√ Pengertian Prosa Adalah : Ciri, Jenis, Unsur Intrinsik dan Contohnya

Diposting pada

Apa yang dimaksud dengan prosa? Prosa adalah suatu karya sastra yang bentuknya tulisan bebas dan tidak terikat dengan berbagai aturan dalam menulis seperti rima, diksi, irama, dan lainnya. Arti tulisan di dalam prosa bersifat denotatif / tulisan yang mengandung makna sebenarnya. Walaupun terkadang terdapat kata kiasan di dalamnya, hal tersebut hanya berfungsi sebagai ornamen guna memperindah tulisan dalam prosa tersebut.

Pengertian-Prosa-Adalah

Pengertian Prosa

Kata prosa berasal dari bahasa Latin prosa yang artinya terus terang. Sedangkan menurut kamus besar bahasa Indonesia “prosa adalah karangan bebas yang tidak terikat oleh kaidah yang terdapat dalam puisi”. Secara sempit prosa adalah karya imajiner dan estetik. Dalam kesusastraan juga disebut fiksi, teks naratif, wacana naratif. Sedangkan secara luas prosa menyangkut semua karya tulis yang ditulis bukan dalam bentuk puisi atau drama, tiap baris dimulai dari margin kiri penuh sampai ke margin kanan.


Menurut Abrams “prosa paling sering diartikan sebagai penggunaan bahasa sehari-hari yang dibedakan dari pola-pola pengulangan satuan bahasa yang berirama pada baris puisi”. Prosa dalam pengertian ini dipertentangkan dengan puisi Eropa lama yang memiliki irama sebagai salah satu aturan terikat dari puisi. Prosa hanya berlaku untuk sastra karena istilah ini adalah istilah sastra. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.


Prosa selalu bersumber dari lingkungan kehidupan yang dialami, disaksikan, didengar, dan dibaca oleh pengarang. Adapun ciri-ciri prosa fiksi adalah bahasanya terurai, dapat memperluas pengetahuan dan menambah pengetahuan, terutama pengalaman imajinatif. Prosa fiksi dapat menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian dalam kehidupan. Maknanya dapat berarti ambigu. Prosa fiksi melukiskan realita imajinatif karena imajinasi selalu terikat pada realitas, sedangkan realitas tak mungkin lepas dari imajinasi. Selanjutnya prosa fiksi mengajak kita untuk berkontemplasi karena sastra menyodorkan interpretasi pribadi yang berhubungan dengan imajinasi.


Ciri-Ciri Prosa

Kita bisa mengenal suatu karya sastra dari karakteristiknya. Adapun ciri-ciri prosa ialah sebagai berikut:

  1. Bentuknya Bebas

Seperti yang dijelaskan pada pengertian prosa di atas tadi, bentuk prosa tidak terikat oleh baris, bait, suku kata, dan irama. Umumnya bentuk prosa ialah rangkaian kalimat yang membentuk paragraf, misalnya dongeng, hikayat, dan lainnya. Prosa bisa disajikan dalam bentuk tulisan maupun secara lisan.

  1. Memiliki Tema

Setiap prosa pasti mempunyai tema yang menjadi dasar dalam cerita dan merupakan pokok bahasan di dalamnya.

  1. Mengalami Perkembangan

Prosa selalu mengalami perkembangan karena dipengaruhi perubahan yang ada di masyarakat.

  1. Terdapat Urutan Peristiwa

Biasanya di dalam prosa ini terdapat alur cerita yang menjelaskan urutan peristiwa. Alur peristiwa tersebut ada yang berbentuk alur mundur, maju, bahkann campuran.

  1. Terdapat Tokoh di Dalamnya

Seperti halnya karya sastra lain, di dalam prosa terdapat tokoh, baik itu manusia, hewan, maupun juga tumbuhan.

  1. Memiliki Latar

Di dalam prosa terdapat latar pada masing-masing kejadian, baik itu latar tempat, waktu, dan juga suasana.

  1. Terdapat Amanat

Di dalam prosa mengandung amanat yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pendengarnya sehingga bisa mempengaruhi mereka.

  1. Pengaruh Bahasa Asing

Pada prosa dapat dipengaruhi oleh bahasa asing, misalnya bahasa Jepang, atau bisa juga tidak terpengaruh.

  1. Nama Pengarang

Setiap prosa tentu lah ada yang mengarangnya. Akan tetapi, nama pengarang tidak selalu dipublikasikan.


Jenis-Jenis Prosa

Secara umum prosa bisa dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru. Mengacu pada pengertian prosa, adapun jenis-jenis prosa ialah sebagai berikut:

  • Prosa Lama

Prosa lama merupakan jenis prosa yang tidak atau belum dipengaruhi oleh kebudayaan luar dan biasanya disajikan secara lisan. Beberapa yang termasuk dalam prosa lama ialah sebagai berikut:

  1. Hikayat

Bentuk prosa lama yang sifatnya fiktif yang mengisahkan tentang kehidupan peri, dewi, pangeran, puteri, dan juga raja-raja yang mempunyai kekuatan gaib.

Contoh; Hikayat Hang Jebat, Hikayat Raja Bijak

  1. Sejarah (Tambo)

Bentuk prosa lama yang menceritakan peristiwa sejarah dan juga sesuai fakta. Di dalamnya terdapat uga silsilah raja-raja.

  1. Kisah

Bentuk prosa lama yang menceritakan mengenai perjalanan, pengalaman, atau pun petualangan seseorang di jaman dahulu.

  1. Dongeng

Bentuk prosa lama yang berisi cerita khayalan masyarakat di jaman dahulu. Dongeng mempunyai beberapa bentuk, yaitu;

Mitos (myth), dongeng yang menceritakan tentang kisah-kisah gaib. Contoh; Ratu Pantai Selatan, Batu Menangis, dan lain sebagainya

Legenda, dongeng yang menceritakan tentang asal-usul terjadinya suatu peristiwa atau disuatu tempat. Contohnya ialah ; Legenda Danau Toba, Legenda Tangkuban Perahu, dan lainnya.

Fabel, dongeng yang tokoh di dalam merupakan binatang. Contoh; Si Kancil dan Buaya, dan lain yang lainnya.

Sage, dongeng yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan, kesaktian, atau pun keberanian seorang tokoh. Contoh ialah ; Patih Gadjah Mada, Calon Arang, Ciung Winara, dan lain sebagainya.

Jenaka / Pandir, dongeng yang menceritakan tentang perilaku orang bodoh, malas, cerdik, dimana penyampaiannya dengan humor. Contohnya  ialah ; Lebai Malang, Pak Belalang, dan lainnya.

  1. Cerita Berbingkai

Bentuk prosa lama ini dimana cerita di dalamnya terdapat cerita lagi yang disampaikan oleh tokoh di dalamnya.


  • Prosa Baru

Prosa baru merupakan jenis prosa yang telah mengalami perubahan akibat pengaruh kebudayaan barat. Beberapa yang termasuk dalam prosa baru ialah:

  1. Novel

Bentuk prosa baru yang di dalamnya terdapat cerita yang panjang mengenai kehidupan tokoh di dalamnya, dan juuga bersifat fiktif atau non-fiktif.

Contoh; Novel Laskar Pelangi, Ave Maria dan lain sebagainya

  1. Cerpen

Bentuk prosa baru yang di dalamnya terdapat kisah tokoh utamanya, konflik juga penyelesaiannya yang ditulis secara ringkas dan padat.

Contohnya ialah ; Keluarga Gerilya oleh Pramoedya Ananta, Robohnya Surau Kami oleh A. A. Navis.

  1. Roman

Bentuk prosa baru yang di dalamnya terdapat juga kisah hidup seseorang secara menyeluruh, mulai dari lahir hingga meninggal.

Contohnya ialah ; Layar Terkembang oleh Sultan Takdir Ali Syahbana.

  1. Riwayat

Jenis prosa baru berupa tulisan yang menceritakan kisah hidup seseorang yang menginspirasi.

  1. Kritik

Kritik adalah karya yang menguraikan pertimbangan baik-buruk suatu hasil karya dengan memberi alasan-alasan tentang isi dan bentuk dengan kriteria tertentu yang sifatnya objektif dan menghakimi.

  1. Resensi

Resensi adalah pembicaraan / pertimbangan / ulasan suatu karya (buku, film, drama, dll.). Isinya bersifat memaparkan agar pembaca mengetahui karya tersebut dari berbagai aspek seperti tema, alur, perwatakan, dialog, dll, sering juga disertai dengan penilaian dan saran tentang perlu tidaknya karya tersebut dibaca atau dinikmati.

  1. Esai

Esai adalah ulasan / kupasan suatu masalah secara sepintas lalu berdasarkan pandangan pribadi penulisnya. Isinya bisa berupa hikmah hidup, tanggapan, renungan, ataupun komentar tentang budaya, seni, fenomena sosial, politik, pementasan drama, film, dll. menurut selera pribadi penulis sehingga bersifat sangat subjektif atau sangat pribadi.


Unsur Intrinsik Prosa

Unsur pembangun prosa terdiri dari struktur dalam atau unsur intrinsik serta struktur luar atau unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya satra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika orang membaca karya sastra.

Adapun unsur intrinsik prosa terdiri atas :

  • Tema

Tema, yaitu suatu yang menjadi pokok masalah atau persoalan sebagai bahan karangan, yang diungkapkan dalam suatu cerita oleh pengarang. Tema prosa fiksi terdiri dari tema utama serta beberapa tema bawahan. Sedangkan untuk cerpen (cerita pendek) hanya memiliki  tema utama saja.

  • Amanat

Amanat, yaitu pesan-pesan yang disampaikan oleh si pengarang melalui cerita yang digubahnya. Si pengarang menyampaikan amanatnya dengan dua cara, yaitu Secara eksplisit (terang-terangan): Pembaca dengan mudah menemukannya

Secara implisit (tersirat/tersembunyi): Untuk menemukan amanat dalam hal ini, pembaca agak sukar menemukannya, terlebih dulu pembaca hendaknya membaca secara keseluruhan isi cerita tersebut.

  • Alur/Plot

Alur/plot, yaitu urutan atau kronologi peristiwa yang dilukiskan pengarang dalam suatu cerita yangmana alur terjalin dengan alur yang lainnya.

  • Tokoh

Tokoh, yaitu pelaku di dalam cerita dan mengambil peranan dalam setiap insiden-insiden.

  • Penokohan

Penokohan (Perwatakan), yaitu pelukisan watak atau karakter dari para tokoh di dalam cerita.

  • Latar

Latar (setting), yaitu lingkungan (tempat/lokasi, waktu, dan suasana) terjadinya suatu peristiwa di dalam cerita.

Tempat      :  umpamanya di rumah sakit, daerah wisata, dan lain sebagainya.
Waktu       :  tahun, musim, masa perang, periode sejarah, dan sebagainya.
Suasana     :  aman, damai, gawat, berduka, kacau, galau, dan sebagainya.

  • Sudut Pandang

Sudut pandang (point of view), yaitu status atau kedudukan si pengarang dalam cerita. Ada empat macam sudut pandang, antara lain:

pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku utama (pengarang = aku);

pengarang sebagai orang pertama sebagai pelaku sampingan;

pengarang berada di luar cerita sebagai orang ketiga;

kombinasi atau campuran, kadang-kadang di dalam dan kadang-kadang di luar cerita.

  • Gaya Bahasa

Gaya Bahasa (Majas) disebut juga “langgam, corak, bentuk, atau style bahasa” yaitu cara yang digunakan oleh si pengarang untuk mengungkapkan maksud dan dan tujuannya baik dalam bentuk kata, kelompok kata, atau kalimat. Jadi, gaya bahasa atau majas meliputi; kata, frasa atau kelompok kata, kalimat (struktur) biasa/majas. Gaya bahasa atau majas adalah ibarat kendaraaan bagi seseorang pengarang yang akan membawanya kemana arah tujuan yang ingin ditujunya.


Contoh Prosa Lama

Hikayat Amir

Dahulu kala di Sumatra, hiduplah seorang saudagar yang bernama Syah Alam. Syah Alam mempunyai seorang anak bernama Amir. Amir tidak uangnya dengan baik. Setiap hari dia membelanjakan uang yang diberi ayahnya. Karena sayangnya pada Amir, Syah Alam tidak pernah memarahinya. Syah Alam hanya bisa mengelus dada.

Lama-kelamaan Syah Alam jatuh sakit. Semakin hari sakitnya semakin parah. Banyak uang yang dikeluarkan untuk pengobatan, tetapi tidak kunjung sembuh. Akhirnya mereka jatuh miskin.

Penyakit Syah Alam semakin parah. Sebelum meninggal, Syah Alam berkata”Amir, Ayah tidak bisa memberikan apa-apa lagi padamu. Engkau harus bisa membangun usaha lagi seperti Ayah dulu. Jangan kau gunakan waktumu sia-sia. Bekerjalah yang giat, pergi dari rumah.Usahakan engkau terlihat oleh bulan, jangan terlihat oleh matahari.”


”Ya, Ayah. Aku akan turuti nasihatmu.”

