√Tenaga Eksogen: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Diposting pada
√Tenaga Eksogen: Pengertian dan Jenis-jenisnya

Pengertian

Tenaga Eksogen merupakan tenaga dari luar bumi yang bisa merubah bentuk permukaan bumi hasil bentukan tenaga endogen (tenaga dari dalam bumi). Aktivitas dari tenaga endogen bersamaan dengan tenaga eksogen itulah yang membuat terbentuknya relief permukaan bumi, ada yang permukaannya tinggi (contohnya gunung), ada juga yang permukaannya rendah (laut). Perubahan yang dilakukan oleh tenaga eksogen pada permukaan bumi disebut geomorfi.

Jenis-jenis Tenaga Eksogen

1. Pelapukan

Pelapukan ialah proses perusakan kulit bumi yang bisa disebabkan baik secara fisis, kimia, ataupun biologi.

Berikut adalah jenis-jenis pelapukan:

  • Pelapukan Secara Fisik (Mekanis)

Pelapukan secara fisik ialah perubahan yang terjadi melibatkan bentuk luar atau pergerakan dari material itu. Pada pelapukan fisik, sebuah material hancur menjadi bagian yang lebih kecil tanpa mengubah komponen atau susuanan kimia pada material itu.

  • Pelapukan Secara Kimia

Pelapukan kimiawi terjadi karena disebabkan perubahan komposisi kimia dari material yang terlibat. Perubahan tersebut akan memancing reaksi kimia antara zat kimia baru dengan zat kimia yang sudah ada. Terkadang reaksi tersebut melibatkan unsur-unsur di atmosfer atau mineral pada kerak bumi. Akibat terjadinya reaksi ini, pelapukan pada material itu bisa terjadi sehingga menghasilkan pelapukan.

  • Pelapukan Secara biologi

Pelapukan secara biologi biasa disebut dengan istilah “Pelapukan Organik”. Pelapukan tersebut biasanya diakibatkan dari aktivitas makhluk hidup yang menyebabkan hancurnya material menjadi komponen yang lebih kecil. Pelapukan ini bisa terjadi secara fisik maupun secara kimia. Biasanya yang secara fisik diakibatkan oleh makhluk hidup besar misalnya manusia, hewan dan tumbuhan. Sementara yang secara kimiawi disebabkan oleh makhluk hidup kecil contohnya bakteri atau komponen yang disekresikan oleh tubuh makhluk hidup besar.

Baca Juga :  √ Fungsi Kebijakan moneter

2. Erosi (Pengikisan)

Erosi ialah peristiwa pengikisan padatan (sedimen, tanah, batuan, dll) akibat transportasi angin, air, es, hujan, pengaruh gravitasi serta akibat aktivitas makhluk hidup.

Berikut adalah jenis-jenis erosi:

  • Erosi Oleh Air (Ablasi)

Ablasi adalah erosi yang berasal dari air mengalir. Gesekan antara aliran air dengan tanah ialah penyebab terjadinya ablasi. Semakin besar kecepatan serta jumlah air maka akan semakin cepat terkikisnya tanah atau batuan di dasar lahan (sungai). Jika gesekan terjadi terus-menerus, pasti akan menimbulkan perubahan bentuk pada lahan tadi.

  • Erosi Oleh Angin (Deflasi)

Deflasi adalah pengikisan yang terjadi oleh angin, proses tersebut banyak ditemukan di daerah gurun serta pada tempat dengan tiupan angin kencang disertai pasir. Deflasi akan menghasilkan hasil pengikisan batuan yang berbentuk mirip jamur. Prisip dasar dari erosi jenis ini sama dengan erosi oleh air, yakni dikarenakan gesekan pergerakan angin dengan objek padatan tertentu.

  • Erosi oleh Es (Eksarasi)

Eksarasi merupakan erosi yang berasal dari gletser atau es. Eksarasi hanya terjadi pada daerah yang memiliki musim salju atau daerah pegunungan tinggi. Gletser atau es akan membentuk cairan kental yang bergerak, pergerakannya tersebut akan mengikis bagian kanan dan kiri lembah gunung. Batuan yang dilewatinya akan tergores lalu terkikis oleh gletser.

