√Eritrosit: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Prosesnya

Diposting pada
√Eritrosit: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Prosesnya

Pengertian

Eritrosit ialah bagian dari sel darah dengan jumlah terbanyak di dalam tubuh yang produksinya beda antara masa janin dari masa setelah kelahiran. Dalam beberapa minggu pertama kehidupan embrio, sel darah merah primitif yang berinti di produksi di yolk sac. Lalu memasuki pertengahan trimester masa gestasi, produksi eritrosit diambil alih oleh hati (organ utama produksi eritrosit), limpa serta kelenjar limfe. Setelah itu, kira-kira selama sebulan terakhir kehamilan dan setelah lahir, eritrosit hanya diproduksi di sumsum tulang.

Sumsum tulang dari semua tulang akan memproduksi eritrosit sampai manusia berumur 5 tahun, kecuali bagian proksimal humerus (tangan) serta tibia (tulang kering). Bagian proksimal humerus dan tibia hanya akan memproduksi sedikit eritrosit bahkan tidak memproduksi lagi ketika mencapai usia kurang lebih 20 tahun. Setelah usia tersebut eritrosit akan diproduksi dalam sumsum tulang membranosa, misalnya vertebrae (tulang belakang), sternum (tulang dada), costae (tulang rusuk) serta illium. Tapi, jumlah eritrosit yang diproduksi oleh sumsum tulang membranosa akan sedikit serta berkurang seiring pertambahan usia seseorang.

Fungsi Eritrosit

  • Fungsi utama eritrosit adalah megedarkan darah kaya oksigen (O2) dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh. Dalam menjalankan fungsi itu, eritrosit dibantu oleh hemoglobin (Hb). Hb adalah substansi eritrosit yang terdiri dari rantai heme dan globin. Rantai heme tersebut adalah senyawa besi protoporfirin yang membentuk bagian pigmen atau bagian bebas protein dalam Hb serta berperan mengakut O2.
  • Eritrosit berperan sebagai dapar asam basa yang baik guna seluruh darah.
  • Eritrosit mengandung enzim karbonik anhidrase, yakni enzim yang berfungsi meningkatkan kecepatan dalam mengatalisis reaksi reversibel antara karbondioksida (CO2) serta air (H2O) guna membentuk asam karbonat (H2CO3)  beberapa ribu kali lipat.
  • Hb sebagai substasi eritrosit berperan dalam menangkal patogen atau bakteri lewat proses lisis dengan mengeluarkan radikal bebas yang bisa menghancurkan membran sel patogen serta membunuh bakteri. Oleh sebab itu dikatakan eritrosit berperan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh (antibodi).
  • Eritrosit berperan terhadap pelebaran pembuluh darah. Mekanisme tersebut bisa terjadi sebab adanya senyawa S-Nitthrosothiol yang dilepaskan ketika Hb mengalami terdeogsigenerasi.
Baca Juga :  √Cara Mengajar Anak TK Agar Tidak Bosan Beserta Tipsnya

Struktur Eritrosit

Sel darah merah adalah sel yang mempunyai struktur yang lebih sederhana dibandingkan sel lainnya. Sel ini tidak mempunyai organel seperti mitokondria, lisosom, aparatus golgi dan nukleus. Tapi, walaupun begitu sel darah merah tidak bersifat inert.  Adanya substansi Hb di dalam eritrosit akan memberikan warna merah pada darah.

Struktur eritrosit normal ialah tidak mempunyai inti dan berbentuk lempeng bikonkaf dengan diameter kira-kira 7-8 mikrometer dengan ketebalan 2,5 mikrometer pada bagian paling tebal serta 1 mikrometer dan juga kurang di bagian tengahnya. Bentuk sel darah merah bisa berubah-ubah saat sel berjalan melewati kapiler, tapi perubahan bentuk tersebut tidak akan menyebakan sel mengalami ruptur. Hal tersebut dikarenakan dalam keadaan normal, sel darah merah mempunyai kelebihan  membran sel untuk menampung zat di dalamnya sehingga tak akan merenganggkan membran secara hebat.

Volume rata-rata sel darah merah pada tiap individu adalah 90-95 mikrometer kubik, sementara jumlah sel darah merah sangat bergantung pada jenis kelamin serta dataran tempat tinggal seseorang. Pada pria normal, jumlah rata-rata sel darah merah per milimeter kubik ialah 5.200.000 (±300.000) serta pada wanita normal 4.700.000 (±300.000). Orang yang tinggal di dataran tinggi mempunyai jumlah sel darah merah yang lebih besar daripada orang yang tinggal di dataran rendah.

Proses Pembentukan Eritrosit

Proses pembentukan eritrosit biasa disebuy eritropoiesis. Pembentukan eritrosit diregulasi oleh sebuah hormon glikoprotein yang disebut eritropoietin. Sel Pertama yang dikenali sebagai rangkaian pembentukan eritrosit adalah proeritroblas, yang dibentuk dari sel-sel stem CFU-E. Begitu sel proeritroblas terbentuk, sel itu akan membelah beberapa kali. Sel-sel baru dari generasi pertama pembelahan itu disebut sebagai basofil eritroblas karena bisa di cat dengan warna basa. Sel tersebut mengandung sedikit sekali hemoglobin.

Baca Juga :  √Apa itu Serat Tekstil: Pengertian, Jenis dan Kegunaannya

Pada pembelahan tahap selanjutnya, jumlah hb yang terbentuk lebih banyak dibanding sebelumnya. Sel yang terbentuk pada tahap itu disebut polikromatofil eritroblas. Pata tahap selanjutnya, jumlah Hb yang dibentuk akan semakin banya serta sudah memberikan warna merah pada sel. Sel itu dikenal sebagai ortokromatik eritroblas. Pada generasi berikutnya, sel telah dipenuhi oleh Hb samapi konsentrasi 34%, nukleus memadat menjadi kecil, serta sisa akhirnya diabsorbsi dan didorong keluar dari sel. Ketika yang bersamaan retikulum endoplasma direabsorpsi. Sel pada tahap tersebut dinamakan retikulosit, sebab masih mengandung sejumlah kecil materi basofilik yang terdiri dari sisa-sisa aparatus golgi, mitokondria, serta sedikit organel sitoplasma lainnya.

Selama tahap retikulosit, sel-sel akan berjalan dari sumsum tulang masuk ke dalam kapiler dengan cara diapedesis (terperas lewat pori-pori membran kapiler). Materi basofilik yang tersisa dalam retikulosit normalnya akan menghilang dalam waktu 1 hingga 2 hari, lalu menjadi eritrosit matur. Karena waktu hidup retikulosit tersebut pendek , jadi konsentrasinya diantara semua sel darah normalnya sedikit kurang dari 1 persen.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Eritrosit: Pengertian, Fungsi, Struktur dan Prosesnya semoga bermanfaat

Baca Juga: