√Ligamen: Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerja

Diposting pada
√Ligamen: Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerja

Pengertian

Ligamen merupakan jaringan bentuknya pita yang tersusun dari serabut-serabut yang berperan dalam menghubungkan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain pada sendi. Ligament ialah pita jaringan elastis yang mengikat luar ujung tulang yang saling membentuk persendian, membantu mengontrol rentang gerak, serta menstabilkan mereka sehingga tulang bisa bergerak dengan baik.

Tanpa adanya ligament, antara tulang yang satu dengan tulang yang lain tak akan menyatu serta tidak bisa melakukan pergerakan saat otot berkontraksi. Meksipun bisa, gerakan yang ditimbulkan tidak akan sempurna.

Ligament mempunyai elastisitas yang tinggi bisa memperpanjang serta mengubah bentuk mereka ketika berada dalam ketegangan lalu kembali ke bentuk aslinya ketika ketegangan tersebut mereda. Tapi, ada beberapa pengecualian dalam hal ini, seperti ligament ovarium ligament putaran rahim, serta ligament suspensorium ovarium.

Fungsi Ligamen

1. Menentukan rentang gerakan

Ligament yang ada dalam setiap sendi tubuh bertanggung jawab pada menentukan sejauh mana rentang gerakan yang dari sendi tersebut. Sehingga dengan begitu bisa mencegah terjadinya dislokasi sendi. Ligament juga bisa membantu mencegah hiperekstensi tulang atau sendi. Jadi singkatnya, ligament berfungsi guna menstabilkan sendi serta membimbing mereka selama gerakan.

2. Perlindungan tulang dan sendi

Ligament bisa memberikan perlindungan pada tulang serta sendi dari patah sebab ketika terjadi ketegangan pada sendi ligament bisa berubah bentuk di bawah beban konstan.

3. Proprioseptif

Fungsi lain dari ligament ialah guna mempertahankan postur seseorang dengan sistem proprioseptif. Contohnya adalah saat sendi lutut dibengkokkan, maka akan merangsang saraf proprioseptif guna membuat kontraksi otot pada saat yang bersamaan ,sehingga membuat orang menyadari posisi lutut serta kaki.

Baca Juga :  √ Cerita Daerah Papua : Legenda Asal Usul Burung Cendrawasih

Jenis-jenis Ligamen

1.  Ligament articular

Ligament articular adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara tukang-tulang guna membentuk sendi. Ligament tersebut sangat kuat dan berserat padat. Fungsi dari ligament articular adalah untuk mengubungkan jaringan serta membantu melenturkan atau memperpanjang jaringan tubuh.

Contoh ligament adalah:

  • Bagian kepala dan leher meliputi ligament krikotiroid, ligament periodontal, serta ligament suspensorium okluar.
  • Bagian pergelangan tangam terdiri dari ligament dorsal radiokarpal, ligament kolateral, ligament palmar radiokalpar, dsb.
  • Bagian dada yaitu ligament suspensorium.
  • Bagian lutut yaitu ligament patella, ligament cruciatum anterior, ligamen kaudal, ligament kolateral lateralis, serta ligament kolateral.

2. Ligament remnant fetal

Ligament ini adalah ligament yang sudah ada sejak lahir serta masih tetap berkembang menjadi jaringan menyerupai ligament.

Contohnya adalah :

  • Ligament venosum.
  • Ligament arteriosum.
  • Tali arteri umbilikalis.
  • Ligamentum lingkaran hati.

3. Ligament peritoneal

Ligament yang terbentuk di dalam serta di sekitar lapisan membrane dari rongga perut. Ligament peritoneal mengelilingi sejumlah pembuluh darah di rongga perut termasuk pembuluh darah portal pada hati serta berperan penting pada sistem reproduksi wanita.

Contoh dari ligament ini adalah :

  • Ligament hepatoduodenal.
  • Ligament uterus.

4. Ligament Aksesorium

Ligament berfungsi untuk memperkuat ligament lain (pembantu). Contohnya ligament yang ada di tulang belakang yang bisa memberikan stabilitas tulang atau tulang rawan.

Struktur Ligamen

Ligament adalah jaringan ikat yang mempunyai komponen-komponen biomekanik yang unik. Dia digambarkan sebagai pita padat jaringan ikat kolagen. Struktur ligament terdiri dari protein yang dinamakan kolagen. Protein kolagen ini berbentuk panjang, fleksibel, serta berbentuk seperti benang atau serat.

Serat kolagen banyak ditemukan di tubuh manusia ataupun mamalia lainnya. Kehadiran jaringan kolagen membuat kulit menjadi elastis serta membentuk sebagian besar jaringan ikat. Sifat elastis yang dimilikinya membuat kulit bisa teregang ketika tubuh melakukan gerakan mirip melipat siku, dsb. Serat kolagen sering diatur dalam pola persimpangan yang membantu mencegah sendi tubuh bergerak melebihi batas kemampuannya.

Baca Juga :  √ 11 Contoh Barang Inferior dan Peranannya Dilingkungan Masyarakat

Cara Kerja Ligamen

Pada dasarnya, cara kerja dari ligament sangat berhubungan dengan tendon. Ligament dan tendon adalah jaringan pasif yang tidak mempunyai kemampuan melakukan kontraksi untuk menghasilkan gerakan. Tendon membantu terjadinya pergerakan sendi dengan cara mentransmisikan tekanan dari otot pada tulang. Dibandingkan dengan otot, tendon mempunyai serat yang kaku, memiliki kekuatan tarik yang besar, dan bisa menahan tegangan yang besar. Oleh sebab itu pada ruang yang pergerakannya terbatas, kerjasama otot ke tulang dilakukan oleh tendon.

Tendon busa menahan beban yang sangat besar dengan deformasi yang sangat kecil. Sifat tersebut bisa menjadikan tendon guna mentransformasikan gaya ke tulang tanpa menghabiskan energi guna regangan tendon.

Ligament sendiri berperan melanjutkan gaya yang ditransmisikan dari otot antara tulang yang satu dengan tulang yang lain, sehingga saat terjadi sebuah pergerakan, stabilitas sendi bisa dipertahankan. Tendon dan ligament termasuk kuat serta tidak akan putus dengan mudah. Kerusakan biasanya terjadi di pertemuan dengan tulang.

Demikianlah artikel dari duniapendidikan.co.id tentang √Ligamen: Pengertian, Fungsi, Jenis, Struktur dan Cara Kerja semoga bermanfaat

Baca Juga: