√ Pasola Perang Berkuda Di Sumba Beserta Sejarahnya

Diposting pada

Pasola Perang Berkuda Di Sumba

Adat Pasola adalah suatu kekayaan budaya bangsa Indonesia yang berasal dari Pulau Sumba yang khas dan langka. Pasola sendiri adalah atraksi perang yang dilakukan oleh 3 kelompok dengan kuda. Setiap kelompok terdiri lebih dari 100 pemuda bersenjatakan tombak yang dibuat dari kayu berdiameter 1,5 cm dengan ujung yang tumpul.

Pasola menarik perhatian karena Pasola adalah perpaduan antara unsur upacara keagamaan tradisional yaitu upacara sakral Marapu yang di wujudkan dalam perang tanding dan unsur-unsur seni, olahraga, lomba dan hiburan, tapi unsur yang paling utama adalah upacara sakral, karena semua kegiatan seni tradisional Indonesia tidak bisa dipisahkan dari upacara yang bersifat keagamaan.

Pasola tak sekadar menjadi bentuk keramaian, namun menjadi salah satu bentuk pengabdian dan aklamasi ketaatan kepada sang leluhur. Pasola sfslsh kultur religius yang mengungkapkan inti religiositas agama Marapu. Adat Pasola dilakukan untuk menyatukan masyarakat antara daerah yang satu dengan yang lain yang ada di Pulau Sumba dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dan kekerabatan, dan meningkatkan silaturrahim dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagaimana tradisi-tradisi dalam upacara adat disetiap masyarakat, upacara Adat Pasola di Kabupaten Sumba Barat Daya mempunyai arti penting untuk masyarakat setempat. Upacara Adat Pasola adalah upacara puncak kebudayaan masyarakat Sumba. Dengan kata lain bisa diartikan sebagai sebuah penghelatan tradisional masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya dengan maksud dan tujuan tertentu.

Tujuan pesta Adat Pasola merupakkan untuk meminta keberkahan dan restu dari sang pencipta supaya panen yang dilaksanakan di musim panen mendapatkan berkah yang melimpah serta menuai hasil yang baik. Pasola dilakukan setiap tahun sekali, sebelum kegiatan bertani berlangsung. Pasola bukan hanya sebagai pesta kegembiraan semata, tap lebih pada penghormatan kepada para leluhur, perintah yang di turunkan secara turun-temurun oleh nenek moyang mereka supaya Pasola diadakan setiap tahun, menjadikan suatu kultur adat yang unik khususnya untuk kepercayaan Marapu.

Baca Juga :  √Ciri Kebijakan Publik: Pengertian, Jenis, Ciri, Tujuan, Proses pembuatan, dan Contohnya

Bagi Agama Marapu, cucuran darah yang tertumpah pada pesta Adat Pasola bukan merupakan sebuah aib tapi adalah berkat yang melimpah dari sang pencipta untuk kesuburan tanah panenan dan tanah yang mereka diami. Pasola dianggap sebagai penyelesaian pada peristiwa perang suku yang terjadi untuk kembali menjaga perdamaian dan terjalin semangat persaudaraan antar setiap suku sampai mereka juga bisa hidup berdampingan serta menyatu kembali satu sama lainnya.

Selama acara Pasola dilakukan kedua kelompok yang bermain Pasola dan penonton larut dalam kegembiraan dan kesenangan, menyaksikan pertempuran permainan Pasola yang sangat dramastis, adu ketangkasan, lengkingan teriakan para penonton, ayunan lembing kayu, lincahnya kuda melaju dan lihainya para pemain menghindar tombakan lawan, serta luapan aroma mistis, bercampur menjadi satu dalam suasana penuh kejutan disertai mengucap syukur pada sang pencipta.

Pelaksanaan Pasola tak hanya merupakan permainan yang bersifat badaniah (profan), tapi juga mempresentasikan ketaatan para pemeluk kepercayaan Marapu dalam melakukan adat istiadat para leluhurnya, oleh karena bersifat sakral, maka sebelum pelaksanaan Pasola para tetua adat melakukan semedi dan Lakutapa (puasa) untuk memohon berkah kebaikan pada para leluhur dan para Dewa. Selain mempunyai nilai sakral, secara fungsional Pasola juga bisa di lihat sebagai elemen pemersatu untuk masyarakat Sumba.

Pada hakikatnya, Pasola adalah ritual kepercayaan yang untuk para penganut kepercayaannya bersendikan pada elemen alam terpenting yakni demi menjaga keharmonisan antara manusia dengan leluhur atau nenek moyangnya sebagai leluhurnya ialah pembawa kesuburan dan kemakmuran untuk mereka, biasanya Pasola diselenggarakan sebagai puncak seremoni adat yang disebut Nyale yaitu upacara ritual adat untuk memohon restu para Dewa dan arwah nenek moyang sebagai leluhurnya dengan maksud supaya panen pada tahun itu berhasil dengan baik.

Baca Juga :  √Apa itu Manajemen Keuangan: Pengertian, Ruang Lingkup, Fungsi, Tujuan

Pasola sebenarnya mengandung nasihat yang sangat dalam, nasihat itu adalah dalam hidup manusia harus bekerja keras, tekun, sabar, jujur, dan bertanggung jawab dan bisa membedakan apa yang baik dan apa yang buruk, manusia juga dituntut untuk bisa menjaga keseimbangan antara alam rohani dan alam jasmani, antara kebutuhan fisik material serta kebutuhan mental spiritual.

Di kalangan masyarakat Kodi adanya keyakinan serta prinsipbahwa luka-luka, sakit, atau cedera yang dialami para peserta Pasola adalahkenyataan-kenyataan yang harus dialami sebelum mereka meraih kesuksesan dankemenangan. Mereka harus lebih dahulu berkorban, gigih berjuang serta mengalamianeka penderitaan dan kesulitan sebelum mencapai kesuksesan dan jugakemenangan.

demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id mengenai √ Pasola Perang Berkuda Di Sumba Beserta Sejarahnya, semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semuanya.

baca juga :