Fungsi LSM

Diposting pada

Pengertian LSM

LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat) merupakan organisasi/lembaga /instansi yang beranggotakan warga masyarakat penduduk negara Republik Indonesia yang harus secara sukarela (atas kemauan sendiri) berniat dan bergerak di bidang kegiatan tertentu yang diatur oleh organisasi atau lembaga sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam rangkka meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang berfokus terhadap pengabdian secara swadaya.

Fungsi LSM


Sejarah Perkembangan LSM Di Indonesia

Istilah LSM didefinisikan secara tegas dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 8/1990, yang ditujukan kepada gubernur di seluruh Indonesia tentang Pembinaan Lembaga Swadaya Masyarakat. Lampiran II dari Inmendagri menyebutkan bahwa LSM adalah organisasi/lembaga yang anggotanya adalah masyarakat warganegara Republik Indonesia yang secara sukarela atau kehendak sendiri berniat serta bergerak di bidang kegiatan tertentu yang ditetapkan oleh organisasi/lembaga sebagai wujud partisipasi masyarakat dalam upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat, yang menitikberatkan kepada pengabdian secara swadaya.

Dalam Pilot Proyek Hubungan Bank dan Kelompok Swadaya Masyarakat (PPHBK) istilah LSM mencakup pengertian LPSM (Lembaga Pengembangan Swadaya Masyarakat) dan KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat). PPHBK yang dikelola oleh Bank Indonesia dimaksudkan menghubungkan Bank (formal) dengan KSM (non formal) dalam bidang permodalan.

Sejak diperkenalkan Bank Indonesia tahun 1988, skema HBK telah berjalan sangat baik, hingga September 2001, dilaksanakan di 23 propinsi, mencakup lebih dari 1000 kantor bank partisipan, 257 LPSM, 34.227 kelompok swadaya masyarakat dengan anggota sekitar 1.026.810 KK, menyalurkan kredit (akumulasi) Rp 331 milyar, memobilisasi tabungan beku (akumulasi) Rp 29,5 milyar, dan tingkat pengembalian kredit 97,3%.

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian LSM mencakup dua kategori yaitu KSM dan LPSM. Disamping itu ada kategori ketiga yang disebut LSM Jaringan, yaitu suatu bentuk kerjasama antara LSM dalam bidang kegiatan atau minat tertentu, misalnya:

  1. Sekretariat Bina Desa (SBD), berdiri 1974, merupakan forum dari LSM yang bekerja di kawasan pedesaan.
  2. Wahana Lingkungan Hidup (WALHI), berdiri 1976, merupakan wadah kebersamaan LSM yang memusatkan perhatian pada upaya pelestarian lingkungan
  3. Forum Indonesia untuk Keswadayaan Penduduk (FISKA), berdiri 1983, merupakan forum LSM yang bergerak dibidang kependudukan
  4. Forum Kerjasama Pengembangan Koperasi (FORMASI), berdiri 1986, merupakan forum LSM yang bekerja mengembangkan koperasi
  5. Forum Pengembangan Keswadayaan (Participatory Development Forum- PDF), berdiri 1991, merupakan peningkatan dari Forum Kerjasama LSM — PBB (NGO – UN Cooperation Forum) yang didirikan pada 1988. PDF menggabungkan berbagai LSM berinteraksi dengan Pemerintah, dunia usaha dan badan-badan Internasional dalam suatu forum untuk mengembangkan peran serta berbagai aktor dalam pembangunan.

Baca Juga :  Pengertian Diensefalon

Ciri-ciri LSM

  • Organisasi Lsm bukan bagian dari pemerintah, birokrasi ataupun negara.
  • Dalam melakukan kegiatan atau aktivitas tidak bertujuan untuk mendapatkan sebuah keuntungan.
  • Kegiatan atau Pekerjaan yang ijalankan semata-mata untuk kepentingan masyarakat umum, atau tidak untuk kepentingan para anggota seperti yang dijalankan oleh  koperasi ataupun organisasi profesi.
  • Berlandaskan kepada Undang-undang No.16 tahun 2001 mengenai Yayasan, Oleh karenanya secara umum organisasi non pemerintah di Indonesia yang berbentuk oleh suatu yayasan.

Macam-macam LSM


  1. Organisasi Donor

Adalah organisasi non pemerintah yang memberikan dukungan biaya atau tarif untuk kegiatan donor pada orang lain.


  1. Organisasi Mitra Pemerintah

Adalah organisasi non pemerintah yang menjalankan kegiatan bekerja sama dengan pemerintah untuk melaksanakan kegiatan.


  1. Organisasi Professional

Adalah organisasi non pemerintah yang menjalankan kegiatan atau aktivasnya menurut kemampuan atau kecakapan profesional tertentu contohnya ornop pendidikan, ornop bantuan hukum, ornop jurnalisme, ornop kesehatan, ornop pengembangan ekonomi, dan lain lain.


  1. Organisasi Oposisi

Adalah organisasi non pemerintah yang menjalankan kegiatan atau aktivitasnya dengan memilih untuk menjadi penyeimbang dari kebijakan pemerintah. Ornop ini bertindak memberikan kritik, saran dan pengawasan untuk keberlangsungan kegiatan pemerintah dengan baik.


Fungsi LSM

  • Sebagai wadah organisasi yang menampung, memproses, mengelola dan melakukan semua aspirasi masyarakat dalam bidang pembangunan terutama pada bagian yang kerap kali tak diperhatikan oleh pemerintah.
  • Senantiasa ikut serta menumbuhkembangkan jiwa dan semangat dan memberdayakan masyarakat dalam bidang pembangunan, hal ini merupakan salah satu fungsi utama dari pembentukan lembaga swadaya masyarakat itu sendiri.
  • Ikut serta melaksanakan, mengawasi, memotivasi dan merancang proses dan hasil pembangunan secara berkesinambungan tak hanya pada saat itu juga. Dalam hal ini LSM harus memberikan penyuluhan langsung kepada masyarakat untuk ikut serta berperan aktif dalam pembangunan.
  • LSM juga harus ikut serta dalam memelihara dan menciptakan suasana yang kondusif di dalam kehidupan masyarakat bukan sebaliknya justru membuat keadaan menjadi semakin kacau dengan adanya isu-isu palsu yang meresahkan di kalangan masyarakat.
  • Lembaga swadaya masyarakat sebagai wadah penyalur aspirasi atas hak dan kewajiban warga negara dan kegiatan dari masyarakat sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan oleh masing-masing Lembaga swadaya masyarakat.
  • Lembaga swadaya masyarakat juga harus ikut menggali dan mengembangkan segala potensi yang dimiliki oleh anggotanya sehingga busa mewujudkan tujuan yang sydag ditetapkan bersama. Dalam hal ini sangatlah penting karena bula anggota dalam lembaga swadaya masyarakat tidak mempunyai potensi sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan akan menjadikan LSM seperti halnya mayat hidup, yang ada keberadaannya tetapi tidak memiliki nyawa di dalamnya.
  • Lembaga swadaya masyarakat sebagai wadah yang ikut serta dalam perannya mensukseskan pembangunan bangsa dan negara. Serta dalam hal ini ikut menjaga kedaulatan negara dan menjaga ketertiban sosial.
  • Sebagai salah satu cara bagi masyarakat untuk memberikan asiprasinya, kemudian aspirasi tersebut ditampung oleh lembaga swadaya masyarakat sesuai dengan tujuan LSM itu sendiri dan kemudian akan disalurkan kepada lembaga politik yang berkaitan guna mencapai keseimbangan komunikasi yang baik antara masyarakat serta pemerintahan seperti politik luar negeri Indonesia.
Baca Juga :  Tujuan Kebijakan Pemerintah

Bentuk Organisasi LSM

Secara umum bentuk organisasi dari LSM dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Lembaga mitra pemerintah; lembaga ini bekerja sama dengan pemerintah dalam menjalankan program-program pemerintah. Dana yang digunakan bisa berasal dari pemerintah atau dari lembaga donor lainnya. Ibarat simbiosis mutualisme, peran Pemerintah dan LSM disini saling bantu membantu dan melengkapi satu sama lain. LSM melakukan identifikasi di lapangan yang riil terhadap kebijakan yang akan dilakukan Pemerintah. Sedangkan Pemerintah atau lembaga donor lainnya memberikan kucuran dana dan teknis pelaksanaan kepada LSM tersebut. Sehingga ada balancing policy antara LSM dan Pemerintah. Contoh LSM seperti ini adalah Lembaga Pangan Independent (LPI) yang biasa menyalurkan pupuk dan benih kepada petani dan Indonesia.

  2. Lembaga donor yang mengumpulkan dana untuk dapat disalurkan kepada lembaga dan masyarakat yang membutuhkan. Dalam fungsinya sebagai lembaga donor, LSM dimungkinkan untuk diberi kepercayaan oleh masyarakat mengemban tugas tertentu. Seperti tempat penggalangan dana untuk korban bencana alam, penggalangan dana dan sembako ketika hari raya keagamaan dan lain-lain. Dalam fungsi ini mungkin saja LSM melakukan kesalahan-kesalahan ataupun penyelewengan. Disinilah dituntut tanggung jawab dan juga transparansi LSM dalam melakukan tugasnya. Contoh LSM yang berbentuk seperti ini di Indonesia seperti, Lembaga Pundi Amal, Tali Kasih Indonesia, dan lain-lain.

  3. Lembaga profesional yang bekerja berdasarkan satu isu berkaitan dengan profesi tertentu, misalnya: kesehatan, ekonomi, HAM, kriminalitas dan lainnya. Lembaga ini punya andil yang besar dalam mengusut dan juga menginvestigasi kasus-kasus yang berkaitan tentang suatu permasalahan. Contohnya, ketika kasus pembunuhan aktivis HAM Munir, dibentuk sebuah LSM yang bertugas mencari fakta tentang kasus tersebut. Beberapa waktu kemudian LSM ini diubah fungsinya oleh Pemerintah sehingga menjadi sebuah organisasi independent yang biayanya ditanggung Pemerintah. Contoh lainnya adalah LSM Peduli Rakyat Lapindo (PRL) yang dengan sukarela membantu korban bencana Lumpur Lapindo di Sidoarjo, dengan menggalang dana dan menyalurkan dana tersebut kepada masyarakat Korban bencana.

  4. Lembaga oposisi yang menjadi oposisi pemerintahan dan mengkritik kebijakan pemerintah dan menjalankan program berdasarkan kritik tersebut atau alternatif lainnya. LSM semacam bisa kita ambil contoh seperti ICW (Indonesian Corruption Watch) yang biasa menginvestigasi dan mengkritik kasus-kasus korupsi yang dilakukan baik oleh birokrat maupun anggota legislatif (DPR).
Baca Juga :  Akulturasi Kebudayaan Islam

Karakteristik LSM Yang Berhubungan Dengan Demokrasi Indonesia

Dalam menjalankan tugasnya LSM mempunyai karakteristik tertentu. Adapun yang berhubungan dengan proses demokrasi antara lain:

  1. Lebih khusus berperan sebagai “agen pembangunan” bagi masyarakat lokal saat masyarakat melakukan perbandingan dan “bench mark dengan reference group yang ada, sehingga masyarakat menjadi tahu posisi mereka berada di mana.
  2. LSM adalah lembaga yang memberikan kontribusi kepada perubahan. Tetapi LSM itu bukan merupakan alat untuk perubahan itu sendiri. LSM adalah gerakan non-massa. Dia merumuskan dan mengartikulasikan kekuatan rakyat, serta bersolider dengan rakyat. Tetapi sebetulnya, LSM sebagai organisasi non-massa, bukan kendaraan untuk perubahan itu sendiri. Seharusnya organisasi massalah yang melakukan perubahan itu. Militer, meskipun bukan organisasi massa, bisa melakukan perubahan karena dia bersenjata. Ormas dan partai politiklah yang tepat. Kalau LSM memang hanya beberapa orang yang terlibat. LSM bukannya tidak penting, tetapi untuk perubahan aktual, LSM bukan kendaraan untuk perubahan.
  3. Bekerjasama dengan pemerintah meningkatkan keswadayaan dan kemandirian masyarakat yang dilayani.
  4. LSM adalah lembaga yang tidak semata-mata mencari keuntungan dan merugikan masyarakat.
  5. Dana operasionalnya berasal dari organisasi dan masyarakat yang hasilnya kembali untuk mereka.
  6. Semangat pengorbanan dalam membantu masyarakat demi terciptanya masyarakat yang sejahtera menjadi motivasinya
  7. Prinsipnya tujuan LSM dari berbagai jaman adalah sama yaitu mencapai tingkat kemandirian yang lebih tinggi dari masyarakat yang dilayani, tetapi mereka mempunyai motivasi kerja yang berbeda dari zaman ke zaman.

Peran LSM Dalam Kehidupan Berdemokrasi Indonesia

LSM mempunyai peran yang sangat penting dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia, karena lembaga tersebut mempunyai kedekatan yang lebih terhadap masyarakat sekitarnya. Peran LSM tersebut antara lain:

  1. Memberikan informasi satu arah misalnya lewat media masa, poster, pembagian dokumen lewat Pemda, dsb.
  2. Memberikan pertukaran informasi dua arah yang melibatkan masyarakat: kunjungan kedesa/rumah dan Tanya jawab, pertemuan khusus dengan peserta-peserta yang diundang, pengumpulan pendapat, dan pengetahuan dengan metode belajar bersama, bertindak bersama.
  3. Masyarakat mendapatkan media sebagai penyalur inspirasinya yang dapat diperjuangkan sekuat tenaga dengan dukungan LSM dan pihak-pihak terkait.

Masyarakat lebih mengenal lebih dekat LSM, bahwa pada saat ini ada ratusan, bahkan ribuan LSM dengan full-timer. Bahkan ada yang lebih besar organisasinya dengan ratusan tenaga full-timer. Ada yang bekerja langsung melayani masyarakat kecil dengan memperkuat kemampuan mereka. Ada yang mengkhususkan kegiatan memperjuangkan kebijakan yang menguntungkan masyarakat bawah.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Fungsi LSM : Pengertian, Ciri, Macam, Bentuk, Karakteristik, Sejarah Perkembangan, Peran Dalam Kehidupan Demokrasi, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.