√ Asal Usul Timun Mas

Diposting pada

Asal Usul Timun Mas

Alkisah, hiduplah seorang janda paruh baya di sebuah kampung bernama Mbok Srini. Ia hidup sebatang kara setelah ditinggal mati oleh suaminya. Siang malam ia selalu berdoa pada Tuhan Yang Mahakuasa agar diberi anak.

√ Asal Usul Timun Mas

Pada suatu malam, ia bermimpi didatangi sesosok raksasa yang menyuruhnya pergi ke hutan untuk mengambil sebuah bungkusan yang ada dibawah pohon besar. Saat terbangun di pagi harinya.

“Mungkinkah keajaiban itu benar-benar terjadi padaku?” batin mbok srini.

Tetapi pada akhirnya ia  pergi ke tempat itu. Sesampainya dihutan, ia mencari bungkusan tersebut yang ternyata berisi sebutir biji timun.

“Apa maksud raksasa itu memberiku sebutir biji timun?” gumam janda bertanya-tanya.

Tiba-tiba makhluk raksasa itu sudah berdiri di belakangnya sambil tertawa.

“Ha… ha… ha…!” tawa raksasa itu.

Karena terkejut Mbok Srini membalikkan badannya dan melihat raksasa yang hadir dalam mimpinya.

“Ampun, Tuan Raksasa! Jangan memakanku, Aku masih mau hidup.” pinta Mbok Srini.

“Jangan takut, perempuan tua! Aku tidak akan memakanmu. Bukankah kamu ingin seorang anak?” tanya raksasa.

“Be… benar, Tuan Raksasa!” jawab Mbok Srini gugup.

“Tanam biji timun itu! kamu akan mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat! Kamu harus menyerahkan anak itu ketika ia sudah dewasa karena akan kujadikan santapanku,” kata raksasa itu.

Tanpa sadar Mbok Srini pun menjawab, “Baiklah, Raksasa! Aku akan menyerahkan anak itu kepadamu.”

Setelah hilangnya si raksasa Mbok Srini menanam biji timun itu di ladang dan merawatnya setiap hari. Dua bulan kemudian, tanamannya mulai berbuah tetapi anehnya hanya berbuah satu dan snagat besar. Mbok Srini memetik buah yang berwarna kuning keemasan itu lalu dibawanya pulang ke gubuk. Ia mendapati seorang bayi perempuan yang sangat cantik setelah membelah buah timunnya.

“owee… owee… owee… !!!” suara tangis bayi itu.

“Cup… cup… cup..!!! Jangan menangis anakku sayang… Timun Mas!” ucap Mbok Srini.

Kebahagiaan itu membuat ia lupa janjinya pada si raksasa. Ia merawat serta mendidik anak yang dia beri nama Timun Mas dengan penuh kasih sayang sampai tumbuh menjadi gadis yang cantik jelita.

Suatu malam, Mbok Srini bermimpi didatangi raksasa itu lagi dan berpesan bahwa seminggu lagi ia akan menjemput Timun Mas. Sejak saat itu, ia selalu termenung hatinya sedih, karena ia akan berpisah dengan anak yang disayanginya. Ia sadar bahwa raksasa itu  jahat, karena ingin menjadikan Timun Mas santapannya.

Suatu sore, Timun Emas memberanikan diri untuk menanyakan kegundahan pada hati ibunya.

“Bu, kenapa akhir-akhir ini Ibu selalu tampak sedih?” tanya Timun Mas.

Sebenarnya Mbok Srini tidak ingin menceritakannya. Namun, karena desakan akhirnya Mbok Srini pun menceritakan rahasianya.

“Maafkan Ibu, Anakku! Selama ini Ibu merahasiakan sesuatu padamu,” kata Mbok Srini dengan sedih.

“Rahasia apa, Bu?” tanya Timun Mas yang penasaran.

“Ketahuilah, Timun Mas! Bahwa sebenarnya, kamu bukan anak kandung yang lahir dari rahim Ibu.”

“Maksud, Ibu?” tanya Timun Mas kembali

Diceritakanlah semua rahasia tersebut oleh ibunya.

“Timun tidak mau ikut dengan raksasa itu. Timun sayang pada Ibu yang telah mendidik dan membesarkan Timun,” ucapTimun Mas.

Mbok Srini bingung mencari cara supaya anaknya selamat dari raksasa itu. Dalam kecemasannya, ia menemukan sebuah cara dengan menyuruh Timun Mas berpura-pura sakit sehingga raksasa itu tidak akan menyantapnya. Disaat hari mulai senja, raksasa pun datang kegubuk Mbok Srini.

“Hai, Perempuan Tua! Mana anak itu? Aku akan membawanya sekarang juga,” pinta raksasa itu.

“Maaf, Tuan Raksasa! Anak itu sedang sakit keras. Dagingnya tidak enak jika disantap sekarang. Bagaimana kalau kau datang tiga hari lagi? Saya akan menyembuhkan penyakitnya dulu,” bujuk Mbok Srini.

“Baiklah, kalau begitu! Tapi, kamu harus berjanji untuk menyerahkan anak itu padaku,” kata raksasa itu.

Setelah Mbok Srini berjanji, raksasa itu pun menghilang. Mbok Srini mencari cara lain lagi  dengan meminta bantuan seorang pertapa yang tinggal di gunung.

“Anakku! Besok pagi sekali Ibu akan pergi ke gunung untuk menemui seorang pertapa. Dia teman almarhum suami Ibu. semoga dia dapat membantu kita menghentikan niat jahat raksasa itu,” jelas Mbok Srini.

“Benar, Bu! Kita harus membinasakan raksasa itu. Timun tidak ingin jadi santapannya,” imbuh Timun Mas.

Keesokan harinya, Mbok Srini pergi ke gunung itu untuk menemui si pertapa dan menyampaikan tujuannya.

“Maaf, Tuan Pertapa! Kedatangan saya kemari ingin meminta bantuan pada Tuan,” kata Mbok Srini.

“Apa yang dapat kubantu, Mbok Srini?” tanya pertapa itu.

Setelah mendengar cerita Mbok Srini, pertapa itu pun bersedia untuk membantu.

“Baiklah, kamu tunggu di sini !” seru pertapa.

Ia masuk ke ruang rahasianya dan kembali sambil membawa empat buah bungkusan kecil, kemudian diserahkan pada Mbok Srini.

“Berikanlah keempat bungkusan ini pada anakmu. bungkusan ini berisi biji timun, jarum, garam serta terasi. apabila raksasa itu mengejarnya, suruh sebarkan isi bungkusan ini!” ungkap pertapa itu.

Setelah itu mbok srini pulang dan menyerahkan bungkusan tersebut pada timun mas dan menjelesakannya.

Dua hari kemudian, Raksasa itu pun datang lagi.

“Hai, perempuan tua! Kali ini kamu harus menepati janji. Apabila tidak, kamu juga akan jadi santapanku!” ancam raksasa.

Dengan tenang, Mbok Srini memanggil Timun Mas dan berdiri di sampingnya.

“Jangan takut, Anakku! Jika raksasa ingin menangkapmu, segera lari dan ikuti petunjuk yang telah kejelaskan padamu,” Mbok Srini berbisik pada Timun Mas.

“Baik, Bu!” jawab Timun Mas.

Ketika raksasa akan menangkapnya, Timun Mas berlari kencang. Sehingga raksasa pun mengejarnya. Timun Mas mulai merasa lelah, namun raksasa itu semakin mendekat. Akhirnya, ia mengeluarkan bungkusan pemberian pertapa itu.

Timun Mas mulai menebar biji timun dari ibunya. Hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah jadi ladang timun yang batangnya menjalar dan meilit raksasa itu. Tetapi, raksasa itu bisa melepaskan diri dan mengejar Timun Mas lagi.

Timun Emas melempar bungkusan yang kedua berisi jarum yang berubah menjadi rerumbunan pohon bambu yang tinggi dan runcing. Tetapi, raksasa itu bisa melewatinya dan terus mengejar Timun Mas.

Lalu Timun Mas membuka bungkusan ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya seketika berubah menjadi lautan luas dan dalam, tapi raksasa itu tetap berhasil melaluinya dengan mudah. Timun Emas mulai cemas, tetapi dengan penuh keyakinan, ia pun melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi yang berubah menjadi lautan lumpur yang mendidih. Sehingga raksasa pun tercebur dan tewas.

Lalu Timun Emas berjalan menuju ke gubuk untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat, Mbok Srini pun langsung bersyukur pada Tuhan Yang Mahakuasa. Akhirnya Mbok Srini dan Timun Mas hidup bahagia.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Asal Usul Timun Mas, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semanya

baca juga :

Read More  √ Asal Usul Sungai Mahakam
Read More  √ Asal Usul Suku Dayak : Pengertian, Asal Mula, Dan Adat Istiadat
Read More  √ Asal Usul Kota Makassar : Sejarah Lengkap
Read More  √ Asal Usul Kota Bengkulu : Sejarah, Pangeran Kerajaan, Empang Ka Hulu Asal Mula Nama Bengkulu