√Pengertian Perubahan Sosial: Ciri, Bentuk, Teori

Diposting pada
√Pengertian Perubahan Sosial: Ciri, Bentuk, Teori

Pengertian

Perubahan Sosial merupakan sebuah perubahan yang terjadi di dalam masyarakat mengenai dengan pola pikir, sikap sosial, norma, nilai-nilai, serta berbagai pola perilaku manusia di dalam masyarakat.

Setiap individu atau sebuah masyarakat pasti akan mengalami perubahan secara terus-menerus. Hal tersebut terjadi karena setiap individu dan anggota kelompok masyarakat mempunyai pemikiran serta kemampuan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Tapi, tingkat perubahan pada sebuah kelompok masyarakat akan berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya. Ada perubahan yang terjadi dengan cepat, tapi ada juga proses perubahan yang terjadi secara lambat. Hal tersebut tergantung kebutuhan, kesadaran, serta tindakan anggota kelompok itu.

Ciri-ciri Perubahan Sosial

1. Dilakukan Dengan Sengaja

Sering sekali perubahan yang terjadi di masyarakat berlangsung secara tak sengaja. Dalam hal ini, social change terjadi bila perubahan yang terjadi dilakukan dengan sengaja. Contohnya inovasi kendaraan bermotor yang dilakukan produsen sehingga lebih nyaman serta efisien penggunaannya.

2. Terjadi di Berbagai Tempat

Social change biasanya terjadi di berbagai tempat, mulai dari masyarakat desa sampai kota. Perubahan yang terjadi pada masyarakat di desa biasanya cenderung lebih lambat dibandingkan dengan masyarakat di kota.

3. Proses Berkelanjutan

Social change terjadi secara terus menerus sampai masyarakat akan selalu mengalami perubahan, baik dalam waktu cepat maupun lambat. Perubahan terjadi karena manusia meruppakan mahluk sosial dan selalu berpikir secara dinamis dalam kehidupannya.

Read More  √ Apa Administrasi : Pengertian, Fungsi, Tujuan, Ciri, Macam dan Unsurnya

4. Sifatnya Imitatif

Dalam hal ini, imitatif artinya ialah adanya ketergantungan dan saling mempengaruhi antara satu kelompok masyarakat dengan kelompok masyarakat lainnya. Contohnya ialah tren fashion dan tren gaya rambut yang diikuti oleh masyarakat.

5. Adanya Hubungan Kausalitas

Manusia merupakan mahluk sosial sehingga perubahan bisa terjadi karena adanya hubungan timbal-balik satu sama lain. Hubungan kausalitas tersebut bisa menimbulkan kontroversi, kekacauan sementara serta perubahan struktur masyarakat.

Bentuk Perubahan Sosial

1. Perubahan Struktural

Perubahan Struktural merupakan perubahan yang mendasar yang terjadi di masyarakat sampai mempengaruhi kehidupan masyarakat secara keseluruhan. Salah satu contohnya ialah adanya perubahan sistem pemerintahan yang awalnya berbentuk monarki menjadi republik.

2. Perubahan Besar dan Kecil

Hal Ini merupakan perubahan besar ataupun kecil yang bisa menimbulkan pengaruh untuk masyarakat. Perubahan besar contohnya, proses industrialisasi yang mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri. Sementara perubahan kecil contohnya, perubahan gaya berpakaian masyarakat karena adanya pengaruh dari luar.

3. Perubahan Cepat dan Lambat

Perubahan cepat ialah social change yang terjadi dengan sangat cepat, atau yang biasanya disebut dengan revolusi. Sementara perubahan lambat, ialah social change yang terjadi dalam waktu yang sangat lama.

4. Perubahan yang Dikehendaki dan Tidak Dikehendaki

Perubahan yang dikehendaki ialah social change yang terjadi karena direncanakan oleh anggota masyarakat. Sementara perubahan yang tak dikehendaki ialah social change yang terjadi tanpa disengaja atau tanpa direncanakan terlebih dahulu.

Ada banyak sekali perubahan yang terjadi di sekitar masyarakat kita. Salah satu contohnya ialah cara manusia berkomunikasi jarak jauh. Jika dulu kita berkomunikasi jarak jauh memakai telepon rumah atau wartel, sekarang kebanyakan sudah memakai telepon genggam.

Read More  √ Cerita Legenda Tangkuban Perahu

Teori Perubahan Sosial

1. Teori Evolusi

Dalam hal ini, teori evolusi masih berfokus pada teori evolusi yang dicetuskan oleh Darwin dan dipengaruhi pemikiran Herbert Spencer. Menurut teori evolusi, proses perubahan terjadi secara perlahan dalam waktu yang panjang serta harus lewat berbagai tahapan sampai titik perubahan yang diharapkan bisa terwujud.

2. Teori Konflik

Teori Konflik dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx dan Ralf Dahrendord. Dalam teori ini disebutkan bahwa sebuah perubahan bisa terjadi sebagai akibat adanya pertentangan di dalam masyarakat. Pertentangan tersebut diawali perselisihan antara kelompok yang merasa tertindas dengan kelompok penguasa atau pemerintah sehingga akhirnya menimbulkan perubahan.

Menurut teori ini, konflik sosial akan senantiasa berdampingan dengan perubahan serta terjadi terus-menerus. Beberapa yang menjadi poin penting dari teori konflik ini adalah sebagai berikut:

  • Pada masyarakat akan terus mengalami perubahan.
  • Setiap komponen masyarakat biasanya meningkat terjadinya perubahan.
  • Semua masyarakat akan berada di pusaran konflik dan ketegangan.
  • Kestabilan sosial selalu dipengaruhi oleh adanya tekanan antar golongan di dalam masyarakat.

3. Teori Fungsional

Teori Fungsional dicetuskan pertamakali oleh William Ogburn. Menurut teori ini, kecepatan perubahan terjadi tak sama walaupun unsur-unsur masyarakat saling berkaitan satu sama lainnya. Dalam teori ini dijelaskan bahwa perubahan yang terjadi hanya mengambil hal yang baik, bermanfaat, serta menguntungkan untruk masyarakat.

4. Teori Siklis

Arnold Toynbee dan Oswald Spenger merupakan tokoh yang mempengaruhi munculnya teori siklis. Dalam teori ini disebutkan bahwa perubahan di masyarakat tidak bisa dikendalikan sepenuhnya oleh siapapun karena di dalam masyarakat ada siklus yang harus diikuti.

Menurut Oswald Spenger, proses perubahan sosial terjadi lewat 4 tahap seperti proses perkembangan manusia, yakni tahap anak-anak, remaja, dewasa, dan masa tua.

Read More  √ Asal Usul Nama Minangkabau : Sejarah, Menurut Tambo dan Ahli

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Pengertian Perubahan Sosial: Ciri, Bentuk, Teori semoga bermanfaat

Baca Juga :