Apa itu Konjungsi

Diposting pada
Apa Itu Konjungsi

Pengertian Konjungsi

Konjungsi adalah kata sambung adalah kata untuk menghubungkan kata-kata, ungkapan-ungkapan atau kalimat-kalimat dan sebagainya serta tidak untuk tujuan atau maksud tertentu.

Konjungsi tak dihubungkan dengan objek, konjungsi tidak menerangkan kata, konjungsi ada hanya menghubungkan kalimat-kalimat atau kata-kata dan sebagainya. Kata yang sama bisa merupakan preposisi didalam bagian yang satu, kata kerja pada bagian yang lain.


Ciri-ciri Konjungsi

  • Berada di awal paragraf yang maknanya berkaitan dengan paragraf sebelumnya.
  • Konjungsi antarparagraf memiliki beberapa tujuan yaitu menambah, mempertentangkan, membandingkan, menyatakan akibat atau hasil, menjelaskan tujuan, intensifikasi, menyatakan waktu serta menyatakan tempat.

Fungsi Konjungsi

  • Menghubungkan makna tersirat yang disampaikan antarparagraf.
  • Menghubungkan 2 paragraf yang berhubungan satu dengan lainnya.
  • Mempermudah pembaca guna memahami pesan yang disampaikan di setiap paragraf.
  • Membentuk alur cerita yang saling berhubungan.
  • Memberi petunjuk dari sisimana saja pembaca wajib memahami cerita supaya terurut.

Jenis-jenis Konjungsi


  • Konjungsi Aditif

Konjungsi aditif merupakan konjungsi koordinatif yang berfungsi menggabungkan 2 kata, klausa, frasa, atau kalimat yang kedudukannya sederajat.


  • Konjungsi Pertentangan

Konjungsi pertentangan adalah bentuk kata penghubung yang menghubungkan 2 bagian kalimat yang sederajat, namun dengan mempertentangkan kedua bagian itu.


  • Konjungsi Disjungtif

Konjungsi pilihan adalah bentuk kata penghubung koordinatif yang menghubungkan klausa 2 unsur yang sederajat yang memiliki fungsi memilih salah 1 dari 2 hal atau lebih.


  • Konjungsi Waktu

Konjungi waktu merupakan kata penghubung yang menjelaskan hubungan waktu antara 2 hal maupun peristiwa.


  • Konjungsi Final

Konjungsi final merupakan kata penghubung modalitas yang menjelaskan maksud dan tujuan sebuah peritiwa atau tindakan.


  • Konjungsi Sebab

Konjungsi sebab merupakan konjungsi yang menjelaskan bahwa sebuah kejadian atau peritiwa karena suatu sebab tertentu.

Baca Juga :  √Sejarah : Proses Masuk dan Menyebarnya Agama Hindu Budha di Indonesia

  • Konjungsi Akibat

Konjungsi akibat merupakan kata penghubung yang menjelaskan sebuah kejadian atau peristiwa terjadi diakibatkan sebuah hal yang lain.


  • Konjungsi Syarat

Konjungsi syarat merupakan konjungsi yang menjelaskan bahwa sebuah hal terjadi saat syarat-syarat yang disebutkan itu dipenuhi.


  • Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi bersyarat merupakan kata penghubung yang menjelaskan bahwa sebuah hal bisa terjadi tanpa perlu ada syarat-syarat yang wajib dipenuhi.


  • Konjungsi Perbandingan

Konjungsi perbandingan adalah kata penghubung yang fungsinya untuk menghubungkan 2 hal dengan cara membandingkan kedua hal itu.


Bentuk-Bentuk Konjungsi


  • Konjungsi Intra Kalimat

Konjungsi Intra Kalimat adalah Kalimat yang menghubungkan klausa induk dan klausa anak. Biasanya kata konjungsi antar klausa tersebut.


  • Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan 2 atau lebih klausa yang memiliki status derajat.


  • Konjungsi Subordinatif

Konjungsi Subordinatif adalah kata penghubung yang menghubungkan 2 klausa atau lebih dengan status yang tidak sama


  • Konjungsi Antar Kalimat

Konjungsi Antar Kalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lain. Konjungsi antar kalimat seperti ini digunakan untuk menyatakan arti yang tidak sama atau berbeda-beda.


Macam-macam Konjungsi Antar Kalimat

  1. Biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu (menyatakan kesediaan untuk melakukan sesuatu)
  2. Kemudian, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagi pula, selain itu (menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar hal yang telah dinyatakan sebelumnya).
  3. Sebaliknya (menyatakan kebalikan dari pernyataan sebelumnya).
  4. Sesungguhnya, bahwasannya (menyatakan keadaan yang sebenarnaya).
  5. Malahan, bahkan (menyatakan menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya).
  6. Akan tetapi, namun, kecuali itu ( menyatakan pertentangan dengan keadaan sebelumnya ).
  7. Dengan demikian ( menyatakan konsekuensi )
  8. Oleh karena itu, oleh sebab itu ( menyatakan akibat )
  9. Sebelum itu ( menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya )

Contoh :

  1. Kami berencana bermain sepak bola sore ini, namun hujan deras menggagalkan rencana tersebut.
  2. Saya pergi ke Gramedia Sudirman, kemudian mengunjungi Kebun Binatang Gembira Loka Yogyakarta.
  3. Yusril Ihza tidak setuju dengan adanya penambahan pasal dalam UU APBN-P 2012, oleh karena itu ia berencana mengajukan gugatan ke MK.
  4. Barcelona berhasil menghentikan ambisi AC Milan untuk melaju ke semifinal, sebelum itu Barcelona juga menghentikan langkah Bayern Leverkusen di babak 16 besar Liga Champions.
  5. Real Madrid akan turun dengan skuad terbaiknya, sebaliknya sang lawan yaitu Valencia tidak akan diperkuat dua pemain andalannya.
  6. Walaupun Real Madrid lebih diunggulkan untuk melaju ke partai puncak Liga Champions Eropa, sesungguhnya kekuatan kedua tim cukup berimbang dan merata di semua lini.
  7. Manchester United dan Manchester City mempunyai poin sama yakni 60, meskipun demikian Manchester City berhak menempati posisi pertama karena unggul produktivitas gol dari sang rival tersebut.
Baca Juga :  √Sejarah Kerajaan Hindu Budha Di Indonesia (LENGKAP)

Aturan Penggunaan Konjungsi

Adapun aturan-aturan penggunaan konjungsi atau kata penghubung, yaitu sebagai berikut:

  1. Konjungsi dan Konjungsi dan untuk menyatakan “gabungan biasa” digunakan di antara dua buah kata benda, kata kerja, dan kata sifat yang tidak bertentangan. Kalau kedua kata sifat yang digabungkan dengan kata penghubung dan itu sifatnya bertentangan, maka tidak mungkin menduduki fungsi predikat, tetapi dapat menduduki fungsi subjek. Jika yang digabungkan lebih dari dua buah satuan bahasa yang sederajat, maka kata penghubung dan hanya digunakan di antara dua buah satuan bahasa yang terakhir.
  2. Konjungsi dengan Konjungsi dengan dengan fungsi untuk menyatakan ‘gabungan biasa’ dapat digunakan di antara dua buah kata benda. Dalam hal ini tidak dianjurkan untuk menggunakan kata dengan ini.
  3. Konjungsi serta Konjungsi serta dengan fungsi untuk menyatakan ‘gabungan biasa’ digunakan di antara dua buah kata benda. Untuk hal ini sebaiknya kata serta diganti dengan kata dan.
  4. Konjungsi atau Konjungsi atau dengan fungsi untuk menyatakan ‘memilih’ dapat digunakan di antara dua buah kata benda atau frase benda, dua buah kata kerja, dua buah kata sifat yang berlawanan maknanya, kata kerja atau kata sifat dengan bentuk ingkarnya, dua buah klausa dalam sebuah kalimat majemuk setara. Kalau yang harus dipilih terdiri dari lebih dari dua unsur, maka kata penghubung atau ditempatkan di antara kedua unsur ya yang terakhir.
  5. Konjungsi tetapi, konjungsi tetapi dengan fungsi untuk menyatakan ‘menggabungkan mempertentangkan’ digunakan di antara dua buah kata sifat yang berkontras di dalam sebuah kalimat, dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang sama sedangkan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berkontras, dua buah klausa yang subjeknya merujuk pada identitas yang tidak sama dengan predikatnya adalah dua buah kata sifat yang berlawanan. Dua buah klausa yang klausa pertama berisi pernyataan dan klausa kedua berisi pengingkaran dengan kata tidak. Kata penghubung tetapi jangan digunakan sebagai penghubung antar kalimat.
  6. Konjungsi namun, konjungsi namun dengan fungsi ‘menghubungkan mempertentangkan’ digunakan di antara dua buah kalimat. Kalimat pertama atau kalimat sebelumnya, berisi pernyataan; dan kalimat kedua berisi pernyataan yang kontras dengan kalimat pertama. Kata penghubung namun sesungguhnya sama fungsinya dengan tetapi. Namun, kata penghubung tetapi hanya digunakan sebagai penghubung antarklausa, sedangkan kata penghubung namun digunakan sebagai penghubung antarkalimat. Kata penghubung namun untuk lebih menegaskan, dapat diikuti kata begitu dan demikian.
  7. Konjungsi sedangkan, konjungsi sedangkan dengan fungsi untuk menggabungkan mempertentang-kan atau mengontraskan digunakan di antara dua buah klausa.
  8. Konjungsi sebaliknya, konjungsi sebaliknya dengan fungsi untuk menyatakan menggabungkan mempertentangkan dengan tegas’ dapat digunakan di antara dua buah klausa atau di antara dua buah kalimat.
Baca Juga :  Cara Mengatasi Terorisme

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang Apa itu Konjungsi : Pengertian, Ciri, Fungsi, Jenis, Bentuk, Macam, Aturan Penggunaan, Contoh, semoga dapat bermanfaat bagi yang membacanya