Majas Personifikasi

Diposting pada

Definisi Majas

Majas merupakan bentuk retorik, yaitu penggunaan kata-kata dalam berbicara dan menulis untuk meyakinkan atau mempengaruhi penyimak dan pembaca.Kata retorik berasal dari bahasa yunani rhetor yang berarti orator atau ahli pidato. Pada masa yunani kuno, retorik memang merupakan bagian penting dari suatu pendidikan dan oleh karna itu aneka ragam majas sangat penting serta harus dikuasai benar-benar oleh orang-orang yunani dan romawi yang telah memberi nama bagi aneka seni persuasi ini.

Majas, kiasan atau “figure of speech” adalah bahasa kias, bahasa indah yang dipergunakan untuk meninggikan serta meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta membandingkan suatu benda atau hal tertentu dengan benda atau hal lain yang lebih umum. Pendek kata, penggunaan majas tertentu dapat merubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu.

Permasalahan tersebut lebih dikenal dengan hal yang berhubungan dengan polisemi dan homofon. Disamping hal tersebut, selain mengetahui lebih dalam tentang makna ataupun konsep dari polisemi dan homonim. Kita juga harus mengetahui dalam membedakan antara homofon dan polisemi.

Penulis memilih topik tentang homofon dan polisemi berdasarkan rentetan-rentetan pembahasan yang telah dijelaskan di atas menjadi judul makalah ini.

Pengertian Majas Personifikasi

Pengertian Majas Personifikasi merupakan suatu majas yang mengenakan sifat-sifat manusiawi atau insani terhadap sebuah benda mati sehingga membuat benda mati tersebut seolah-olah memiliki sifat seperti benda hidup. Yang menjadi ciri khas majas personifikasi yakni terdapat pilihan kata yang melekatkan sifat manusia terhadap benda mati sehingga menjadi seolah hidup.

Selain itu juga majas personifikasi juga memilikisebuah gaya bahasa perbandingan yakni membandingkan benda tidak dapat bergerak maupun benda mati sehingga tampak seperti bergerak atau tampak hidup serta bisa berperilaku seperti makhluk hidup atau manusia. diKarenakan itulah maka majas personifikasi ini dapat dikelompokkan ke dalam majas perbandingan. Fungsi dari majas personifikasi yakni untuk memberikan citraan maupun bayangan angan yang konkret dan juga akan memberikan gambaran tentang situasi yang dilukiskan yang lebih jelas. Di dalam banyak jenis karya sastra seperti puisi, cerpen, lagu yang lain-lain penggunaan majas personifikasi banyak ditemukan di dalamnya.

Majas Personifikasi


Ciri Majas Personifikasi

Ciri majas ini merupakan terdapatnya pilihan kata yang menggunakan sifat manusia pada benda mati tersebut. Majas personifikasi mempunyai beberapa gaya bahasa perbandingan yakni membandingkan benda mati ataupun tidak dapat bergerak sehingga sepertinya tampak bernyawa dan juga dapat berperilaku seperti manusia. oleh karena itu, majas ini dikategorikan juga sebagai majas perbandingan.


Fungsi Majas Personifikasi

Majas personifikasi ini berfungsi untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai sebuah situasi yang akan dilukiskan dan memberikan bayangan angan “citraan” yang sebuah konkret. Penggunaan majas personifikasi sering ditemukan dalam banyak jenis karya sastra,contohnya cerpen, puisi, lagu atau yang lain-lain.


Contoh Majas Personifikasi


a.pada siang hari itu, matahari menatapku dibalik awan.

Pada kata menatapku di atas yang membuat kalimat di atas ini akan menjadi majas personifikasi. Karena, menatap ialah sesuatu yang biasa dilakukan oleh makhluk hidup seperti manusia, bukan yang bisa dilakukan oleh benda mati seperti matahri.

Baca Juga :  Sumber Daya Alam Yang Tidak Dapat di Perbaharui

b.Angin pada malam ini sangat lah dingin, menusuk hingga ke ujung tulangku.

Sama seperti contoh nomor 1, menusuk merupakan sesuatu yang bisa dilakukan pada manusia, sementara disini angin malam bisa menusuk bahkan hingga ke ujung tulang.


c.Padi menunduk seraya mengucapkan selamat sore.

Untuk contoh nomor 3 ini kata kunci ada di menunduk dan mengucapkan selamat sore.diKarenakan nyatanya benda mati tentu saja tidak bisa menunduk maupun menyapa.


d.Harta dapat membutakan banyak disekitar.

Tentu saja benda mati tidak akan bisa membutakan makhluk hidup. Arti sebenarnya merupakan karena harta biasanya bisa membuat orang menjadi lupa diri sendiri.


e.Merokok dapat membunuh orang-orang disekitarmu.

Membunuh disini bukan berarti bisa membunuh secara langsung terjadi, tapi asap rokok memang sangat berbahaya jika dihirup manusia.


f.Siang malam banyangan dirimu selalu mengusik

Bayangan tidak dapat mengusik seseorang.


g.Smartphone telah menghipnotis banyak penggunanya.

Arti yang sebenarnya ialah banyak orang yang menjadi lupa memiliki kehidupan sebenarnya karena terlalu banyak bermain dengan smartphone nya.


h.Dompet ini mulai berbisik meminta untuk segera diisi.

Berarti tanda bahwa uang yang dimiliki sudah hampir habis, tetapi dompet tidak bisa berbisik jadi kalimat ini termasuk ke dalam majas personifikasi.


i.Sepatu-sepatu di toko itu menggodaku untuk bisa memilikinya.

Sepatu tidak dapat menggoda.


j.Terlihat awan mulai murung, pertanda hujan akan segera turun.

Kata murung disini lebih diartikan sebagai mendung.


Macam-Macam Majas

Majas dibagi menjadi beberapa macam, diantaranya adalah:


  • Majas Perbandingan

Majas perbandingan dapat dibagi lagi atas perumpamaan, metafora, personifikasi, Antithesis, aligori, Asosiasi (simile)


  1. Perumpamaan

Yang dimaksud dengan perumpamaan disini adalah padan kata simile dalam bahasa inggris.

Perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berlainan dan sengaja kita anggap sama. Perbandingan itu secara eksplisit dijelaskan kata pemakaian seperti, ibarat, perumpamaan, bak, laksana.

Contoh :

Seperti air di daun keladi

Ibarat menelan duri

Bak mencari kutu dalam ijuk

Umpama memadu minyak dengan air

Laksana bulan purnama

Sebagai bintang di langit


  1. Metafora

Metafora adalah majas perbandingan yang diungkapkan secara singkat, padat dan tersusun rapi.

Contoh :

Dia dianggap anak emas majikannya.

Mereka ditimpa celaka

Nani jinak-jinak merpati

Mina buah hati Edi

Ada tiga pendapat tentang pengertian metafora:

Metafora adalah Pemakaian kata-kata bukan arti yang sebenarnya, melainkansebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. (moeliono ; 1976 : 648 )

Kiasan atau metafora adalah perbandingan yang implisit – jadi tanpa kata seperti atau sebagai – diantara dua hal yang berbeda. (meliono ; 1984 : 3)

Metafora adalah sejenis majas perbandingan yang paling singkat, padat, tersusun rapi. Didalamnya terdapat dua ide : yang satu adalah suatu kenyataan, sesuatu yang dipikirkan, yang menjadi obyek ; dan yang satu lagi merupakan pembanding terhadap kenyataan tadi ; dan kita menggantikan yang belakangan ini menjadi yang terdahulu tadi (tarigan ; 1984 : 141)


  1. Personifikasi

Personifikasi adalah jenis majas yang melekatkan sifat-sifat insani kepada barang yang tidak bernyawa dan ide yang abstrak. Atau dapat diartikan majas yang membandingkan benda-benda tidak bernyawa seolah-olah memiliki sifat seperti manusia

Misalnya :

Angin yang meraung

Penelitian menuntut kecermatan

Cinta itu buta


  1. Alegori

Alegori adalah cerita yang diceritakan dalam lambang-lambang. Merupakan metafora yang diperluas dan berkesinambungan,  tempat atau wadah obyek-obyek atau gagasan-gagasan diperlambangkan. Atau cerita kiasan atau lukisan yang mengiaskan hal lain atau kejadian lain.

Contoh :

Puisi “Diponegoro” karya Sanusi Pane.

  1. Antithesis

Antithesis adalah sejenis majas yang mengadakan komperasi atau perbandingan antara dua antonym (yaitu kata-kata) yang mengandung ciri-ciri semantic yang bertentangan). (Ducrot &Todorov ; 1979 : 277)

Baca Juga :  Pelaksanaa Pancasila Dalam Orde Baru

Contoh :

Pada saat kami berdukacita atas kematian ayahku, mereka menyambutnya dengan kegembiraan tiada tara.

Dia bergembira ria atas kegagalan dalam ujian itu.

  1. Asosiasi (simile)

Asosiasi (simile) adalah perbandingan dua hal yang pada hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti.