Sesaat setelah Syah Amir meninggal, ibu Amir juga sakit parah dan akhirnya meninggal. Sejak itu Amir bertekad untuk mencari pekerjaan. Ia teringat nasihat ayahnya agar tidak terlihat matahari, tetapi terlihat bulan. Oleh sebab itu, kemana-mana ia selalu memakai payung.

Pada suatu hari, Amir bertmu dengan Nasrudin, seorang menteri yang pandai. Nasarudin sangat heran dengan pemuda yang selalu memakai payung itu. Nasarudin bertanya kenapa dia berbuat demikian.


Amir bercerita alasannya berbuat demikian. Nasarudin tertawa. Nasarudin berujar, ” Begini, ya., Amir. Bukan begitu maksud pesan ayahmu dulu. Akan tetapi, pergilah sebelum matahari terbit dan pulanglah sebelum malam. Jadi, tidak mengapa engkau terkena sinar matahari. ”

Setelah memberi nasihat, Nasarudin pun memberi pijaman uang kepada Amir. Amir disuruhnya berdagang sebagaimana dilakukan ayahnya dulu.

Amir lalu berjualan makanan dan minuman. Ia berjualan siang dan malam. Pada siang hari, Amir menjajakan makanan, seperti nasi kapau, lemang, dan es limau. Malam harinya ia berjualan martabak, sekoteng, dan nasi goreng. Lama-kelamaan usaha Amir semakin maju. Sejak it, Amir menjadi saudagar kaya.

Sumber : Bina Bahasa dan Sastra Indonesia kelas IV: Erlangga


Contoh Prosa Baru

Contoh-Prosa

  1. Identitas Buku
Judul:LASKAR PELANGI 
No. ISBN:979-3062-7xxx
Penulis:Andrea Hirata
Penerbit:Bentang Pustaka Yogyakarta
Tanggal terbit:Januari 2005, September 2005, Juli 2007
Jumlah Halaman:533
Berat Buku:400 gran
Jenis Cover:Soft Cover
Dimensi(L x P):13 x 20,5 cm
Text Bahasa:Indonesia
Lokasi Stok:Gudang Penerbit

 

Sinopsis

      Cerita terjadi di desa gantung, Kab. Gantung, Belitung timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh DepDikBud Sumatera Selatan jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika pak Arfan sang kepala sekolah hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.


      Dari sanalah dimulai cerita mereka, mulai dari penempatan tempat duduk, dan pertemuan mereka dengan pak Arfan. Perkenalan mereka yang luar biasa dimana A kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Ibu Muslimah. Pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi rumahnya ke sekolah.


      Mereka laskar pelangi, nama yang diberikan bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya yang okatisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah 10 kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan mengharukan dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian dimana Ikal yang berjuang di luar P. Belitong kembali ke kampungnya.


Pembahasan

A. Unsur Intrinsik

  1. Tema

Persahabatan sepuluh anak yaitu Ikal, Mahar, Lintang, Harun, Syahdan, A Kiong, Trapani, Borek, Kucai dan satu-satunya wanita di kelas mereka, Sahara dari orang kecil yang mempunyai cita-cita yang tinggi dengan bersekolah di pendidikan rakyat kecil Sekolah Muhamadiyah.

  1. Tokoh dan Perwatakan
    Aku sebagai ikal : tidak mudah putus asa dan tegar.
    Ayah ku/ayah ikal             : baik hati dan bijaksana.
    Pak K.A. Harpan Noor     : baik hati, ramah dan sabar.
    Ibu N.A. Muslimah          : sabar, baik hati dan penyayang.
    Lintang                             : pantang menyerah dan cerdas.
    Mahar                               : kreatif, imajinatif dan cerdas.
    Trapani                             : manja dan cerdas.
    Kucai                                : hiperaktif, susah diatur dan benyak bicara
    Sahara                               : keras kepala, cerdas dan baik hati.
    A kiong                             : baik dan sedikit aneh.
    Harun                                : baik tetapi agak keterbelakangan mental.
    Borek                                : nakal dan susah diatur.
  2. Alur

Di dalam novel ini memakai alur maju, karena dalam ceritanya tidak terdapat kilas balik sehingga membuat pembaca penasaran apa yang akan terjadi di kisah selanjutnya.

  1. Sudut Pandang

Memakai kata ganti orang pertama tunggal atau memakai akuan sertaan, karena dalam penceritaan novel penulis menggunakan kata aku.

