Model Integrasi Yang Berlangsung Di Indonesia

Diposting pada

Pengertian Integrasi Nasional

Integrasi nasional adalah usaha dan proses mempersatukanperbedaan-perbedaan yang ada pada suatu negara sehingga terciptanya keserasian dan keselarasan secara nasional.

Istilah integrasi nasional berasal dari dua kata yaitu integrasi dan nasional. Istilah integrasi mempunyai arti pembauran/penyatuan sehingga menjadi kesatuan yang utuh/bulat. Istilah nasional mempunyai pengertian kebangsaan, bersifat bangsa sendiri, meliputi suatu bangsa seperti cita-cita nasional, tarian nasional, perusahaan nasional (Kamus Besar Bahasa Indonesia: 1989 dalam Suhady 2006: 36).

Berikut ini beberapa pengertian tentang integrasi Menurut Claude Ake (dalam Nazaruddin Syamsuddin, Integrasi dan Ketehanan Nasional di Indonesia (Lemhanas, Jakarta 1994, hal3), integrasi nasional pada dasarnya mencakup dua masalah pokok, yaitu

  1. Bagaimana membuat rakyat tunduk dan patuh kepada tuntutan-tuntutan negara, yang mencakup perkara pengakuan rakyat terhadap hak-hak yang dimiliki negara.
  2. Bagaimana meningkatkan konsensus normatif yang mengatur prilaku politik setiap anggota masyarakat, konsensus ini tumbuh dan berkembang diatas nilai-nilai dasar yang dimiliki bangsa secara keseluruhan.

Nazaruddin  berpendapat istilah integrasi nasional merujuk kepada  seluruh unsur dalam rangka melaksanakan kehidupan bangsa, meliputi sosial, budaya ekonomi, maka pada intinya integrasi nasional lebih menekankan persatuan persepsi dan prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat.


Makna Integrasi Nasional

Istilah integrasi nasional dapat di uraikan dari 2 pengertian secara etimologi dan terminologi.

Etimologi adalah studi yang mempelajari asal usul kata, sejarahnya dan juga perubahan yang terjadi dari kata itu. Pengertian etimologi dan integrasi nasional berarti mempelajari asal usul kata pembentuk istilah tersebut. Secara etimologi, integrasi nasional terdiri atas 2 kata integrasi dan nasional.

Terminologi dapat diartikan penggunaan kata sebagai suatu istilah yang telah dihubungkan dengan konteks tertentu dan umumnya dikemukakan oleh ahlinya.

Istilah integrasi nasional dalam bahasa inggrisnya adalah “national integration” “integration” berarti kesempurnaan atau keseluruhan. Yg berasal dari bahasa latin integer yg berarti utuh atau menyeluruh. Berdasarkan arti etimologisnya integrasi dapat diartikan sebagai pembaruan hingga menjadi kesatuan yg utuh dan bulat. “nation” artinya bangsa sebagai bentuk persekutuan dari orang-orang yang berbeda latar belakangnya, berada dalam suatu wilayah dan di bawah satu kekuasaan politik. Menurut kurana (2010) menyatakan integrasi nasional adalah kesadaran identitas bersama di antara warga negara.

Dapat disimpulkan bahwa integrasi dapat berarti penyatuan, pembaruan, keterpaduan, sebagai kebulatan dari unsur atau aspek-aspeknya.


Jenis Integrasi

Myron weiner dalam ramlan surbakti (2010) lebih cocok menggunakan istilah integrasi polirik dari pada integrasi nasional.

Menurutnya integrasi politik adalah penyatuan masyarakat dengan sistem politik. Yg di bagi menjadi 5 jenis yakni:


  • Integrasi Politik

Terdapat dimensi vertikal dan horizontal. Dimensi yg bersifat vertikal menyangkut hubungan elit dan massa, baik antara elit politik dengan massa pengikut, atau antara penguasa dan rakyat guna menjembatani celah perbedaan dalam rangka pengembangan proses politik yg positif.

Dimensi horizontal menyangkut hububgan yang berkaitan dengan masalah teritorial, antar daerah, antar suku, umat beragama, dan golongan masyarakat indonesia.


  • Integrasi Ekonomi

Berarti terjadinya saling jetergantungan antar daerah dalam upaya memenuhi kebutuhan hidup rakyat. Di sisi lain integrasi ekononi adalah penghapusan (pencabutan) hambatan-hambatan antar daerah yang memungkinkan ketidaklancaran hubungan antar jeduanya.

Baca Juga :  Pengertian Etika Bisnis

  • Integrasi Sosial Budaya

Merupakan proses penyesuaian unsur-unsur yang berbeda dalam masyarakat sehingga menjadi satu kesatuan. Unsur-unsur yg berbeda tersebut dapat meliputi ras, etnis, agama, bahasa, kebiasaan, sistem nilai, dsb.


Pentingnya Integrasi Nasional

Menurut Myron winer dalam surbakti (2010) dalam negara merdeja faktor pemerintah yang berkebangsaan (legitimate) merupakan hal penting bagi pembentukan negara-bangsa. Hal ini di sebabkan tujuan negara hanya akan dapat dicapai apabila terdapat suatu pemerintah yg mampu menggerakan dan mengarahkan seluruh potensi masyarakat agar mau bersatu dan bekerjasama. Diperlukan hubungan yang ideal antara pemerintah dengan rakyatnya sesuai dengan sistem nilai dan politik yang di sepakati. Hal demikian memerlukan integrasi politik.

Negara baru seperti Indonesia membangun intefrasi juga menjadi tugas penting pertama pemerintah kolonial belanda tidak pernah memikirkan tentang perlunya membangun kesetiaan nasional dan semangat kebangsaan pada rakyat indonesia. Kedua bagi negara-negara baru tuntutan integrasi ini juga menjadi masalah pelik bukan saja karena perilaku pemerintah kolonial sebelumnya, tetapi juga latar belakang bangsa yang bersangkutan.

Ditinjau dari keragaman etnik dan ikatan primordial inilah pembangunan integrasi bangsa menjadi semakin penting. Ironisnya bahwa pembangunan integrasi nasional selalu menghadapi situasi dilematis, setiap penciptaan negara yg berdaulat dan kuat juga akan semakin membangkitkan sentimen primodial yg dapat berbentuk gerakan sparatis, rasialis, atau gerakan keagamaan.

Integrasi diperlukan guna menciptakan kesetiaan baru terhadap identitas-identitas baru yg diciptakan (identitas nasional) misal bahasa nasional, simbol negara, semboyan nasional, ideologi nasional.


Alasan Diperlukannya Integrasi Nasional

Suatu negara-bangsa membutuhkan persatuan untuk bangsanya yang dinamakan integrase nasional. Dapat dikatakan bahwa sebuah negara-bangsa yang mampu memangun integrasi nasionalnya akan memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan bangsa-bangsa yang ada di dalamnya. Pengertian Integrasi nasional menurut beberapa pakar :

Menurut Saafroedin Bahar (1996) : Integrasi nasional adalah upaya menyatukan seluruh unsur suatu bangsa dengan pemerintah dan wilayahnya.

Menurut Riza Noer Arfani (2001)   : Integrasi nasional adalah pembentukan suatu identitas nasional dan penyatuan berbagai kelompok sosial dan budaya kedalam suatu kesatuan wilayah.

Menurut Djuliati Suroyo (2002)  : Integrasi nasional adalah bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat.

Menurut Ramlan Subakti (2010)  : Integrasi nasional adalah proses penyatuan berbagai kelompok sosial budaya dalam satu kesatuan wilayah dan dalam identitas nasional.


Model Integrasi Nasional

Model Integrasi Nasional dimulai dari Indonesia merdeka pada tahun 1945. Integrasi kali ini bertujuan untuk membentuk kesatuan yang baru dari Indonesia yang merdeka, yaitu bangsa yang mempunyai kesadaran yang besar terhadap semangat nasionalisme. Penumbuhan kesadaran berbangsa ini melalui  beberapa tahapan, yaitu :

Model Integrasi

  • Masa Perintis

masa awal dirintisnya semangat nasionalisme dengan melalui pembentukan organisasi-organisasi pergerakan. Ditandai dengan Boedi Utomo muncul pada 20 Mei 1908, sebagai Hari peringatan Kebangkitan Nasional.


  • Masa Penegas,

masa mulai ditegaskannya semangat nasionalisme di diri Bangsa Indonesia yang ditandai dengan adanya peristiwa Sumpah Pemuda (28 Oktober 1928)


  • Masa Percobaan,

masa dimana ketika Indonesia mencoba meminta kemerdekaan dari Belanda, dengan melalui organisasi-organisasi pergerakan yang ada seperti GAPI (Gabungan Politik Indonesia).

Baca Juga :  Apa itu Integrasi Sosial

  • Masa Pendobrak,

di masa ini, Bangsa Indonesia berhasil mendobrak belenggu penjajahan dan juga menghasilkan kemerdekaan yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia menjadi bangsa yang merdeka, bebas, serta sederajat dengan bangsa lain.


kelompok Integrasi Nasional

Integrasi nasional, dibagi kedalam dua kelompok besar, yaitu:


  1. Integrasi Nasional Dipandang Secara Politis

Segala tindakan yang dilakukan masyarakat Indonesia upaya untuk menjaga persatuan serta kesatuan sehingga membentuk identitas nasional. Integritas nasional menciptakan segala sesuatu yang kemudian dipandang sebagai identitas masyarakat Indonesia dimana saja berada. seperti sifat gotong royong yang dimiliki dan juga keramahtamahan orang Indonesia yang selalu bertenggang rasa.


  1. Integrasi Nasional Dipandang Secara Antropologis

Sebuah integritas nasional yang dilakukan secara terus menerus dilihat secara antropologis sebagai proses yang membentuk penyesuaian diri satu masyarakat dengan masyarakat lain yang berbeda. Setiap individu dan juga kelompok masyarakat akhirnya akan membentuk keserasian fungsi.


Esensi dan Urgensi Integrasi Nasional

Integrasi masyarakat merupakan kondisi yg sangat diperlukan bagi negara untuk membangun kejayaan nasional demi mencapai tujuan yg diharapkan. Ketika masyarakat suatu negara senantiasa diwarnai oleh pertentangan atau konflik, maka akan banyak kerugian yg diderita, kerugian secara fisik material seperti kerusakan sarana dan orasarana yg di butuhkan oleh masyarakat.

Maupun kerugian mental spiritual seperti perasaan kekhawatiran, cemas, ketakutan, tekanan mental yg berkepanjangan. Sumber daya yg Dimana semestinya dapat digunakan untuk melaksanakan oembangunan akhirnya harus dikorbankan untuk mentelesaikan konflik tersebut. Dengan demikian negara yg senantiasa diwarnai dengan konflik di dalamnya akan sulit untuk mewujudkan kemajuan.


Faktor Pendorong Integritas Nasional

Integritas nasional lawan dari disintegrasi nasional yang memiliki arti perpecahan. Integritas nasional ini memiliki faktor pendorong. Faktor yang mampu membuat individu-individu di masyarakat ingin bersatu. Faktor pendorong integrasi nasional,  diantaranya yaitu :


  1. Faktor Sejarah

Masyarakat merasakan sejarah yang sama. Sama-samamerasakan penjajahan dari Belanda. Ini yang menyebabkan Indonesia bersatu. Seperti diketahui bersama wilayah Indonesia yaitu semua wilayah bekas jajahan Hindia Belanda.


  1. Keinginan Bersatu

Selain factor dari sejarah, keinginan masyarakat sendiri untuk bersatu bisa menjadi factor pendorong integrasi nasional. Jika keinginan tersebut tidak ada, walaupun sejarah sama belum tentu terjadi tindakan yang menyatukan. Keinginan bersatu pada umumnya terjadi untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.


  1. Cinta Tanah Air dan Rela Berkorban

Faktor yang mendorong selanjutnya ialah rasa cinta tanah air serta rela berkorban. Di mana masyarakat ingin Bangsa Indonesia tetap ada dan juga rela berkorban apa saja untuk mempertahankannya.


  1. Konsensus atau Kesepakatan Nasional

Mendukung kemerdekaan, kesepakatan atau konsensus nasional merupakan faktor pendorong  dari integritas nasional. Hal Ini berlaku ketika negara dalam keadaan yang tidak stabil. Keinginan bersatu, cinta tanah air, dan juga rela berkorban didorong oleh kesepakatan nasional yang akan melahirkan integrasi yang sangat kuat.


Faktor-Faktor Penghambat Integrasi Nasional

Faktor-faktor penghambat dalam integrasi nasional, antara lain yaitu :


  1. Masyarakat Heterogen

Masyarakat di Indonesia sangat heterogen. Keragaman suku bangsa, ras, agama, serta budaya sangat lengkap di sini. Keragaman masyarakat menjadi faktor penghambat paling utama dari integrasi nasional. Masyarakat yang berbeda memiliki kebiasaan yang berbeda dan juga tidak mudah menyatu.

Baca Juga :  Bjorn Ironside

  1. Wilayah Luas

Unsur-unsur negara Indonesia berupa wilayah sangat luas.  Wilayah  ini memisahkan suku bangsa yang satu dengan yang lainnya serta membuat keragaman lebih banyak lagi.  Wilayah yang luas juga membuat penyatuan menjadi lebih sulit karena membutuhkan waktu, tenaga dan dana yang tentunya lebih banyak.


  1. Ancaman dari Dalam dan Luar Negeri

Selalu ada ancaman dari dalam maupun luar negeri terhadap integrasi nasional. Ancaman dari dalam negeri, seperti pemberontakan kelompok masyarakat. Sedangkan ancaman dari luar negeri bisa berupa ancaman invasi. Ada juga ancaman lebih halus dengan menguasai Indonesia di bebebrapa bidang, yaitu ekonomi, ideologi, serta budaya.


  1. Ketidakmerataan Pembangunan

Wilayah Indonesia yang luas menyebabkan pembangunan tidak merata. Khususnya di wilayah yang sangat jauh dari pusat serta terpencil. Ketidakmerataan pembangunan menyebabkan keresahan masyarakat setempat.  Isu ketidakadilan mudah muncul dan menyulitkan integrasi nasional.


  1. Etnosentrisme

Faktor terakhir penghambat integrasi nasional ialah etnosentrisme.  Etnosentrisme adalah sikap/pandangan yang berpangkal pada masyarakat serta kebudayaan sendiri, biasanya disertai dengan sikap dan juga pandangan yang meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain.


Upaya yang Dilakukan untuk Membangun Integrasi Nasional

Menurut Liddle, suatu integrasi nasional yang tangguh hanya dapat berkembang apabila :

  1. Sebagian besar anggota Masyarakat bangsa bersepakat tentang batas-batas territorial dari negara sebagai suatu kehidupan politik dimana mereka menjadi warganya.
  2. Sebagian anggota masyarakat bangsa bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan dari pada proses politik  yang berlaku bagi seluruh masyarakat diatas wilayah Negara.

Dengan perkataan lain, suatu integrasi nasional yang tangguh akan  berkembang di atas konsensus nasional mengenai batas-batas suatu masyarakat tersebut. Dan harus memiliki :

  1. Kesadaran dari sejumlah orang bahwa mereka bersama-sama merupakan warga dari suatu bangsa.
  2. Konsensus nasional mengenai bagaimana suatu kehidupan bersama sebagai bangsa harus diwujudkan atau diselenggarakan.

Contoh Integrasi Nasional dalam Keluarga

  • Saling Membantu Sesama Anggota Keluarga
  • Saling Menghargai Pendapat Sesama Anggota Keluarga
  • Rajin Beribadah
  • Patuh Pada Orangtua

Contoh Integrasi Nasional dalam Sekolah

  • Seragam, Seragam sekolah adalah tanda persamaan semua anak yang bersekolah. tanpa membeda-bedakan kedudukan .
  • Piket, di sekolah semua anak serta guru memiliki hak dan kewajiban sama sesuai kedudukannya.
  • Menaati Peraturan, Peraturan diterapkan dengan disiplin dan tegas. Semua anggota sekolah harus menaati peraturan yang ada.
  • Menaati Guru
  • Upacara Bendera

Contoh Integrasi Nasional di Masyarakat

  • Pelaksanaan Gotong Royong
  • Saling Menghargai
  • Sikap Saling Berbagi
  • Tidak Sombong

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Model Integrasi Yang Berlangsung Di Indonesia : Pengertian, Model,Kelompok, Makna, Jenis, Alasan, Esensi, Faktor Pendorong, Penghambat, Upaya, Contoh, Urgensi, Pentingnya,  semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.