√ 4 Landasan Struktur Koperasi Di Indonesia

Diposting pada

kondisi koperasi di Indonesia mulai mendapat sorotan yang lebih pada saat pemerintahan orde baru dan mulai mengesahkan UU No.12 Tahun 1967 yakni tentang berdirinya departemen koperasi.  Penguatan dasar hukum koperasi akan terus mengalami peningkatan terlebih pada tahun 1992, pemerintah mengesahkan UU No.25 Tahun 1992 tentang koperasi. Penerbitan UU yang baru ini ialah bentuk amandemen dan pengganti UU No.12 Tahun 1967, dimana dengan adanya UU yang baru menempatkan kedudukan koperasi menjadi sejajar dengan PT, CV, Perusahaan perseorangan dan Firma yang ialah bentuk badan usaha mandiri.

Pengertian koperasi itu sendiri bila di lihat dari UU No.25 Tahun 1992 yaitu koperasi ialah badan usaha yang mempunyai keanggotaan atau badan hukum koperasi, dimana dalam penerapan aktivitas koperasi harus selalu berpedoman pada prinsip-prinsip koperasi yang bertujuan untuk penggerak ekonomi masyarakat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

Landasan Struktur Koperasi di Indonesia

Penerapan koperasi harus mempunyai pedoman dalam menentukan arah peraturan yang lebih membawa manfaat bagi para anggota koperasi, selain itu dalam pelaksanaan aktivitas koperasi harus sesuai dengan landasan-landasan koperasi Indonesia.

4 Landasan Struktur Koperasi Di Indonesia

Berikut landasan-landasan struktur koperasi di Indonesia, yakni.

  1. Landasan Idiil

Pancasila adalah landasan idiil koperasi. Bercermin pada penerapan Pancasila sebagai dasar negara yang memberikan pedoman dan sumber hukum sehingga dapat memberikan manfaat untuk banyak golongan. Koperasi menjadikan hal tersebut sebagai dasar untuk menerapkan semua aktivitas koperasi agar sesuai dengan nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila, yang sesuai dengan tujuan dalam undang-undang yakni terwujudnya kesejahteraan sosial.

2. Landasan Konstitusional

Landasan konstitusional atau sering disebut dengan landasan struktural dalam koperasi Indonesia ialah UUD (Undang-Undang Dasar) 1945. Secara rinci landasan ini tertuang dalam Pasal 33 ayat 1 yang menegaskan bahwa “Perekonomian disusun sebagaimana bisnis bersama menurut atas asas kekeluargaan”. Sekilas memang tidak dinyatakan dengan jelas bila koperasi ialah bagian dari salah satu penopang dalam struktural perekonomian Indonesia.

Baca Juga :  √Ascomycota: Pengertian, Struktur, Cara Reproduksi dan Contoh

bila kita melihat pasal 33 tersebut dengan lebih teliti, disana menyebutkan “asas kekeluargaan”. Asas ini erat kaitannya dengan keberadaan koperasi hingga pada saat ini, karena asas kekeluargaan ialah asas koperasi Indonesia. Dengan adanya persamaan asas inilah, yang menjadikan UUD 1945 Pasal 33 ayat 1 sebagai landasan konstitusional koperasi.

3. Landasan Mental

Landasan mental koperasi indonesia ialah adanya sikap yang berdasarkan pada kesadaran pribadi dan kesetiakawanan. Dalam koperasi dua sifat ini saling behubungan dan tidak bisa terpisah satu dengan yang lain, untuk menjaga kuatnya sistem koperasi memerlukan rasa kesetiakawanan antar anggota koperasi. Demi mencapai kemajuan, perkembangan bisnis, dan kesejahteraan anggota koperasi, tidak cukup hanya dengan menumbuhkan rasa kesetiakawanan saja tapi sifat ini juga harus diikuti kesadaran diri untuk berkembang bersama-sama mewujudkan tujuan koperasi. Dua sifat ini ialah identitas penting bagi koperasi, yang mana sudah menjadi tuntutan bagi semua anggota untuk menerapkan sifat ini dalam aktivitas koperasi.

4. Landasan Operasional

Landasan operasional didalamnya memuat dasar-dasar kebijakan dan tata tertib yang wajib ditaati dan diikuti oleh semua anggota, baik itu pengurus, manager, badan pemeriksa dan karyawan koperasi lainnya, tujuannya ialah agar peraturan-peraturan ini dijadikan sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memiliki fungsi masing-masing anggota.

Terdapat 2 jenis dasar landasan operasional dalam menjalankan aktivitas koperasi, dimana dasar landasan ini ialah hasil adanya kesepakatan yang tertuang dalam Undang-Undang dan kebijakan lainnya. Berikut ini ialah peraturan yang menjadi landasan operasional koperasi,

UU No. 25 Tahun 1992, didalamnya berisi tentang Pokok-pokok Perkoperasian.

Anggaran Dasar (AD) dan juga Anggaran Rumah Tangga (ART) Koperasi.

Konsep Pokok Koperasi

Koperasi mempunyai beberapa konsep pokok, yaitu.

Baca Juga :  √ Sikap Positif Terhadap Pancasila Beserta Penjelasannya

Koperasi ialah badan usaha, sehingga dalam penerapan aktivitas koperasi terdapat tujuan memperoleh keuntungan atau laba, namun yang menjadi catatan penting dalam koperasi ialah mencari keuntungan bukan satu-satunya tujuan koperasi, koperasi mempunyai tujuan yang lebih luas untuk kesejahteraan para anggotanya.

Anggota koperasi ialah kumpulan orang-orang yang masuk sebagai anggota atau disebut sebagai badan hukum koperasi, sehingga dapat dikatakan bahwa koperasi bukanlah suatu kumpulan modal, meskipun didalamnya memang sudah ada unsur pemberian pinjaman dana atau permodalan namun dana itu hanyalah sebatas dari anggota untuk anggota atau masyarakat tertentu.

Koperasi bekerja dengan melaksanakan nilai-nilai prinsip ekonomi, prinsip ekonomi tersebut mencakupi dalam keanggotaannya menganut sifat sukarela dan terbuka. Demokrasi ialah pedoman dalam pelaksanaan segala aktivitas di tubuh koperasi. Ada pembagian SHU (Sisa Hasil Usaha) secara adil. Modal ialah patokan dalam pembelian balas jasa. Memunculkan kemandirian, Peningkatan mutu pendidikan koperasi. melaksanakan sistem kerjasama antar koperasi.

Hadirnya koperasi di Indonesia ialah perwujudan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat baik untuk anggota maupun rakyat.

Penerapan koperasi berasaskan kekeluargaan, sehingga apa saja yang berhubungan dengan pengambilan keputusan dalam setiap aktivitas koperasi ialah hasil musyawarah para anggota.

Asas Koperasi Indonesia

Asas koperasi yang dianut di Indonesia ialah berasaskan pada kekeluargaan. Hal seperti ini sesuai dengan yang ditetapkan oleh UU No. 25 Tahun 1992 Pasal 2 yang memberitahukan bahwa koperasi berasaskan kekeluargaan. Selain itu secara eksplisit UUD 1945 Pasal 33 ayat 1 juga menyatakan tentang asas kekeluargaan, jelas apa yang dimaksud disini ialah koperasi.

Penerapan dari asas kekeluargaan itu sendiri meliputi segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas koperasi yang dijalankan oleh seluruh anggota untuk bisa mencapai tujuan yang sama yakni terwujudnya kesejahteraan para anggota koperasi, sehingga aktivitas yang dilakukan selalu terkait dengan kepentingan anggota baik itu secara langsung  ataupun tidak langsung.

Baca Juga :  √ Asal Usul Kota Depok : Sejarah, Presiden, Depok Tua

Tujuan Koperasi

Sesuai dengan Bab II Pasal 3 UU No.25 Tahun 1992 dan beberapa Undang-undang lainnya, dimana didalamnya mengandung tentang tujuan koperasi, antara lain.

Koperasi disini bertujuan agar bisa meningkatkan kesejahteraan anggota dan rakyat yang umumnya melalui pembangunan dan pengembangan potensi ekonomi bagi anggota dan rakyat.

Meningkatkan tatanan perekonomian nasional untuk mewujudkan masyarakat agar maju, adil, dan makmur, demi terwujudnya cita-cita Pancasila dan UUD 1945.

Berperan aktif dalam meningkatkan kemampuan dan kualitas kehidupan para anggota dan masyarakat.

memperkuat perekonomian rakyat sebagai kekuatan ekonomi nasional.

Keberadaan koperasi saat ini ialah langkah yang nyata dalam rangka ikut berperan dalam menciptakan dan menumbuhkan perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari bagaimana koperasi melaksanakan semua prinsip-prinsip ekonomi dalam menjalankan setiap aktivitas koperasi yang mana dari adanya kegiatan akan terwujudnya tujuan bersama dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggota dan rakyat.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ 4 Landasan Struktur Koperasi Di Indonesia, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.