Fungsi Organ Pernapasan

Diposting pada

Pengertian Pernapasan

Tahukah kamu bahwa kita rata-rata bernapas selama 12-18 kali setiap menitnya? Itu artinya, dalam satu hari, kita akan bernapas sebanyak 17.280 kali!, ternyata banyak juga ya! Meskipun kelihatannya banyak dan juga mudah, proses pernapasan yang ada di dalam tubuh kita prosesnya tidak lah mudah lho. Ada banyak organ yang berperan dan membantu proses pernapasan. Apa aja ya? mari, kita bahas satu persatu!

Organ Pernapasan

Sistem Pernapasan Pada Manusia

Penjelasan saluran dan organ pernapasan adalah sebagai berikut:


  • Hidung dan Rongga Hidung

Hidung merupakan organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung ialah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan juga tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan. Rongga hidung berfungsi melembabkan, menghangatkan, dan juga menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh.


  • Tenggorokan (Faring)

Tenggorokan, atau disebut dengan faring, adalah jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan juga bronkus.


  • Pangkal Tenggorokan (Laring)

Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan juga trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan juga katup epiglottis, yang memisahkan saluran makanan dengan saluran udara.


  • Trakea

Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan lalu menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya ialah sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan juga terdapat di depan kerongkongan.


  • Bronkus

Bronkus ialah percabangan dari trakea. Organ ini mempunyai 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara.


  • Paru-paru

Paru-paru ialah organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip dengan spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya mempunyai 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.

Benar kan, RG Squad? Bernapas ternyata tidak cuma melalui hidung. Ada banyak sekali organ lain yang berperan dalam proses pernapasan kita. Menurut kamu, organ mana yang paling unik dan banyak manfaatnya?

Baca Juga :  √Sistem Peredaran Darah Pada hewan : Terbuka dan Tertutup

Mekanisme Pernapasan

Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan
dengan dua cara pernapasan, yaitu:


  • Pernapasan Dada

Bagian tubuh yang berperan dalam pernapasan dada, yaitu:

  • Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut
  • Tulang rusuk terangkat ke atas
  • Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.

Pernapasan dada atau costal breathing. Inspirasi dimulai dari otot interkostalis eksterna yang berkontraksi. Akibatnya, tulang-tulang rusuk terangkat ke atas dan menyebabkan rongga dada dan volume paru-paru membesar. Sebaliknya, ketika ekspirasi otot interkostalis internal berelaksasi sehingga tulang-tulang rusuk menjad turun dan volume rongga dada pun menurun.


  • Pernapasan Perut

Bagian tubuh yang berperan pada pernapasan perut, yaitu:

  • Otot difragma pada perut mengalami kontraksi
  • Diafragma datar
  • Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.

Pernapasan perut atau diaphragmatic breathing.Inspirasi dimlai abdomen bergerak ke arah luar sebagai akibat berkontraksinya otot diafragma yang turun ke bawah secara mendatar, sehingga rongga dada membesar dan menurunkan tekanan udara di paru-paru Pada saat ekspirasi otot-otot diafragma berelaksasi dengan cara mengendur dan cenderung melengkung ke atas. Akibatnya, tekanan udara di dalam paru-paru menjadi lebih tinggi karena volume rongga dada maupun rongga paru-paru mengecil.


Fase Pernapasan

Fase ini terbagi pada tarikan nafas (inspirasi) dan hembusan nafas (ekspirasi) yang melibatkan beberapa bagian tubuh, antara lain:

  • Otot interkosta
  •  Tulang rusuk
  • Diafragma
  • Tsi padu rongga toraks
  •  Tekanan udara di paru- paru

  • Inspirasi

Pada saat menarik napas (inspirasi), otot interkosta luar berkontraksi (tulang rusuk dinaikkan ke atas ) ; otot diafragma berkontraksi (diafragma menjadi datar ), isipada rongga toraks bertambah dan tekananudara paru-paru menjadi rendah , tekanan udara di luar yang lebih tinggi mendorong udara kedalam paru-paru .


