Pengertian Merantau

Diposting pada

Definisi Merantau

Merantau merupakan salah satu tradisi yang sudah melekat bagi beberapa suku di Indonesia. Tradisi merantau ini sendiri dapat diartikan perginya seseorang dari tempat asal dimana ia tumbuh dan dibesarkan ke wilayah lain.

Di Indonesia ada beberapa suku yang sangat dikenal dengan tradisi dan kebiasaan merantau. Dari tahun ke tahun tradisi merantau di kalangan masyarakat Indonesia semakin meningkat. Tentunya hal tersebut terkait dengan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi minat dan tujuan seseorang untuk merantau. Ada pula wilayah-wilayah tertentu yang menjadi daerah tujuan dari para perantau, baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam menjalani kehidupan di wilayah perantauan, para perantau mempunya cara-cara untuk dapat beradabtasi dengan lingkungan tempat tinggalnya yang baru. Bentuk adaptasi tersebut juga sangat beragam tergantung dari masing-masing suku.

merantau


Pengertian Merantau

Merantau merupakan perginya seseorang itu meninggalkan tempat dimana ia berasaldan ia tumbuh  besar menuju suatu wilayah lain guna menjalani kehidupan baru maupun untuk sekedar mencari pengalaman. Sebenarnya banyak hal yang membuat seseorang pergi untuk merantau. Alasan untuk mernatau itu salah satu faktornya adalah tradisi dari beberapa kelompok etnis, namun ada juga faktor pendidikan, peperangan, dan faktor ekonomi.

Seiring dengan tuntutan hidup yang mengharuskan untuk berjuang dalam banyak hal, seperti untukmencari nafkah, juga untuk meringankan beban dari orang tua serta keluarga, dan juga keadaan tak berkecukupansehingga memutuskan untuk pergi merantau. Masalah ekonomi merupakan salah satu faktor dari banyaknya penyebab seseorang memutuskan merantau, faktor lainnya yakni karena rasa ingin tahu yang tinggi pada suatu tempat, senang akan tantangan dan ingin mengeksploitasi diri sebagai bentuk keberanian pada diri sendiri.

Pada negara berkembang disamping karena sebuah kebudayaan , instrumen pentingnya adalah karena sistem perekonomian bangsa, ketersediaan lapangan kerja, regulasi ketenagakerjaaan, serapan lapangan kerja, Keahlian ,pengelolaan SDA serta pemanfaatan yang tepat untuk mensejahaterakan bangsa serta  SDM, tetap jadi masalah klasik yang terus saja ada. Kearifan lokal selalu saja jadi isu utama akibat pengaruh kebijakan dalam mengambil sebuah keputusan baik itu Pemerintah maupun Swasta. Dalam desentralisasi juga para pelaku pembangunan. Beberapa faktor tersebut juga menyebabkan banyaknya para perantau.


Manfaat Merantau

Manfaat untuk pergi merantau? Beberapa catatan saya  mengenai merantau mungkin bermanfaat untuk anda yang memang tak pernah merantau dan juga bagi anda yang sedang merantau :


  • Dengan merantau, kamu akan mengetahui  dunia luar ternyata lebih menyenangkan dan juga penuh dengan tantangan.

Kota kelahiran, memang banyak kenyamanan,  perhatian orang tua dan keluarga yang lain. Namun dengan susasana dapat membuat  pribadi kita gagap dengan dunia luar. Merantau akan membuatmu paham tentang arti kehidupan disamping perbedan kultur budaya antara  kota tempat kamu merantau dengan daerahmu asalmu. Sehingga dapat membuatmu pribadi mampu untuk menerima berbagai kultur budaya berbeda.


  • Dengan merantau, kamu dapat memilah dan memiih teman baik dan buruk buatmu.

Semua orang pasti tahu bahwa kehidupan di luar sana itu sangat keras. Nah dari sana itu   berlaku pada siapa kamu bertemanan tempatu rantau. Dengan bermacam-macam sifat temanmu baik itu perilaku dan attitude beragam akan membuatmu pintar-pintar dalam mencari dunia pertemanan yang positif.

Baca Juga :  √Apa itu Sertifikasi Guru: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Dasar Hukum

  •  Dengan merantau akan membuatmu pandai dalam mengelola keuangan.

Kamu harus menghemat dan menyesuaikan seberapa uang yang ada dalam dompetmu mengingat mahal biaya hidup di perantauan. Pada saat kamu mulai boros dalam melakukan pengeluaran dan untuk kamu yang sedang kuliah harus berfikir sejauh mana kiriman uang dari orang tuamu itu akan cukup dalam beberapa hari ke depan. Hal ini akan melatihmu bisa menjadi pribadi yang lebih pandai dalam menghemat keuangan.


  • Dengan merantau, akan menetukan pribadimu akan menjadi lebih baik atau malah sebaliknya.

Sebuah pepatah mengakatakan “bertemanlah dengan penjual minyak wangi maka kamu akan ketularan wanginya. Bertemanlah kamu dengan penjual kambing maka tentu kamu akan ketularan juga bau aroma kambing.” Dalam perantauan segaanya akan kembali dengan pribadimu sendiri yakni kamu memilih mana baik masa depanmu. Lebih lagi kehidupanmu yang  jauh dari orang tua juga keluarga membuat resiko mengambil keputusan berada di tanganmu sendiri, bijaklah untuk mengambil keutusan yang tepat.


  • Ingatlah selalu orang tuamu, cita-citamu dan untuk apa tujuanmu merntau.

Darisegala moodboster-mu,adalah orangtuamulah yang pasti akan menangisbangga bilamelihat anak yang tengah berada diperantauan mencapaikesuksesan. Jadikan suatu penyemangat untukmumeraih cita-citamu dan bahwa kesuksesan yang menggantung tengah menunggumu agardapat kau gapai.Karena dengan semua itu engkau juga yang akan merasakan kepuasaan dalam batinmuserta rasa syukur karena dapat membuatmu orang tuamu tersenyum serta berhasilmembahagiakannya.


Faktor-Faktor Penyebab Berbagai Suku Merantau

Banyak faktor yang mendorong orang-orang untuk pergi dari tempat asal atau kelahirannya menuju tempat lain. Diantaranya faktor tradisi atau budaya dari suatu kelompok etnis, juga ada faktor ekonomi, pendidikan dan faktor peperangan.

Ramainya Bandar Malaka di abad 15 dan 16 mengakibatkan Malaka jadi tujuan perantauan dari bermacam etnis di Nusantara. Sampai saat ini keturunan dari para perantau itu masih teridentifikasi dengan jelas. Di Malaka dan sekitarnya bahkan di wilayah lainnya di Malaysia bisa ditemukan komunitas keturunan Minangkabau, Jawa, Banjar, Bawean (di Malaka lazim disebut orang Boyan) dan etnis-etnis lainnya dari Nusantara. Karena pada masa itu Malaka adalah pusat perdagangan, maka bisa dipahami bahwa faktor ekonomilah yang mendorong orang-orang untuk merantau ke Malaka.

Pada abad-abad sebelumnya, pelabuhan Barus juga pernah menjadi pusat perdagangan. Pada awalnya perdagangan di Barus didominasi oleh orang-orang Tamil dari India, yang menjadikan Barus semacam koloni India untuk menguasai perdagangan hasil-hasil alam dari Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Dominasi Tamil terhadap perdagangan di Barus baru bisa dipatahkan oleh pedagang Minangkabau sekitar abad 14 dan 15 dengan dukungan kerajaan Pagaruyung. Barus juga sudah jadi tujuan perantauan dari etnis lain di nusantara sebelum adanya Bandar Malaka.


  • Faktor Ekonomi

Penjelasan lain adalah pertumbuhan penduduk yang tidak diiringi dengan bertambahnya sumber daya alam yang dapat diolah. Jika dulu hasil pertanian dan perkebunan, sumber utama tempat mereka hidup dapat menghidupi keluarga, maka kini hasil sumber daya alam yang menjadi penghasilan utama mereka itu tak cukup lagi memberi hasil untuk memenuhi kebutuhan bersama, karena harus dibagi dengan beberapa keluarga.


  • Faktor Budaya

Ada banyak penjelasan terhadap fenomena ini, salah satu penyebabnya ialah sistem kekerabatan matrilineal. Dengan sistem ini, penguasaan harta pusaka dipegang oleh kaum perempuan sedangkan hak kaum pria dalam hal ini cukup kecil. Hal inilah yang menyebabkan kaum pria Minang memilih untuk merantau. Kini wanita Minangkabau pun sudah lazim merantau. Tidak hanya karena alasan ikut suami, tapi juga karena ingin berdagang, meniti karier dan melanjutkan pendidikan.

Baca Juga :  √ Kerajaan Kutai : Nama, Kehidupan Politik, Kejayaan dan Keruntuhannya

  • Faktor religi

Selain kedua karena di atas, unsur agama juga berpengaruh terhadap budaya merantau. Orang suku Minangkabau sangat menjunjung nilai agama Islam. Mereka penganut agama Islam nan taat.
Anak laki-laki banyak meninggalkan rumah mereka buat belajar di surau-surau. Mereka menimba ilmu agama. Untuk seterusnya mereka akan menimba ilmu dengan pergi ke berbagai daerah, berjumpa dengan berbagai orang, berbagai budaya buat mencapai kehidupan nan mereka inginkan.


  • Faktor Keresahan Politik

Faktor keresahan politik terjadi dua kali di Sumatera Barat dan itu menyebabkan migrasi masyarakat lokal. Pertama semasa pemberontakan komunis di akhir 1920-an dan kedua selama pergolakan daerah (PRRI) di akhir 1950-an yang menyebabkan eksodus besar-besaran ke kota-kota besar.


  • Faktor Sosial

Faktor sosial ini dapat dikatakan bahwa pada mulanya merantau itu disebabkan adanya kebutuhan untuk mencari tanah baru diluar perkampungan sendiri yang membuat kaum pria meninggalkan keluarganya dalam jangka waktu tertentu. Seiring berjalannya waktu, pengertian merantau sekarang bukan lagi perluasan wilayah, tetapi berdagang dan mencari kehidupan baru di kota-kota perantauan.


Macam Suku-Suku Perantau

Banyak orang Indonesia dari berbagai etnis pergi dari tempat asalnya menuju dan menetap di wilayah lain. Bermacam-macam penyebab, tujuan dan motivasi yang mendorong mereka pergi merantau. Dari sekian banyak etnis itu ada beberapa etnis yang warganya melakukan aktivitas merantau dalam jumlah yang sangat signifikan, sehingga etnis tersebut bisa diklasifikasikan sebagai suku perantau, di antaranya Suku Minang, Suku Bawean dan Suku Madura.


  • Minangkabau

Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa yang ada di Indonesia. Minangkabau masuk ke dalam propinsi Sumatera Barat. Banyak terdapat budaya-budaya yang ada pada masyarakat Minangkabau sendiri. Suku minang Minangkabau terbentuk dari kultur etnis nan berasal dari satu rumpun, yaitu rumpun melayu. Di dalamnya terdapat sistem monarki dan masih memegang adat cukup kuat.


  • Suku Bawean

Orang Bawean bermukim di pulau yang luasnya 188,66 kilo meter persegi, dan terletak di utara pulau jawa yang masih termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Gresik. Pada mulanya pulau ini dihuni oleh penduduk yang berasal dari madura. Namun sekarang penduduk pulau ini tidak mau disebut sebagai keturunan Madura sebab mereka ini memandang bahwa mereka  merupakan hasil pembauran dengan para pendatang dari Jawa, Sulawesi, Kalimantan, dan Sumatra sehingga lahirlah masyarakat yang menamai dirinya Bawean.


  • Suku Madura

Merantau sudah merupakan realitas sosial-budaya universal. Artinya masyarakat dari kebudayaan manapun di dunia melakukan hal itu. Begitu juga dengan orang Madura. Sebagaimana masyarakat dari kebudayaan lain, tanpa ada maksud mengabaikan motivasi lain, motivasi orang Madura merantau tidak bergeser jauh dari dua faktor utama yaitu: ekonomi dan sosial. Artinya, hampir dapat dipastikan tujuan orang Madura merantau untuk meningkatkan taraf hidup yang pada gilirannnya akan diperoleh suatu peningkatan status sosial. Sebagai perantau, mau tidak mau mereka dituntut dapat membangun suatu interaksi sosial dengan penduduk lokal.


Wilayah Perantauan

Masyarakat Minangkabau dikenal punya tradisi merantau yang kuat. Mereka telah mengembara ke wilayah Asia Tenggara lainnya sejak berabad abad yang lalu. Keturunan mereka sampai saat ini masih ada bahkan berkembang di banyak tempat seperti Aceh, Riau, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Lampung atau wilayah Sumatera lainnya dan juga di Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara, Malaysia, Singapura, Brunei, Filipina Selatan, dan lain lain.
Suku Aneuk Jamee di Aceh adalah masyarakat keturunan Minangkabau yang nenek moyang mereka telah merantau dari Ranah Minang sejak berabad abad yang lalu.

Baca Juga :  √Apa itu Perusahaan Dagang: Pengertian, Ciri, Jenis dan Contoh

Cut Nyak Dhien dan Teuku Umar yang dikenal sebagai pejuang gigih dan dianugerahi gelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia adalah anak dan keponakan dari Nanta Setia seorang Uleebalang VI Mukim, keturunan seorang perantau Minang yang juga jadi uleebalang di Kesultanan Aceh pada abad ke 18.


Tips Beberapa Hal Yang Perlu di Analisis Oleh Perantau

Sebelumnya saya minta maaf kepada kawan-kawan karena saya tidak mengirimkan buku elektronik kepada kalian. Jadi sebagai gantinya artikel dibawah ini.
Ada beberapa tips yang harus kawan-kawan lakukan setiap memulai perbuatan:


  • Biasakan positif tingking. Hal ini akan membantu system imbik kawan-kawan untuk memacu motifasi dalam berkarya dan mencari ilmu. System limbic itu adalah alam bawah sadar yang dimiliki manusia yang mengelola: emosi, cinta, motivasi, rasa sedih dan yang berubungan dengan perasaan lainnya.
    Jadi ciptakan suasana se- indah mungkin sebelum menjalankan aktivitas,
  • Anggaplah sesuatu itu menyenangkan buat kawan-kawan. Ketika kawan-kawan mengalami phobia terhadap sesuatu, misalnya: terhadap hewan yang bernama cecak, maka mulailah untuk berlatih mengaktifkan otak kanan dan mengendalikannya, coba teman-teman kembali membuka fungsi otak kiri dan otak kanan yah. Kalau tidak salah juga otak kanan adalah pusat imajinasi. kembangkan imajinasi kawan-kawan kendalikan dan tataplah cecak tersebut dengan imajinasi yang kawan senangi, apakah kawan ingin menambahkan pada cecak tersebut dengan kumis dan janggut yang tebal dengan gitar rhoma di sampingnya yah,,,, tergantung keunikan pikiran kawan-kawan. Bawalah segala sesuatu menjadi lebih menyenangkan. Hehe ^_^
  • Yang tidak kalah menarik untuk ditulis yaitu berkaitan dengan masalah ketika kita terlalu mengaktifkan otak kiri alias terlalu kritis gan.. haahaha soknya.. ah ini sebenarnya kurang baik buat kita, tapi tergantung sikon dan kondisi kawan-kawan juga. Hal ini pernah di alami oleh Nabi Musa ketika bertemu dengan Nabi Khidir (awas kalau tidak tahu kisah Nabi Khidir dengan Nabi Musa). Begitu pula ketika berada dalam forum diskusi, masyarakat, mahasiswa bahkan dengan diri sendiripun. “terlalu banyak protes begitu”. Budayakanlah “KAIZEN” ambil yang baik buang yang buruk ciptakan yang baru. Inova inovasi tiada henti( reklame kanari )
  • Mengetahui kenapa kita diciptakan (apa coba jawaban kenapa kita diciptakan dimuka bumi) tapi pastinya untuk menyembah Allah SWT, kita sudah diberi jantung yang terus memompa, panca indra serta hati (limbic system) yang bisa merasa dan akal untuk mengetahui kebenaran. Maka ketika kawan-kawan memulai aktifitasnya contohnya belajar mulailah dengan iqro bismirabbikallazi khalaq (bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) lafas basmallah dan niatkan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Pengertian Merantau : Definisi, Manfaat, Faktor, Penyebab, Tips, Dan Wilayahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.