  1. Gaya Bahasa

Di sini saya tidak mengetahui gaya bahasanya, karena ada kata-kata yang sulit untuk dipahami atau dapat kita mengerti. Hal ini dikarenakan untuk menyesuaikan bahasa berdasarkan tempat yang diceritakan yaitu di Bangka Belitong, daerah terpencil yang belum meluas bahasanya.

  1. Latar (Setting) 

Tempat            : di sekolah, di bawah pohon, di gua, dan di rumah.
Suasana           : menyenangkan, menyedihkan, dan menegangkan.
Kapan              : siang hari, sore hari, dan malam hari.

  1. Amanat

Tempat, harta, tidak menjadi batasan untuk menuntut ilmu.


B.  Unsur Ekstrinsik

Kita dapat mengambil pelajaran bahwa bagaimanapun hidup yang kita jalani, kita harus senantiasa bersyukur. Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit cita-cita yang tingggi. Pada dasarnya kemiskinan tidak berkorelasi/berinteraksi langsung dengan kebodohan atau kegeniusan. Banyak sekali pelajaran yang dapat kita teladani dari novel tersebut seperti keagamaan, moral, cinta pertama yang indah, ketegaran hidup, bahkan makna sebuah takdir yang tidak bisa kita tebak. Selain itu kita dapat mencontoh tokoh-tokoh yang dapat diteladani seperti tokoh-tokoh manusia sederhana, jujur, tulus, gigih, penuh dedikasi, ulet, sabar, tawakal, takwa, dan sebagainya.


Permasalahan

  • Kelebihan novel

Menyajikan kisah nyata yang dialami pengarang, mencakup aspek penceritaan yang luas seperti cinta, persahabatan dan penderitaan hidup. Penceritaan dan alur yang mudah dimengerti. Dalam hal organisasi novel ini, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain harmonis dan dapat menimbulkan rasa penasaran pembaca. Karena dalam penceritaan isi novel tidak berbelit-belit.


  • Kekurangan novel

Terdapat kata-kata asing yang akan mengurangi kenyamanan membaca  namun penulis telah merinci kata-kata tersebut dibagian akhir buku. Penyampaian cerita kurang rinci. Bahasa yang digunakan tidak berbelit-belit walaupun ada kata-kata yang kita tidak tahu maknanya dan yang belum dapat kita pahami, dikarenakan cerita menyesuaikan tempat daerah Belitong.


  • Kesimpulan

      Novel Laskar Pelangi penuh dengan taburan wawasan yang luas bak samudra dari penulisnya yang paham betul tentang ilmu eksakta, seni budaya, dan humaniora. Kita akan dibuat tersenyum geli dari humor kecil yang dilontarkannya, terharu dan bahkan menangis ketika membaca kisah heroik kesebelas anak Laskar Pelangi.


      Kita dapat mengetahui arti perjuangan hidup dalam kemiskinan yang membelit dan cita-cita yang gagah berani dalam kisah tokoh utama buku ini, akan menuntun kita dengan semacam keanggunan dan daya tarik agar kita dapat melihat ke dalam diri sendiri dengan penuh pengharapan, agar kita menolak semua keputusasaan dan ketakberdayaan kita sendiri. Novel laskar pelangi ini juga sarat hikmah, dakwah, dan rasa persahabatan yang sangat kental. Tuturannya mengalir, menyentuh, mencerahkan, menggelikan, membidik pusat kesadaran, dan jauh dari sifat menggurui.


      Cerita ini memang lain dari cerita biasanya, karena kita sering membaca novel percintaan yang tidak medidik moral maupun agama. Novel Laskar Pelangi karya Mas Andrea Hirata mampu menggabungkan dua hal yang berbeda, sastra dan science. Sebuah buku yang pintar hasil dari orang yang pintar.  Laskar pelangi merupakan novel yang memberikan semangat dan inspirasi khususnya kepada generasi muda penerus bangsa Indonesia, agar penerus bangsa Indonesia tidak pantang menyerah oleh kemiskinan dan terus bersemangat dalam mencapai cita-cita.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pengertian Prosa Adalah : Ciri, Jenis dan Contohnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Baca Juga :  √ Cara Kerja Enzim : Pengertian, Teori, Fungsi, Sifat, Biokatalisator

Baca Juga :  √ Arti analogi : Definisi, Tujuan, Macam, Ciri dan Contohnya

Baca Juga :  √ Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya : Bagian Luat, Mons Pubis, Labia

Baca Juga :  √ Alat Pembayaran Internasional : Tunai, Telegrafit, Cek, Emas, Letter Of Credit