√Pengertian Ideologi Sosialisme: Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Diposting pada

Pengertian Sosialisme

Sosialisme adalah ideologi yang memiliki tujuan untuk membentuk kemakmuran negara dengan usaha kolektif yang produktif dan juga membatasi milik perseorangan serta swasta. Pembatasan ini dilakukan untuk mencegah berjalannya usaha yang hanya bertujuan untuk memperoleh laba saja tetapi lupa melayani kebutuhan masyarakat.

√Pengertian Ideologi Sosialisme: Sejarah, Ciri,  Kelebihan dan Kekurangannya

Sejarah Sosialisme

Kata sosialisme pertama kali nampak pada tahun 1827 didalam artikel yang dibuat oleh Robert Owen di majalah perkoperasian. ketika itu, paham kapitalisme sedang berkembang pesat hingga modal tertumpuk di pihak tertentu saja untuk menjaga kelangsungan industri dan juga perekonomian.

Kapitalis pada terciptanya jurang yang luas antar golongan majikan (borjuis) dan juga buruh (proletar). Tumbuhnya paham sosialis baik di Inggris ataupun  di Perancis dikarenakan didorong oleh rasa kemanusiaan terhadap nasib buruh yang semakin tertindas. Namun, Owen serta tokoh lainnya hanya menghadirkan teori saja tanpa adanya perwujudan sehingga dinamakan sosialisme utopia.

Filsuf Jerman, dalam perkembangannya.  Karl Marx mencetuskan teori sosialisme ilmiah yang melawan semua bentuk utopia. sampai ia meyakini kapitalisme bisa di hapuskan dengan cara kekerasan. Marx bersama dengan rekannya Friedrich Engels memberikan gagasan mereka pada buku “Das Kapital”.

Marx menegaskan harus dihapusnya hak individual, termasuk hak pemilikan tanah. Selain itu, kaum tani harus bergerak menuju ke masyarakat yang sosialis sejati. Nyatanya gagasan Marx tidak sepenuhnya diterima oleh sosialis lainnya hingga gerakan sosialis internasional mengalami perpecahan di akhir abad ke-19. Ada beberapa aliran yang muncul seperti sosialisme demokrat, komunisme ala Marx sampai sosialisme Kristen.

Setelah berakhirnya perang dunia II, terjadi perubahan pandangan para kaum sosialis. seperti pada tahun 1960, terdapat banyak partai sosialis demokrat di Eropa melepaskan konsep ideologi Marx. Mereka merubah sikap terhadap hak milik pribadi yang dapat diberikan sebagian. sampai peminat paham sosialis semakin meningkat dikarenakan banyaknya partai sosial di negara-negara Eropa yang berhasil memenangkan pemilu.

Ideologi sosialisme lebih berhasil diterapkan di negara-negara maju daripada di negara berkembang. Karena  negara maju, sosialisme bertujuan untuk membangun ekonomi demi menunjang ekonomi dan juga pendidikan rakyat. Sedangkan di negara berkembang, sosialisme masih membawa tradisi pemerintahan otoriter dari penguasa setempat.

Ciri-Ciri Sosialisme

berdasarkan ideologi sosialisme, ekonomi yang bersifat kolektif bisa membawa keadilan dalam mensejahterakan rakyatnya. Ada beberapa ciri dari sosialisme diantaranya:

  • Menolak kapitalisme dan menghapuskannya melalui perjuangan kaum buruh.
  • Membuat sistem masyarakat berdasarkan dorongan kerja sama supaya meminimalkan hak milik perseorangan.
  • Masyarakat yang memiliki semangat bekerja sama dan juga solidaritas, sehingga hak-hak yang diperoleh juga sama.
  • Penentuan nasib individu hanya bisa dicapai lewat solidaritas bersama.
  • Menolak kebebasan penuh dikarenakan lebih berpihak bagi kepentingan hak milik.

Kelebihan dan Kekurangan Ideologi Sosialisme

Diterapkannya sosialisme, pemerintah bisa mengatur ekonomi negara menjadi lebih baik. Produktivitas ekonomi juga bisa terus berkembang sedangkan jumlah pengangguran menjadi turun. Kelebihannya, kondisi ekonomi Negara bisa menjadi stabil. Penggunaan sumber daya alam pun bisa dikelola dengan baik.

Dikarenakan hak kepemilikan pribadi dibatasi, sistem monopoli seperti yang terjadi dalam negara kapitalis dapat berkurang.  Masyarakat yang menempati negara paham sosialis pun tak perlu takut terhadap kebutuhan dasar seperti pangan, kesehatan ,sandang dan juga keamanan sebab semua sudah difasilitasi oleh pemerintah. Gaji yang diterima pun merata sampai tidak ada ketimpangan sosial yang menonjol.

Tetapi perkembangan teknologi di negara yang berpaham ideologi sosialisme menjadi terbatas disebabkan perencanaan yang ketat. Pekerja lebih dituntut untuk tidak banyak berinovasi dan juga melakukan pekerjaan yang monoton sepanjang waktu. Apabila terjadi perubahan kecil dalam sistem, semua rencana menjadi rusak. disebabkan adanya sistem ini, orang menjadi takut sehingga bukan menjadi keinginan sendiri untuk bekerja secara jujur serta tulus.

Dalam perekonomian kompetisi usaha biasanya membuat sistem semakin maju. Hal tersebut tidak berlaku untuk negara-negara sosialis. Kompetisi justru mengakibatkan kerugian pada negara dan juga sistem yang telah dirancang dengan matang. Apalagi pekerjaan diatur oleh pemerintah, sehingga individu tak mempunyai ruang untuk mengembangkan diri di bidang pekerjaan.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √Pengertian Ideologi Sosialisme: Sejarah, Ciri, Kelebihan dan Kekurangannya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √Pengertian Gubernur: Pengertian, Tugas, Wewenang, dan Kewajibannya
Baca Juga :  √Makna Integrasi Nasional: Pengertian, Faktor, Syarat, dan Klasifikasinya
Baca Juga :  √Konferensi Asia Afrika dan Peran Indonesia: Latar Belakang, Sejarah, Pelaksanaan, Tujuan, Pokok Pembahasan, Hasil dan Pengaruhnya
Baca Juga :  √21 Kelebihan Sistem Parlementer dan Kekurangannya