√ Pendiri Kerajaan Pajang: Letak: Pengertian, Asal Usul, Daerah Kekuasaan, Pendiri, Sejarah.

Diposting pada

A. Pengertian

Kerajaan Pajang merupakan satu kerajaan yang berpusat di Jawa Tengah sebagai kelanjutan dari Kerajaan Demak. Kompleks keratonnya pada zaman sekarang hanya tinggal tersisa berupa batas-batas fondasinya saja yang ada di perbatasan Kelurahan Pajang – Kota Surakarta dan Desa Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo.

B. Asal Usul

Asal Usul berdirinya Kerajaan Pajang adalah saat peperangan antara Aryo Penangsang dan Joko Tingkir (menantu Sultan Trenggono). Peperangan itu terjadi pada tahun 1546 M, saat sultan Demak telah meninggal dunia. Pertempuran itu lau dimenangkan oleh Joko Tingkir. Saat terjadi konflik antara Aria Penangsang dan Joko Tingkir (Hadiwijaya), sebenarnya sunan Kudus kurang setuju dengan Hadiwijaya. Tapi hal itu kandas, saat Joko Tingkir berhasil memindahkan pusat kerajaan Demak ke daerah Pajang. Pengesahan Joko Tingkir atau biasa disebut dengan Hadiwijaya menjadi sultan pertama kerajaan tersebut dilakukan oleh Sunan Giri. Masa pemerintahan Hadiwijaya dihabiskan untuk memadamkan pemberontakan-pemberontakan yang sering dilakukan oleh beberapa bupati yang sebelumnya adalah pendukung Arya Penangsang.

C. Daerah Kekuasaan

Pada awal berdiri Kerajaan Pajang, wilayah kekuasaannya hanya di daerah Jawa Tengah karena sesudah kematian Sultan Trenggono, banyak wilayah di jawa Timur yang melepaskan diri. Tapi pada tanggal 1568 M, Sultan Hadiwijaya dan para Adipati Jawa Timur dipertemukan di Giri Kedaton oleh Sunan Prapen. Dalam Kesempatan tersebut, para adipati sepakat mengakui kedaulatan Pajang diatas negeri-negeri Jawa Timur, maka secara sah kerajaan Pajang sudah berdiri. Selanjutnya, kerajaan Pajang mulai melaksanakan ekspansi pelebaran kekuasaan ke beberapa wilayah, termasuk juga wilayah Jawa Timur.

Read More  √ Asal Usul Selat Bali dan Sejarahnya

 Kerajaan Pajang memiliki hubungan yang sangat baik dengan kerajaan-kerajaan di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sultan Adiwijaya mendapatkan dukungan dan pengakuan atas kekuasaannya dari para penguasa daerah, seperti Kedu, Bagelen, Banyumas, dan beberapa daerah di wilayah Jawa Timur. Bahkan untuk memperkuat kedudukan, Adiwijaya mengawinkan putrinya dengan Panembahan Lemah Duwur dari Aresbaya. Akibatnya, pada 1580-an Kerajaan Pajang telah mendapat pengakuan kekuasaan yang luas. Berpindahnya kerajaan Islam dari Demak ke Pajang adalah kemenangan Islam Kejawen atas Islam ortodoksi.

D. Pendiri

Joko Tingkir merupakan pendiri serta raja pertama Kerajaan Pajang yang memerintah tahun 1549-1582 dengan nama Hadiwijaya.

Nama aslinya ialah Mas Karèbèt, putra Ki Ageng Pengging atau Ki Kebo Kenanga. Saat dia dilahirkan, ayahnya sedang menggelar pertunjukan wayang beber dengan dalang Ki Ageng Tingkir.Kedua ki ageng ini ialah murid Syekh Siti Jenar. Setelah pulang dari mendalang, Ki Ageng Tingkir jatuh sakit serta meninggal dunia.

Lalu Sepuluh tahun kemudian, Ki Ageng Pengging dihukum mati karena dituduh memberontak pada Kerajaan Demak. Sebagai pelaksana hukuman adalah Sunan Kudus. Setelah kematian suaminya, Nyai Ageng Pengging jatuh sakit serta meninggal pula. Sejak saat itu, Mas Karebet diambil sebagai anak angkat Nyai Ageng Tingkir (janda Ki Ageng Tingkir).

Mas Karebet tumbuh menjadi pemuda yang hobi bertapa, dan dijuluki Jaka Tingkir. Guru pertamanya ialah Sunan Kalijaga. Dia juga berguru pada Ki Ageng Sela, dan dipersaudarakan dengan ke-3 cucu Ki Ageng Sela yakni, Ki Juru Martani, Ki Ageng Pemanahan, dan Ki Panjawi.

E. Sejarah

Setelah menjadi raja, Joko Tingkir  Adiwijaya (Hadiwijaya) tidak pernah lupa pada jasa-jasa para sahabatnya yang telah membantu mengalahkan Arya Penangsang. Ki Ageng Pemanahan mendapatkan hadiah tanah di daerah Mataram (Alas Mentaok). Lalu Ki Penjawi diberi hadiah di daerah Pati. Keduanya sekaligus diangkat sebagai Bupati di daerah tersebut. Bupati Surabaya yang banyak berjasa menundukan daerah daerah Jawa Timur, diangkat sebagai wakil raja pada daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan.

Read More  √ Pengertian Jaringan Sklerenkim : Fungsi Beserta Cirinya

Sementara Sutawijaya (putra Ki Ageng Pemanahan) diangkat sebagai anak angkat Sultan Adiwijaya serta menjadi saudara Pangeran Benawa. Pangeran Benawa merupakan putera mahkota Kesultanan Pajang. Sutawijaya ialah seorang pemuda yang sangat ahli dan cerdik dalam bidang militer dan peperangan. Saat Ki Ageng Pemanahan meninggal dunia pada tahun 1575.

Saat Sultan Adiwijaya wafat pada tahun 1582, seharusnya digantikan oleh Pangeran Benawa. Tapi, dia berhasil disingkirkan oleh Arya Pangiri. Arya Pangiri langsung naik tahta menjadi Sultan Pajang pada 1582-1586. Sementara Pangeran Benawa hanya dijadikan adipati di Jipang. Saat menjadi sultan, tindakan Arya Pangiri sangat meresahkan masyarakat karena menyita sepertiga sawah rakyat untuk diberikan pada para pengikutnya dari Demak.

Tindakan Arya Pangiri itu menyebabkan timbulnya usaha-usaha perlawanan. Kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Pangeran Benawa untuk menghimpun kekuatan. Dia langsung menjalin kerja sama dengan saudara angkatnya, yakni Sutawiajaya yang sudah menjadi Adipati Mataram. Dalam sebuah serangan, Arya Pangiri dengan mudah bisa dikalahkan oleh Pangeran Benawa yang dibantu Sutawijaya pada tahun 1586. Tapi, Pangeran Benawa tidak mau membunuh Arya Pangiri dan hanya menyuruh Arya Pangiri untuk kembali ke Demak.

Sesudah berhasil mengalahkan Arya Pangiri, Pangeran Benawa yang lebih pantas atas tahta Pajang justru menyerahkan kekuasaannya pada Sutawijaya. Pangeran Benawa menyadari bahwa dirinya tidak cukup pandai untuk mengendalikan pemerintahan, menjamin keamanan, dan mempertahankan kekuasaan Panjang yang sangat luas. Di samping itu, Pangeran Benawa merasa tidak bisa bersaing dengan saudara angkatnya. Sutawijaya langsung menerima tawaran saudara angkatnya dan sejak saat itu semua kebesaran Pajang dipindahkan ke Mataram.

Sutawijaya sudah lama berharap supaua pada suatu saat dapat menjadi seorang sultan. Oleh karena itu, saat diangkat sebagai Adipati Mataram pada tahun 1575, Dia mulai memperkuat jabatannya dengan membangun benteng di sekeliling istananya. Akhirnya, harapan itu datang, saat Pangeran Benawa menawarkan atau menyerahkan kekuasaannya kepada Sutawijaya, sesudah berhasil mengalahkan Arya Pangiri pada tahun 1586. Tentu, Sutawijaya tak menolaknya.

Read More  √Hutan Mangrove : Pengertian , Ciri , Bentuk Dan Fungsinya

Sejak saat itu, Sutawijaya dengan sah menjadi Sultan Pajang.tapi, tidak lama kemudian dia memindahkan ibukota kerajaan ke Kotagede yang beradadi sebelah Tenggara Kota Yogyakarta. Bersamaan dengan itu, nama kerajaan jufaberubah menjadi Mataram. Sutawijaya menjadi Sultan Mataram (1586-1601) danmendapatkan gelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin PanatagamaKalifatullah. Artinya, sultan yang serta sebagai panglima perang dan pemimpinagama. Peristiwa tersebut menandai runtuh dan berakhirnya pemerintahan KerajaanPajang dan dimulainya Kerajaan Mataram yang bercorak Islam (Kerajaan MataramIslam).

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pendiri Kerajaan Pajang: Letak: Pengertian, Asal Usul, Daerah Kekuasaan, Pendiri, Sejarah. semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :