√ Asal Usul Nama Minangkabau : Sejarah, Menurut Tambo dan Ahli

Diposting pada

S

Asal-usul Penamaan

Kata dari Minangkabau memiliki pengertian yang beragam. Kata ini tak saja merujuk pada nama sebuah kampung yang berada pada kecematan Sungayang kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Tetapi merujuk juga pada entitas dari suatu suku, budaya dan bahasa. Dilihat dari geografis, Minangkabau terdiri atas daratan Sumatera Barat, bagian barat Jambi, separuh daratan Riau,  bagian utara Bengkulu, barat daya Aceh, pantai barat Sumatera Utara, dan Negeri Sembilan pada Malaysia.

Nama dari Minangkabau merupakan nama yang berasal dari kata manang, berarti menang serta kabau berarti kerbau. Nama tersebut diketahui berasal dari sejarah ditulis dalam Tambo. Kisah tersebut berawal ketika kerajaan Pagaruyung yang saat itu dipimpin oleh raja bernama Adityawarman, yang akan ditaklukan oleh pasukan dari Majapahit.

Guna mencegah terjadinya pertempuran, seorang dari penasehat raja mengusulkan untuk adu kerbau menjadi pengganti dari pertempuran. Apabia kerbau pihak raja kalah, kerajaan langsung diberikan kepada pasukan kerajaan Majapahit. Dan sebaliknya, kalau menang, pasukan kerajaan Majapahit agar kembali lagi ke Jawa. Pada akhirnya, ide penasehat itu disepakati oleh pasukan dari kerajaan Majapahit.

Singkat cerita, adu kerbau itu kemudian dimenangkan oleh kerajaan Pagaruyung. Dan kemenangan itu pun akhirnya menginspirasikan masyarakat untuk menggunakan nama Minangkabau, dari kata “manangkabau” yang mempunyai arti kerbau yang menang. Dalam rangka mengenang kemenangan itu, masyarakat kemudian membuat Rumah Gadang atau rangkiang yang desain atapnya berbentuk tanduk kerbau.

Keterangan Beberapa Ahli

Sebagian ahli sejarah mengemukakan jika nenek moyang orang Minangkabau itu dari bangsa Austronesia yang pada zaman dahulu bertempat tinggal di sekitar Yunan, wilayah Cina Selatan. Mereka masuk  wiayah Nusantara  dalam dua gelombang:

Baca Juga :  √Pengertian Suku : Fusngi Peran Dalam Bahas, Budaya dan Macamnya

Zaman Batu Baru (Zaman Neolitikum) sekitar2000 SM.

Pada gelombang ini para ahli menyebut bangsa Melayu Tua (Proto Melayu). Dari bangsa ini berkembang menjadi suku Toraja, Nias, Dayak, Mentawai, Barak, Kubu dan lain sebagainya.

Gelombang kedua  masuk pada  500 – 100 SM.

Pada gelombang ini dikenal dengan Melayu Muda  (Deutero Melayu). Dari bangsa ini kemudian berkembang menjadi beberapa suku Minangkabau, Bugis, Makasar,  Jawa dan lain sebagainya.

Agama

Saat ini mayoritas masyarakat Minangkabau memeluk agama Islam. Sebelumnya adalah agama Budha akibat pengaruh kerajaan Sriwijaya. Masuknya Islam ke wilayah itu diperkirakan dari wilayah pesisir timur, yakni dari Inderagiri serta Arcat  yang pada masa itu sebagai pelabuhan Minangkabau menuju  pedalaman Minangkabau.

Dari sejarahnya, orang Minang mengalami perang saudara. Akibat dipicu konflik ulama dengan para pengikutnya yang bersikeras ingin menerapkan hukum Islam bersama dengan kaum adat. pertempuran itu dikenal dengan nama Perang Padri. Perang Padri merupakan perang saudara yang pertama terajdi di Asia Tenggara akibat konflik Agama.

Bahasa

Menurut salah satu sejarah, orang Minangkabau mempunyai bahasa mereka sendiri, dan bahkan bahasanya itu termasuk dalam rumpun dari bahasa Austronesia. Sejarah lain menyebut jika bahasa Minangkabau termasuk bahasa Melayu, tak lain karena banyak kesamaan dari bentuk ujaran juga dan kosakata yang ada di dalamnya. Tapi perlu diketahui, masyarakat penutur dari bahasa Minang tersbut juga sudah mempunyai macam-macam dialek. Yang bergantung pada wilayahnya masing-masing.

Di samping itu juga, bahasa yang lain yakni Tamil, Sanskerta, Persia dan Arab pula terserap masuk dalam bahasa Minang. Dengan dilihat dari sebagian prasasti di Minangkabau ditulis memakai kosakata Tamil dan Sanskerta. Dan juga aksara Arab saat dulu sering dipakai oleh masyarakat Minang sebelum ganti jadi Alfabet Latin.

Baca Juga :  √Apa itu Siklus Hidrologi : Pengertian, Tahapan, Macam

Budaya Matrilineal merupakan identitas penting masyarakat Minang. Matrilineal merupakan kebudayaan yang menarik dari garis keturunan pihak ibu, bukan pihak bapak. Kuatnya budaya matrilineal pada wiayah itu tak lepas dari pandangan masyarakatnya mengenai kaum perempuan.

Pada Minangkabau, kaumperempuan itu mempunyai kedudukan istimewa sampaidijuluki Bundo Kanduang. Kaum perempuan mempunyai perananyang penting untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan keputusan-keputusan yangdibikin kaum laki-laki yang pada posisinya berperan sebagai mamak (paman) atau kepalasuku (penghulu). Keistimewaan serta pengaruh besar itulah yang menjadikankaum perempuanMinang dilambangkan sebagai pilar utama rumah (Limpapeh Rumah Nan Gadang).

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Nama Minangkabau : Sejarah, Menurut Tambo dan Ahli, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :