√Pengertian Pengendalian Sosial: Ciri, Jenis, Tujuan, Bentuk

Diposting pada
√Pengertian Pengendalian Sosial: Ciri, Jenis, Tujuan, Bentuk

Pengertian

Pengendalian Sosial merupakan sebuah upaya yang dilakukan oleh masyarakat guna mencegah terjadinya penyimpangan sosial dengan cara mengajak serta mengarahkan masyarakat untuk bersikap dan berperilaku sesuai norma-norma dan nilai yang berlaku.

Pengendalian sosial pun bisa diartikan sebagai sebuah proses pengawasan yang dilakukan masing-masing kelompok masyarakat dengan cara mengajak, membujuk, serta memaksa seseorang atau kelompok lainnya supaya mengikuti norma-norma sosial yang berlaku di masyarakat.

Tujuan utama dari upaya pengendalian dan pengawasan sosial ialah untuk menciptakan atau menjaga kedamaian dan ketentraman di masyarakat. Dengan adanya pengendalian dan pengawasan, maka keteraturan sosial di masyarakat bisa terwujudkan.

Ciri-ciri Pengendalian Sosial

  • Terdapat sebuah metode atau cara khusus guna menertibkan individu atau masyarakat.
  • Kontrol sosial bisa dilakukan setiap individu pada individu lain, atau kelompok kepada individu atau kelompok lain.
  • Kontrol sosial dilakukan dengan tujuan guna mewujudkan keserasian dan stabilitas pada berbagai perubahan yang ada di masyarakat.
  • Pengendalian sosial dilakukan oleh berbagai pihak walaupun seringkali masing-masing pihak tak menyadarinya.

Jenis-jenis Pengendalian Sosial

1. Pengendalian Sosial  Berdasarkan Sifatnya

  • Preventif

Preventif adalah  upaya Pengendalian sosial guna mencegah terjadinya gangguan pada keserasian masyarakat.

  • Represif

Represif adalah upaya Pengendalian sosial guna mengembalikan keserasian di masyarakat sesudah terjadi pelanggaran norma atau peristiwa buruk.

  • Kuratif
Read More  √ Pengertian Fungi : Ciri, Tumbuhan Eukariota, Prokariota, Heterotrof

Kuratif adalah Pengendalian sosial yang dilakukan pada ketika sedang terjadi penyimpangan sosial.

2. Pengendalian Sosial Berdasarkan Cara Perlakuannya

  • Persuasif

Persuasif adalah  cara pengendalian sosial yang dilakukan tanpa tindakan kekerasan. Contohnya membujuk, membimbing, memberikan nasihat, dsb.

  • Koersif

Koersif adalah  Pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksa dan disertai sanksi tegas sesuai pelanggarannya. Contohnya, penertiban pedagang kaki lima yang beroperasi tak pada tempatnya.

3. Pengendalian Berdasarkan Pelakunya

  • Pengendalian pribadi

Pengendalian pribadi adalah pengendalian sosial yang dilaksanakan oleh setiap individu yang terinspirasi dari tokoh-tokoh panutan.

  • Pengendalian institusional

Pengendalian institusional adalah pengendalian sosial yang dilaksanakan oleh lembaga atau institusi tertentu, contohnya pesantren.

  • Pengendalian resmi

Pengendalian resmi adalah pengendalian sosial yang dilaksanakan oleh lembaga resmi negara sesuai undang-undang. Contohnya Kepolisian, Kejaksaan, dan lainnya.

  • Pengendalian tidak resmi

Pengendalian tidak resmi adalah pengendalian sosial yang dilakukan oleh individu atau lembaga masyarakat yang bersifat tidak resmi.

Tujuan Pengendalian Sosial

1. Menjaga Ketertiban Masyarakat

Di dalam sebuah masyarakat selalu ada norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku sebagai batasan-batasan berperilaku di masyarakat. Dan ada konsekuensi atau hukuman atas pelanggaran pada norma dan nilai itu sehingga biasanya individu akan takut serta memilih untuk mengikuti aturan yang berlaku.

2. Mengembangkan Budaya Malu

Pada dasarnya semua orang memiliki ‘rasa malu’, apalagi jika menyangkut harga dirinya. Hukuman sosial yang diterima seseorang yang melanggar aturan akan membuat orang itu merasa malu.

3. Memberikan Imbalan Bagi yang Taat Aturan

Masih tentang harga diri, Semua orang yang mengikuti aturan dan norma yang berlaku mendapatkan imbalan, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Salah satu contoh imbalannya ialah dalam bentuk kemudahan dalam mengurus berkas Surat Berkelakukan Baik dari pejabat masyarakat.

Read More  √8 Prasasti Peninggalan Kerajaan Pajajaran

4. Meyakinkan Masyarakat Untuk Mematuhi Norma

Pengendalian sosial yang dilakukan dengan baik akan membentuk serta meningkatkan keyakinan masyarakat bahwa peraturan yang berlaku di masyarakat akan membawa kebaikan untuk semua orang.

5. Menciptakan Sistem Hukum

Pengendalian sosial juga bisa berfungsi sebagai sistem hukum atau aturan yang disusun secara resmi dimana di dalamnya ada sanksi atau hukuman untuk warga yang melanggarnya.

Bentuk Pengendalian Sosial

1. Pendidikan

Hal  ini bisa diberikan oleh orang tua ataupun sekolah supaya peserta didik tau tentang norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.

2. Agama

Hal ini merupakan cara untuk mengendalikan kehidupan sosial lewat pendekatan rohani dengan mengajarkan apa yang baik dan buruk menurut kitab suci.

3. Teguran

Hal ini bisa dilakukan secara lisan ataupun tulisan untuk memberikan kritik pada perbuatan seseorang yang melanggar aturan supaya tidak melakukannya lagi.

4. Gosip

Hal ini merupakan bentuk pengendalian sosial dengan cara membicarakan kesalahan seseorang dari mulut ke mulut sehingga bisa membuat individu yang dibicarakan merasa malu.

5. Sanksi atau Hukuman

Hal ini merupakan bentuk pengendalian sosial dengan memberikan sanksi atau hukuman terhadap pelanggar aturan secara langsung guna memberikan efek jera.

6. Intimidasi

Hal ini merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara paksa terhadap pihak yang melanggar aturan.

7. Ostrasisme

Hal ini merupakan bentuk pengendalian sosial yang dilakukan dengan cara membiarkan pelaku pelanggaran tetap melakukan kesalahannya, tapi masyarakat sekitarnya akan mengacuhkan atau tidak akan berbicara dengan orang itu.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Pengertian Pengendalian Sosial: Ciri, Jenis, Tujuan, Bentuk semoga bermanfaat

Baca juga :