Contoh :

Semangatnya keras bagaikan baja.

Wajahnya bagai bulan purnama


  • Majas Pertentangan

Majas pertentangan dapat dibagi lagi atasLitotes, hiperbola, Ironi, Sinisme, sarkasme, oksimoron, Paronomasia, Parilipsis, dan Zeugma


  1. Hiperbola

Adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan dengan maksud untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan daya pengaruh.

Contoh :

Saya terkejut setengah mati mendengar perkataannya.

Tubuhnya kurus kering setelah ditinggalkan oleh ayahnya.


  1. Litotes

Litotes adalah majas yang di dalam pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan. Tujuannya antara lain untuk merendahkan diri.

Contoh :

Kami berharap Anda menerima pemberian yang tidak berharga ini.Gajiku tak seberapa, hanya cukup untuk makan anak dan istri.

Icuk Sugiarto bukan pemain jalanan.


  1. Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud untuk menyindir atau memperolok-olok.

Contoh :

Bagus sekali rapormu, Andi, banyak angka merahnya.

Rajin sekali kamu,lima hari kamu tidak masuk sekolah.


  1. Sinisme

Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung dan agak kasar.

Contoh :

Perkataanmu tadi sangan menyebalkan. Kata-kat itu tidak pantas disampaikan orang terpelajar seperti kamu!

Bisa-bisa aku jadi gila melihat kelakuanmu itu!


  1. Darkasme

Sarkasme adalah sindiran kasar berupa ungkapan kasar yang dapat menyakitkan hati orang.

Contoh :

Tidurnya saja sehari-hari seperti babi.

Kamu ini benar-benar goblok, bebal, otaku udang


  1. Oksimoron

Oksimoronadalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian suatu hubungan sintaksis ( baik koordinasi maupun diterminasi) (ducrot and Tadorov ; 1981 : 278)

contoh :

olah raga mendaki gunung memang menarik perhatian, walaupun sangat berbahaya


  1. Paronomasia

Paronomasia adalah majas yang berisi penjajaran kata-katayang berbunyi sama tapi bermakna lain ; kata-kata yang sama bunyinya tetapi artinya berbeda. (ducrot and Tadorov ; 1981 : 278)

Contoh :

oh adindaku sayang, akan kutanam bunga tanjung dipantai tanjung hatimu.

Kembang yang kutanam dulu, kini telah berkembang.


  1. Parilipsis

Parilipsis adalah majas yang merupakan suatu formula yang dipergunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa seseorang tidak mengatakan apa yang tersirat dalam kata itu sendiri(ducrot and Tadorov ; 1981 : 278)

Contoh :

Semoga Tuhan mendengarkan doa kita ini, (maaf) bukan maksud saya menolaknya.

Pilihlah buah yang  masak(ee..) yang saya maksud bukan buah yang  busuk.


  1. Zeugma

Zeugma adalah majas yang merupakan koordinasi atau gabungan gramatis dua kata yang mengandung ciri-ciri semantic yang bertentangan ; contoh abstrak dan kongkriti. (ducrot and Tadorov ; 1981 : 278)

Contoh :

anak itu memang rajin dan malas di sekolah.

Paman saya nyata sekali bersifat social dan egois dalam kehidupan sehari-hari.


  • Majas Pertautan

Majas pertautan dapat dibagi lagi atas metonimia, sinekdoke, alusi, ellipsis, inversi,gradasi  dan eufemisme.


  1. Metonomia

Metonimia adalah majas yang memakai nama ciri atau nama hal yang ditautkan dengan nama orang, barang, atau hal lainnya sebagai penggantinya. Kita dapat menyebut penciptanya atau pembuatnya jika yang kita maksudkan adalah ciptaan atau buatannya.Bisa pula kita menyebut bahan dari barang yang dimaksud.

Contoh :

Ayah baru saja membeli zebra, padahal saya ingin Kijang.

Para siswa disekolah kami senang sekali membaca S.T. Alisyahbana .


  1. Sinekdoke

Sinekdok Pars Pro Toto adalah majas yang menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama keseluruhannya.

Contoh :

Setiap kepala dikenakan biaya.

Dia membeli dua ekor ayam

Sinekdok Totem Pro Parte adalah menyebutkan keseluruhan untuk pengganti sebagian saja.

Contoh :

Semoga Indonesia menjadi juara Thomas Cup

Desa itu diserang muntaber.


  1. Alusi

Alusio adalah majas yang menunjuk secara tidak langsung pada sustutokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama.

Baca Juga :  Pengertian Prestasi Diri

Contoh :

Banyak korban berjatuhan akibat kekejaman Nazi

Apakah setiap guru harus bernasib seperti Umar Bakri?


  1. Ellipsis

Elipsis adalah majas yang di dalamnya terdapat penghilangan kata atau bagian kalimat.

Contoh :

Dia dan ibunya ke Tasikmalaya (penghilangan predikat pergi)


  1. Inversi

Inversi adalah majas yang dinyatakan oleh pengubahan susunan kalimat.

Contoh :

Paman saya wartawan = Wartawan, paman saya.

Dia datang = Datang dia


  1. Gradasi

Gradasi adalah majas yang mengandung suatu rangkaian atau urutan (paling sedikit tiga) kata atau istilah yang secara sintaksis bersamaan yang mempunyai satu atau beberapa ciri-ciri simatik secara umum dan yang diantaranya paling sedikit satu ciri diulang-ulang dengan perubahan-perubahan yang bersifat kuantitatif (ducrot and Tadorov ; 1981 : 277)

Contoh :

“Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan itu menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan harapan.Dan pengharapan tidak mengecewakan….” (roma 5 : 3-5)


  1. Eufemisme

Eufemisme ialah ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang kasar, yang dianggap merugikan, atau yang tidak menyenangkan.

Contoh :

Tahi                   eufemismenya       tinja

Pengangguran    eufemismenya       tunakarsa

Kakus                 eufemismenya       toilet/jamban


  • Majas Penegasan/Perulangan

Majas perulangan dapat dibagi lagi atas beberapa macam diantaranya :


  1. Pleonasme

Pleonasmeadalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud untuk menegaskan arti suatu kata.

Contoh :

Mereka turun ke bawah untuk melihat keadaan barang-barangnya yang jatuh.

Dukun itu menengadah ke atas sambil menengadahkan tangannya.

Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri.


  1. Klimaks

Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama makin menghebat.

Contoh :

Semua jenis kendaraan, mulai dari sepeda, motor, sampai mobil bejejer di halaman.

Baik itu RT, Kepala Desa, Camat, Bupati, Gubernur, maupun Presiden memiliki kedudukan sama di mata Tuhan.


  1. Antiklimaks

Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturut-turut yang makin lama makin menurun (melemah)

Contoh :

Bapak Kepala Sekolah, Para guru, dan murid-murid, sudah hadir di lapangan upacara.


  1. Retoris

Retoris adalah majas yang berupa kalimat Tanya yang jawabannya itu sudah diketahui oleh penanya.Tujuannya untuk memberikan penegasan pada masalah yang diuraikannya, untuk meyakinkan, ataupun sebagai sindiran.

Contoh :

Siapa yang tidah ingin hidup bahagia?

Apa ini hasil dari pekerjaanmu selama bertahun-tahun?


  1. Aliterasi

Aliterasi adalah majas yang memanfaatkan kata-kata yang bunyi awalnya sama.

Contoh :

Dara damba daku, datang dari danau.

Inilah indahnya impian, insan ingat ingkar.


  1. Antanaklasis

Antanaklasisadalah majas yang mengandung ulangan kata yang sama, dengan makna yang berbeda.

Contoh :

Karena buah penanya yang controversial, dia menjadi buah bibir masyarakat.

Kita harus saling menggantungkan diri satu sama lain. Jika tidak, kita telah menggantung diri.


  1. Repetisi

Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan dalam kalimat yang berbeda.

Contoh :

Terlalu banyak penderitaan menimpa dirinya.Terlalu banyak masalah yang dihadapinya.Terlalu banyak.


  1. Tautologi

Tautologi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan dalam sebuah kalimat.

Contoh :

Selamatdatang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang bunga bangsaku.


  1. Paralelisme

Paralelisme adalah majas perulangan sebagaimana halnya repetisi, hanya disusun dalam baris yang berbeda.Biasanya terdapat dalam puisi.

Contoh :

Sunyiitu duka

Sunyi itu kudus

Sunyi itu lupa

Sunyi itu mampus


  1. Kiasmus

Kiasmus adalah majas yang berisi perulangan dan sekaligus menganduk inverse.

Contoh :

Yang kaya merasa dirinya miskin, sedangkan yang miskin merasa dirinya kaya.

Sudah biasa dalam kehidupan ini banyak orang Pintar yang mengaku bodoh, dan orang bodoh banyak yang merada dirinya pintar.


Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Majas Personifikasi : Pengertian, Ciri, Fungsi, Contoh, Macam Serta Definisinya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.