  • Erosi oleh Gelombang Laut (Abrasi)

Abrasi merupakan erosi yang berasal dari air laut. Tinggi rendahnya erosi oleh air laut tergantung besar kecilnya kekuatan gelombang laut.

  • Korosi

Korosi adalah erosi yang berasal oleh media angin. Perbedaannya ada pada jenis partikel yang dibawa angin itu. Deflasi terjadi sebab kekuatan angin tanpa melibatkan partikel di dalamnya, sementara korosi terjadi karena angin membawa butiran pasir atau butrian batuan.

Baca Juga :  √Gymnospermae: Pengertian, Ciri, Jenis dan Strukturnya

3. Sedimentasi (Pengendapan)

Sedimentasi ialah proses pengendapan material batuan secara gravitasi yang terjadi di daratan, zona transisi (garis pantai) serta di dasar laut dan diangkut dengan media angin, air ataupun es.

Berikut adalah jenis-jenis Sedimentasi:

  • Sedimentasi Fluvial

Sedimen Fluvial adalah proses pengendapan materi yang diangkut oleh air sepanjang aliran sungai. Tempat–tempat pengendapannya meliputo di dasar sungai, danau, atau muara sungai. Sumber utama dari material yang menjadi endapan fluvial ialah pecahan dari batuan yang lapuk. Batuan hasil pelapukan secara berangsur diambil ke tempat lain oleh tenaga air.

  • Sedimentasi marine

Sedimentasi Marine ialah proses pengendapan yang dilakukan oleh gelombang laut yang ada disepanjang pantai. Berdasarkan ukuran butirannya, sedimentasi marine bisa berkisar dari sedimen berukuran butir lempung hingga gravel. Suplai muatan sedimen yang sangat tinggi yang menyebabkan sedimentasi itu berasal dari daratan yang dibawa ke laut melalui aliran sungai dan pasir pantai dari ombak.

  • Sedimentasi Aeolis atau aeris

Sedimen hasil pengendapan oleh angin biasa disebt sedimen aeolis. Hembusan angin dapat mengangkut material debu, pasir, bahkan bahan material yang lebih besar. Makin kuat hembusan tersebut, makin besar pula daya angkutnya. Peristiwa ini biasanya disebut dengan disintegrasi yang prosesnya bisa fisik atau kimia. Akibat proses tersebut terbentuknya butiran tanah dengan berbagai macam sifat yang berbeda dari keadaan iklim, topografi, jenis batuan, waktu serta organisme.

  • Sedimentasi Glasial

Sedimentasi hasil pengendapan oleh gletser biasanya disebut sedimentasi glasial. Bentang alam hasil pengendapan oleh gletser dalam bentuk lembah. Ketika musim semi tiba, terjadi pengikisan oleh gletser yang datang menuruni lembah. Batuan atau tanah hasil pengikisan pun menuruni lereng serta mengendap di lembah.

Baca Juga :  √ Pengertian Otot Polos : Jenis Beserta Cirinya

4. Pergerakan Tanah dan Pergerakan Batu (Mass Wasting)

Pergerakan tanah atau batu ini merupakan pemindahan serta penghancuran massa batuan dan tanah secara besar-besaran ke tempat yang lebih rendah dari tempat asalnya. Batuan dan tanah yang pecah menuju ke daerah yang lebih rendah dikarenakan oleh gaya gravitasi.

Berikut adalah jenis-jenis Pergerakan Tanah

1. Pergerakan Lambat (Rayapan)

Pergerakan lambat atau rayapan ini adalah pergerakan tanah atau batuan dengan massa yang kecil serta lambat. Batuan yang turun biasanya datang menuruni lereng secara perlahan sampai pada beberapa kasus sedikit sulit untuk diamati.

2. Pergerakan Cepat

Pergerakan cepat adalah pergerakan puing batuan yang biasanya mengandung cat cair sampai kecepatannya lebih tinggi. Misalnya ialah aliran lumpur.

3. Landslide

Landslide adalah gerakan massa batuan besar yanga terjadi secara cepat. Biasanya material dari landslide tersebut jatuh secara vertikel. Dalam bahasa Indonesia, Landslide biasanya disebut longsor.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Tenaga Eksogen: Pengertian dan Jenis-jenisnya semoga bermanfaat

Baca Juga: