√ Teori Kewarganegaraan : Liberalism, Komunitarian, Republikan, Dan Demokrasi Radikal

Diposting pada

Teori Kewaganegaraan Liberal (Liberalism)

Teori Kewaganegaraan Liberal  berpendapat bahwa  warganegara merupakan pemegang otoritas demi menentukan  pilihan  dan juga hak. Teori kewarganegaraan liberal menekankan kepada konsep kewarganegaraan yang berdasarkan pada hak. Peter H Scuck dalam Liberal Citizenship (2002) berpendapat bahwa pengaruh  besar  dari teori tersebut diawali oleh  penjelasan  secara sistematis  melalui John locke dan juga  J S Mill. Menurut Locke individu dianugerahi serta dihiasi oleh Tuhan dengan hukum  alam yang berupa hak-hak  alamiah.  Teori  Locke  mengenai  kepemilikian  (Locke’s  theory of property) mengatakan ada tiga elemen  sentral  untuk  kewarganegaraan liberal. Yang ertama, yaitu individu bisa menciptakan  kekayaan  ataupun  kepemilikan dan juga menambah  dominasi  kepemilikan  itu dengan melalui kerja. Yang kedua, yaitu perlidungan pada kepemilikan sebagai fungsi utama hukum dan juga pemerintahan. Dan yang Ketiga, adalah adanya pelaksanaan yang sah bedasarkan hukum atas hak-hak kepemilikan secara alamiah yang mengasilkan ketidakmerataan yang adil.

Menurut  Peter  H  Suchuk  terdapat  5 Prinsip Dasar  Teori  Liberal  Klasik.  Prinsip yang pertama, mengutamakan  kebebasan  individu  yang dimengerti sebagai  kebebasan  dari  campur  tangan Negara. Prinsip kedua, yaitu proteksi yang  luas pada kebebasan  berpikir,  berbicara  serta  beribadah. Prinsip   ketiga, yaitu kecurigaan yang dalam pada kekuasaan negara untuk mengatasi  individu. Yang keempat,  adanya pembatasan  kekuasaan  negara  di  bidang  atau aktivitas individu di dalam berhubungan  dengan  yang  lain. Serta yang Kelima, yaitu anggapan yang kuat bisa dibantah tentang kebaikan hati dalam hal masalah pribadi serta bentuk lain yang mendukung pribadi.

Teori Kewarganegaraan Komunitarian

Fokus utama dala teori komunitarianisme dalam kajian kewarganegaraan merupakan peran serta warga negara di dalam komunitas. Komunitarianisme bukan sebagai reaksi pada liberalism Klasik, tetapi kepada kewarganegaraan yang berdasarkan pada Dimensi sosial, kewarganegaraan (civic) dan juga politik dari komunitas Politik. Perspektif  komunitarian  menekankan  terhadap  kelompok  etnis ataupun  kelompok budaya, solidaritas  diantaranya yakni orang-orang yang mempunyai sejarah ataupun tradisi yang sama,  kapasitas  kelompok  tersebut  demi  menghargai  identitas  orang-orang  yang  dibiarkan teratomisasi  oleh  kecenderungan yang  mengakar terhadap masyarakat liberal. Teori  kewarganegaraan  komunitarian merupakan reaksi dari teori kewarganegaraan liberal, meski  teori kewarganegaraan liberal berpendapat bahwa masyarakat  terbentuk  atas pilihan-pilihan bebas  individu, sedangkan  teori ini justru  berpendapat  masyarakatlah yang menentukan serta membentuk individu baik itu karakternya, nilai keyakinannya. Komunitarianisme  menekankan bahwa pentingnya  komunitas  dan  nilai sosial bersama.

Baca Juga :  √Ascomycota: Pengertian, Struktur, Cara Reproduksi dan Contoh

Teori Kewarganegaraan Republikan

Teori Kewarganegaraan Republican Menekankan  kepada  ikatan-ikatan  sipil (civic  bonds) suatu hal yang berbeda dengan ikatan-ikatan individual (tradisi pada liberal) ataupun ikatan kelompok (tradisi komunitarian). Teori  kewarganegaraan  republikan baik  yang klasik  ataupun  yang  humanis sebagai  paham pemikiran kewarganegaraan  yang berpendapat bahwa bentuk  ideal  dari suatu negara  berdasarkan pada dua dukungan, yaitu  civic virtue warga serta pemerintahannya yang republic sebab ini sebagai hak yang esensial, hingga disebut civic republic. Jadi, kewarganegaraan ini lebih menekankan pada pentingnya kewajiban (duty), tanggung  jawab  (responsibility) serta civic virtue (keutamaan  kewarganegaraan)  dari warganegaranya. Civic  virtue didalam republik Romawi berarti kesediaan  untuk mendahulukan kepentingan publik.

Teori Kewarganegaraan Demokrasi Radikal

Teori demokrasi radikal, berupaya demi menghidupkan kembali sentralitas kewarganegaraan yaitu sebuah identitas yang diyakini enervated atau dihilangkan diliberal dan juga Marxis teoridengan membatasi hubungan politik padaranah negara atau perekonomian, yang akhirnya mengurangi kewarganegaraan untuk tidak efisien bendera melambaikan, radikal demokrasi berupaya mengedepankan konsepsi demokrasisebagai jalan hidup, sebuah komitmen terus menerus untuk tidak komunitas ataupun negara tetapi ke politik yang dipahami sebagai tantangan konstanuntuk batas politik. Teori demokrasi radikal demokrasi untuk merangkul komitmendemi kesetaraan dan juga partisipasi namun mencakup radikalisasi politik melaluikomitmen untuk perubahan sosial yang konstan dan tindakan yang sepertitampilan selimut melakukan mengubah keadaan.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Teori Kewarganegaraan : Liberalism, Komunitarian, Republikan, Dan Demokrasi Radikal, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :