√ Bintang Adalah : Pengertian, Ciri, Macam, Sistem Penamaan, Proses Terbentuknya

√ Bintang Adalah : Pengertian, Ciri, Macam, Sistem Penamaan, Proses Terbentuknya
5 (100%) 1 vote

Pengertian

Bintang adalah benda langit yang bisa memancarkan cahaya. Bintang sebenarnya merupakan bola gas besar yang mempunyai komponen utama hidrogen dan helium. Bintang ada yang dapat menghasilkan cahaya sendiri tapi ada juga yang cahayanya dipancarkan dari pantulan bintang lain.

√ Bintang Adalah : Pengertian, Ciri, Macam, Sistem Penamaan, Proses Terbentuknya

Bintang yang bisa menghasilkan cahaya sendiri disebut bintang nyata, sementara bintang yang tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri disebut bintang semu.Walaupun bintang ada yang tidak bisa menghasilkan cahaya sendiri, tapi biasanya istilah bintang secara dipakai untuk benda langit yang menghasilkan cahaya sendiri.

Bintang adalah semua objek bermassa antara 0,08 – 200 kali massa Matahari yang sedang atau pernah melangsungkan pembangkitan energi lewat reaksi fusi nuklir.


Ciri-ciri

  1. Ukuran Bintang

Semua bintang kecuali Matahari tampak seperti titik-titik kecil jika dilihat dari Bumi dengan mata telanjang. Hal tersebut dikarenakan jaraknya yang sangat jauh dari Bumi. Sedangkan itu Matahari terlihat sangat besar dikarenakan Matahari merupakan bintang terdekat dengan Bumi. Walaupun bintang tampak seperti titik, tapi ukuran sebenarnya dari bintang sangat besar dan bervariasi, ada bintang yang ukurannya hanya 20 – 40 km, ada juga yang ukurannya mencapai 900 km.

  1. Massa Bintang

Karena ukuran bintang yang bervariasi, maka massa bintang pun bervariasi. Yang jelas, sebuah benda langit bisa dikatakan bintang jika dia menghasilkan cahaya sendiri dan mempunyai massa 0,08 – 200 kali massa Matahari. Salah satu Bintang yang paling besar ialah Eta Carinae yang massanya mencapai 100 – 150 kali massa Matahari.

  1. Komposisi Bintang

Bintang-bintang yang ada di Galaksi Bimasakti mempunyai komposisi yang tersusun atas 71% hidrogen dan 27% helium dan sisanya berupa unsur-unsur yang lebih berat. Karena unsur-unsur yang lebih berat itu terus bertambah di awan molekul (tempat terbentuknya bintang), maka unsur yang dimiliki oleh sebuah bintang menjadi faktor utama untuk mengidentifikasi usia bintang itu. Selain itu, unsur yang dimiliki oleh sebuah bintang bisa memberikan informasi mengenai sistem planet pada bintang itu.

  1. Struktur Inti Bintang

Bintang selalu mempunyai bagian inti yang setimbang secara hidorstatis. Kesetimbangan hidrostatis ini terjadi saat tekanan dari dalam ke luar bintang mengimbangi gaya gravitasi yang menarik bintang dari luar ke dalam. Selain kesetimbangan hidrostatis, inti bintang pun mesti berada dalam kesetimbangan termal (suhu).

  1. Suhu Bintang

Suhu permukaan sebuah bintang sangat ditentukan oleh besar kecilnya energi di intinya. Suhu sebuah bintang bisa diperkirakan dengan menganalisis indeks warna atau spektrum bintang. Bintang-bintang yang besar biasanya mempunyai suhu mencapai 50.000oC.

  1. Usia Bintang

Umur atau usia bintang bisa diperkirakan dari massanya. Biasanya semakin besar massa sebuah bintang maka semakin muda umur bintang itu. Usia bintang yang banyak ditemui sekarang ini berada dalam rentang 1 – 10 milyar tahun, tapi adapula bintang yang umurnya lebih tua sedikit atau lebih muda.

  1. Kinematika Bintang

Pengamatan kinematika bintang berdasarkan arah kecepatan radialnya, apakah menuju atau menjauhi matahari serta pergeserannya secara melintang. Lewat data itu, astronom bisa mengetahui asal mula, umur, bahkan struktur dan evolusi bintang dan galaksi di sekitarnya.

  1. Rotasi Bintang

Spektroskopi merupakan alat yang dipakai untuk mengukur kecepatan rotasi suatu bintang. Selain memakai alat itu, kecepatan rotasi bintang juga bisa ditentukan dengan mengamati laju rotasi bintik bintang. Bintang muda biasanya mempunyai laju rotasi lebih cepat dibanding bintang yang lebih tua. Faktor yang mempengaruhi kecepatan rotasi bintang ialah medan magnet serta angin bintang.

  1. Medan Magnet Bintang

Selain mempengaruhi suhu permukaan bintang, bagian inti bintang juga bisa menghasilkan medan magnet. Medan magnet tersebut timbul karena terjadinya gerakan plasma seperti suatu dinamo di dalam inti bintang. Kekuatan medan magnetis bintang dipengaruhi oleh banyak faktor di antaranya ialah massa, komposisi, dan aktivitasi yang terjadi di sekitar permukaan bintang.


Macam-macam

  1. Macam-Macam Bintang Berdasarkan Efek Luminosistas

– 0 (Maha Maha Raksasa).

– I (Maharaksasa).

– II (Raksasa Terang).

– III (Raksasa).

– IV (Sub-Raksasa).

– V (Deret Utama).

– VI (Sub-Katai).

– VII (Katai Putih).

  1. Macam-Macam Bintang Berdasarkan Suhu Permukaan dan Warna

O (Lebih dari 33.000 derajat Kelvin).

B (10.500-30.000 derajat Kelvin).

A (7.500-10.000 derajat Kelvin).

F (6.000-7.200 derajat Kelvin).

G (5.500-6.000 derajat Kelvin).

K (4.000-5.200 derajat Kelvin).

M (2.600-3.850 derajat Kelvin).


Sistem Penamaan Bintang

  1. Sistem Penamaan Bayer

Sebagian bintang telah diberi nama sejak zaman dahulu yang berasal dari kebudayaan kuno. Sebagai contoh semua rasi bintang diberikan nama Latin, namun nama-nama bintang di dalamnya kebanyakan berasal dari bahasa Arab. Nama-nama tradisional contohnya Sirius, Rigel, Vega, Arcturus, dan lain-lain hanya dipakai untuk bintang-bintang yang sangat terang, yang dapat dilihat dengan mata telanjang.

Bintang-bintang lainnya lebih sering dinamakan sesuai pada Penamaan Bayer. Penemunya, Johann Bayer, memperkenalkan sistem penamaan bintang dengan memakai abjad Yunani. Bintang-bintang ini contohnya Alpha Canis Majoris, Alpha Centauri, Beta Aquarii, Beta Cassiopeiae, dan lain-lain.

  1. Sistem Penamaan IAU

IAU atau International Astronomical Union merupakan lembaga internasional yang bertugas untuk menamai benda-benda langit, baik itu bintang, planet, ataupun objek langit lainnya. Kalau kalian menemuan suatu bintang baru dan ingin menamai bintang itu dengan nama kalian, maka harus mendaftarkan dulu ke IAU.

Tapi perlu kalian ketahui bahwa IAU tidak pernah membuka kesempatan untuk siapapun untuk menamai bintang sesuai nama penemunya. IAU berpendapat bahwa para astronom lebih baik fokus untuk mempelajari bintang dan benda langit lainnya dibanding pusing mencara nama yang cocok.

  1. Sistem Penamaan Koordinat

Sistem penamaan bintang yang terakhir ialah berdasarkan letak koordinatnya. Sebagai contoh nama bintang yang hanya berupa jajaran kode huruf serta angka seperti EBLM J0555-57Ab. Bintang ini adalah bintang redup serta sekaligus bintang terkecil di jagad raya.

Deretan angka dan huruf pada nama bintang itu bukan sekadar angka atau huruf asal, namun merupakan posisi titik koordinat bintang tersebut di langit.


Proses Pembentukan Bintang

Proses awal terbentuknya bintang diawali dengan ketidakstabilan gravitasi di dalam awan molekul. Gangguan tersebut biasanya dipicu oleh gelombang supernova akibat benturan 2 galaksi. Ketidakstabilan gravitasi tersebut akan membuat awan yang massanya bisa mencapai ribuan kali massa Matahari menjadi runtuh dengan gaya gravitasinya sendiri.

Bintang bintang ini terbentuk secara berkelompok karena awan molekul yang runtuh sangatlah besar, lalu barulah mereka terpecah menjadi konglomerasi individual. Lama kelamaan bintang itu akan semakin bertambah kerapatannya. Pada proses tersebut energi gravitasi akan diubah menjadi energi panas sampai meningkatkan temperaturnya.

Saat tercapainya kesetimbangan hidrostatik, maka suatu protobintang akan terbentuk di intinya. Saat peningkatan temperatur di inti protobintang mencapai angka 10 juta Kelvin, maka hidrogen di inti akan menjadi helium dalam sebuah reaksi termonuklir. Proses tersebut berlangsung selama puluhan juta tahun.

Jika kandungan hidrogen di inti bintang habis, maka inti itu akan mengecil dan membebaskan energi panas serta memanaskan lapisan luar bintang. Lapisan luar yang masih mengandung banyak hidrogen tersebut akan mengembang dan warnanya menjadi merah.

Seiring berjalannya waktu bintang itu akan menjadi bintang super raksasa merah lalu membentuk nova sampai akhirnya ia hancur. Bintang yang hancur ini dapat berubah menjadi bintang neutron atau lubang hitam, tergantung terhadap kondisinya.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Bintang Adalah : Pengertian, Ciri, Macam, Sistem Penamaan, Proses Terbentuknya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Besaran Dan Satuan : Pengertian, Macam, Alat
Read More  √ Barter Adalah: Pengertian, Sejarah, Jenis, Syarat, Kekurangan dan Kelebihan
Read More  √ Atmosfer : Pengertian, Lapisan, Fungsi, Manfaat, Sifat
Read More  √ Asimilasi Adalah: Pengertian, Ciri, Syarat, Faktor, Contoh
/* */
Click to Hide Advanced Floating Content

Send this to a friend