  • Ekspirasi

Pada saat menghembuskan napas (ekspirasi) , otot interkosta luar mengendur (tulang rusuk dmenurun ke bawah ) ; otot diafragma  mengendur (diafragma melengkung ke atas ), isipada rongga toraks berkurang dan tekanan udara paru-paru menjadi tinggi , tekanan udara dalam paru-paru yang lebih tinggi mendorong udara keluar .


Mekanisme Jalannya Udara Saat Bernapas

Paru-paru mamalia terletak dalam rongga dada.Paru-paru mamalia mempunyai tekstur yang mirip spons dan berbentuk seperti sarang lebah dengan epithelium lembap yang berfungsi sebagai pertukaran respirasi. Luas total permukaan epithelium (sekitar 100m2 pada manusia) sudah cukup untuk melakukan pertukaran gas untuk keseluruhan tubuh.

Sebuah sistem saluran yang bercabang mengirimkan udara ke paru-paru.Udara masuk melalui lubang hidung kemudian disaring oleh rambut, dihangatkan, dilembapkan, dan dicek jika ada bebauan, sementara udara mengalir berbagai ruang di dalam rongga hidung.Rongga hidung mengarah ke faring, semacam persimpangan dimana jalur untuk udara dan makanan saling silang.Ketika makanan ditelan, laring bergerak ke atas dan merebahkan epiglottis di atas glotis.Hal tersebut membuat makanan dapat masuk ke esophagus hingga lambung. Pada waktu lain, glotis berada dalam keadaan terbuka dan manusia dapat bernafas.

Baca Juga :  √ Asas Perjanjian Internasional : Pengertian, Fungsi, Manfaat, Macam, Tahap dan Asasnya

  • Proses terbentuknya suara

Dinding laring diperkuat dengan tulang rawan. Pada manusia dan mamalia lain, laring diadaptasikan sebagai kotak suara. Ketika ada udara dihembuskan udara tersebut akan melintasi pasang pita suara dalam laring, kemudian suara dihasilkan ketika otot sadar dalam kotak suara menjadi tegang dan meregangkan pita suara tersebut sehingga pita suara bergetar. Suara berada tinggi dihasilkan ketika pita suara sangat teregang dan bergetar cepat; suara bernada rendah berasal dari pita suara yang tidak terlalu tegang bergetar secara perlahan.


  • Ventilasi paru-paru

Vertebrata memventilasi paru-parunya dengan cara bernapas yaitu penghirupan (inhalasi) dan penghembusan (ekshalasi) udara secara bergantian. Ventilasi mempertahankan konsentrasi oksigen maksimum dan konsentrasi karbondioksida minimum di dalam alveoli.Mamalia memventilasi paru-parunya dengan pernapasan bertekanan negative, yang bekerja sepertid pompa penyedot udara dan bukan mendorong udara sehingga udara mengalir ke paru-paru.


  • Kapasitas Volume Paru-Paru

Kontraksi otot tuselang rusuk dan diafragma bertanggung jawab atas peningkatan volume paru-paru selama pernapasan dangkal, ketika mamalia dalam kondisi istirahat. Selama aktivitas fisik berat, otot lain pada leher, punggung, dan dada selanjuny meningkatkan volume paru-paru dengan cara menaikkan peregangn sangkar tulang rusuk lebih jauh. Volume udara yang dihirup dan dikeluarkan pada pernapasan normal disebut sebagai udara tidal.Volume udara tidal pada manusia 500mL.Volume udara maksimum yang dapat dihirup dan dikeluarkan selama pernapasan yang dipaksa disebut kapasitas vital.


Gangguan Pernapasan

Berikut akan diuraikan beberapa jenis gangguan pernapasan yang umum terjadi pada saluran pernapasan manusia :


  • Efisema

Emfisema disebabkan hilangnya elastisitas alveolus.Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini. Gejala yang ditimbulkan:

  • Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas.

Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.


  • Pneumonia

Pneumoniaatau Logensteking yaitu penyakit radang pari-paru yang disebabkan oleh diplococcus pneumoniae. Penyakit ini menyebabkan radang paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Diplococcus pneumonia.Akibat peradangan alveolus dipenuhi oleh nanah dan lender sehingga oksigen sulit berdifusi mencapai darah.

Pneumonia adalah suatu penyakit infeksi atau peradangan pada organ paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur ataupun parasit di mana pulmonary alveolus (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer menjadi “inflame” dan terisi oleh cairan.

Baca Juga :  √20 Aliran Seni Rupa : Pengertian dan Cirinya

  • Influenza

Influenza disebabkan oleh virus influenza.Gejala yang ditimbulkan antara lain pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan tenggorokan terasa gatal.Influenza merupakan suatu penyakit infeksi akut saluran pernafasan terutama ditandai oleh demam, gigil, sakit otot, sakit kepala dan sering disertai pilek, sakit tenggorok dan batuk yang tidak berdahak. Lama sakit berlangsung antara 2-7 hari dan biasanya sembuh sendiri.


  • Asma

Asma merupakan penyakit penyumbatan saluran pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran, debu, atau tekanan psikologis.Asma bersifat menurun.

Penyakit ini menyebabkan penyempitan saluranpernapasan.Penyakit ini dapat disebabkan oleh alergi.Asma merupakan inflamasi kronik saluran napas.Berbagai sel inflamasi berperan, terutama sel mast, eosinofil, sel limfosit T, makrofag, netrofil dan sel epitel. Faktor lingkungan dan berbagai faktor lain berperan sebagai penyebab atau pencetus inflamasi saluran napas pada pasien asma.

Inflamasi terdapat pada berbagai derajat asma baik pada asma intermiten maupun asma persisten.Inflamasi kronik menyebabkan peningkatan hiperesponsif (hipereaktifitas) jalan napas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama pada malam dan/atau dini hari. Episodik tersebut berkaitan dengan sumbatan saluran napas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversibel dengan atau tanpa pengobatan


  • Tonsillitis

Tonsillitisadalah peradangan pada tonsil (amandel). Jika terjadi infeksi melalui mulut atau saluran pernapasan, tonsil akan membengkak(radang) yang dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.


  • Asfiksi

Asfiksi adalah gangguan pernapasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen yang disebabkan oleh tenggelam (akibat alveolus terisi air), pneumonia (akibatnya alveolus terisi cairan lendir dan cairan limfa), keracunan CO dan HCN, atau gangguan sitem sitokrom (enzim pernapasan).

Penyakit ini menyebabkan terganggunya pengangkutan oksigen ke sel-sel atau jaringan tubuh. Gangguan pada proses pengikatan oksigen yang sering terjadi adalah asfiksi. Hal tersebut terjadi karena adanya kompetisi antara oksigen dan zat lain yang dapat berikatan dengan hemoglobin.


  • Radang

Radang adalah gangguan pernapasanyang terbagi oleh :

  1. Rinitis, peradangan pada hidung
  2. Sinusitis adalah radang sinus paranasal (rongga-rongga yang bermuara dilubang hidung)
  3. Faringitis adalah suatu penyakit peradangan yang menyerang faring atau tenggorokan. Kadang juga disebut radang tenggorokan (sorethroat)
  4. Laringitis, radang pada laring
  5. Bronkitis

Bronkitis merupakan peradangan pada bronkussehinggaterjadi penyempitan diameter bronkus.Penyakit ini menyebabkan peradangan pada dinding bronkus yang disebabkan oleh virus.Penyakit ini menyebabkan batuk berdahak.Bronkitis digambarkan sebagai inflamasi dari pembuluh bronkus.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai Fungsi Organ Pernapasan : Pengertian, Sistem, Mekanisme, Fase, Jalannya Udara, Beserta Gangguan, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.