√ Demokrasi Terpimpin: Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Dampaknya

Diposting pada

Pengertian Demokrasi Terpimpin


Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin? Pengertian Demokrasi Terpimpin merupakan suatu sistem pemerintahan dimana segala peraturan atau keputusan yang diambil dan dijalankan berpusat kepada satu orang, yakni pemimpin pemerintahan.

Sistem pemerintahan ini dikenal juga dengan istilah ‘terkelola’ yakni suatu pemerintahan demokrasi dengan peningkatan otokrasi. Dengan kata lain, negara yang menganut sistem demokrasi terpimpin ialah dibawah pemerintahan penguasa tunggal.

Pada pelaksanaan sistem pemerintahan ini, warga negara atau masyarakat tidak memiliki peran yang signifikan terhadap segala peraturan yang diambil dan dijalankan oleh pemerintah melalui efektivitas teknik kinerja humas yang berkelanjutan.

Demokrasi Terpimpin: Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Dampaknya


Adapun tujuan dari sistem demokrasi terpimpin ialah:


Untuk mengubah demokrasi liberal yang dianggap tidak stabil untuk negara Indonesia.

Untuk meningkatkan kekuasaan presiden pada masa itu yang tadinya hanya sebatas sebagai kepala negara menjadi pemegang kekuasaan tertinggi.


1. Kekuasaan Presiden


Pada sistem demokrasi terpimpin, presiden berperan sebagai penguasa paling tinggi di dalam suatu negara. Di Indonesia sistem pemerintahan ini mulai diberlakukan pada 5 Juli 1959, dimana negara Indonesia berada di bawah pemerintahan Presiden Soekarno kala itu.

Dengan berlakukan sistem demokrasi terpimpin, presiden Soekarno pada masa itu bisa mengubah berbagai peran dari wakil rakyat yang dianggap tidak sejalan dengan kehendaknya, khususnya di bidang politik.

Baca Juga :  √Apa itu Saham: Pengertian, Jenis, Manfaat, Resiko, Keuntungan

2. Peran Partai Politik Terbatas


Pada masa berlakunya sistem demokrasi terpimpin, fungsi partai politik menjadi sangat terbatas. Keberadaan partai politik seolah-olah hanya untuk menjadi pendukung berbagai peraturan presiden Soekarno.


3. Peran Militer Semakin Besar


Pada masa demokrasi terpimpin, peran tentara di Indonesia sangat kuat. Masa itu militer mempunyai dua fungsi (dwifungsi), yakni sebagai garda pertahanan negara dan juga dapat berperan pada pemerintahan. Kuatnya peran pasukan militer pada pemerintahan ternyata mengakibatkan kekacauan politik di Indonesia.


4. Paham Komunisme Berkembang


Pada masa itu, keterkaitan antara Presiden Soekarno dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) semakin baik. Dukungan PKI terhadap Presiden Soekarno dimanfaatkan dengan sangat baik sehingga paham komunisme berkembang pesat pada masa itu.


5. Anti Kebebasan Pers


Pers yang mempunyai peran sebagai penyambung suara rakyat pada sistem politik dibatasi oleh pemerintah. peraturan pemerintah terhadap pers tersebut mengakibatkan sebagian besar media menutup diri dan tidak berani menyiarkan berita lantaran adanya ancaman dicekal.


6. Sentralisasi Pemerintah Pusat


Sistem demokrasi terpimpin menimbulkan ketidakadilan, salah satunya ialah pemerintahan yang dikuasai sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Peran partai politik semakin tidak jelas dalam pemerintahan sehingga menimbulkan kerusuhan.


7. Terjadi Pelanggaran HAM


Kebebasan pers yang terkekang, sentralisasi pemerintah pusat, dan peran militer yang sangat besar berdampak pada meningkatnya tindakan yang semena-mena terhadap rakyat.


Dampak Demokrasi Terpimpin


Demokrasi terpimpin berlaku sebagai sistem pemerintahan yang ada di Indonesia sejak presiden Soekarno mengeluarkan Dekrit pada 5 Juli 1959. Inilah awal dari berlakunya sistem pemerintahan demokrasi terpimpin atau yang dikenal dengan rezim orde lama.

Adapun beberapa dampak dari sistem pemerintahan ini ialah sebagai berikut:


1. Dampak Positif


Negara terhindar dari perpecahan dan krisis yang tak berkesudahan.

Baca Juga :  √ Pengertian Demokrasi Pancasila : Sistem, Ciri, dan Prinsipnya

Mengembalikan UUD 1945 sebagai pedoman dalam menjalankan pemerintahan.

Menjadi awal dibentuknya Lembaga Tinggi Negara, yaitu MPRS dan DPAS.


2. Dampak Negatif


Presiden, MPR, dan lembaga tinggi negara lainnya mempunyai kekuasaan yang besar sehingga timbul potensi penyalahgunaan.

Memberlakukan Dwifungsi Militer sehingga Militer bisa ikut berpolitik.

Sistem pemerintahan ini juga memberikan dampak yang sangat besar bagi situasi politik di Indonesia kala itu. Adanya kepemimpinan kaum borjouis dan PKI membuat banyak rakyat melakukan penolakan.

Ditambah lagi dari maraknya korupsi di kalangan birokrat dan militer mengakibatkan pemasukan Indonesia dari ekspor mengalami penurunan drastis. Tidak hanya itu, inflasi yang cukup parah juga terjadi sebagai akibat tidak stabilnya kondisi perekonomian di Indonesia pada masa itu.


Latar Belakang Demokrasi Terpimpin


Berawal dari deklarasi wakil presiden Dr. H. Mohammad Hatta kala itu, dimana ia mengusulkan pentingnya untuk membentuk partai-partai. Hal tersebut mendapat dukungan dari rakyat Indonesia yang akhirnya terbentuklah 40 partai politik pada saat itu.

tetapi, ternyata keberadaan partai-partai politik tersebut tidak memperbaiki sistem demokrasi Indonesia. Adanya partai politik justru malah mengakibatkan perpecahan di pemerintahan sehingga kabinet-kabinet tidak dapat bertahan hingga 2 tahun.

Melihat hal tersebut, Presiden Soekarno kemudian mencetuskan sistem demokrasi terpimpin dengan alasan sebagai berikut:

Melihat dari segi keamanan nasional, demokrasi liberal justru banyak menimbulkan gerakan separatis yang membuat negara tidak stabil.

Melihat dari segi ekonomi, pergantian kabinet yang sering terjadi mengakibatkan berbagai program ekonomi yang sudah dirancang sebelumnya tidak bisa berjalan dengan baik.

Melihat dari segi politik, gagalnya konstituante dalam merumuskan UUD baru untuk menggantikan UUD sementara 1950.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Demokrasi Terpimpin: Pengertian, Ciri-Ciri, Sejarah, dan Dampaknya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semunaya.