√Vitamin: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Diposting pada
√Vitamin: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya

Pengertian

Vitamin adalah sebuah zat senyawa yang kompleks yang sangat berguna dalam proses metabolisme tubuh kita. Vitamin membantu proses pengaturan kegiatan pada tubuh kita. Tanpa vitamin, maka makhluk hidup tidak bisa melakukan aktivitas serta kemungkinan untuk terserang penyakit akan sangat tinggi.

Fungsi Vitamin

  • Mengatur metabolisme tubuh.
  • Menguatkan gigi dan tulang.
  • Memperkuat sistem kekebalan tubuh.
  • Mempercepat penyembuhan luka.
  • Merangsang pertumbuhan serta perkembangan tubuh.
  • Sebagai katalisator dalam reaksi biokimia tubuh.
  • Memperlambat proses penuaan sebab terkandung antioksidan.

Jenis-jenis Vitamin

1. Vitamin Larut Air

  • Vitamin B

Vitamin B berperan dalam proses metabolisme di dalam tubuh terutama ketika pelepasan energi tubuh. Vitamin B berfungsi sebagai koenzim yang bisa meningkatkan laju metabolisme tubuh pada berbagai jenis sumber energi. Vitamin B pun berperan dalam pembentukan sel darah merah. Vitamin B bisa ditemukan dalam gandum, ikan, serta sayur-sayuran hijau.

  • Vitamin B1

Vitamin B1 dikenal dengan sebutan Tiamin yang mempunyai fungsi guna menjaga kesehatan kulit serta turut membantu mengubah karbohidrat menjadi energi yang dipelukan guna aktivitas sehari-hari. Selain itu, vitamin tersebut membantu metabolisme protein dan lemak.

  • Vitamin B2

Vitamin B2 atau dikenal dengan riboflavin mempunyai peranan dalam regenerasi energi bagi tubuh lewat proses respirasi (pernapasan). Vitamin tersebut berperan dalam proses pembentukan molekul steroid, sel darah merah, serta glikogen.

  • Vitamin B3

Vitamin B3 atau niasin berperan dalam proses metabolisme protein, lemak, serta karbohidrat menjadi energi tubuh. Vitamin ini bisa menjaga kadar tekanan darah, kadar gula darah, penyembuhan vertigo dan migraine, serta menyembuhkan dari racun-racun tetentu. Vitamin B3 banyak terkandung di dalam bahan makanan hewani contohnya hati, ginjal, daging unggas, dsb. Kekurangan vitamin B3 bisa menyebabkan kejang, keram otot, muntah-muntah, gangguan pencernaan, serta mual.

  • Niasin (Asam Nikotinat atau Antipelagra)
Baca Juga :  √ Apa itu Kromosom : Pengertian, Fungsi, struktur dan Jenisnya

ada beberapa fungsi yang bisa diberikan oleh niasin, yaitu sebagai agen pertumbuhan dan perkembangbiakan sel, perombakan karbohidrat, lemak, serta protein, bisa mencegah penyakit pellagra, memelihara pencernaan, serta berperan sebagai koenzim yang diperlukan oleh semua proses yang dialami oleh makhluk hidup.

  • Vitamin B5

Vitamin B5 atau Asam Pantotenat berperan di dalam proses metabolisme tubuh. Vitamin tersebut berperan besar dalam menjaga komunikasi yang baik antara sistem saraf pusat dengan otak serta memproduksi senyawa contohnya asam lemak, sterol, serta hormon-hormon tubuh. Vitamin B5 bisa ditemukan di dalam daging hewani, susu, sayuran hijau, serta kacang hijau.

  • Asam Pantotenat

Vitamin tersebut berfungsi sebagai koenzim A yang berperan dalam proses pembentukan lemak dan protein. Selain itu, asam pantotenat berperan sebagai penjaga kadar gula dalam darah. Vitamin ini banyak ada di sayuran hijau, ragi, hati, daging, serta kuning telur.

  • Vitamin B6

Vitamin B6 biasa disebut piridoksin berperan dalam proses metabolisme tubuh terutama dalam proses pemecahan lemak contohnya spingolipid dan fosfolipid. Vitamin ini berperan dalam pembentukan antibodi pada tubuh dalam menyerang zat asing. Vitamin tersebut banyak ditemukan di dalam beras, jagung, kacang-kacangan, daging, serta ikan.

  • Vitamin B11

Vitamin B11 biasa disebut dengan asam folat sangat berperan dalam proses pembentukan sel darah merah. Selain itu, vitamin B11 berfungsi sebagai antianemia pernisiosa, membentuk asam nukleat (DNA dan RNA), serta metabolisme kelompok metil.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 biasa disebut sianokobalamin berperan dalam pemeliharaan kesehatan sel saraf, pembentukan molekul DNA serta RNA, seta pembentukan platelet darah. Vitamin tersebut hanya ditemukan pada hewan. Oleh sebab itu, orang yang vegetarian sering mengalami masalah tentang vitamin ini.

  • Vitamin C

Vitamin C atau asam askorbat mempunyai peranan dalam menangkal radikal bebas di dalam tubuh karena mengandung senyawa antioksidan. Vitamin ini berperan sebagai pembentuk kolagen yang merupakan penyusun jaringan kulit, sendi, tulang, serta jaringan tubuh lainnya. Karena vitamin ini bisa menangkal radikal bebas, maka vitamin ini bisa menurunkan laju mutasi sel dalam tubuh sehingga bisa menurunkan pertumbuhan penyakit degeneratif seperti kanker.

Baca Juga :  √6 Negara Yang Menganut Paham Liberalisme Dan Sejarahnya

2. Vitamin Tidak Larut Air

  • Vitamin A

Vitamin A dikenal dengan nama retinol adalah vitamin pembentuk pigmen mata di retina. Oleh sebab itu, vitamin ini berhubungan dengan penglihatan. Selain itu, vitamin A berperan dalam menjaga kesehatan kulit serta imunitas tubuh. Vitamin A mempunyai sifat mudah rusak akibat terpapar panas, serta udara.

Vitamin A banyak terkandung di dalam susu, ikan , sayur-sayuran serta buah-buahan. Kekurangan vitamin ini bisa menyebabkan katarak, rabun senja, ISPA (infeksi saluran oernapasan atas), serta penurunan daya tahan tubuh.

  • Vitamin D

Vitamin D berperan dalam proses metabolisme kalsium serta mineralisasi tulang. Oleh sebab itu, vitamin D banyak behubungan dengan pembentukan tulang. Vitamin D diproduksi oleh sel kulit ketika terkena cahaya matahai. Jika terjadi kekurangan vitamin D, maka bisa menyebabkan kaki menjadi bentuk O atau X, gigi menjadi cepat rusak, serta kejang otot. Kemudian, penyakit osteomalasia (tidak ada kalsium serta fosfor pada tulang) disebabkan oleh kekurangan vitamin ini. Selain itu, penyakit osteoporosis pada lansia disebabkan sebab kekurangan vitamin D. vitamin D banyak terkandung di dalam ikan, telur, susu, serta keju.

  • Vitamin E

Vitamin E atau tokoferol bisa berperan sebagai antioksidan alami untuk tubuh yang bisa menjaga kesehatan kulit, mata, sel darah merah, hati, serta paru-paru. Vitamin E terkandung di dalam ikan, ayam, kuning telur, ragi, serta minyak tumbuh-tumbuhan. Kekurangan vitamin E bisa menyebabkan kemandulan, serta gangguan saraf serta otot tubuh.

  • Vitamin K

Vitamin K  atau filokuinon beperan di dalam pembentukan sistem peredarah darah serta penutupan luka. Oleh sebab itu, jika terjadi kekurangan vitamin ini, maka akan menyebabkan perdarahan tubuh serta kesulitan dalam penutupan luka. Vitamin K banyak ada di dalam susu, kuning telur serta sayuran segar.

  • Vitamin H
Baca Juga :  √ Kasus Pengingkaran Kewajiban Beserta Penjelasannya

Vitamin H sangat berkaitan erat dengan vitamin B lainnya, sehingga vitamin ini juga bisa ditemukan terkandung di dalam makanan yang juga mengandung vitamin B, contohnya hati, ginjal, kuning telur, susu, ragi, kacang polong, sayuran, dan bisa diproduksi juga oleh bakteri usus.

  • Kolin

Kolin banyak ada di dalam hati dan beras. Seseorang yang mengalami kekurangan pada jumlah kolin dalam tubuh, akan mengakibatkan gangguan pada kulit, ginjal, dan bisa menimbulkan timbunan lemak di sekitar hati.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Vitamin: Pengertian, Fungsi dan Jenisnya semoga bermanfaat

Baca Juga: