√ Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri Beserta Faktornya

Diposting pada

Pengertian

Pertumbuhan Ekonomi adalah suatu kondisi dimana meningkatnya pendapatan karena terjadi peningkatan produksi barang dan jasa. Peningkatan pendapatan itu tidak dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah penduduk, dan bisa kita lihat dari output yang meningkat, perkembangan teknologi, dan berbagai inovasi di bidang sosial.

√ Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri Beserta Faktornya

Pertumbuhan Ekonomi juga bisa diartikan sebagai sebuah proses perubahan perekonomian negara dalam jangka waktu tertentu untuk menuju kondisi ekonomi yang lebih baik. Pertumbuhan ekonomi identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan lewat kenaikan pendapatan nasional.

Sebuah negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi diindikasikan dengan kehidupan masyarakatnya yang lebih baik. Kemudian apakah sebuah negara yang mengalami gejala perkembangan ekonomi berpengaruh terhadap perkembangan suatu bisnis? Tentu saja iya, karena perubahan dari perekonomian masyarakat akan mempengaruhi permintaan persediaan barang dan jasa sebuah bisnis.


Ciri-ciri

– Terjadi laju pertumbuhan penduduk serta produk per kapita yang cepat.

– Adanya peningkatan produktivitas di masyarakat.

– Terjadi perubahan struktural yang sangat tinggi.

– Adanya urbanisasi dalam sebuah Negara.

– Melaksanakan ekspansi ke negara maju.

– Terjadinya arus barang, modal, serta manusia antar bangsa-bangsa di dunia.


Faktor-faktor

  1. Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia merupakan salah satu indikator pertumbuhan ekonomi sebuah negara. Faktor SDM bisa mempercepat atau justru memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contoh, ketika sebuah negara mempunyai peningkatan jumlah pengangguran terhadap penduduknya maka negara iu bisa dikatakan sedang mengalami kemunduran.

Penurunan kualitas sumber daya manusia menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran yang parah dengan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan. Meningkatnya pengangguran dapat memicu semakin tingginya kemiskinan masyarakat.

Hal tersebut tentu saja akan berpengaruh pada permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa dari sebuah bisnis atau perusahaan. Masyarakat akan cenderung menghemat pendapatannya serta hanya membelanjakannya untuk hal-hal yang primer saja.

  1. Sumber Daya Alam

Indonesia adalah negara yang kaya sumber daya alamnya Tapi, kekayaan SDA itu tidak disertai dengan kualitas SDM yang baik untuk mengelolanya.

Alhasil, Indonesia seringkali melakukan ekspor barang mentah dan mengimpornya kembali saat barang yang telah jadi dengan harga yang lebih mahal. Dengan keterbatasan pengelolaan sumber daya alam ini mengharuskan sebuah bisnis atau perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan bahan mentah seringkali harus mengimpor bahan dasar dari luar negeri sampai mengakibatkan produk perushaan jauh lebih mahal daripada saat harus mendapatkannya dari dalam negeri.

Inilah yang seringkali menjadi dilema di lingkungan masyarakat. Karena masih banyak produk-produk dalam negeri yang dinilai mahal yang membuat permintaannya menurun tajam.

  1. Kemajuan IPTEK

Sebuah negara dikatakan maju dalam ekonomi saat mengalami peningkatan dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologinya. Tak terkecuali pada sebuah perusahaan yang mengedepankan teknologi untuk menghasilkan sebuah barang dan jasa yang lebih efisien.

Penggunaan teknologi yang telah maju mengindikasikan bahwa perusahaan itu bisa menghasilkan produk lebih cepat dan efisien. Teknologi dalam hal peralatan produksi yang dipakai bisa membantu meminimalisir serapan tenaga kerja sampai anggaran untuk pegawai bisa dipangkas dan dipakai untuk keperluan lain.

Tapi, untuk bisnis yang sedang berkembang biasanya masih sulit untuk menerapakan teknologi dalam usahanya. Karena pembelian peralatan modern dinilai masih mahal serta harus mengimpor dari luar negeri.

  1. Tingkat Inflasi

Inflasi pun merupakan salah satu gejala yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflasi ialah kejadian dimana laju peredaran rupiah tidak terkendali.

Meningkatnya harga-harga berpengaruh pada produktifitas bahan baku karena menyebabkan peningkatan biaya operasi perusahaan untuk pemasokan bahan baku. Tak hanya itu, adanya inflasi akan mempengaruhi gaji pegawai sebuah perusahaan.

Ada dua tipe inflasi yang bisa berpengaruh langsung pada bisnis perusahaan yakni cos-push inflation dan deman-pull inflation. Cos-push inflation ialah harga produk naik karena perminataan masyarakat naik sedangkan deman-pull inflation ialaj kenaikan permintaan masyarakat menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

  1. Tingkat Suku Bunga

Perkembangan ekonomi mempengaruhi tingkat suku bunga sebuah negara. Pertumbuhan ini cenderung membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan dikarenakan peningkatan pendapatan masyarakat.

Suku bunga yang tinggi berpengaruh buruk pada bisnis atau perusahaan yang biasanya menggunakan modal pinjaman untuk meningkatkan kualitas perusahaan.

Selain itu, adanya suku bunga yang tinggi mempengaruhi permintaan investasi yang rendah tentu ini berdampak buruk pada saham perusahaan. Alasannya karena investor lebih menyukai tabungan konvensional dibanding harus menginvestasikan uangnya ke perusahaan.

Perkembangan sebuah bisnis sangat dipengaruhi secara langsung dari hasil pertumbuhan ekonomi di negara. Kesimpulan yang bisa didapatkan ialah saat pertumbuhan kearah yang lebih baik maka permintaan masyarakat pada barang dan jasa juga akan naik begitu juga sebaliknya.


demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pertumbuhan Ekonomi : Pengertian, Ciri Beserta Faktornya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :

Read More  √ Konservasi Adalah: Pengertian, Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contoh
Read More  √ Ikatan Logam : Pengertian, Sifat, Contoh
Read More  √ Gagasan Pokok Adalah : Pengertian, Ciri, Cara Menemukan dan Letaknya
Read More  √ Debat Adalah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Peran, Etika, Ciri, Struktur, Jenis, Cara