√Konferensi Asia Afrika dan Peran Indonesia: Latar Belakang, Sejarah, Pelaksanaan, Tujuan, Pokok Pembahasan, Hasil dan Pengaruhnya

Diposting pada

Latar Belakang Diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika

Bangsa- bangsa yang ada di asia-Afrika memiliki persamaan nasib serta sejarah yang sama, yaitu menjadi sasaran penjajah bangsa Eropa.

√Konferensi Asia Afrika dan Peran Indonesia: Latar Belakang, Sejarah, Pelaksanaan, Tujuan, Pokok Pembahasan, Hasil dan Pengaruhnya

Disaat kesadaran dari bangsa-bangsa Asia-Afrika ingin mendapatkan kemerdekaan seperti, Yaman yang berjuang untuk membebaskan Aden dari Inggris, serta rakyat Aljazair, Maroko, Sudan, Tumisia, dan juga Kongo yang berjuang membebaskan tanah airnya dari kekuasaan bangsa Eropa, dan masih banyak lagi.

Dari bangsa-bangsa Asia yang sudah merdeka masih belum memiliki rasa kesadaran untuk bersatu, yang akhirnya Rusia dan Amerika Serikat ikut melibatkan diri dalam masalah ini. Seperti:

  • Persengketan RRC-Taiwan dalam memperebutkan Pulau Quemoi.
  • Persengketan India-Pakistan dalam memperebutkan wilayah Kasmir.
  • Persengketan Korea Utara dan Korea Selatan dengan masalah perbatasan.

Karena PBB seringkali tidak bisa mengatasi persengketaan antarnegara. Ajakan dari Dewan Keamanan PBB sering dilanggar negara-negara yang sedang mengalami selisih

Kepentingan politik luar negeri Indonesia dalam mengumpulkan kekuatan negara-negara Asia-Afrika supaya ikut untuk mendukung merebut Irian Barat (Papua) melalui PBB.

Sehingga bangsa-bangsa Asia-Afrika tidak mau terlibat dalam Perang Dingin, karena ingin memusatkan perhatian kepada pembangunan yang  memerlukan kerja sama.

Sejarah Terwujudnya Konferensi Asia-Afrika

Sebelum diladakannya Konferensi Asia Afrika (KAA), ada persiapan-persiapan yang dilakukan dengan melaksanakan Konferensi di Colombo (Konferensi Panca Neraga I) dan juga Konferensi Bogor (Konferensi Panca Negara II).

  1. Konferensi Colombo (Konferensi Pancanegara I)

konferensi di Colombo dilaksanakan Pada tanggal 28 April-2 Mei 1954, bertempat di ibu kota Srilangka. Acara ini dihadiri oleh 5 negara sekaligus akan menjadi sponsor KAA diantaranya:

  1. Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo sebagai wakil Indonesia
  2. Perdana Menteri Shri Pandit Jawarhalal Nehru sebagai wakil India
  3. Perdana Menteri Mohammad Ali Jinnah sebagai wakil Pakistan
  4. Perdana Menteri Unu sebagai wakil Birma (Myanmar)
  5. Perdana Menteri Sir John Kotelawala sebagai wakil Srilangka

Dikonferensi ini, Indonesia mengusulkan supaya diadakan konferensi yang lebih luas jangkauannya, tidak hanya negara-negara Asia saja, tetapi beberapa negara Afrika juga. Usulan ini disambut positif dengan  Perdana Menteri Ali Sastroamidjoyo diberi mandat menjajagi kemungkinan diadakannya konferensi Asia-Afrika. Hasil dari konferensi Colombo ini adalah:

  1. Indocina harus dimerdekakan dari penjajahan Perancis.
  2. Menuntut kemerdekaan bagi Tunisia dan Maroko.
  3. Menyetujui serta mengusahakan adanya konferensi Asia-Afrika dan memilih Indonesia sebagai penyelenggara.

  1. Konferensi Bogor (Konferensi Pancanegara II)

Konferensi di Bogor dilaksanakan pada tanggal 28-31 Desember 1954. Konferensi ini sebagai kelanjutan dari Konferensi Colombo, dan negara-negara sponsor akan mengevaluasi hasil penjajagan Indonesia untuk mempersiapkan KAA. Rekomendasi dalam sidang ini, yaitu:.

  1. Mengadakan Konferensi Asia-Afrika di Bandung di bulan April 1955.
  2. Menetapkan kelima negara peserta konferensi Colombo untuk negara-negara sponsor.
  3. Menetapkan 25 negara-negara Asia-Afrika yang diundang.
  4. Menentukan tujuan konferensi Asia-Afrika.

Pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika

Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung tanggal 18-24 April 1955. Peserta yang hadir diKonferensi Asia-Afrika diwakili setiap utusan dari 29 negara di kawasan Asia dan Afrika diantaranya:

Indonesia, India, Pakistan, Kamboja, Laos, RRC, Srilangka, Burma (Myanmar), Filipina, Muangthai, Jepang, Vietnam, Nepal, Afganistan, Iran, Irak, Arab Saudi, Suriah, Yordania, Lebanon, Turki, Yaman, Mesir, Sudan, Etiopia, Liberia, Libia dan Ghana.

Tujuan Konferensi Asia-Afrika

Konferensi Asia-Afrika diadakan untuk tujuan berikut:

  • Menghapus/menghilangkan diskriminasi ras dan kolonialisme.
  • Memperhatikan kedudukan Asia-Afrika dan rakyatnya, serta memberikan sumbangan untuk meningkatkan perdamaian dan juga kerja sama internasional.
  • meninjau masalah-masalah hubungan sosial, ekonomi dan jugaa kebudayaan dalam hubungannya dengan negara-negara peserta.
  • Mengembangkan peranan Asia-Afrika di dunia dan juga ikut serta mengusahakan perdamaian di

Pokok-Pokok dalam Pembicaraan Konferensi Asia-Afrika

Pokok-pokoknya antara Lain, Yaitu:

  • Kerja sama ekonomi
  • Kerja sama budaya
  • Hak-hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri
  • Masalah kolonialisme, imperialisme seperti Belanda di Irian barat, Prancis di Maroko, Aljazair dan Tunisia
  • Masalah perdamaian dunia dan kerjsa sama internasional
  1. Hasil dari Konferensi Asia-Afrika

Keputusan yang dihasilkan Konferensi Asia-Afrika dan sudah disepakati para peserta diantaranya :

  • Kerja sama Ekonomi, antara lain mengusahakan kemajuan ekonomi, memajukan perdagangan, saling memberikan bantuan teknik dan mendirikan bank-bank.
  • Kerja sama Budaya, antara lain memajukan kerja sama kebudayaan sebagai jalan terpenting untuk mendapatkan pengertian antara negara-negara Asia-Afrika, memajukan pendidikan dan pengajaran dengan pertukaran pelajar, pelatih dan guru.
  • Masalah hak asasi manusia, antara lain menjunjung tinggi hak asasi manusia seperti yang tercantum dalam piagam PBB serta menentang ras dikriminasi.
  • Masalah bangsa-bangsa yang belum merdeka, antara lain menentang adanya imperialisme dan menuntut kemerdekaan bagi rakyat Aljazair, Maroko dan Tunisia.
  • Masalah lainnya, antara lain mengakui hak bangsa arab di Palestina dan menuntut soal Palestina diselesaikan secara damai, menuntut kembalinya wilayah Irian Barat kepada Indonesia serta menuntut hal wilayah Aden bagi Yaman.

Pengaruh Konferensi Asia-Afrika

Pengaruh dari adanya Konferensi Asia-Afrika, yaitu:

  • Berkurangnya ketegangan dan bahaya pecahnya peperangan yang bersumber dari persengketaan masalah Taiwan dan RRC dengan Amerika Serikat.
  • Perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika untuk mencapai kemerdekaan semakin meningkat. Hal itu tampak dengan meningkatnya jumlah negara-negara Asia-Afrika yang merdeka setalah tahun 1955.
  • Politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Indonesia, India, Birma dan Srilangka mulai diikuti negara-negara lain yang tidak masuk Blok Barat maupun Blok Timur

Peran Indonesia dalam Konferensi Asia-Afrika

  • Indonesia ikut memprakarsai dan juga sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Pancanegara II berlangsung pada tanggal 28-29 Desember 1954 di Bogor. Konferensi ini merupakan pendahuluan dari Konferensi Asia-Afrika.
  • Indonesia ikut memprakarsai dan juga sebagai tempat penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika yang berlangsung pada tanggal 18-24 April 1955 di Gedung Merdeka Bandung (Jawa Barat). Dalam Konferensi tersebut beberapa tokoh Indonesia menduduki peranan penting, diantaranya:
  • Ali Sastroamidjoyo sebagai ketua konferensi, Sekretarisnya Jenderal Konferensi : Ruslan Abdulgani sebagai sekretaris jenderal konferensi, Mr. Muh. Yamin sebagai ketua komite kebudayaan, Prof. Ir. Roseno sebagai ketua Komite Ekonomi.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √Konferensi Asia Afrika dan Peran Indonesia: Latar Belakang, Sejarah, Pelaksanaan, Tujuan, Pokok Pembahasan, Hasil dan Pengaruhnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua.

baca juga ;

Read More  √Kesimpulan Bela Negara : Pengertian, Unsur, Fungsi, Tujuan, dan Manfaatnya
Read More  √21 Kelebihan Sistem Parlementer dan Kekurangannya
Read More  √17 Makna Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Read More  √Tujuan NKRI : Pengertian, Fungsi dan Tujuannya