sel dengan lebih dari satu nukleus dalam setiap ruang.

Miselium dapat vegetaif (somatik) atau reproduktif. Beberapa hifa dari miselium somatik menembus ke dalam medium ntuk mendapat zat makanan. Miselium reproduksi bertanggung jawab untuk pembentukan spora dan biasanya tumbuh meluas ke udara dari medium. Miselium kapang dapat merupakan jaringan yang terjalin lepas atau dapat merupakan jaringan yang terjalin lepas atau dapat merupakaan struktur paat yang terorganisasi, seperti pada jamur.


  1. Cendawan ( Mushroom) yang Berbentuk Seperti Payung

Contohnya : Auricularia ( Jamur Kuping ).


Cara Reproduksi Jamur

Secara alamiah cendawan berkembang biak dengan berbagai cara, baik secara aseksual dengan pembelahan, penguncupan atau pembentukan spora dan secara seksual dengan peleburan nukleus dari dua sel induknya. Pada pembelahan, suatu sel membagi diri untuk membentuk dua sel anakan yang serupa. Pada penguncupan, suatu sel anak tumbuh dari peninjolan kecil pada sel inangnya.

Spora aseksual, yang berfungsi untuk menyebarkan spesies dibentuk dalam jumlah besar. Ada banyak macam spora aseksual yaitu:

  • Konidiospora atau konidium. Konidium yang kecil dan bersel satu disebut mikrokonidium. Konidium yang besar dan bersel banyak dinamakan makrokonidium. Konidium dibentuk di ujung atau sisi suatu hifa.
  • Spora bersel satu ini terbentuk di dalam kantung yang disebut sporangium di ujung hifa khusus ( sporangiosfor). Aplanospora ialah sporangiospora nonmotil. Zoospora ialah sporangiospora yang motil, motilitasnya disebabkan pergerakan flagellum.
  • Oidium atau artrospora. Spora bersel satu ini terbentuk karena terputusnya sel-sel hifa.
  • Spora bersel satu yang berdinding tebal ini sangat resisten terhadap keadaan buruk, tebentuk dari sel-sel hifa somatik.
  • Tunas atau kuncup pada sel-sel khamir disebut blastospora.

Spora seksual, yang dihasilkan dai peleburan dua nukleus. Terbentuk lebih jarang dan dalam jumlah yang  lebih seikit dibandingkan dengan spora asekual. Ada beberapa tipe spora seksual.

  • Spora bersel satu yang terbentuk didalam pundi atau kantung yang dinamakan askus. Biasanya terdapat delapan askuspora didalam setiap askus.
  • Spora bersel satu ini terbentuk diatas struktur berbentuk gada yang dinamakan basidium.
  • Zigospora ialah spora besar berdinding tebal yang terbentuk apabila ujung-ujung dua hifa yang secara seksual serasi. Disebut juga gametangia, pada beberapa cendawan melebur.
  • Spora ini terbentuk di dalam struktur betina khusus yng isebut oogonium. Pembuahan telur atau oosfer, oleh gamet jantan yang terbentuk di daalam aneridium menghasilkan oospora, dalam setiap oogonium terdapat satu atau beberapa oosfer.

Klasifikasi Jamur


  • Zygomycota

Ciri jamur kelompok ini adalah hifanya tidak memiliki sekat sehingga disebut hifa sinositik. kelompok jamur ini diberi nama zygomycota karena selama masa reproduksi seksual membentuk spora seksual khusus yang disebut zigospora Jenis jamur yang terkenal dari kelompok ini adalah Rhizopus stolonifer, yaitu jamur yang digunakan untuk membuat tempe.

Pada rhizopus terdapat 3 jenis hifa, yaitu stolon (hifa yang menjalar di permukaan substrat), rizoid(hifa yaaitu organ pembng menembus ke dalam substrat dan berfungsi sebagai akar), serta sporangiosfor ( hifa yang menjulang ke atas dan membentuk sporangium).

Sebagai anggota zygomycota, R. stolonifer mampu berkembang biak secara aseksual ataupun seksual. Reproduksi seksual terjadi dengan cara membentuk spora di dalam sporangium yang terletak diantara ujung-ujung hifa. Sporangium ditunjang oleh sporangiospfor .sporangium yang telah matang biasanya berwarna hitam. Jika telah matang, sporangium akan pecah dan menghasilkan banyak spora. Selanjutnya spora-spora tersebut akan keluar dan menyebar dengan bantuan angin. Jika jatuh pada tempat yang cocok spora tersebut akan tumbuh menjadi hifa baru.

Jamur zygomycota disebut juga “jamur konjugasi”. Dinamakan demikian karena proses konjugasi terjadi di ujung-ujung hifa yang berlainan jenis, yaitu hifa(+) dn hifa (-. Hifa –hifa teersebut bersifat haploid (n). kedua jenis hifa itu akan mengalami pembengkakan dan pemanjangan pada ujungnya. Hifa yang membengkak disebut gametangium, yaitu organ pembentuk gamet. Selanjutnya kedua gametangium itu akan  bersatu membentuk zigopora yang bersifat diploid (2n). Zigospora adalah spora berdinding tebal dan sedang dalam fase istirahat. Zigospora dapat dorman ( keadaan terhambatnya pertumbuhna atau perkembangan untuk sementara waktu) selama beberapa bulan akan berkecambah menjadi hifa baru. Selanjutnya hifa-hifa tersebut membentuk sporangiosfor yang kemudian akan menghasilkan spora. Setelah itu akan berlangsung proses reproduksi aseksual.

Baca Juga :  Asal Usul Salatiga

  • Ascomycota

Anggota kelas in dicirikan dengan pembentukan askus yang merupakan temppat dihasilkannya askospora. Ascomycota memilika hifa yyang bersekat. Anggotanya cukup beragam, ada yang bersel satu, misalnya yeast atau khamir, yang bersel banyak seperti nectria atau peziza.

Ascomycota mengalami reproduksi seksual dan aseksual. Pada ascomycota bersel banyak, reprouksi aseksual dilakukan dengan cara membentuk konidiospora atau konidia. Konidia ini terbentuk pada salah satu ujung hifa khusus yang tumbuh tegak. Apabila konidia masak jatuh pada tempat yg cocok akan menghasilkan hifa baru. Sementara itu reproduksi aseksual pada konidia bersel satu dilakukan dengan cara membentuk tunas.


  • Basidiomycota

Ciri utama jamur dalam divisi basidiomycota adalah mempunyai spora seksua yang disebut basidiospora. Basidiospora terbentuk pada bagian yang disebut basidiium. Ciri lainnya adalah mempu membentuk tubuh buah yang makroskopis sehingga mudah dilihat. Jamur-jamur anggota basisiomycota dapat dijumpai di tanah, pohon yang lapuk atau jerami di musim hujan. Bentu dan warnanya juga macam-macam. Beberapa jenis sudah dibudidayakan sebagai bahan makanan dan obat-obatan.


  • Deuteromycota

Jamur Deuteromycota sering disebut juga sebagai jamur tidak sempurna karena belum diketahui reproduksi seksualnya sehingga reproduksi jamur ini hanya dilakukan secara aseksual dengan membentuk konidia seperti pada jamur ascomycota. Jika sudah diketahui cara reproduksinya ia akan dimasukkan kedalam divisi yang berbeda.contohnya adalah jamur oncom. Dahulu jamur ini termasuk termasuk divisi deuteromycota dengan nama Monilia sitophila. Namun setelah diketahui bahwa jamur ini dapat membentuk askospora, sekarang jamur ini termasuk kedalam divisi Ascomycota dengan nama Neurospora crassa. Contoh lain adalah Aspergillus dan Penicillium. Ciri lain Deuteromycota adalah hifanya bersekat.

Sebagian besar anggota Deuteromycota brsifat merugikaan karena merupakan parasit yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, hewan maupun tumbuhan.  Contohnya adalah Chladosporium penyebab penyakit kulit, Trichophypton dan Epidermophyton penyebab penyakit kulit dan kuku


Simbiosis Jamur

Jamur hidup dilingkungan yang angat beragam dan membentuk hubungan simbiosis dengan organisme lain. Ada 2 bentuk hubungan simbiosis jamur dengan organism lain yaitu mikoriza dan lumut kerak.


  • Mikooriza

Mikoriza merupakan hubungan simbiosis mutualisme antara jamur dengan akar tumbuhan. Istilah mikoriza berasal dari bahasa Yunani yang berarti akar jamur. Mikoriza biasanya terdapat pada tanaman pangan ( misalnya, serealia, kacang-kacangan, tomat, bawang-bawangan, apel dan stoberri) serta pada komunitas tumbuhan liar.

Dalam simbiosis ini jamur memperoleh karena mampu menyerap nutrisi yang dibuat tumbuhan lama fotosintesis. Sebaliknya jamur memberikan 2 keuntungan paa tumbuhan. Pertama, hifa jamur bertindak sebagai perpanjangan akar sehingga meningkatkan kemampuan akar menyerap air dari tanah. Kedua, enzim-nzim digestif yang disekresikan jamur membantu tumbuhan memecah bahan-bahan organic dalam tanah.


  • Lumut Kerak

Jamur ascomycota dan basidiomycota dapat bersimbiosis mutualisme dengan ganggang hijau, Cyanobacteria atau keduanya membentuk struktur yang disebut lumut kerak atau liken. Dalam simbiosis tersebut ganggang bertugas menyerap cahaya matahari untuk membuat makanan melalui fotosintesis. Hal tersebut dapat dilakukan karena ganggang memiliki pigmen klorofil. Adapun jamur melaui hifa-hifanya, bertugas menyerap dan menyimpan air serta ion-ion mineral.

Berdasarkan struktur dan daerah penyebarannya, ada 3 macam lumut kerak, yaitu krutosa, frutikosa dan foliosa. Krutosa merupakan lumut kerak yang tumbuh sebagai lapisan kerak tipis dan pipih pada permukaan batuan dan batang pohon, contohnya Parmelia. Frutikosa merupakan lumut kerak dengan bentuk tegak bercabang seperti semak. Contoh lumut kerak ini adalah Usnea (lumut janggut) yang melekat pada pucuk pohon di daerah pegunungan. Adapun foliosa merupakan lumut kerak yang berbentuk pipih dengan gelambir seperti daun. Contohnya Lobaria pulmonaria.


Struktur Tubuh Jamur

Dilihat dari struktur tubuhnya, jamur memiliki ciri-ciri yang berguna untuk mengenal apakah suatu organisme merupakan jamur atau bukan. Organisme yang termasuk jamur bisa terdiri atas satu sel maupun terdiri atas banyak sel. Jamur yang bersel tunggal (uniseluler), misalnya adalah ragi (Saccharomyces cerevisiae). Sedangkan jamur yang tubuhnya bersel banyak (multiseluler) bisa berupa jamur mikroskopis maupun jamur makroskopis.

Jamur mikroskopis adalah jamur yang hanya bisa dilihat dengan mikroskop, karena memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil. Contoh jamur mikroskopis multiseluler adalah Aspergillus sp. dan Penicillium sp. Jamur multiseluler juga ada yang bersifat makroskopis, mudah diamati dengan mata telanjang, yang berukuran besar. Contoh jamur makroskopis adalah jamur merang (Volvariella valvacea) dan jamur kuping (Auricularia polytricha).


  • Hifa aseptat atau hifa tidak bersepta

yaitu hifa yang tidak mempunyai sekat atau septum. Istilah lain dari hifa tipe ini adalah soenositik. Hifa tersebut dapat dijumpai misalnya pada Rhizopus oryzae dan Mucor mucedo.


  • Hifa septat uninukleus atau hifa bersepta berinti tunggal

yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti tunggal dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki satu inti sel. Meskipun demikian, inti sel dan sitoplasma dari ruang yang satu dapat berpindah ke ruang lainnya. Hal ini dimungkinkan oleh adanya pori pada sekat-sekat tersebut. Hifa tipe ini dapat dijumpai misalnya pada Puccinia graminis.

Baca Juga :  Cara Tumbuhan Melindungi Diri

  • Hifa septat multinukleus atau hifa bersepta berinti banyak

yaitu hifa yang disusun oleh sel-sel berinti banyak dan memiliki sekat yang membagi hifa menjadi ruang-ruang, dan setiap ruang memiliki inti sel lebih dari satu. Nectria cinnabarina merupakan contoh jamur yang memiliki tipe hifa seperti ini.


Cara Hidup dan Habitat jamur

Cara hidup jamur bervariasi, ada yang hidup secara soliter dan ada yang hidup berkelompok (membentuk koloni). Pada umumnya jamur hidup secara berkelompok atau berkoloni, karena hifa dari jamur tersebut saling bersambungan atau berhubungan.

Cara hidup ini dijumpai misalnya pada jamur tempe (Rhizopus oryzae), jamur roti (Mucor mucedo), dan Aspergillus fl avus. Jadi, kalau kalian melihat jamurjamur tersebut yang nampak adalah koloninya, sedangkan individu yang menyusunnya berukuran sangat kecil. Perhatikan Gambar 5.8. Habitat jamur juga bermacam-macam. Berbagai jamur hidup di tempat-tempat yang basah, lembab, di sampah, pada sisa-sisa organisme, atau di dalam tubuh organisme lain. Bahkan banyak pula jenis-jenis jamur yang hidup pada organisme atau sisa-sisa organisme di laut atau air tawar.

Jamur juga dapat hidup di lingkungan asam, misalnya pada buah yang asam, atau pada pada lingkungan dengan konsentrasi gula yang tinggi, misalnya pada selai. Bahkan, jamur yang hidup bersimbiosis dengan ganggang (lumut kerak), dapat hidup di habitat ekstrim dimana organisme lain sulit untuk bertahan hidup, seperti di daerah gurun, gunung salju, dan di kutub. Jenis jamur lainnya juga dijumpai hidup pada tubuh organisme lain, baik secara parasit maupun simbiosis.


Cara Jamur Memperoleh Makanan

Jamur bersifat heterotrof, artinya tidak dapat menyusun atau mensintesis makanan sendiri. Jamur tidak memiliki klorofi l, sehinggatidak bisa berfotosintesis. Jamur hidup dengan memperoleh makanan dari organisme lain atau dari materi organik yang sudah mati. Untuk memenuhi kebutuhan makanannya, jamur dapat hidup secara saprofi t, parasit, dan simbiotik.

Kebanyakan jamur adalah bersifat saprofi t. Jamur tersebut memperoleh makanannya dari materi organik yang sudah mati atau sampah. Untuk memperoleh makannya, hifa jamur mengeluarkan enzim pencernaan, yang dapat merombak materi organik, menjadi materi yang sederhana (anorganik) sehingga mudah diserap oleh jamur. Jamur paying, jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae), dan jamur tempe (Rhizopus oryzae) termasuk dalam kelompok jamur ini.

Beberapa jenis jamur, ada yang mendapatkan makanannya langsung dari tubuh inangnya. Jamur tersebut hidup sebagai parasit yang menyerang tumbuhan, biasanya mempunyai hifa khusus, yang disebut haustoria. Bentuk hifa tersebut dapat menembus sel inang dan menyerap zat makanan yang dihasilkan inang. Jamur parasit tersebut sering menimbulkan penyakit pada tanaman, sehingga di bidang pertanian menyebabkan penurunan hasil panen. Pada manusia, jamur juga menyebabkan penyakit,

misalnya penyakit kaki atlit (athlete’s foot) dan penyakit panu. Lihat Gambar 5.10. Beberapa jenis jamur ada yang membentuk hubungan simbiosis mutualisme dengan akar tumbuhan. Dalam hal ini, jamur menyediakan materi organik bagi tumbuhan dan sebaliknya, jamur memperoleh materi organik dari tumbuhan. Selain itu beberapa jenis jamur ada juga yang bersimbiosis dengan ganggang hijau (Chlorophyta) atau ganggang hijau-biru (Cyanobacteria) membentuk lumut kerak atau Lichens.


Peranan Jamur dalam Kehidupan

Peranan jamur atau fungi dalam kehidupan sangat luas. Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu sebagai dekomposer. Sebagai dekomposer, jamur menguraikan sisa-sisa organisme yang telah mati sehingga bisa dimanfaatkan oleh organisme lain. Hal ini sangat penting dalam keberlanjutan ekosistem di bumi, karena yang menjadi kunci keberlangsungan ekosistem adalah adanya keseimbangan antara produksi biomasa oleh organisme fotosintetik dan perombakan-perombakan atau daur ulang nutrien yang dikandungnya. Dalam proses daur ulang senyawa organik ini, fungi memiliki peran yang menonjol di semua ekosistem utama.

Jamur juga bisa bersimbiosis dengan organisme lain. Dengan akar tumbuhan tertentu jamur bersimbiosis membentuk mikoriza. Mikro riza merupakan struktur yang berperan penting dalam suplai unsur hara. Kalian bisa membaca kembali bagian awal dari bab ini yang membicarakan cara jamur memperoleh makanan. Berdasarkan posisi jamur terhadap akar tumbuhan, dikenal adanya endomikoriza (bila hifa menembus korteks akar) dan ektomikoriza (bila hifa hanya menem bus epidermis akar). Kelompok jamur yang sering bersimbiosis dengan akar tumbuhan umumnya termasuk anggota Divisi Zygomycotina, Ascomycotina, dan Basidiomycotina.

Jamur juga berperan sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Sebagai contoh, pada Divisi Zygomycotina, sedikitnya ada 2 jenis Rhizopus yang digunakan secara komersial dalam industri pil kontrasepsi dan anestesi, yaitu R. arrhizus dan R. nigricans. Beberapa jenis lain juga dimanfaatkan dalam industri alkohol dan untuk mengempukkan daging. Ada pula jenis lain yang mampu memproduksi pigmen kuning yang digunakan untuk memberi warna pada margarin.


Demikian lah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Pengertian Jamur : Cara Hidup, Manfaat, Ciri, Macam, Jenis, Morfologi, Cara Reproduksi, Klasifikasi, Simbiosis, Struktur, Cara Hidup, Memperoleh Makanan, dan Perannya, semoga dapat menambah wawasan anda semuanya.