√Apa itu Pelapukan: Pengertian, Jenis dan Faktor, Dampak, Cara

Diposting pada
√Apa itu Pelapukan: Pengertian, Jenis dan Faktor, Dampak, Cara

Pengertian

Pelapukan merupakan proses perusakan kulit bumi yang bisa disebabkan oleh gaya eksogenik (berasal dari luar bumi) baik secara fisis, kimia, ataupun biologi. Proses perusakan yang terjadi bisa berupa alterasi (perubahan komposisi material) serta fragsinasi (pemisahan kristal dari larutan magma) batuan maupun  material lainnya diatas atau dekat permukaan bumi yang disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya cuaca dan iklim, perubahan suhu, terpapar unsur kimia yang terlarut dalam air hujan, serta ulah manusia. Proses pelapukan berpengaruh pada komposis tanah serta asal terbentuknya batuan sedimen di dalam tanah. Selain itu, Proses pelapukan menyebabkan material yang awalnya besar menjadi bagian bagian yang lebih kecil.

Jenis-jenis Pelapukan

1. Pelapukan Fisika (Mekanis)

Pelapukan Fisika ialah suatu proses pelapukan yang terjadi secara mekanik yaitu proses penghancuran batuan menjadi bagian yang lebih kecil tanpa adanya mengubah komponen kimia material itu.

Berikut adalah Faktor dari Pelapukan Fisika

  • Perubahan Suhu

Batuan bisa hancur karena adanya perbedaan suhu yang besar. Peristiwa tersebut terjadi terutama pada daerah beriklim kontinental atau gurun. Suhu di daerah gurun pada siang hari bisa mencapai 450C dan di malam hari dapat turun sampai -40C. Perbedaan suhu itu akan membuat batu memuai dan menyusut. BIla hal itu terjadi terus-menerus, maka batu besar bisa retak dan pecah.

  • Berkurangnya Tekanan

Hilangnya penutup pada batuan beku menyebabkan volumenya berkurang sampai lingkungannya berubah yang akan menimbulkan perubahan tekanan pada batuan. Oleh karena tekanan berubah, maka kemampuan memuai atau menyusut akan berbeda-beda juga pada permukaan batuan, sehingga terjadilah rekahan-rekahan sejajar yang menimbulkan pengelupasan batuan (ekfoliation). Ekfoliasi diartikan sebagai proses pengelupasan batuan menjadi bentuk lempeng lengkung dikarenakan bagian luar batuan lapuk oleh hidrasi atau hidrolisis.

  • Pembekuan Air (Frost Wedging)
Baca Juga :  √Pankreas: Pengertian, Fungsi Dan Bagiannya

Frost Wedging adalah proses membekunya air tanah atau air hujan dalam pori-pori batuan. Kondisi tersebut menyebabkan pemuaian volume serta menimbulkan tekanan pada lapisan batuan. Di daerah beriklim sedang, pembekuan terjadi sangat hebat. Bila temperatur udara sangat rendah, melebihi titik beku, air akan membeku menjadi es. Air yang membeku memiliki volume yang lebih besar sekitar 9 %.

2. Pelapukan Kimia

Pelapukan kimia dikenal dengan istilah dekomposisi yakni sebuah proses penghancuran batuan lewat mekanisme kimiawi yang meraksikan antara unsur-unsur di atmosfer serta mineral-mineral pada kerak bumi. Dalam proses ini, struktur dalam mineral yang awalnya terurai akan menjadi mineral-mineral baru. Keadaan tersebut menyebabkan terjadinya perubahan besar pada komposisi kimia dan sifat fisik batuan.

Faktor-faktor Pelapukan Kimia:

  • Hidrasi

Proses dimana batuan mengikat batuan lainnya cuma di atas permukaan saja.

  • Hidrolisa

pPoses penguraian air atas unsur-unsurnya menjadi ion-ion positif serta ion negatif. Jenis proses pelapukan tersebut berkaitan dengan pembentukan tanah liat.

  • Oksidasi

Proses pengkaratan besi. Batuan yang mengalami proses oksidasi biasanya akan berwarna kecoklatan, karena kandungan besi dalam batuan mengalami pengkaratan. Proses pengkaratan tersebut berlangsung sangat lama, namun pasti batuan akan mengalami pelapukan.

3. Pelapukan Biologi

Pelapukan biologi biasa dikenal dengan istilah pelapukan organis. Pelapukan biologis disebabkan oleh makhluk hidup yang memecah batu baik secara fisik ataupun kimia. Makhluk hidup pelaku pelapukan biologi meliputi bakteri, tumbuh-tumbuhan, hewan, serta manusia.

Faktor-faktor Pelapukan Biologi:

  • Keadaan Struktur batuan

Proses Vulkanis dan tektonik adalah cara dominan terbentuknya batuan di Indonesia. Struktur batuan mempunyai banyak pori dan rongga sehingga memudahkan air masuk. Akumulasi volume air bisa mendesak  sampai terbentuk pecahan ataupun retakan.

  • Keadaan Iklim
Baca Juga :  √Angiospermae: Pengertian, Ciri, Struktur dan Jenisnya

Indonesia adalah daerah tropis yang mempunyai intensitas sinar matahari, curah hujan, serta tingkat kelembaban yang tinggi. Berkaitan dengan hal itu,  faktor itu mendukung dalam memecahkan batuan. Sinar matahari memuaikan, kelembaban yang menyusutkan, sementara air akan mengisi pori-pori serta retakan yang diakibatkan oleh penyusutan dan pemuaian.

  • Keadaan Vegetasi

Indonesia mempunyai lahan hutan dan pertanian yang luas. Pembusukan dedaunan serta ranting akan menghasilkan asam humus yang sangat berperan dalam mempercepat proses pelapukan kimiawi.

  • Keadaan topografi

Pengaruh relief atau topografi secara langsung pada pelapukan terletak kepada posisi singkapan batuan (out crops) terhadap matahari. Singkapan batuan yang langsung menghadap sudut datangnya sinar matahari akan mudah mengalami pelapukan. Sinar matahari akan lebih sering menyinari batuan itu sehingga mempercepat pelapukan dibanding batuan yang tidak mendapat sinar matahari.

Dampak Pelapukan

1. Dampak Positif

Aktivitas pelapukan bisa menghasilkan bentuk muka bumi yang indah serta menjadi objek wisata, Contohnya: Grand Canyon di Amerika Serikat.

Pelapukan di daerah kapur bisa membentuk gua-gua yang memiliki stalaktit dan stalagmit yang bisa menjadi tujuan wisata.

Contohnya: Goa Maharani di Lamongan, Goa Jatijajar dan Goa Petruk di Kebumen.

2. Dampak Negatif

Proses pelapukan bisa menjadi tenaga destruktif, yaitu merusak batu-batuan termasuk bangunan-bangunan, terutama pada bagian dinding dindingnya sehingga sangat merugikan manusia;

Pelapukan pun bisa merusak batu-batu candi.

Cara Mengatasi Pelapukan

Pelapukan paling sering terjadi merupakan pada kayu dan bebatuan. Ada juga upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah pelapukan pada material itu dapat berupa:

1. Pelapukan pada Kayu

Pencegahan untuk memperlambat pelapukan pada kayu yaitu:

  • Kayu dikeringkan dengan alat khusus guna menurunkan kadar air.
  • Kayu dilapisi cat atau pernis guna mengurangi penyerapan air.
  • Kayu ditempatkan di ruangan yang tidak lembab.
  • Kayu diberi zat anti rayap.
Baca Juga :  √Apa itu Dividen: Pengertian, Teori, Jenis, Tujuan, Pengaruh

2. Pelapukan pada Batuan

Upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk memperlambat proses pelapukan pada benda yang terbuat dari batuan adalah menghindari kontak langsung dengan alam terbuka. Panas matahari dan perubahan cuaca yang tak menentu bisa mengakibatkan benda yang terbuat dari batu cepat lapuk serta pecah. Selain itu lumut yang tumbuh pada benda yang terbuat dari bebatuan bisa menyebakan pelapukan, misalnya lumut yang tumbuh pada candi. Tindakan pembersihan lumut yang ada pada dinding-dinding candi akan memperlambat pelapukan serta bisa mempertahankan keindahan candi itu.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Apa itu Pelapukan: Pengertian, Jenis dan Faktor, Dampak, Cara semoga bermanfaat

Baca Juga: