√ Apa itu Integrasi Sosial : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Diposting pada

Pengertian

Integrasi sosial adalah keterkaitan unsur-unsur masyarakat saling berkaitan secara intensif dalam berbagai bidang kehidupan. Artinya, dalam integrasi sosial terjadi pembauran beberapa unsur berbeda sehingga bisa bekerja sama dengan unsur lain.

Apa itu Integrasi Sosial : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat dan Contohnya

Proses Terjadinya Integrasi Sosial

Proses tentang terwujudnya integrasi sosial dalam masyarakat, menurut pandangan ilmu sosiologi diawali dengan terjadinya konflik di dalam masyarakat. Konflik itu kemudian diredam lewat akomodasi. Akomodasi itu menghasilkan koordinasi antarpihak yang berkonflik untuk bersatu.

Tahap terakhir dalam integrasi sosial adalah terjadi asimilasi antarpihak yang menjalin koordinasi antara pihak satu dengan lainnya. Sampai akhirnya dengan adanya sejumlah proses panjang ini memberikan kesadaran bahwa setiap masyarakat harus bersatu di dalam menghadapi pihak-pihak yang bertikai.

Jenis-Jenis Intergrasi

  1. Integrasi Fungsional

Integrasi sosial dalam bentuk integrasi fungsional adalah integrasi yang biasanya dibentuk berdasarkan kerangka perspektif fungsional, yakni melihat masyarakat sebagai sebuah sistem yang terintegrasi. Integrasi fungsional biasanya berkembang dalam masyarakat yang mempunyai tingkat spesialisasi kerja tinggi.

Jadi secara sederhannya, dalam integrasi fungsional memberikan bentuk integrasi yang dipersatukan oleh kebutuhan tertentu (ketergantungan fungsional). Contoh dalam integrasi fungsional ini bisa dilihat dalam masyarakat Jakarta yang Suku Asli hidup di DKI Jakarta adalah Suku Betawi dan Suku yang ada di Jawa Barat (Sunda).

Dalam prosesnya integrasi sosial, khususnya fungsional yang ada  dalam wilayah ini. Hal ini lantaran semua pasokan makanan disuplai dari Jawa Barat, sememntara semua industri yang berkembang di Jawa Barat akibat adanya dukungan dari kemajuan di DKI Jakarta.

  1. Integrasi Koersif

Integrasi sosial dalam bentuk integrasi koersif adalah integrasi yang terjadi tak berasa dan hasil kesepakatan normatif maupun ketergantungan fungsional. Integrasi koersif adalah hasil kekuatan yang mengikat masyarakat secara paksa.

Integrasi koersif terbentuk berdasarkan paksaan dan pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan dengan memakai lembaga sosial. Contoh dalam integrasi sosial koersif ini contohnya saja dalam kajian Lembaga Hukum, yang mempunyai sifat mengikat dan keras kepada semua pihak berlawanan secara universal.

  1. Integrasi Normatif

integrasi sosial dalam bentuk normatif adalah integrasi yang biasanya terbentuk karena adanya kesepakatan nilai, norma, cita-cita bersama, serta rasa solidaritas antaranggota masyarakat. Integrasi normatif biasanya terjadi pada masyarakat yang mempunyai solidaritas mekanik (masyarakat sederhana).

Integrasi ini sangat berhubungan dengan unsur-unsur budaya sehingga sering disebut integrasi budaya. Contoh integrasi normatif atau budaya ini contohnya saja dalam masyarakat di Indonesia, khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar) yang bisa hidup sederhana antara masyarakat Jawa, Madura, dan Dayak.

Proses terbentuknya integrasi sosial normatif atau budaya di Kalbar ini dapat dibilang dilatarbelakangi dengan adanya konflik sosial, dalam sejarahnya pernah terjadi permasalahan antara Suku Dayak dan Suku Madura. Karena kesadaran akan munculnya dampak negatif perpecahan pada akhirnya masyarakat melakukan integrasi sosial.

Faktor-faktor Integrasi Sosial

  1. Faktor Pendorong Integrasi Sosial

Berikut Adalah Faktor pendorong dalam integrasi sosial sebagai berikut;

– Rasa ingin memiliki.

– Konsesus.

– Cross-cutting affiliations.

– Cross-cutting loyalities.

– Kesediaan berkorban demi kebaikan bersama.

  1. Faktor Penghambat Integrasi Sosial

Beriku adalahFaktor penghambat integnasi sosial sebagai berikut;

– Kondisi masyarakat yang terisolasi.

– Masyarakat kurang mempunyai ilmu pengetahuan.

– Terdapat perasaan superior salah satu kelompok.

Contoh-contoh Integrasi Sosial

1.Contoh Integrasi Sosial Secara Nasional

Contoh tentang integrasi sosial yang dilakukan secara Nasional dan pernah diperbuat oleh Indonesia ialah tentang adanya pemeberontakan pada GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang mempunyai tujuan untuk keluar dan memiskan dari NKRI. Kejidian gerakan sparatis ini akhirnya dapat diatasi dengan adanya integrasi sosial yang dilakukan oleh Pemerintah Indonesia dan GAM lewat proses akomodasi yang saling menguntungkan pihak satu dengan lainnya.

  1. Contoh Integrasi Sosial dalam Kebudayaan

Contoh tentang integrasi sosial dalam kebudayaan contohnya saja adanya penerimaan sikap yang pernah dilakukan oleh Masyarakat Suku Lampung (Sumatra) pada Masyarakat Bali. Sebagai gejala sosial di wilayah ini pernah mengalami konflik yang berkepanjangan serta menaruh perhatian secara nasional dan internasional.

Adanya permasalahan tentang perbedaan inilah akhirnya dapat mempersatuakan antara masyarakat Lampung dengan Bali lewat perundingan atau kerjasa, bahkan dengan berjalannya waktu bentuk integrasi sosial ini sudah menjadi proses asimilasi dan akulturasi budaya yang berkembang di wilayah Lampunng.

  1. Contoh Integrasi Sosial Internasional

Contoh integrasi sosial yang dilakukan secara integrasi sosial contohnya saja bersatunya antara Negara Jerman Barat dan Jerman Timur. Dengan sistem dan kepentingan pada zaman dulu Negara Jerman berpisah menjadi 2 bentuk, sampai akhirnya karena adanya rasa mendahulukan kepentingan bersama wilayah ini bersatu akibat integrasi sosial secara internasional.

Manfaat Integrasi Sosial

– Menjadikan Kehidupan Masyarakat Lebih Tentram dan Aman.

– Memberikan Kenyamanan dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara.

– Melahirkan kebudayaan baru yang berbeda dengan kebudayaan yang sebelumnya.

– Dapat memberikan sikap kepedulian antar sesama, walaupun berbeda dalam suku, budaya, negara, dan lain sebaginya.

demikianlah artikel mengenai pembahasan tentang √ Apa itu Integrasi Sosial : Pengertian, Proses, Jenis, Manfaat dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Pengertian Fungi : Ciri, Tumbuhan Eukariota, Prokariota, Heterotrof
Baca Juga :  √ Pengertian Adaptasi : Tujuan, Jenis Beserta Contohnya
Baca Juga :  √ Jaringan Epidermis : Ciri Khas Beserta Tipenya
Baca Juga :  √ Ciri Pithecanthropus Erectus : Nama Penemu, dan Tempat Penemuannya