√ Pencetus Politik Etis: Pengertian, Isi, Tujuan, Pencetus

Diposting pada

A. Pengertian

Politik etis adalah Suatu perjuangan politik dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat, efisiensi diu daerah jajahan dan desentralisasi. Pada tahun 1890, muncul suatu politik balas budi bernama politik etis atas dasar desakan golongan liberal pada pemerintahan Belanda. Golongan parlemen yang berpikiran progresif memberikan usul kepada pihak Belanda supaya sedikit mencurahkan perhatian kepada masyarakat Indonesia karena sudah membantu mengisi keuangan Belanda dengan susah payah lewat tanam paksa. Desakan yang diberikan itu didasarkan pemikiran bahwa Belanda memiliki hutang yang cukup banyak kepada Indonesia karena sudah menikmati kekayaan yang bukan miliknya

B. Isi Politik Etis

1. Edukasi atau Pendidikan

Pendidikan sekolah kelas satu diberikan pada anak anak yang berkedudukan atau yang berharta dan anak dari pegawai negeri. Pada tahun 1903 ada 29 sekolah kelas satu di Afdeling dan 14 di ibukota karesidenan. Dalam hal ini anak anak di ajarkan tentang ilmu bumi, sejarah, ilmu alam, menggambar, membaca, berhitung dan menulis. Lalu untuk pendidikan kelas dua ditujukan untuk anak pribumi dari golongan bawah. Pada tahun 1903, sekolah pendidikan kelas dua di Jawa dan Madura ada 245 sekolah bertaraf negeri serta di Fartikelir ada 326 sekolah yang diantaranya 63 sekolah dari Zending. Jumlah murid yang diterima pada tahun 1892 ada 50.000 siswa. Kemudian pada tahun 1902 ada 1.623 siswa dari pribumi yang belajar di sekolah Eropa.

Isi politik etis dalam hal edukasi ini pun membedakan sekolah sekolah antara anak pribumi golongan bawah dengan anak anak yang berharta. Untuk sekolah yang bertujuan menjadi pamong praja ada tiga sekolah Osvia yang berada di Magelang, Probolinggo dan Bandung. Dibawah ini ada nama sekolah untuk anak kaum pribumi dan anak anak Eropa yaitu:

Baca Juga :  √ Pengertian Ringkasan : Bentuk, Ciri, dan Contohnya

– His atau Hollandsch Indlandsche School adalah setingkat SD.

– MULO atau Meer Uitgebreid Lagare Onderwijs adalah setingkat SMP.

– AMS atau Algemeene Middlebare School adalah setingkat SMU.

– Kweek School atau Sekolah Guru untuk kaum bumi putra.

– Technical Hoges School atau Sekolah Tinggi Teknik yang ada di Bandung. Tapi pada tahun 1902, didirikan sekolah pertanian yang ada di Bogor (sekarang namanya menjadi IPB).

2.Irigasi atau Pengairan

Is Pada tahun 1885 dibangunlah pengairan oleh pemerintah belanda untuk sarana irigasi pertanian. Untuk bangunan irigasi yang ada di Demak dan Beratas luasnya mencapai 96.000 bau. Namun pada tahun 1902 luasnya menjadi 173.000 bau. Dengan irigasi uty akan membuat tanah menjadi lebih subur dan produksinya juga bisa bertambah.

3. Transmigrasi atau Perpindahan Penduduk

Isi politik etis yang terakhir adalah transmigrasi atau perpindahan penduduk. Dengan proses transmigrasi, tanah luar Jawa yang belum diolah lalu diubah menjadi ladang penghasilan. Kemudian juga bisa mengurangi kepadatan penduduk di wilayah Jawa. Pada tahun 1865, jumlah penduduk Madura dan Jawa adalah 14 juta jiwa. Tapi pada tahun 1900 jumlahnya berubah menjad dua kali lipat. Awal abad ke 19 terjadi migrasi penduduk dari wilayah  Jawa Tengah ke Jawa Timur dikarenakan perluasan perkebunan tembakau dan tebu. Ada juga migrasi dari wilayah Jawa menuju Sumatera Utara karena besarnya permintaan tenaga kerja diperkebunan Deli, Sumatera Utara. Sementara untuk migrasi yang menuju Lampung mempunyai maksud untuk menetap.

C. Tujuan

– Meningkatkan Edukasi dalam menyelenggarakan pendidikan.

– Membuat Irigasi bertujuan membangun sarana dan jaringan pengairan.

– Transmigrasi dan imigrasi adalah mengorganisasi perpindahan penduduk.

Politik etis yang dalam hal ini dilakukan Belanda dengan melakukan perbaikan bidang irigasi, pertanian, transmigrasi dan pendidikan, sepintas kelihatan mulia Tapi di balik itu, program-program ini dimasudkan untuk kepentingan Belanda sendiri.

Baca Juga :  √Hati: Pengertian, Fungsi dan Struktur Bagiannya

D. Tokoh Pencetus

– Eduard Douwes Dekker

– Pieter Brooshooft

– Conrad Theodore van Deventer

– Jacques Henrij Abendanon

– Dr. Douwes Dekker

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pencetus Politik Etis: Pengertian, Isi, Tujuan, Pencetus, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :